Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1

Jenis Penelitian
Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Pasien Instalasi


Rawat Inap Kelas III Terhadap Pelayanan Perawat di Departemen Obstetri
Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2013 dengan
menggunakan survey berupa wawancara mendalam.
3.2

Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan di instalasi rawat inap kelas III

departemen Obstetri Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada


bulan Oktober-November 2013.
3.3

Populasi dan Sampel Penelitian


Dalam penelitian ini, akan digunakan teknik pengambilan sample yang

dilakukan secara purposive sampling dalam jumlah sedikit. Penentuan informan


kunci (key informan) yang sarat informasi sesuai dengan fokus penelitian adalah
hal yang terpenting dalam melakukan prosedur sampling. Pemilihan sampel
tersebut memiliki berbagai kriteria seperti kesesuaian yang dipilih berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki sesuai dengan topik penelitian dan kecukupan data
yang didapat dari sampel yang dapat mengambarkan semua fenomena dalam topik
penelitian.
Informan penelitian :
6 orang pasien berobat bayar ataupun gratis (jamkesmas & jamsoskes) di instalasi
rawat inap kelas III departemen Obstetri Ginekologi RSUP Dr. Mohammad
Hoesin Palembang.
Pasien di ruang rawat inap kelas III Obstetri Ginekologi tersebut dipilih
sebagai sampel karena mereka yang secara langsung merasakan jasa pelayanan
kesehatan

sehingga

mereka

dapat

memberikan

secara

langsung

bisa

merepresentasikan kepuasan dan ketidakpuasan pasien dalam pelayanan yang


diberikan perawat.

Apabila saat proses pengumpulan data dan informasi tidak ditemukan lagi
informasi baru, maka proses pengumpulan informasi sudah dianggap selesai.
Akan tetapi apabila data dari informan kunci masih kurang maka akan ditambah
lagi jumlah informannya.

3.4

Definisi Operasional
Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di

dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang


berlaku. Pelayanan perawatan di rumah sakit merupakan bagian integral dari
pelayanan rumah sakit secara menyeluruh, yang sekaligus merupakan tolok ukur
keberhasilan pencapaian tujuan rumah sakit, bahkan sering menjadi faktor
penentu citra rumah sakit di mata masyarakat. Keperawatan sebagai suatu profesi
di rumah sakit yang cukup potensial dalam menyelenggarakan upaya mutu, karena
selain jumlahnya yang dominan juga pelayanannya menggunakan metode
pemecahan masalah secara ilmiah melalui proses keperawatan.
Kepuasan adalah reaksi emosional terhadap kualitas pelayanan yang
dirasakan dan kualitas pelayanan yang dirasakan merupakan pendapat menyeluruh
atau sikap yang berhubungan dengan keutamaan pelayanan. Dengan kata lain
kepuasan pelanggan adalah kualitas pelayanan yang dipandang dari kepentingan
konsumen dalam hal ini adalah pasien. Pelayanan kesehatan yang berkualitas
adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan
kesehatan

sesuai

dengan

tingkat

kepuasan

rata-rata

penduduk

serta

penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang
ada.
Kepuasan Pasien ditinjau dari :
1. Aspek penampilan fisik perawat
Persepsi pasien tentang penampilan fisik perawat, Indikator penampilan
dapat diukur berdasarkan kuesioner persepsi pasien mengenai : penggunaan

seragam, kerapian perawat, kebersihan perawat dan alat untuk tindakan


perawatan, ruang perawatan bersih, lengkap dan rapi. Instrumen kepuasan
pada aspek ini mempunyai dua alternatif jawaban, yaitu A (puas) dan B (tidak
puas) dengan skor masing-masing untuk pernyataan puas A=1 dan tidak puas
B=0.
2. Aspek kemampuan pelayanan yang akurat
Persepsi pasien tentang kemampuan perawat untuk memberikan pelayanan
secara akurat, andal, optimal, dan bertanggung jawab atas apa yang dijanjikan.
Indikator kemampuan akurat dapat diukur berdasarkan kuesioner persepsi
pasien mengenai kesan, tidak berbuat kesalahan, menginformasikan tindakan,
terampil, tanggungjawab tindakan dan kesesuaian tindakan keperawatan
terhadap pasien. Instrumen kepuasan pada aspek ini mempunyai dua alternatif
jawaban, yaitu A (puas) dan B (tidak puas) dengan skor masing-masing untuk
pernyataan puas A=1 dan tidak puas B=0.
3. Aspek daya tanggap perawat
Persepsi pasien tentang kemampuan perawat untuk tanggap terhadap
keluhan maupun keperluan pasien. Instrumen kepuasan pada aspek ini
mempunyai dua alternatif jawaban, yaitu A (puas) dan B (tidak puas) dengan
skor masing-masing untuk pernyataan puas A=1 dan tidak puas B=0.
4. Aspek Jaminan
Persepsi pasien tentang kemampuan perawat untuk memberikan pelayanan
secara akurat, andal, optimal, dan bertanggung jawab atas apa yang dijanjikan.
Indikator kemampuan akurat dapat diukur berdasarkan kuesioner persepsi
pasien mengenai kesan, tidak berbuat kesalahan, menginformasikan tindakan,
terampil, tanggungjawab tindakan dan kesesuaian tindakan keperawatan
terhadap pasien. Instrumen kepuasan pada aspek ini mempunyai dua alternatif
jawaban, yaitu A (puas) dan B (tidak puas) dengan skor masing-masing untuk
pernyataan puas A=1 dan tidak puas B=0.
5. Aspek Empati

Persepsi pasien tentang perawat memiliki rasa memperhatikan dan


memelihara perasaan pada masing-masing pasien. Indikator empati dapat
diukur berdasarkan kuesioner dari persepsi mengenai perhatian perawat,
kesopanan, memahami kebutuhan dan mengerti kesulitan, tidak mengabaikan,
serta kemampuan berkomunikasi yang tidak membedakan pasienInstrumen
kepuasan pada aspek ini mempunyai dua alternatif jawaban, yaitu A (puas)
dan B (tidak puas) dengan skor masing-masing untuk pernyataan puas A=1
dan tidak puas B=0.
3.5 Teknik Pengumpulan Data Penelitian
Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah wawancara mendalam (in depth interview).
Wawancara dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien instalasi
rawat inap terhadap pelayanan perawat di bagian obstetri dan ginekologi RSUP
Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Wawancara akan dilakukan berdasarkan
dengan pedoman wawancara yang dibuat dalam urutan tertentu. Pada wawancara
ini akan digunakan berbagai alat bantu untuk mempermudah proses wawancara
yakni tape recorder dan alat tulis.
3.6 Teknik Analisis dan Pengujian Data
Pada penelitian ini, data akan diambil dengan cara teknik wawancara.
Setelah data terkumpul maka data akan dikelompokan berdasarkan kerangka
analisis yang dibuat berdasarkan metode matriks, kemudian dilakukan
penyusunan informasi dan disimpulkan dengan teknik skoring.
Agar validitas data dapat terjaga, akan dilakukan suatu pengujian data
dalam penelitian ini. Pengujian data yang perlu dilakukan dalam penelitian ini
adalah triangulasi. Triangulasi dapat dikatakan sebagai pengolahan data yang
sekaligus menguji kredibilitas data dengan berbagai teknik dan sumber.
Triangulasi yang digunakan sebagai berikut :

1.

Triangulasi sumber, berarti mendapatkan data dari sumber berbeda dengan

teknik pengumpulan data yang sama.


2.

Triangulasi teknik, berarti menggunakan pengumpulan data yang berbeda

untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.


3.

Triangulasi analisis data yang dilakukan lebih dari 1 orang dan juga

meminta umpan balik dari informan.

3.7

Kerangka Operasional
Pelayanan oleh perawat di departemen Obstetri
Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang
Pasien yang mendapatkan pelayanan
kesehatan oleh perawat di instalasi ruang
inap kelas III departemen Obstetri
Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin
Palembang

Wawancara
mendalam

Pengumpulan data
Data didapatkan dari hasil wawancara kepada
informan
Pengolahan dan Analisis data
(Akan dilakukan uji triangulasi data)

Hasil dan Kesimpulan