Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian


Penelitian yang akan dilakukan adalah jenis penelitian kuantitaf, dengan
desain penelitian deskriptif studi dan crossectional studi. Peneliti bertujuan ingin
mengetahui hubungan jenis komplikasi DM dengan rata-rata biaya dan kesesuaian
obat dengan formularium nasional khususnya pada pasien DM BPJS non PBI.

B. Subjek dan Objek Penelitian


1. Subjek penelitian
Subjek diantaranya pasien rawat jalan poli Penyakit Dalam anggota BPJS Non
PBI di RSI Jombang
2. Objek penelitian
Objek Penelitian adalah resep dokter, rekam medis, dan bukti pembayaran
obat pasien DM peserta BPJS Non PBI di RSI Jombang
3. Kriteria Inklusi
Merupakan kriteria dimana subjek penelitian dapat mewakili dalam
sampel penelitian,memenuhi syarat sebagai sampel, kriteria sampel pada
penelitian ini adalah seluruh pasien terdiagnosis dengan diabetes mellitus
maupun dengan komplikasi peserta BPJS Non PBI di poli penyakit dalam RSI
Jombang mulai dari periode 1 Januari 2014 s/d 31 Desember 2014.

4. Kriteria Ekslusi

Kriteria eksklusi merupakan keadaan yang menyebabkan subjek yang


memenuhi kriteria inklusi tidak dapat diikusertakan. Adapun yang termasuk
kriteria eksklusi adalah pasien dengan rekam medis, bukti pembayaran, dan
resep dokter yang tidak lengkap dan hilang. Selain itu pasien dengan DM yang
memiliki penyakit keganasan, TBC dan HIV akan diekslusi dalam penelitian.

C. Populasi, Sampel dan Sampling


1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Arikunto, 2002). Populasi
pada penelitian ini adalah data transaksi pembiayaan dan pengobatan Pasien
JKN Non PBI dengan diagnose Diabetes Melitus di poli penyakit dalam RS
RSI Jombang sejak pemberlakuan JKN (BPJS) pada bulan 1 Januari 2014 s/d
31 Desember 2014.
2. Sampel
Sampel pada penelitian ini adalah seluruh data pasien diagnose Diabetes
Mellitus maupun dengan komplikasi peserta BPJS Non PBI di poli penyakit
dalam RSI Jombang mulai dari periode 1 Januari 2014 s/d 31 Desember 2015.

3. Teknik Sampling
Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan total
sampling atau sampel jenuh. Semua data pasien yang memenuhi kriteria akan
diambil sebagai sampel
D. Variabel Penelitian

Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian
ditarik kesimpulanya (Sugyono, 2008).
1. Variabel independen
Variabel independent adalah variabel menjadi sebab perubahan atau timbulnya
variabel dependent atau terikat (Alimul, 2007). Pada penelitian ini yang menjadi
variabel independent adalah komplikasi penyakit pasien DM peserta BPJS Non PBI.
2. Variabel dependen
Variabel independent adalah variabel yang dipegaruhi atau menjadi akibat karena
variabel bebas (Alimul, 2007). Variabel dependen pada penelitian ini adalah rata rata
biaya yang dikeluarkan dan kesesuaian obat yang diberikan dengan formularioum
nasional pada pasien DM peserta BPJS Non PBI.

E. Definisi Operasional
Definisi

operasional

adalah

mendefinisikan

variabel

secara

operasional

berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk


melakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau
fenomena (Alimul, 2007). Definisi operasional variabel-variabel diatas dapat
dijelaskan sebagai berikut :
a. Komplikasi penyakit (X1)
Definisi : penyakit-penyakit penyerta yang diderita pasien DM selama pengobatan
Skala : Nominal
Kategori :
1. DM tanpa komplikasi
2. DM dengan komplikasi penyakit jantung

3. DM dengan komplikasi ulserasi kaki


4. DM dengan komplikasi hipertensi
5. DM dengan komplikasi neuropathy
6. DM denagn komplikasi gagal ginjal
7. DM dengan komplikasi dislipidemia
b. Rata rata biaya pasien DM peserta JKN Non PBI.
Definisi

: Jumlah rata rata biaya pasien DM dalam satu tahun dibagi dengan
jumlah kunjungan

Skala

: Rasio

Katagori : Rupiah (Rp.)


c. Kesesuaian dengan Formularium Nasional
Definisi : Prosentase kesesuaian obat yang diberikan pada pasien dengan
formularium nasional
Skala

: Interval

Kategori : Persentase (%)

F. Instrument Penelitian
1. Instrument penelitian pada berupa dokumen-dokumen dibawah ini :
a. Rekam medis
b. Lembar klaim pasien
c. Resep dokter
d. Bukti pembayaran apotik
Data yang akan dikumpulkan dari beberapa instrument diatas antara lain :
a. No. rekam medis
b. Identitas pasien : jenis kelamin dan umur

c. Tanggal kunjungan
d. Diagnose ( diagnose DM dan Komplikasi)
e. Kadar gula darah
f. Data penggunaan obat (jenis, Dosis, dan jumlah obat)
g. Data biaya obat yang diambil pasien di apotek
h. Biaya perbekalan farmasi dari apotek
i.

Telusur dokumen : standar pembekalan tarif BPJS pada pasien DM.

G. Uji Validitas dan Reliabilitas


1. Uji Validitas
Uji Validitas Item atau butir dapat dilakukan dengan menggunakan software
SPSS. Untuk proses ini, akan digunakan Uji Korelasi Pearson Product Moment.
Dalam uji ini, setiap item akan diuji relasinya dengan skor total variabel yang
dimaksud. Dalam hal ini masing-masing item yang ada di dalam variabel X dan Y
akan diuji relasinya dengan skor total variabel tersebut.
Agar penelitian ini lebih teliti, sebuah item sebaiknya memiliki korelasi (r)
dengan skor total masing-masing variabel 0,25. Item yang punya r < 0,25 akan
disingkirkan karena dapat mengacaukan analisa data.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas item diuji dengan melihat Koefisien Alpha dengan melakukan
Reliability Analysis dengan SPSS. Akan dilihat nilai Alpha-Cronbach untuk
reliabilitas keseluruhan item dalam satu variabel. Agar lebih teliti, dengan
menggunakan SPSS, juga akan dilihat kolom Corrected Item Total Correlation.
Nilai tiap-tiap item sebaiknya 0.40 sehingga membuktikan bahwa item tersebut
dapat dikatakan punya reliabilitas Konsistensi Internal. Item-item yang punya

koefisien korelasi < 0.40 akan dibuang kemudian Uji Reliabilitas item diulang
dengan tidak menyertakan item yang tidak reliabel tersebut. Demikian terus
dilakukan hingga Koefisien Reliabilitas masing-masing item adalah 0.40.
Idealnya, nilai alpha > 0,7 yang artinya reliabilitas mencukupi (sufficient
reliability) sementara jika alpha > 0,80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan
seluruh tes secara konsisten secara internal karena memiliki reliabilitas yang kuat.

H. Analisis Data
1. Analisa Univariate
Analisis Univariat adalah analisis yang digunakan untuk menganalisis setiap
variabel yang ada secara deskriptif (Notoatmodjo, 2003). Data yang telah di
kategorikan ditampilkan sebagai frekuensi kejadian. Adapun data yang akan di
analisis meliputi :
a.

Identitas responden : jenis kelamin dan umur (data nominal)

b.

Komplikasi penyakit DM (data nominal)

c.

Prosentase kesesuaian dengan formularium (data interval)

d.

Rata-rata biaya yang dikeluarkan (data rasio)

I. Etika Penelitian
Penelitian kesehatan pada umumnya dan penelitian kesehatan masyarakat
pada khususnya menggunanakan manusia sebagai objek yang diteliti atau yang
melakukan penelitian. Hal ini berarti terjadi hubungan timbal balik antara orang
sebagai peneliti dan orang sebagai yang diteliti. Hubungan antara peneliti dengan

yang diteliti adalah sebagai hubungan anatara mereka yang memerlukan


informasi dan mereka yang memberikan informasi. Peneliti sebagai pihak yang
memerlukan informasi seyogyanya menempatkan diri lebih rendah dari pihak
yang memberikan informasi atau responden (Notoatmodjo,2010).
Prinsip etika penelitian secara umum menurut Hanafiah & Amir, 2007,
meliputi :
1. Menghormati harkat martabat manusia ( respect to person / autonomy).
Secara mendasar prinsip ini bertujuan :
a. Menghormati otonomi yang memprsyaratkan bahwa manusia yang
mampu

menalar

pilihan

pribadinya

harus

diperlakukan

dengan

menghormati kemampuannya dalam mengambil keputusan mandiri (self


determination)
b. Melindungi manusia

yang

otonominya

terganggu

atau

kurang,

mempersyaratkan bahwa manusia tergantung (dependent) atau rentan


(vulnerable) perlu diberikan perlindungan terhadap kerugian atau
penyalahgunaan (harm and abuse).
2. Berbuat baik/ bermanfaat (beneficence).
Prinsip etika berbuat baik yaitu menyangkut kewajiban membantu
orang lain, dilakukan dengan mengupayakan manfaat maksimal dengan
kerugian minimal. Prinsip ini diikuti prinsip tidak merugikan (primum non
nocere, first no harm, non maleficence) yang menyatakan bahwa jika orang
tidak dapat melakukan hal hal

yang bermanfaat, setidaknya jangan

merugikan orang lain.


3. Keadilan ( Justice )
Setiap orang harus diperlakukan sama (tidak diskriminatif) dalam
memperoleh haknya. Prinsip etika keadilan termasuk keadilan distributif yang
mempersyaratkan pembagian seimbang antara beban dan manfaat. Hal ini
dilakukan dengan memperhatikan distribusi usia dan gender, status ekonomi,
budaya dan etnik. Salah satu perbedaan yang dapat dipertanggungjawabkan

adalah kerentanan, yaitu kelompok yang tidak berkemampuan melindungi


kepentingan sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Alimul Aziz Hidayat, 2007. Metode Penelitian Perawat dan Teknik Analisis Data.
Salemba Medika : Jakarta
American Diabetes Association. 2010. Diagnosis and classification of diabetes
mellitus. Diabetes Care 2010;33(Suppl. 1):S62S69
Andayani, Tri Murti, Mohamed Izham Mohamed Ibrahim, Ahmad H Asdie. 2010.
Assessing The Impact Of Complications On The Direct Medical Costs Of Type
2

Diabetes

Mellitus

Outpatients.

International

Journal

of

Current

Pharmaceutical Research Vol 2, Issue 2, 2010


Ang, T., dan Nasional, F. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
328/Menkes/SK/VIII/2013.
Arikunto Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta : Jakarta
Departemen Kesehatan RI. 2008. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Badan
Penelitian dan Pengembangan Kesehatan: Jakarta
Fitri, Elny, Tri Murti Andayani, Endang Suparniati. 2015. Analisis Biaya Penyakit
Diabetes Mellitus. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi. Volume 5
Nomor 1 - Maret 2015
Himawan, Indra W. 2009. Komplikasi Jangka Pendek dan Jangka Panjang DM tipe 1.
Sari Pediatri, Vol.10, No.6, April. 2009, hal. 367-372
Indonesia, Departemen Kesehatan Republik. "Riset kesehatan dasar (RISKESDAS)
2007."
International

Diabetes

Federation

(IDF).

2003.

Diabetes

Atlas.

https://www.idf.org/sites/default/files/IDF_Diabetes_Atlas_2ndEd.pdf. Diakses
20 Juni 2015.

Kemenkes, R. I. 2012. Buku Pegangan Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)


dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional.
Kementrian Kesehatan RI. 2014. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)

2013.

Kemenkes RI: Jakarta


Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Medica Aesculapius FKUI: Jakarta
Price, S.A, Wilson, L.M.Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi
4.Jakarta : EGC.1995
Soewondo, Pradana; Jain, Anand. Effect of insulin detemir (Levemir) on risk of
hypoglycaemia and glycaemic parameters: Experience from real life practice in
Indonesian patients with diabetes mellitus. Journal of the ASEAN Federation of
Endocrine Societies, 2014, 26.1: 51.
Sugyono. 2008. Statiska Penelitian. Alfabeta : Jakarta.
UKPDS. 2009. UK Prospective Diabetes Study Group. BMJ, 317(7160), 703-713
World Health Organization. 1999. Definition, Diagnosis and Classification of
Diabetes Mellitus and Its Complication. Geneva: World Health Organization