Anda di halaman 1dari 9

CRITISM OF MATCHING

Patton dan Littleton menghubungkan matching of expense against


revenue dengan matching effort with accomplishment. Konsep
matching adalah kunci utama dalam kerangka alokasi.
Menentukan jumlah expired cost merupakan salah satu tugas pokok
akuntan. Namun, proses pencocokan telah membuat neraca
bersifat sekunder terhadap laporan laba rugi. Pendekatan ini
mengurangi kegunaan neraca pengguna sebagai pembuat
keputusan.

CRITISM OF MATCHING
Lesser requirement for objective evidence
Akuntan menuntut bukti yang objektif untuk pengakuan revenue, tapi tidak untuk
pengakuan expense.
Pengakuan expense haruslah reasonableness atau appropriateness, bukan bukti yang
objektif.
Menjadi reasonable dianggap baik, tapi apa standarnya reasonableness dalam
menerapkan matching concept ?
Mencatat expenses, losses, dan liabilities sesegera mungkin, meskipun buktinya lemah.
Sedangkan revenues dan gain harus disertai dengan bukti yang lebih substansial sebelum
dicatat.

CRITISM OF MATCHING
Lesser requirement for objective evidence
Satu alasan untuk kebutuhan akan bukti objektif dalam mengakui expenses seperti dibandingkan
dengan revenue adalah Conservatism.
Istilah probable berarti bahwa kejadian di masa depan adalah hampir pasti terjadi untuk
mengkonfirmasi loss atau expense. Contoh :
bad debts expense itu dicatat karena probable
pada tanggal laporan keuangan. Yaitu entitas tersebut tidak dapat menagih untuk jumlah tertentu
yang dimaksudkan.
Probability didasarkan pada pengalaman masa lalu. Loss terkait dengan ancaman pengambilalihan
harus dicatat jika pengambilalihan akan terjadi dan jumlah loss nya dapat diperkirakan.
Konservatisme tidak berfokus pada bukti tetapi ketakutan akan overstatement pada net asset dan
profit.

CRITISM OF MATCHING
Evaluation of each matching method
Menghubungkan sebab dan akibat dalam matching effort with accomplishment tidak mungkin
karena cost attach theory tidak dapat dibuktikan. Akuntan tidak secara langsung
menghubungkan cost dengan revenue, tetapi menandingkan cost dengan interval waktu.
Kritik pada pengatribusian sejumlah revenue terhadap sejumlah expense. If an asset provides
benefits for several accounting periods, its cost is allocated to the periods in systematic and
rational manner if the first matching method cannot be used.
Kritik atas matching cost to interval of time: penuh estimasi dan asumsi sehingga dideskripsikan
sebagai arbitrary. Immediate recognition charges many costs as expenses in the period in which
they are paid or become payable. Kritik atas immediate recognition: membuat keputusan ini tidak
mudah. Contoh: advertising and R&D expenditures

CRITISM OF MATCHING
The Allocation Problem
3 kriteria alokasi dapat diterima
Additivity. Keseluruhan harus sama dengan bagian-bagiannya. Bahwa jika semua
alokasi ditambahkan, totalnya harus sama dengan sebelum alokasi.
Unambiguity. Metode alokasi harus jelas, ditentukan pilihan dari metode yang akan
digunakan. Cara yang digunakan untuk membuat alokasi dilakukan secara jelas
Defensibility. Setelah metode alokasi dipilih, orang yang membuat pilihan tersebut
harus mampu untuk memberikan argumen dari pilihannya dan
mempertahankannya dari alternatif metode lain.

CRITISM OF MATCHING
The Allocation Problem
Menurut Thomas dalam buku Teori Akuntansi (Godfrey,1994) alokasi yang ada di akuntansi tidak
memenuhi kriteria tersebut, terlebih pada kriteria ketiga. Pada kenyataannya, banyak metode
yang dapat dipilih, dan masing-masing metode itu dapat dipertahankan, sehingga tidak ada jalan
keluar untuk memilih satu diantara pilihan tersebut, kecuali dengan kewenangan.
Argumen Akuntan
Alokasi menunjukkan biaya sebenarnya dari aktivitas yang dilakukan selama periode tertentu
Laporan keuangan yang menggunakan alokasi itu berguna bagi pengguna laporan keuangan

CRITISM OF MATCHING
The Allocation Problem
Sanggahan Thomas
Tidak dapat dibuktikan. Alokasi itu incorrigible. Tidak dapat diverifikasi secara empiris
Invalid due to the interaction of the input. Kontribusi individual dari input terhadap output, atau revenue atau
kas masuk dalam suatu periode tertentu tidak dapat diketahui karena semua input saling berinteraksi untuk
menghasilkan total output dimana hal ini berbeda dari apa yang mereka bisa jika dilakukan secara terpisah.
Solusi atas kedua argumen dan sanggahan argumen tersebut diatas yaitu dengen menyiapkan laporan yang
tidak menggunakan alokasi. Thomas menyarankan exit price reports atau net quick assets funds statements.
Mengabaikan alokasi akan membuat hal yang drastis berbeda dari apa yang akuntan pahami, percayai dan
terbiasa saat ini. Alokasi adalah bagian dari akuntasi. Bahkan definisi dari aset menyiratkan tentang alokasi.

CRITISM OF MATCHING
Defence of Allocations
Eckel
Eckel mendukung Thomas mengenai alokasi itu arbitrary, tetapi hanya karena
tujuan alokasi itu tidak dapat dipertahankan.
Tujuan alokasi dalam akuntansi konvensional yaitu untuk menentukan profit
dari proses matching, yaitu dari hubungan sebab dan akibat.
Keefektifan dari matching tergantung dari bagaimana proses atas hasil dari
hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan. Tujuan dari alokasi
dapat diubah.

CRITISM OF MATCHING
Defence of Allocations
Zimmerman
Zimmerman menunjukkan bahwa alokasi biaya untuk tujuan internal adalah
berguna sebagai alat untuk memberikan kontrol dan memotivasi manajer.
Zimmerman menunjukkan bahwa alokasi biaya mewakili beberapa biaya yang
sulit diidentifikasi yang timbul ketika diperlukan oleh pembuat keputusan.
Dia menyimpulkan selama keuntungan dari alokasi biaya melebihi biaya untuk
membuat alokasi tersebut, menggunakan teknik alokasi masih bisa dirasionalkan.