Anda di halaman 1dari 14

MHCU

Oleh : Diandhara Nuryadin


(1102010074)
Pembimbing : dr. Prianto
Djatmiko, SpKJ

Definisi
Menurut WHO, mental yang sehat lebih
dari sekedar tidak adanya penyakit mental,
tetapi adalah dimana seorang individu
menyadari kemampuannya sendiri,
dapat mengatasi tekanan yang normal
dalam kehidupan, mampu bekerja secara
produktif dan
mampu memberikan kontribusi kepada
masyarakat.

Keberhasilan kinerja fungsi mental


sepanjang siklus hidup, menghasilkan
Kegiatan produktif
Dapat menjalin hubungan yang baik
Kemampuan untuk beradaptasi dengan
perubahan dan mampu mengatasi stres
Mempunyai dasar yang kuat dalam
berfikir, komunikasi, belajar,
pertumbuhan emosi, ketahanan,
hubungan yang sehat, dan harga diri

Sedangkan mental yang sakit adalah


kondisi kesehatan yang melibatkan
perubahan berpikir,
mood, perilaku yang terkait dengan
tekanan dan / atau gangguan fungsi

Hal hal yang penting yang


diperiksa dalam MHCU
Anamnesis
Konsentrasi : Apakah Anda dapat fokus dalam
mengerjakan tugas, selesai tepat waktu?
Konsentrasi yang buruk adalah ciri dari ADHD,
tetapi juga dapat menjadi gejala depresi dan
kecemasan dan tidak boleh
diabaikan.
Keseimbangan : Bagaimana anda menjaga
keseimbangan dalam bekerja, menjaga
hubungan dengan keluarga, dan beristirahat?

Mood : Apakah suasana hati Anda merasa cukup


stabil, atau Anda mengalami perubahan suasana
hati yang signifikan? Apakah Anda menangis
lebih dari biasanya? Merasa terus-menerus
tertekan selama dua minggu atau lebih dan
terdapat pikiran untuk bunuh diri dapat
menunjukkan depresi.
Energi : Apakah Anda merasa bahwa Anda
memiliki energi untuk melakukan hal-hal yang
Anda butuhkan dan ingin lakukan? Kelelahan
dapat menjadi tanda depresi, kecemasan dan
penyakit mental lainnya, tetapi juga dapat
merupakan gejala dari penyakit lainnya. Penting
untuk anamnesis terarah dalam hal ini.

Tidur : Kurang tidur sering dapat menjadi tanda


bahwa ada sesuatu yang mengganggu Anda
secara emosional. Ketika sedang stres atau
berurusan dengan penyakit mental yang lebih
serius, banyak orang menemukan bahwa mereka
tidak bisa tertidur secepat dulu. Khawatir yang
berlebihan atau perasaan tidak mampu
"mematikan" pikiran mereka bisa membuat
mendapatkan tidur sulit dan beberapa orang
menemukan diri mereka sering terbangun
sepanjang malam.

Ketegangan, kecemasan :
Ketika Anda menemukan bahwa diri Anda
dalam beberapa hari ini tidak bisa bebas
dari ketegangan dan kecemasan, maka
bisa menunjukkan bahwa stres Anda
mendekati tingkat berbahaya.
Keselarasan pada diri sendiri : bagaimana
Anda mengenal diri sendiri, apa emosi
yang dirasakan pada diri Anda? Apakah
Anda sering menghindar dari diri Anda
dengan menyibukkan diri dan jarang
mempunyai waktu untuk diri Anda sendiri?

Kebiasaan makan :
Jika nafsu makan berubah, menjadi
sulit makan, atau makan dalam
jumlah yang lebih besar dari
biasanya, itu bisa menjadi tanda
makan emosional sebagai respon
terhadap stres.

Selama wawancara, dokter


memperhatikan bagaimana pasien
melihat, bagaimana pasien bergerak,
apa jenis suasana hati pasien, dan
bagaimana pasien berperilaku.
Pasien akan diminta untuk berbicara
tentang gejala-gejala dan keluhan
secara detail.

Pemeriksaan Fisik dan


Penunjang
Pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan
tanda vital, status generalis, dan status
neurologis, untuk membedakan kelainan
organik atau non organik.
Pemeriksaan penunjang berupa lab
hematologi dan pemeriksaan urin, jika
melibatkan SSP:
MRI, CT scan, atau EEG.
Lalu pemeriksaan lain seperti tes fungsi
tiroid, kadar elektrolit, dan screening test
penggunaan obat obatan atau alkohol

Kuesioner (Tes Tertulis


atau Lisan)
Kuesioner tertulis umumnya mengandung 20 sampai
30 pertanyaan yang dapat dijawab dengan cepat,
sering dalam format "ya" atau "tidak"
Banyak kuesioner kesehatan mental yang tersedia untuk
melihat:
Sebagai contoh, untuk depresi, Skala Hamilton Rating
untuk Depresi, Beck Depression Inventory, atau Skala
Depresi Geriatri.
The Mini Mental State Examination dapat digunakan
untuk memeriksa fungsi kognitif.
Seberapa baik dapat melaksanakan kegiatan rutin,
seperti makan, berpakaian, belanja, atau perbankan.

Sebuah penilaian kesehatan mental dapat


membantu mendiagnosa:
Masalah kesehatan mental, seperti gangguan
kecemasan, depresi, skizofrenia, attention deficit
hyperactivity disorder, gangguan perilaku, gangguan
bipolar, dan gangguan makan.
Masalah perkembangan, seperti ketidakmampuan
belajar, retardasi mental, dan autisme.
Penyalahgunaan zat, termasuk alkohol dan
penyalahgunaan obat dan ketergantungan.
Penyakit pada sistem saraf, seperti penyakit
Alzheimer, penyakit Huntington, penyakit Parkinson,
dan epilepsi.
Masalah lain, seperti penyakit tiroid dan tumor otak.

TERIMA KASIH