Anda di halaman 1dari 5

Tugas Perkindo

1. Faktor-faktor utama apa yang menyebabkan kinerja perekonomian


nasional pada era orde lama begitu buruk?
2. Faktor-faktor utama apa yang membuat pemerintahan orde baru
berhasil memulihkan perekonomian nasional dari keterburukan sebagai
warisan dari orde lama?
3. Pelajaran penting apa yang bisa diambil dari
perekonomian pada masa orde lama dan orde baru?

membandingkan

4. Benarkah bahwa kesepakatan pemerintah Indonesia dengan IMF dalam


menanggulangi krisis 1997-1998 sebagai penyebab utama lambatnya
pemulihan perekonomian nasional dari krisis tersebut?
5. Sebutkan untung ruginya bagi perekonomian nasional apabila
Indonesia tidak menjalin hubungan baik dengan Negara-negara barat
dan lembaga-lembaga dunia seperti IMF dan Bank dunia?
6. Apakah kebijakan fiscal mengurangi subsidi BBM baik bagi
perekonomian Indonesia untuk periode jangka panjang, dan apa
dampaknya dalam periode jangka pendek?
7. Faktor-faktor utama apa yang menyebabkan kinerja ekonomi Indonesia
pasca krisis 1997-1998 hingga saat ini belum mampu menyamai hasil
prestasi dari pemerintahan orde baru?

JAWAB:
1.

Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari


satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu pemerintah RI
menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata
uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan
mata uang Pendudukan jepang. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret
1946 Panglima AFNEI/pasukan sekutu mengumumkan berlakunya uang
NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946,
pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru yaitu ORI (Oeang
Republik Indonesia) sebagai pengganti uang jepang. Berdasarkan teori
moneter, banyak jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan
tingkat harga.

Adanya blockade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1946


untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
Kas Negara kosong.
Eksploitasi besar-besaran dimasa penjajahan.

2.

Pemilihan Sistem ekonomi campuran dalam kerangka system ekonomi


demokrasi pancasila.
Kebijakan ekonomi diarahkan pada pembangunan disegala bidang,
tercermin dalam 8 jalur pemerataan : kebutuhan pokok, pendidikan
kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan
berusaha, partisipasi wanita dan generasi muda, penyebaran
pembangunan, dan peradilan.
Pemerintah orde baru menjalin hubungan baik dengan pihak barat, dan
menjauhi pengaruh ideology komunis.
Indonesia kembali menjadi anggota PBB dan lembaga-lembaga dunia
seperti Bank dunia dan IMF, yang putus pada zaman Soekarno. Dengan
membaiknya kembali hubungan Indonesia dengan kedua lembaga
donor internasional tersebut, Indonesia mendapat pinjaman untuk
membiayai deficit anggaran belanja pemerintah, yang sumber
dananya berasal dari pinjaman bilateral dari sejumlah Negara barat,
seperti AS, Inggris, dan Belanda.

3.
Pelajaran yang bisa diambil dari memperbandingkan perekonomian di
masa orde lama dan orde baru adalah, perbedaan utama dari pemilihan
system ekonomi yang jelas berbeda, dimana titik balik pemulihan
perekonomian Indonesia ketika penerapan system ekonomi pasar
bebas(demokrasi ekonomi) sehingga produksi, distribusi dan konsumsi
diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Kemudian pelajaran yang
dapat kita ambil adalah dari segi bantuan Negara lain, dalam hal ini pada
masa pemerintahan orde baru, Indonesia dapat menjalin hubungan baik
dengan pihak barat, berbeda dengan pemerintahan orde lama yang sangat
membenci pihak barat. Sehingga dengan terjalinnya hubungan baik tersebut
Indonesia mendapat pinjaman dana untuk membiayai deficit anggaran
belanja pemerintah yang sumber dana nya tentu dari pinjaman bilateral
sejumlah Negara barat.
4.
Benar, karena desakan dari IMF sebagai konsekuensi dari bantuan
keuangan untuk membiayai proses pemulihan krisis ekonomi 1997/1998.
Menyebabkan system ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis.
Karena sudah diketahui secara umum bahwa setiap Negara yang menerima
bantuan IMF harus melakukan apa yang disebut penyesuaian struktural
yang terdiri atas sejumlah langkah yang harus ditempuh oleh Negara-negara
penerima bantuan yang menjurus ke liberalisasi perekonomian mereka.
Langkah-langkah yang paling penting dan yang pada umumnya paling berat

untuk dilakukan karena sering menimbulkan dampak negative jangka


pendek terhadap ekonomi dan gejolak social di Negara peminjam adalah:
Menghilangkan segala bentuk proteksi, termasuk hambatan-hambatan
nontariff, untuk meningkatkan perdagangan luar negeri dan arus
investasi asing;
Menghapuskan segala macam subsidi dan menaikan penerimaan pajak
untuk penguatan fiscal;
Menerapkan kebijakan moneteryang sifatnya kontraktif untuk menjaga
stabilitas harga(menekan laju inflasi) dan nilai tukar mata uang
nasional;
Memprivatisasikan perusahaan-perusahaan milik Negara(BUMN) untuk
meningkatkan efisiensi ekonomi dan sekaligus mengurangi beban
keuangan pemerintah (dalam kasus Indonesia adalah APBN);
Meningkatkan ekspor untuk meningakatkan cadanga devisa;
Meningkatkan efisiensi birokrasi dan menyederhanakan segala macam
peraturan yang ada atau menghapuskan berbagai peraturan yang
terbukti selama itu menimbulkan distorsi pasar untuk menghilangkan
ekonomi biaya tinggi.
Mereformasikan sector keuangan untuk meningkatkan efisiensi di
sector tersebut.
5.
Dampak Positif:
a. Meningkatkan Keuangan Negara; Kerja sama ekonomi antarnegara
dapat memberikan banyak manfaat bagi Indonesia, salah satunya di
bidang keuangan. Melalui kerja sama ini Indonesia memperoleh
bantuan berupa pinjaman keuangan dengan syarat lunak yang
digunakan untuk pembangunan. Dengan demikian, adanya pinjaman
keuangan otomatis dapat meningkatkan keuangan negara.
b. Membantu Meningkatkan Daya Saing Ekonomi; Kerja sama ekonomi
dapat menciptakan persaingan yang sehat di antara negara-negara
anggota. Persaingan yang sehat ini dapat dilakukan dengan
meningkatkan kemampuan produsen tiap negara dalam menghasilkan
produk-produk yang mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Keberhasilan bersaing suatu negara ditingkat regional dan
internasional pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian
negara yang bersangkutan.
c. Meningkatkan Investasi; Kerja sama ekonomi antarnegara dapat
menjadi cara menarik bagi para investor untuk menanamkan
modalnya
di
Indonesia.
Banyaknya
investor
yang
mau
menginvestasikan modalnya di Indonesia dapat menjadi peluang bagi
Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan pembangunan
Indonesia. Selain itu, banyaknya investasi dapat juga menambah
lapangan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran dapat berkurang.

d. Menambah Devisa Negara; Kerja sama ekonomi antarnegara


khususnya di bidang perdagangan dapat meningkatkan devisa negara.
Devisa diperoleh dari kegiatan ekspor barang. Semakin luas pasar
akan semakin banyak devisa yang diperoleh negara, sehingga dapat
memperlancar pembangunan negara.
e. Memperkuat Posisi Perdagangan; Persaingan dagang di tingkat
internasional sangat berat. Hal ini disebabkan adanya berbagai aturan
dan hambatan perdagangan di setiap negara. Untuk itu perlu adanya
kerja sama ekonomi. Sehingga dalam kerja sama tersebut perlu dibuat
aturan
per-dagangan
yang
menguntungkan
negara-negara
anggotanya. Dengan demikian adanya aturan tersebut dapat
memperlancar kegiatan ekspor dan impor dan menciptakan
perdagangan yang
saling
menguntungkan.
Akibatnya
posisi
perdagangan dalam negeri semakin kuat.
Dampak Negatif
a. Ketergantungan dengan Negara Lain; Banyaknya pinjaman modal dari
luar negeri daspat membuat Indonesia selalu tergantung pada bantuan
negara lain. Hal ini akan menyebabkan Indonesia tidak dapat
menggembangkan pembangunan yang lebih baik.
b. Intervensi Asing Terhadap Kebijakan Ekonomi Indonesia; Sikap
ketergantungan yang semakin dalam pada negara lain, dapat
menyebabkan negara lain berpeluang melakukan campur tangan pada
kebijakan-kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah
Indonesia. Jika kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah mendapat
campur tangan negara lain, hal ini dapat merugikan rakyat.
c. Masuknya Tenaga Asing ke Indonesia; Alih teknologi yang timbul dari
kerja sama ekonomi antarnegara memberi peluang masuknya tenaga
kerja asing ke Indonesia. Jika hal ini terjadi tenaga kerja Indonesia
menjadi tersingkir dan dampaknya terjadi banyaknya pengangguran.
d. Mendorong Masyarakat Hidup Konsumtif; Barang-barang impor yang
masuk ke Indonesia mendorong masyarakat untuk mencoba dan
memakai produk-produk impor. Hal ini akan mendorong munculnya
pola hidup konsumtif.
6.
Salah satu penyebab turun nya subsidi BBm adalah adanya kebijakan
fiscal, karena kebijakan fiskal adalah kebjakan pemerintah yang berkaitan
dengan penerimaan atau pengeluaran Negara. Dari semua unsure APBN
hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan pajak yang
dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. Dengan tidak stabil
nya harga minyak dunia, pemerintah dapat mengurangi kelebihan
permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau
menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan
pengelolaan anggaran.
Dampak jangka pendek dari penurunan subsidi BBM ini adalah;
penurunan subsidi BBM akan menyebabkan harga BBm naik, Kenaikan harga

BBM bukan saja memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi
juga bagi dunia usaha pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan
pada pos-pos biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara
keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi yang
akhirnya akan menaikkan harga jual produk. Multiple efek dari kenaikan BBM
ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya biaya
bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk
menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi
semakin kecil. Di lain pihak dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
tersebut akan memperberat beban hidup masyarakat yang pada akhirnya
akan menurunkan daya beli masyarakat secara keseluruhan. Turunnya daya
beli masyarakat mengakibatkan tidak terserapnya semua hasil produksi
banyak perusahaan sehingga secara keseluruhan akan menurunkan
penjualan yang pada akhirnya juga akan menurunkan laba perusahaan, dan
juga akan mengakibatkan permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja
terus turun dan berdampak langsung kepada turun nya pendapatan
masyarakat. Kemudian dengan naiknya harga secara terus menerus dan
umum akan menyebabkan inflasi.
7.

Hubungan pemerintah Indonesia dengan IMF ketika pemerintahan Gus


Dur tidak baik, terutama karena masalah-masalah seperti amandemen
UU no.23 tahun 1999 mengenai Bank Indonesia, penerapan otonomi
daerah terutama menyangkut kebebasan daerah untuk pinjam uang
dari luar negeri, dan revisi APBN 2001 yang tertunda pelaksanaan nya.
Penundaan pencairan bantuan kepada pemerintah Indonesia yang
diperintah Gus dur.
Pemerintah gus dur cenderung menyederhanakan krisis ekonomi
dengan menganggap persoalan nya hanya terbatas pada agenda
masalah amandemen UU BI.
Kenaikan harga BBm di pasar internasional pada saat pemerinytahan
SBY, hal ini menyebabkan Indonesia menjadi net oil importer dan
pengimpor BBm terbesar di Asia, meski Indonesia merupakan salah
satu penghasil BBM.