Anda di halaman 1dari 20

Vektor Ebola dan

Kesehatan
Oleh :
Miki NP Anugra (10121001005)
M. Zam Zam (10121001025)
Leni Eria Ningtyas (10121001040)
Vinny Faradita Sari (10121001064)
Wahyu Febrianto (10121001077)
Bibah Novrita (10121001084)

Latar Belakang

Definisi
Apa itu Ebola ?

Morfologi dan Klasifikasi


Virus Ebola memiliki struktur dari suatu
Filovirus. Virionnya berbentuk tabung dan
bervariasi bentuknya. Biasanya selalu tampak
seperti U, 6, gulungan atau bercabang. Virion
virus ini berukuran diameter 80 nm.
Panjangnya juga bervariasi, bahkan ada yang
lebih dari 1400 nm, namun biasanya hanya
mendekati 1000 nm. Di tengah virion terdapat
nukleokapsid yang dibentuk oleh kompleks
genom RNA dengan protein NP, VP35, VP30
dan L. Nukleokapsid berdiameter 40-50 nm
dan berisi suatu chanel pusat berdiameter 2030 nm. Suatu glikoprotein sepanjang 10 nm
yang sebagian berada di luar sarung viral dari
virion berfungsi membuka jalan masuk ke
dalam sel inang. Diantara sarung viral dan
nukleokapsid terdapat matriks yang berisi
protein VP40 dan VP24.

KLASIFIKASI VIRUS EBOLA


Genom: single stranded negative
sense RNA
Ordo: Mononegavirales
Famili: Filoviridae / Filovirus
Subfamili: Genus: Ebolavirus
Spesies: Ebola

Distribusi Virus Ebola


Gambar 1.3
Penyebaran Ebola dan
Marburg di Afrika. (A)
Diketahui titik filovirus
demam berdarah.
Target distribusi relung
ekologi: (B) semua
filoviruses, (C) Ebola,
(D) Marburg.

Gambar 1.4 Distribusi relung


ekologis Reston ebolavirus di
Asia tenggara dan Filipina. (A)
bidang Dikenal filovirus demam
berdarah. (B) Proyeksi
distribusi.

Epidemiologi
Penyakit Ebola

Asal-usul dan sejarah alami tidak


diketahui
Pertama kali diidentifikasi di provinsi
Sudan dan di wilayah yang berdekatan
dengan Zaire (saat ini dikenal sebagai
Republik Congo) pada tahun 1976
Tidak ada carrier state
Virus dapat ditularkan dengan berbagai
cara
disebabkan oleh virus dari genus
Ebolavirus
yang
tergolong
famili
Filoviridae

Penyebaran virus Ebola dalam


skala global masih terbatas
Penyakit ini dapat dikaitkan
dengan kebiasaan manusia,
terutama di daerah Afrika
Virus Ebola mudah menyebar
dengan cepat

Ciri-ciri dan Struktur Virus


Ebola
memiliki garis tengah 800 nm dan pajang
mencapai 1000 nm
Virus Ebola mengandung molekul lurus,
bebenang RNA negatif, yang tidak bersendi
mempunyai banyak sisa adenosine dan uridine
mengandung transkrip urutan tetap pada 3
dan transkrip urutan terakhir pada 5 pada
gennya
virus Ebola menunjukkan tiga penumpukan
yang berselang di antara turutan antara-gen
(intergenetic)

Cara Mendeteksi
Virus Ebola

melakukan pengujian
antigen-capture enzymelinked immunosorbent
assay (ELISA), IgG ELISA,
polymerase chain
reaction (PCR), dan
mengisolasi virus Ebola
yang bisa dilakukan
untuk mengetahui
adanya virus Ebola dalam
tubuh manusia

Gejala Ebola

Serangan demam yang datang secara tibatiba.


Sakit kepala.
Merasa sangat lemas.
Nyeri pada otot dan sendi.
Sakit tenggorokan.

Gejala Lanjutan
Muntah.
Ruam-ruam.
Gangguan fungsi hati dan ginjal.
Pendarahan dalam tubuh yang terkadang
juga keluar melalui mulut, hidung, mata,
atau telinga.

Virus Ebola dapat menyebar dengan cepat


dan sangat mematikan, jadi hindarilah
kontak kontak langsung dengan penderita.
Jika Anda menduga Anda atau ada anggota
keluarga Anda tertular virus Ebola, segera
temui dokter untuk menjalani pemeriksaan.

Penularan
Kontak erat dengan darah
Sekresi
Cairan tubuh (darah,mani,dll)
Dari manusia/hewan yang terinfeksi
Kontak lingkungan terkontaminasi
Petugas kesehatan sering terinfeksi ketika
merawat pasien yang diduga atau dikonfirmasi
EVD.

Upaya Pencegahan
menghindari area yang terkena
serangan virus Ebola
tidak melakukan kontak dengan
pasien
atau
mayat
yang
terjangkit virus Ebola
menggunakan
perlengkapan
khusus

pengobatan
Dalam pengobatan pada gejala penyakit
ebola ini sebenarnya belum ada obat
yang
100%
dapat
menyembuhkan
dengan
total,
pengobatan
yang
dilakukan
biasanya
hanya
dengan
antivirus
untuk
melawan
virus
menyerang semakin banyak. Penderita
biasanya dirawat di rumah sakit secara
intensif
dengan
obat-obatan
yang
membantunya untuk menjaga kondisi
tubuh agar masih bisa bertahan dalam
melawan virus tersebut.

rehabilitasi
Tidak mengasingkan penderita
Jaga kondisi fisik dan psikis
penderita
Lakukan rehabilitasi di tempat
steril atau pada ruang isolasi
khusus

TERIMA KASIH