Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN

PRAKTIKUM TELEKOMUNIKASI
E/O DAN O/E CONVERTER

OLEH:
BERLIAN MARETYA R.

12050514007

RIZQI TRI RUHMANA

12050514015

MUHAMMAD IMRON R.

12050514017

BAGUS DICKY H.

12050514019

RAHAYU SUTARINI

12050514020

GIGIH BAKTI PAMUNGKAS

12050514034

DESY DELLA SUSIYANI

12050514035

DIANTIKA ROSALINA

12050514201

S1 ELKOM B 2012
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2014

E/O DAN O/E CONVERTER

A. TUJUAN
1. Mengetahui karakteristik bandwidth E/O dan O/E Converter
2. Mengetahui tingkat transmisi maksimum E/O dan O/E Converter
B. DASAR TEORI
1. Aplikasi E/O Konverter
E/O Converter U-2980A adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengkonversi
sinyal elektrik menjadi sinyal optik. LED infrared digunakan sebagai elemen penkonversi,
dengan rentang arus mencapai 50 mA. Intensitas cahaya dimodulasi oleh sinyal DC atau
sinyal AC yang besarnya 0-5V atau oleh sinyal TTL. Sinyal modulasi kemudian
dipancarkan sepanjang kabel Fiber Optik, kemudian hasil dari sinyal optik tersebut akan
diterima dan dikonversikan menjadi sinyal elektrik oleh E/O converter. Hal tersebut adalah
contoh dari sistem komunikasi fiber optik secara sederhana.
Sebaliknya, pengatur LED ini dapat menghasilkan intensitas cahaya kedalam
modulasi. Karakteristik modulasi tersebut diindikasikan pada gambar di bawah ini.

Gambar 7.1. Karakteristik Modulasi


Kedua tipe modulasi ditunjukkan pada gambar diatas menggunakan metode
digital ke analog. Di dalam modulasi digital, 0V artinya LED tersebut mati, dan 5V berarti
LED

tersebut

menyala.

Kondisi

nyala

atau

matinya

LED

digunakan

untuk

merepresentasikan nyala/tidaknya sebuah sinyal elektrik, atau bisa juga menggunakan

logika 0 dan 1. Pasangan dari input langsung dapat diterima untuk tipe dari modulasi.
Modulasi analog digunakan untuk sebuah sinyal AC.
Ketika sinyal AC digunakan pada sebuah LED untuk membangkitkan cahaya oleh
jalur LED dengan variasi waktu dari sinyal AC sehingga menjadi linier antara arus dan
intensitas cahaya dari perangkat. Sebagian kecil dari arus bias diperkirakan sekitar 25 mA
mungkin lebih baik untuk mencegah distorsi dari sinyal input kotak. Gabungan sinyal AC
dibutuhkan untuk tipe dari modulasi.
2. Aplikasi O/E Konverter
Fungsi dari O/E converter U-2980B adalah untuk mengkonversikan/mengubah
sinyal optik menjadi sinyal elektrik. Foto transistor berkecepatan tinggi digunakan sebagai
elemen pengkonversi. Foto transistor mampu untuk menghasilkan arus yang kemudian
dikonfigurasi untuk mengurangi impedansi dari rangkaian. Dengan menambahkan
kemampuan mengkonversi ke sinyal analog, converter memiliki nilai tegangan varibel
threshold untuk mendapatkan tampilan sinyal digital yang baik. Hasil dari konversi pada
pulsa optik digital adalah output level TTL.
a. Karakteristik Konversi Pada Phototransistor
Perbandingan karakteristik arus dan sinar iluminasi pada phototransistor
digambarkan pada gambar 7.2. Dan juga respon spectral pada phototransistor
digambarkan pada gambar 7.3.

Gambar 7.2 Iluminasi Pada Phototransistor

Gambar 7.3 Respon Spektral Pada Phototransistor


Karakteristik loss pada kabel fiber optic digunakan pada panjang gelombang
seperti yang tertera pada gambar 7.4.

Gambar 7.4. Karakteristik Loss Pada Fiber Optik


b. Penguat Arus DC Pada Sinyal
Arus sinyal dari phototransistor dikonversikan kedalam sinyal tegangan
melalui resistor 100 ohm pada emitter. Sinyal tegangan akan dikuatkan oleh operasional
amplifier.

Gambar 7.5. Rangkaian Penguat Arus DC

c. Rangkaian Komparator
Modulasi pulsa atau modulasi sinyal digital akan dihasilkan pada penerima
akhir oleh rangkaian komparator. Ranggkaian komparator diperlukan untuk menngganti
rugi-rugi daya sepanjang transmisi. Level threshold pada komparator diatur mulai dari 0
sampai 5V. Terminal monitor diberikan untuk tegangan monitor threshold.
Contoh proses memancarkan dan menerima pada level data TTL digambarkan
pada gambar 7.6. Pada proses transmisi perlu diingat bahwa sinyal data digital
dikonversikan kedalam sinyal cahaya oleh infrared emitting LED yang dimodulasi oleh
rangkaian control logic positif.

Gambar 7.6. Proses Memancarkan dan Menerima Pada Level Data TTL
Pengukuran level threshold pada komparator perlu dilakukan untuk menjaga
kualitas data yang telah dihasilkan. Informasi lebih jelas diberikan pada gambar 7.7
untuk membantu mengetahui fungsi dari tegangan threshold.

Gambar 7.7. Rangkaian Komparator dan Kontrol Threshold Otomatis

C. PELAKSANAAN PERCOBAAN
Percobaan 1: Combined Frequency Response of E/O and O/E Converter
a. Tujuan Percobaan
Mengetahui karakteristik bandwidth ketika E/O dan O/E converter
terhubung bersama-sama.
b. Alat dan Bahan
E/O converter (U-2980A)
1buah
O/E converter (U-2980B)
1buah
DC power supply (U-2980P)
1buah
Osciloskop dua channel
1buah
LF Oscillator
1buah
Optical fiber cable
1 buah
Digital multimeter
1 buah
c. Langkah Percobaan
1. Hubungkan papan percobaan menggunakan kabel sesuai dengan
Gambar xx. Pastikan power supply dalam keadaan off.

2. Hubungkan power U-2980P ke U-2980A dan U-2980B


3. Atur selector SW (U-2980A) ke AC coupling, dan arahkan arus bias
LED ke posisi Min.
4. Nyalakan power. Hubungkan multimeter digital ke terminal monitor
(U-2980A).
5. Hubungkan LF oscillator ke terminal input TTL/Analog.
6. Hubungkan CH1 osiloskop ke terminal input TTL/Analog.
7. Atur output LF osilator ke 1.5 VRMS.
8. Atur bias Output
E/O converter
(U-2980-A) ke 25 mA.
Level (V)
9. Hubungkan U-2980A dan U-2980B dengan kabel fiber optic.
10.
Atur frekuensi LF osilator dari 100 Hz ke 10 kHz dan ukur output
analog pada terminal output Analog (U-2980B) dan gambarkan
hasilnya di Gambar xx.

Frekuensi (Hz)

Gambar xx. Grafik Hubungan Frekuensi dengan Tegangan Output E/O dan O/E Converter

d. Hasil Percobaan
Tabel xx.

Frekuens
i

Tegangan
Output

100Hz

8 Volt

500Hz

8 Volt

Hasil Output Osiloskop

1kHz

8 Volt

2kHz

7 Volt

5kHz

5 Volt

10kHz

5 Volt

100kHz

3,4 Volt

Output Level (V)

9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
100Hz

Frekuensi
500Hz

1kHz

2kHz

5kHz

10kHz

100kHz

Gambar xx. Grafik Hubungan Frekuensi dengan Tegangan Output E/O dan O/E Converter

e. Analisa
Pada percobaan 1 ini kita akan mencari tau karakteristik bandwidth dari E/O dan O/E
converter
output.

berdasarkan hubungan antara frekuensi dengan tegangan

Setelah dilakukan percobaan dengan mengubah-ubah LF

Osilator dari 100 Hz hingga 100 kHz, maka dapat diketahui bahwa
semakin besar frekuensi yang diinputkan, maka tegangan output akan
semakin kecil. Hasil dari perubahan frekuensi dan tegangan output
dapat dilihat pada Tabel xx. Dari hasil percobaan tersebut dapat
digambar grafik hubungan antara frekuensi (x) dengan tegangan output
(y) seperti pada Gambar xx.
Aku masih blm paham mengenai analisa ini
Kemudian untuk frekuensi diatas 100kHz, tegangan output semakin lama semakin
menurun, hal ini menunukkan bahwa frekuensi center pada rangkaian E/O dan O/E
Converter adalah 100kHz, dimana pada tegangan tersebut merukan titik maksimal yang
dapat menghasilkan nilai tegangan output yang stabil. Karena ketika frekuensi lebih dari
100kHz, tegangan output adan mengalami penurunan.
Soalnya dari frekuensi 2kHz aja udah turun, 5kHz juga turun, 100kHz turun lg.
f. Kesimpulan

Karakteristik bandwidth dari E/O dan O/E converter

berdasarkan

hubungan antara frekuensi dengan tegangan output yaitu semakin besar


frekuensi yang diinputkan, maka tegangan output akan semakin kecil.

Percobaan 2: Maximum Transmission Rate of O/E Converter


a. Tujuan Percobaan
Mengetahui transmisi maksimum dari O/E converter.
b. Alat dan Bahan
E/O converter (U-2980A)
O/E converter (U-2980B)
DC power supply (U-2980P)
Osciloskop dua channel
LF Oscillator
Optical fiber cable
Digital multimeter
c. Langkah Percobaan

1buah
1buah
1buah
1buah
1buah
1 buah
1 buah

1. Hubungkan papan percobaan menggunakan kabel sesuai dengan


Gambar xx. Pastikan power supply dalam keadaan off.

2. Hubungkan kabel dari power supply ke U-2980A dan U-2980B.

3. Atur selector ke DC coupling dan arahkan arus bias LED ke posisi


Min.
4. Nyalakan power supply dan hubungkan multimeter digital ke
5.
6.
7.
8.
9.

terminal monitor (U-2980B).


Hubungkan LF osilator ke terminal TTL/Analog (U-2980A).
Atur output LF osilator ke 10 kHz 5V gelombang persegi.
Hubungkan CH1 osiloskop ke terminal monitor (U-2980A).
Hubungkan U-2980A san U-2980B dengan kabel fiber optic.
Ukur daya output pada terminal output (U-2980A) dengan optical

power meter.
10. Buatlah percobaan dengan mengubah-ubah frekuensi keluaran dari LF osilator dari 10
kHz sampai 1MHz. Aturlah threshold voltage level dan amatilah output gelombang
yang paling bagus untuk mengetahui frekuensi maksimum dari rangkaian tersebut.
d. Hasil Percobaan
Frekuens
i

Tegangan
Output

10 KHz

2 Volt

Gambar Osiloskop

20 KHz

2 Volt

30 KHz

2 Volt

40 KHz

10 m Volt

50 KHz

10m Volt

e. Analisa
Pada percobaan 2 ini kita akan mencari tahu transmisi maksimum dari O/E
converter dengan cara mengubah-ubah frekuensi keluaran dari LF osilator dari 10
kHz sampai 1MHz dan mengatur threshold voltage level. Transmisi maksimum atau
dengan kata lain frekuensi maksimal pada rangkaian tersebut merupakan frekuensi yang
paling sedkit atenuasi. Hal ini dapat diindikasikan dengan gambar gelombang yang
tampak paling baik. Berdasarkan hasil percobaan diatas, dapat kita lihat pada Tabel xx
bahwa gambar gelombang yang paling baik dan hampir sama dengan gelombang inputnya
yaitu gambar gelombang dengan frekuensi sebesar 10kHz dengan tegangan output 2V

yang merupakan tegangan paling besar diantara output tegangan lainnya. Dengan
demikian menunjukkan bahwa semakin besar frekuensi, maka atenuasi nya akan semakin
bertambah pula yang menyebabkan tegangan output menjadi kecil, hal ini dapat
menyebabkan gelombang output tidak akan sama dengan gelombang inputnya. Selain itu,
frekuensi inilah yang akan menjadi frekuensi maksimum pada rangkaian ini.
f. Kesimpulan
Semakin besar frekuensi, maka atenuasi nya akan semakin bertambah pula sehingga
tegangan output akan menjadi kecil (akibat terjadinya pelemahan energi). Pada percobaan
ini yang menjadi transmisi maksimum yaitu pada frekuansi 1kHz dan tegangan output
sebesar 2V.

Daftar Pustaka
Optical Communication Trainer Experimental Manual. ED2980. ED Corporaton. Korea.