Anda di halaman 1dari 3

1.

2.

mencerna dan menyerap zat gizi dari


makanan
memadatkan kotoran dengan
menyerap cairan dan elektrolit

yang mengandung vitamin A, C, E ,


selenium dan asam folat
Faktor risiko lain adalah :

Apakah anda mengalami perdarahan dari anus


(dubur)? Jangan langsung menganggap itu
hanya sekedar wasir (hemoroid). Waspadalah
jika disertai dengan rasa lelah, pucat, buang air
besar menjadi tidak lancar, dan penurunan
berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.
Mungkin saja anda terkena kanker kolonrektum.

3.

PENYEBAB KANKER USUS BESAR


REKTUM.
Kanker usus besar-rektum muncul karena
adanya interaksi antara faktor lingkungan dan
faktor genetik.
Faktor lingkungan yang berperan mencetuskan
(faktor risiko) :

Diet tinggi lemak (banyak


mengkonsumsi produk hewani terutama
daging)

Diet rendah serat

Merokok, minum alkohol

Obesitas

Kolon (usus besar) kita berbentuk seperti


tabung yang terbentang di dalam perut kita
mulai dari usus kecil sampai dubur. Usus besar
memiliki 3 fungsi yaitu :

Diet dengan serat yang cukup

Konsumsi kalsium

Olahraga teratur

Konsumsi sayuran yang berwarna


hijau-kuning

Riwayat keluarga dengan jenis kanker


yang sama atau jenis kanker lain,
seperti kanker payudara dan sebagainya.

Menderita polip adenomatosa (kanker


usus besar rektum biasanya berkembang
dari polip ini).

Menderita radang usus (Inflammatory


Bowel Disease).

GEJALA DAN TANDA KANKER USUS


BESAR REKTUM
Kanker usus besar rektum berkembang
secara lambat dan tidak menimbulkan gejala
dalam jangka waktu lama. Gejala dan tanda
yang muncul sesuai dengan
derajat perkembangan dan lokasinya di usus
besar.

Anemia merupakan indikasi pertama


jika pada pasien usia lanjut dengan gejala
rasa lelah, nafas pendek, berdebar-debar
ataupun nyeri dada.

Faktor lingkungan yang mencegah/melindungi :

Usia : semakin bertambah usia, risiko


semakin tinggi. Dengan 90% kasus pada
usia 50 tahun.

menyimpan dan mengatur


pengeluaran kotoran.

Sedangkan rektum adalah bagian terakhir dari


usus besar yang berfungsi menyimpan kotoran
sebelum siap dikeluarkan.

Konsumsi makanan atau suplemen

Perdarahan dari dubur, dapat


berupa darah segar (hematochezia), atau
bercampur dengan kotoran sehingga
berwarna merah gelap.

Mual dan muntah menetap yang tidak

pemeriksaan fungsi hati, kadar CEA


Carcinoembryonic Antigen (pertanda
adanya tumor).

diketahui penyebabnya.

Penurunan berat badan yang tidak


diketahui penyebabnya.

Jika tumor semakin bertambah besar

PENGOBATAN KANKER USUS BESAR


REKTUM

dapat menyebabkan gejala sumbatan :


1.

Perut membuncit tanpa disertai


kenaikan berat badan

2.

Perubahan kebiasaan buang air besar


menjadi lebih jarang (konstipasi),
perubahan bentuk kotoran menjadi
seperti cacing/pita

3.

4.

Rasa tidak puas setelah buang air


besar
Nyeri perut (jarang terjadi)

Stadium dan penyebaran Kanker dapat dilihat


di gambar berikut :

PEMERIKSAAN KANKER USUS BESAR


REKTUM
Jika anda mengalami gejala seperti di atas,
segeralah pergi RS terdekat.

Pemeriksa akan melakukan


pemeriksaan dengan memasukkan jari ke
dubur anda (rectal toucher), memang terasa
tidak nyaman, namun hal tersebut untuk
mengetahui kelainan di daerah tersebut.

Tes darah samar : memastikan


perdarahan dari saluran cerna

Colonoscopy : pemeriksaan dengan


memasukkan selang yang berkamera
melalui dubur sampai ke usus besar untuk
melihat kelainan yang ada.

Pemeriksaan lain untuk melihat


adanya metastasis (penyebaran kanker ke
organ lain) : foto toraks (dada),

1.

Dilakukan operasi untuk membuang


tumor dan sebagian kecil usus besar
akan dibuang untuk menghindari
kekambuhan

2.

Radioterapi (terapi penyinaran) untuk


kanker rektum

3.

Kemoterapi

KOMPLIKASI KANKER USUS BESAR


REKTUM.
1.
2.
3.
4.

perdarahan akut maupun kronik yang


berakibat anemia
sumbatan usus
kebocoran pada usus (perforasi)
metastasis (penyebaran ke organ lain)
yaitu ke hati (paling sering),kelenjar
getah bening, otak, tulang, paru-paru
sampai pada kematian.

ANGKA HARAPAN HIDUP

Penderita tergantung dari stadium tumor,


semakin cepat kanker dideteksi maka harapan
hidup akan semakin tinggi.
PENCEGAHAN KANKER USUS BESARREKTUM
Skrining dengan tes darah samar dan
colonoscopy pada usia 50 tahun dan 10 tahun
sekali.