Anda di halaman 1dari 4

Kepulauan Wakatobi

Oleh: Dhaneswara Mandrasa


NIM: 12011044
Abstrak
Kepulauan Wakatobi telah lama banyak menyedot perhatian wisatawan baik lokal maupun
mancanegara. Namun apakah kepulauan ini mempunyai potensi geowisata? Apakah ada aspek
geologis pada kepulauan ini? Tentu saja untuk membentuk gugusan pulau seindah Kepulauan
Wakatobi ini, proses-proses geologis turut terlibat. Hasilnya adalah objek wisata yang terlihat
sekarang hingga menarik banyak perhatian wisatawan.
Kata Kunci: Wakatobi, Geowisata, Geologi,
PENDAHULUAN

Nama Wakatobi didapat dari kependekan


dari pulau-pulau terbesarnya yaitu Wangi-

Kepulauan Wakatobi adalah suatu

wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

kabupaten di provinsi Sulawesi Tenggara yang

Dahulu orang-orang menyebutnya sebagai

terletak di sebelah tenggara provinsi tersebut.

Kepulauan Tukang Besi.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah seluas

Kepulauan Wakatobi ini sudah dinobatkan


sebagai taman nasional pada tahun 1996
dengan luas sekitar 1.39 juta hektar, sama
persis dengan wilayah kabupaten Wakatobi.
Sekitar 97 % dari luas Wakatobi merupakan
wilayah laut dan sisanya merupakan daratan.
Salah satu alasan penobatannya sebagai taman
nasional

adalah

karena

kekayaan

keanekaragaman hayati lautnya dan juga


kondisi karang yang menempati prioritas
tertinggi dalam konservasi laut di Indonesia.
Kepulauan

ini

memiliki

25

gugusan

terumbu karang yang tersebar di 37 pulau


823 km2 dengan penduduk sebanyak 94.846
jiwa pada tahun 2011.

dimana hanya 11 pulau yang sudah diberi

Gambar 1. Lokasi Kepulauan


Wakatobi

nama dan dikelola.

POTENSI

3.

Kompleks atol

lebar terumbu 4,5

Kaledupa

kilometer pada
daerah tersempit dan

Kepulauan Wakatobi terletak pada


wilayah segitiga terumbu karang yaitu suatu

14,6 kilometer pada

wilayah yang memiliki kenanekaragaman

daerah terlebar,

hayati laut yang tertinggi di dunia meliputi

Panjang atol

Indonesia, Filipina dan Kepulauan Solomon.

Kaledupa sekitar 48

Selain terumbu karang, potensi lainnya adalah

kilometer

padang lamun, mangrove, cetacean, habitat


burung pantai, pantai peneluran penyu, daerah
pemijahan ikan dan spesies laut.
Berikut ini adalah lokasi terumbu karangdi

4.

Pulau Tomia

rataan terumbunya
mencapai 1,2

Kepulauan Wakatobi:

kilometer untuk
jarak

No

Lokasi

Luas

Terumbu

ASPEK GEOLOGIS

Karang

1.

kompleks Pulau lebar terumbu


Wangi-Wangi

mencapai 120 meter

dan sekitarnya

(jarak terpendek)

(P. Kapota, P.

dan 2,8 kilometer

Sumanga,

(jarak terjauh)

P. Kamponaone)

Kepulauan Wakatobi mulai terbentuk


sejak zaman Tersier hingga akhir Miosen.
Pulau-pulau yang ada di kepulauan ini
terbentuk akibat adanya proses tektonik,
seperti seperti sesar geser, sesar naik ataupun
sesar turun.
Kepulauan ini memiliki terumbu karang
yang terdiri dari karang tepi (fringing reef),

2.

Pulau Kaledupa lebar terpendek

gosong karang (patch reef) dan atol. Atol yang

dan Pulau Hoga terumbu adalah 60

ada di kepulauan ini terbentuk akibat adanya

meter dan terjauh

tectonic subsidence yaitu penurunan lapisan

5,2 kilometer

kerak bumi akibat letusan gunung berapi. Pada


awalnya sebelum tenggelam, terumbu karang
tumbuh mengelilingi pulau-pulau di Wakatobi.
Namun, karena adanya subsidence, maka
pulau-pulau

tersebut

tenggelam

hingga

menyisakan terumbu karang berbentuk cincin

anak-anaknya

yang disebut atol. Contoh atol di Kepulauan

Wayindo-yindodhiyu

Wakatobi adalah Atol Kaledupa, Atol Kapota,

perkataanya, jika seluruh bagian tubuh ibu

dan Atol Tomia.

sudah dipenuhi oleh sisik, bawalah adikmu di


laut,

menangis

menyusuri

sejadi-jadinya.
melanjutkan

pantai

agar

ibu

dapat

menyusuinya. Jika seluruh tubuh ibu telah


dipenuhi dengan sisik, ibu tentu akan malu
untuk

muncul

ke

darat.

Usai

berkata

demikian, Wayindo-yindodhiyu pun turun


MITOS

kembali ke laut.
Esok harinya, si bungsu menangis karena

Masyarakat Wakatobi menyebut

cerita

haus.

Si

sulung

menjadi

kebingungan

legenda atau mitos sebagai tula-tula. Salah satu

mendengar

mitos yang terkenal adalah cerita yang

tangisan adiknya seperti itu, akhirnya ia

berjudul

menggendong adiknya menyusuri pantai untuk

Wayindo-

yondodhiyu/Wandiyudhiyu.

tangisan

adiknya.

Mendengar

mencari ibunya di laut. Ketiga anak Wayindo-

Mitos ini bercerita tentang seorang wanita


bernama Wayindo-yindodhiyu yang memiliki

yindodhiyu berjalan menyusuri pantai sambil


memanggil-manggil ibunya dengan lagu;

3 anak. Ia harus bekerja mencari ikan dan

Wayindoyindo yindo dhiyu

kerang bila air laut sedang surut yang dalam

Datanglah susui adikku

bahasa daerah Wakatobi, pekerjaan ini disebut

Di batu yang bentuknya seperti paying

tunga. Ini harus dilakukan wanita tersebut

Pada kayu hanyut yang terapung-apung

karena

Samar-samar jauh di dalam air Wayindo-

suaminya yang tidak bertanggung jawab, yang

yindodhiyu mendengat lagu yang dinyanyikan

dilakukannya hanyalah mabuk dan berjudi.

anak-anaknya. Ia segera berenang ke tempat

untuk

menafkahi

anak-anaknya

yang agak dangkal, lalu menghampiri ketiga


Karena pekerjaan tersebut menjadi suatu
rutinitas,

anaknya.

Digendongnya

sibungsu

lalu

mulai

disusuinya. Usai menyusui anak bungsungnya,

merasakan bahwa perlahan ia mulai bersisik

ia berkata pada anak sulungnya, mulai saat

dan akhirnya menjadi sebuah ikan yang di

ini, peliharalah adik-adikmu dengan baik

Wakatobi disebut dhiyu atau ikan duyung.

karena ibu tidak bisa lagi menyusuinya. Semua

Melihat keadaan tubuhnya seperti itu, ia

tubuh ibu, mulai dari kaki sampai kepala,

berkata kepada anak sulungnya, nak, mulai

sudah penuh dengan sisik. Setelah berkata

sekarang, jagalah adikmu baik-baik, tidak lama

kepada anak-anak seperti itu, ia pun kembali

lagi

ikan.

berenang ke laut. Akhirnya anak-anaknya

Mendengar kata ibunya seperti itu, semua

pulang bergelimang air mata dengan perasaan

ibu

Wayindo-yindodhiyu

akan

berubah

menjadi

yang hampa tanpa ibu. Sejak saat itu, mereka


tidak pernah lagi bertemu dengan ibunya.

Objek wisata yang ditawarkan dari


kepulauan ini juga sangatlah menarik, terutama
untuk penggemar olahraga selam. Terdapat 29

Mitos ini memberi pesan moral atau

titik penyelaman yang ditawarkan kepada

makna untuk bertanggung jawab sebagai

wisatawan disana. Selain itu, wisatawan juga

seorang laki-laki sebagai kepala keluarga.

dapat menikmati beberapa benteng dan masjid

Jangan sampai menelantarkan keluarga hingga

tua sisa Kerajaan Buton. Budaya seperti tarian

istri lah yang harus bekerja mencari nafkah

tradisional juga tidak dapat dilewatkan.

seperti yang dialami Wayindo-yindodhiyu.


KESIMPULAN
AKSES

Cara
Kepulauan

termudah
Wakatobi

menggunakan

pesawat

untuk

mencapai

adalah
ke

dengan

Bandar

udara

Matohara yang terletak di Pulau Wangi-wangi.

Kepulauan Wakatobi adalah tempat


yang tepat untuk dijadikan objek geowisata.
Semua aspek, seperti aspek geologis, aspek
wisata hingga askes semua terpenuhi hingga
memudahkan wisatawan untuk tertarik ke
kepualaun tersebut.

Bandar udara ini hanya berjarak 17 km dari


kota Wangi-wangi. Salah satu cara lainnya
adalah

dengan

menggunakan

kapal

D A F TAR P U S T AK A

dari

Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara yang


memerlukan waktu tempuh sekitar 10-12 jam.
DISKUSI

(n.d.). Retrieved May 1, 2013, from Taman


Nasional Wakatobi:
http://wakatobinationalpark.com
Potensi Kawasan. (n.d.). Retrieved May 1,
2013, from Taman Nasional Wakatobi:

Tidak diragukan lagi bahwa Kepulauan


Wakatobi adalah tempat yang cocok sebagai
objek geowisata. Jika dilihat dari aspek
geologisnya, daerah ini menarik karena proses
pembentukannya seperti terumbu karang dan
atol yang tentu memiliki sejarah pembentukan
tersendiri.

http://wakatobinationalpark.com/statik
/potensikawasan/