Anda di halaman 1dari 22

KUALITAS AIR

M.A. ADAM. M.P.

Kualitas air untuk Perikanan:


Pengairan: untuk media hidup ikan
Drainase
: Agar tidak mencemari
lingkungan Eutrofikasi
Jadi sebelum dan sesudah memasuki
areal Perikanan, kualitas air harus
tetap dijaga.

Kualitas air yang dimaksud:


Banyaknya konsentrasi endapan (sedimen)
Kandungan sedimen dalam air kolam akan:
Mempengaruhi tekstur, permeabilitas serta
kesuburan tanah
Mempengaruhi daya tampung saluran sehingga
meningkatkan biaya untuk pemeliharaan saluran.
Banyaknya unsur-unsur kimia serta mikroba
mempengaruhi kesesuaiannya untuk pertumbuhan dan
perkembangan tanaman maupun sifat kimiawi tanah.

Sifat kimiawi air kolam yang terpenting:


Konsentrasi garam total terlarut
(salinitas)
Perbandingan banyaknya natrium
terhadap kation-kation lain
Konsentrasi elemen-elemen yang
bersifat fototoksit
Konsentrasi bikarbonat dalam
hubungannya dengan konsentrasi
kalsium (Ca) dan magnesium (Mg).

Irrigation Water Quality Criteria


Salinity hazard kandungan total soluble
salt
Sodium hazard proporsi relatif sodium
(Na+) terhadap ion calcium (Ca2+) and
magnesium (Mg2+)
pH
Alkalinity - carbonate and bicarbonate
Specific ions: chloride (Cl), sulfate (SO4 2-),
boron (B), and nitratenitrogen (NO 3-N).

a. Konsentrasi Garam Total


(Salinitas)
- Konsentrasi garam total kriteria paling penting
karena mempengaruhi langsung tingkat kualitas
tanah.
- Tingkat konsentrasi garam yang tinggi sampai batas
tertentu akan meningkatkan tekanan osmotik tanaman
sehingga menghambat pertumbuhan dan
perkembangan tanaman.
- Besarnya kandungan garam biasanya disetarakan
dalam bentuk Konduktifitas Listrik (EC) / daya hantar
listrik dengan satuan mmhos/cm atau mhos/cm.
- Total garam terlarut (TDS) mg/l = 640 EC (mhos/cm)
ppm = 0,64 EC (mhos/cm)

Kriteria air kolam berdasarkan EC


Colorado State University

pH and Alkalinity
Kadar keasaman atau kebasaan air kolam dinyatakan
sebagai pH (< 7.0 asam; > 7.0 basa).
Range pH normal 6.5 - 8.4.
pH rendah korosi pada sistem kolam
pH tinggi > 8.5 sering disebabkan kehadiran
konsentrasi bicarbonate (HCO3-) dan carbonate
(CO32- ) atau disebut alkalinity.
High carbonates cause calcium and magnesium ions
mengakibatkan pelepasan minerals dan menyisakan
sodium sebagai dominant ion in solution.
This alkaline water could intensify sodic soil conditions.
In these cases, a lab will calculate an adjusted SAR
(SARADJ) to reflect the increased sodium hazard.

c. Konsentrasi elemen-elemen yang


bersifat fototoksit
Elemen-elemen yang bersifat fototoksit
termasuk disini adalah kandungan
mikroba dan alga yang jika terkena
cahaya matahari, alga akan
berkembang dengan pesat sehingga
menurunkan kandungan oksigen dalam
air kolam. Ini mengakibatkan Eutrofikasi.
(Ini akan dibahas pada bab tersendiri)

Chloride
Akibat Cloride bagi tanaman
Kenampakan terbakar
pada daun (leaf burn)

Diatasi dengan:

Menghindarkan kontak
air kolam dengan daun

Penyiraman pada malam


hari atau saat mendung.
Pemberian kolam secara
tetes

Boron

Sulfate
Mempengaruhi tanaman pada
konsentrasi yang tinggi.
Karena mempengaruhi kapasitas
pengambilan ion lain yang dibutuhkan
tanaman.
Untuk lahan berpasir, diijinkan hingga
<1 % organic matter dan <10 ppm
SO4-S pada air kolamnya.

Nitrogen
Nitrogen pada irrigation water (N) menunjukkan
kesuburan,
Konsentrasi Ion nitrate pada air kolam biasanya
lebih tinggi daripada ammonium.
Waters high in N can cause quality problems in
crops such as barley and sugar beets and
excessive vegetative growth in some vegetables.
However, these problems can usually be overcome
by good fertilizer and irrigation management.
Regardless of the crop, nitrate should be credited
toward the fertilizer rate especially when the
concentration exceeds 10 ppm NO3-N (45 ppm
NO3).

d. Konsentrasi bikarbonat dalam hubungannya


dengan konsentrasi kalsium (Ca) dan
magnesium (Mg).

Bahaya sodium selain dapat dinilai melalui


SAR, juga dapat dideteksi melalui Residual
Sodium Carbonat (RSC). Konsep ini
berdasarkan bahwa konsentrasi ion-ion
bikarbonat (HCO3) dapat menyebabkan
presipitasi dari kalsium dan magnesium
bikarbonat dari larutan tanah yang akhirnya
dapat meracuni tanaman. Dihitung menurut
rumus:
RSC = (CO32- + HCO3-) (Ca2+ + Mg2+)
Satuan m.e/liter

Berdasarkan RSC, kualitas air


kolam dikelompokkan dalam 3
kelas:

Kelas (1)
RSC (< 1,25 m.e/l) digolongkan air
yang cocok dan baik untuk semua
jenis tanah, sehingga memberikan
pertumbuhan tanaman yang normal.
Air pada kelas ini tidak memberikan
pengaruh buruk terhadap koloid tanah.

Berdasarkan RSC, kualitas air


kolam dikelompokkan dalam 3
kelas:

Kelas (2)
RSC (1,25 2,50 m.e/l). Air ini cocok untuk jenis
tanah tertentu dan untuk tanaman tertentu pula.
Biasanya tanaman yang toleran dan agak toleran
terhadap sodium dapat tumbuh. Air ini tidak dapat
digunakan pada tanah dengan drainase buruk dan
juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk
mengurangi salinitas misalnya dengan mengalirkan
air bersih (salinitas rendah). Untuk pemanfaatan
tanah ini, dipilih tanaman yang toleran terhadap
kadar garam tinggi seperti tomat, cabe dan ubi jalar.

Berdasarkan RSC, kualitas air


kolam dikelompokkan dalam 3
kelas:

Kelas (3)
RSC (> 2,5 m.e/l). Air ini tidak cocok dipakai
untuk kepentingan tanaman, karena tingkat
kadar garamnya sangat tinggi. Apabila tanah
permeable dan pengolahan tanah khusus
dapat dilakukan seperti pembasuhan tanah
dengan air bersih yang intesif dan pemilihan
tanaman sangat toleran, tanah ini masih
memungkinkan dipakai untuk kepentingan
Perikanan.

PETUNJUK KUALITAS AIR UNTUK


kolam
Kualitas air untuk kolam
Tergantung:
- Total garam terlarut dalam air
(TDS=Total Dissolved Salts)
- Jenis dan kondisi tanah
- Iklim
- Jenis tanaman yang diusahakan
- Pengelolaan dan kolam

Tabel 8. Batasan pemanfaatan air kolam yang


saline, (India)
Tekstur tanah (%
clay)

Toleransi
tanaman

Nilai EC pada batasan curah hujan daerah


< 350 mm

350-550 mm

>550 mm

Halus (>30)

Sensitif
Semi toleran
Toleran

1.0
1.5
2.0

1.0
2.0
3.0

1.5
3.0
4.5

Cukup halus
(20-30)

Sensitif
Semi toleran
Toleran

1.5
2.0
4.0

2.0
3.0
6.0

2.5
4.5
8.0

Cukup kasar
(10-20)

Sensitif
Semi toleran
Toleran

2.0
4.0
6.0

2.5
6.0
8.0

3.0
8.0
10.0

Kasar (<10)

Sensitif
Semi toleran
Toleran

6.0
8.0

3.0
7.5
10.0

3.0
9.0
12.5

Hal-hal yang harus diperhatikan


dari kualitas air:
1. Salinitas tanah akan meningkat seiring meningkatnya salinitas
air kolam, banyaknya kolam yang diterapkan dalam satu musim
tanam, kehalusan tekstur tanah,dan penurunan konduktivitas
hidrolik tanah.
2. Alkalinitas tanah meningkat seiring peningkatan nilai SAR atau
kandungan ion bikarbonat dalam air kolam.
3. Meskipun pada salinitas rendah (1-3 mmhos/cm), alkalinitas
tanah meningkat seiring meningkatnya nilai RSC.
4. Air kolam yang saline (Tipe Na-Cl), bisa aman digunakan di
daerah yang memiliki drainase yang baik, tekstur tanah kasar,
dan muka air tanah yang rendah.
5. Air saline bisa dipergunakan untuk mengairi tanaman yang
toleran.
6. Efek merugikan air saline tidak terjadi di daerah curah hujan
tinggi.

Tabel 9. Jenis tanaman yang sensitive, semi toleran dan


toleran terhadap garam.
Sensitif
Kacang tanah
Kacang panjang
Kedelai
Jeruk
Lemon
Apel
Peach
Pear

Semi toleran
Jagung
Padi
Tebu
Kapas
Melon
Semangka
Selada keriting
Kobis
Bawang
Kentang
Mangga

Toleran
Gandum
Barley (gandum
bir)
Oat
Bit
Jambu
Palm
Kelapa

TUGAS
Bagi menjadi 4 kelompok sesuai nomer urut absen
Cari Artikel Tentang
Water Quality Assessment
1. Sirkulasi Air Kolam Budidaya
2. Kandungan Kimia Air Kolam yang standart untuk ikan
3. Jenis-Jenis
4. kolam Sprinkler / tetes
Kemudian buat semacam Petunjuk Teknis.
Dikumpulkan Minggu depan (Sabtu, 4 Oktober 2014)