Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Tujuan dari survei geolistrik adalah untuk menentukan distribusi

resistivitas bawah permukaan dengan melakukan pengukuran di permukaan


tanah. Dari pengukuran ini, nilai true resistivity bawah permukaan dapat
diperkirakan. Nilai resistivitas batuan berhubungan dengan berbagai parameter
geologi seperti mineral dan kandungan fluida, porositas dan derajat kejenuhan air
pada batuan. Survei geolistrik tahanan jenis telah digunakan selama beberapa
dekade pada bidang hidrogeologi, pertambangan dan investigasi geoteknik.
Baru-baru ini, telah digunakan untuk survei lingkungan. (Dr. M.H.Loke Electrical
imaging surveys for environmental and engineering studies)
Penggunaan geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger
pada tahun 1912. Geolistrik merupakan salah satu metoda geofisika untuk
mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah
dengan cara mengalirkan arus listrik DC (Direct Current) yang mempunyai
tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah
Elektroda Arus A dan B yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu.
Semakin panjang jarak elektroda AB akan menyebabkan aliran arus listrik bisa
menembus lapisan batuan lebih dalam.
Hingga saat ini metode geolistrik semakin pesat berkembang, berbagai
alat dan metode telah dikembangkan agar penggunaan geolistrik tahanan jenis
dapat lebih efisien dan efektif. Oleh karena itu pada saat ini pengetahuan
mengenai peralatan dan metode metode geolistrik resistivity perlu didapatkan
khususnya oleh seorang ahli pertambangan untuk menambah perbendaharaan
keilmuanya.

1.2.

Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah tentang geolistrik tahanan jenis adalah

agar mahasiswa teknik pertambangan mengetahui tentang metode dan peralatan


yang digunakan pada geolistrik tahanan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kegunaan
Mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan sampai
kedalaman sekitar 300 m sangat berguna untuk mengetahui kemungkinan
adanya lapisan akifer yaitu lapisan batuan yang merupakan lapisan pembawa air.
Umumnya yang dicari adalah confined aquifer yaitu lapisan akifer yang diapit
oleh lapisan batuan kedap air (misalnya lapisan lempung) pada bagian bawah
dan bagian atas. Confined akifer ini mempunyai recharge yang relatif jauh,
sehingga ketersediaan air tanah di bawah titik bor tidak terpengaruh oleh
perubahan cuaca setempat.
Geolistrik ini bisa untuk mendeteksi adanya lapisan tambang yang
mempunyai kontras resistivitas dengan lapisan batuan pada bagian atas dan
bawahnya. Bisa juga untuk mengetahui perkiraan kedalaman bedrock untuk
fondasi bangunan.
Metoda geolistrik juga bisa untuk menduga adanya panas bumi
(geotermal) di bawah permukaan. Hanya saja metoda ini merupakan salah satu
metoda bantu dari metoda geofisika yang lain untuk mengetahui secara pasti
keberadaan sumber panas bumi di bawah permukaan.

2.2 Keunggulan
Keunggulan metoda geolistrik untuk mendeteksi perlapisan batuan
sampai kedalaman sekitar 500 m.

Item

Keunggulan

Harga peralatan

Relatif murah

Biaya survey

Relatif murah

Waktu yang

Relatif sangat cepat, bisa mencapai 4 titik pengukuran atau

dibutuhkan

lebih per hari

Beban pekerjaan

Peralatan yang kecil dan ringan sehingga mudah untuk

mobilisasi
Kebutuhan
personal
Analisa data

Sekitar 5 orang, terutama untuk konfigurasi Schlumberger


Secara global bisa langsung diprediksi saat di lapangan

2.3 Metode Polarisasi Terimbas


Metode polarisasi terimbas merupakan salah satu metode geofisika yang
mendeteksi terjadinya polarisasi listrik pada permukaan mineral-mineral logam di
bawah permukaan bumi. Metode IP pada hakekatnya adalah pengembangan
lebih lanjut dari metode tahanan jenis yang mampu memberikan informasi
tambahan ketika tidak ditemukan kontras tahanan jenis yang memadai.
Pada metoda ini arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua
elektroda arus, kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui dua
elektroda potensial.
Dalam metoda polarisasi terimbas ada 3 macam metoda pengukuran
yaitu:
1) Pengukuran dalam domain waktu,
2) Pengukuran dalam domain frekuensi,
3) pengukuran sudut fasa.
Metoda polarisasi terimbas ini terutama dipahami dalam eksplorasi logam
dasar (Base Metal) dan penyelidikan air tanah (Ground Water). Berdasarkan
letak (konfigurasi) elektroda potensial dan arus, dikenal beberapa jenis metoda
polarisasi terimbas antara lain :
1) Metoda Schlumberger
2) Metoda Wenner
3) Metoda Pole-Dipole
4) Metode Dipole-dipole
Ketika arus tunak dialirkan ke medium dapat dihitung arus efektifnya.
Namun ketika arus dimatikan, maka arus yang terukur, tidak langsung seketika
menjadi = 0. Efek ini disebut potensial polarisasi (efek IP) yang dianalisis dalam
metode IP.

2.4 Penyebab Polarisasi Batuan

1. Polarisasi Membran
Penghantaran secara elektrolit paling mungkin terjadi apabila material
tidak memiliki kandungan mineral logam. Untuk memungkinkan penghantaran
jenis ini berlangsung, diperlukan zona-zona porus yang medium. Kebanyakan
material pembentuk batuan muatan negatif (-) pada bidang batas antara
permukaan batuan dengan fluida pada pori. Karenanya, ion positif (+) akan
tertarik ke zona tersebut dan ion negatif akan tertolak dari zona tersebut apabila
medium dialiri arus.

Gambar 2.1 proses polarisasi membran pada medium oleh


mineral lempung dalam batuan (a). kondisi sebelum medium
dialiri arus listrik (b). kondisi ketika medium dialiri arus
2. Polarisasi Elektroda
Polarisasi elektroda merupakan sumber polarisasi terbesar disebabkan
oleh keberadaan mineral logam dalam medium batuan. Penghantaran arus
dalam medium batuan yang mengandung mineral logam dilakukan secara
elektronik maupun elektrolitik. Reaksi kimia berupa reaksi reduksi-oksidasi dan
kemungkinan pertukaran ionik akan terjadi pada bidang batas mineral dengan
elektrolit sampai terjadi keadaan setimbang. Apabila arus dialirkan ke dalam
medium, akan timbul gangguan kesetimbangan berupa polarisasi pada bidang
batas mineral logam yang berfungsi sebagai elektroda dan air pada medium
batuan yang berfungsi sebagai eletrolit.

Gambar 2.2 salah satu kemungkinan keadaan distribusi ion


pada bidang batas medium solid-elektrolit
2.5 Aquisisi Data
Cara kerja metoda geolistrik secara sederhana dapat dianalogikan
dengan rangkaian listrik. Jika arus dari suatu sumber dialirkan ke suatu beban
listrik (misalkan kawat seperti terlihat pada gambar) maka besarnya resistansi R
dapat diperkirakan berdasarkan besarnya potensial sumber dan besarnya arus
yang mengalir. Dalam hal ini besaran resistansi tidak dapat digunakan untuk
memperkirakan jenis material karena masih bergantung ukuran atau geometrinya. Untuk itu digunakan besaran resistivitas yang merupakan resistansi yang
telah dinormalisasi terhadap geometri.
Dalam prakteknya pengukuran geolistrik dilakukan dengan mengalirkan
arus ke dalam tanah melalui 2 elektroda (C1 dan C2) dan respons-nya (beda
potensial) diukur melalui 2 elektroda yang lain (P1 dan P2). Berdasarkan
konfigurasi elektroda dan respons yang terukur maka sifat kelistrikan medium
bawah-permukaan tersebut dapat diperkirakan.
2.6 Data Processing

Gambar 2.3 Metode resistivitas (a) mapping (b) sounding


Berdasarkan pada contoh penyelidikan metode resistivitas yang diambil,
teknik pengukurannya dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu metode
resistivity mapping dan sounding. Metode resistivity mapping merupakan metode
resistivitas yang bertujuan untuk mempelajari variasi tahanan jenis lapisan bawah
permukaan secara lateral. Sedangkan metode resistivitas sounding bertujuan
untuk mempelajari variasi resisitivitas batuan di bawah permukaan bumi secara
vertikal. Selain itu juga terdapat teknik imaging/topografi, yaitu teknik pengukuran
untuk memperoleh informasi baik secara lateral maupun vertical (2D dan 3D).

2.

3.

Gambar 2.4 Contoh kontur (a) visualisasi 2D (b) visualisasi 3D

2.7 Interpretasi
Hasil pengukuran geolistrik tidak dapat digunakan secara pasti untuk
menentukan jenis batuan, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi
resistivitas batuan. Namun demikian metoda geolistrik dapat dimanfaatkan untuk
memperkirakan adanya formasi batuan yang mengandung air (akuifer) dalam
eksplorasi air tanah, adanya formasi batuan yang berasosiasi dengan zona
mineralisasi dalam eksplorasi mineral. Dalam studi rekayasa dan lingkungan
metoda geolistrik juga berperan untuk memperkirakan kebocoran bendungan,
dispersi fluida polutan dan sebagainya.
Hasil dari interpretasi data serta analisis yang dilakukan, hendaknya
dicocokkan dengan litologi dari stratigrafi daerah sedimen yang disurvei. Daerah
yang disurvei merupakan daerah sedimen atau daerah vulkanik ataupun daerah
yang telah mengalami proses metamorfosa. Umumnya akuifer pada daerah
vulkanik mempunyai harga true resistivity yang lebih besar daripada daerah
dengan batuan sedimen.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
-

Geolistirk merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari


sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksi
dipermukaan bumi yang terjadi baik secara alami maupun akibat injeksi
arus kedalam bumi.

Kegunaan metode geolistrik dapat menghasilkan informasi pada


lapisan yang mempunyai daya hantar listrik yang digunakan untuk
memetakan badrock didalam airtanah untuk penentuan kadar garam.

Anda mungkin juga menyukai