Anda di halaman 1dari 6

Contoh SAP Pemberian Kompres pada Anak

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik

: Pemberian Kompres

b Topik

: Pengertian, Jenis, Tujuan, Waktu Pemberian, Kontraindikasi, serta Cara Pemberian Kompres.

saran

: Orang tua anak yang dirawat di ruang anak RSUD Banjarbaru


Tempat

: Ruang Merak RSUD Banjarbaru

Hari/Tanggal : Sabtu, 19 Juli 2014

1.
2.
3.
4.
5.
6.
I.

Pukul

: 08.30-selesai WITA

Waktu

: 20 menit

Penyuluh
: Mahasiswa/i Poltekkes Banjarmasin Kelompok III
Riani Astuti
Fajar Apriansyah
Masdiana
Reja Agung Maulana
Dinda Ayu Sholiha
M. Fahrin Nizami

Analisa Data
A. Kebutuhan peserta didik

B. Karakteristik peserta didik


Seluruh Orang Tua anak yang dirawat di Ruang Merak RSUD Banjarbaru.

II.

Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pemberian kompres selama
20 menit diharapkan para orang tua pasien di Ruang Merak RSUD Banjarbaru
dapat mengerti dengan baik.

III. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang pemberian kompres selama 20 menit, diharapkan
para orang tua pasien di Ruang Merak RSUD Banjarbaru mampu:
1. Menjelaskan pengertian kompres dengan benar.
2.
3.
4.
5.
6.
IV.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

V.

Menyebutkan 2 jenis kompres dengan benar.


Menyebutkan 3 dari 5 tujuan kompres hangat dan dingin dengan benar.
Menyebutkan 2 dari 5 waktu pemberian Kompres hangat dan dingin dengan benar.
Menyebutkan 2 dari 3 kontraindikasi pemberian kompres hangat dan dingin dengan benar.
Mengulang kembali cara pemberian kompres hangat dan dingin dengan benar.
Materi (Terlampir)
Pengertian kompres
Jenis kompres
Tujuan pemberian kompres
Waktu pemberian kompres
Kontraindikasi pemberian kompres
Cara pemberian kompres

Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

VI.
1.
2.
3.

Media
Leaflet
Poster
Flip chart

VII. KegiatanPenyuluhan

No
1.

Waktu
Pembukaan
3 menit

Kegiatan Penyuluhan
Memberikan salam
Perkenalan

Kegiatan Peserta
Menjawab salam
Menyetujui kesepakatan waktu

2.

Pelaksanaan
12 menit

3.

Penutup
5 menit

Memberitahu kontrak waktu


pelaksanaan penkes
Menjelaskan
tujuan
tentang Mendengarkan
dan
pemberian penkes, TIU dan TIK
memperhatikan selama proses
Menyebutkan materi yang akan penkes
diberikan
Menanyakan kepada orang tua anak Menjawab pertanyaan penyuluh.
dan
di Ruang Merak tentangkompres Mendengarkan
dingin
dan
hangatmenurut memperhatikan selama penyuluh
pengetahuan pengunjung.
menyampaikan materi.
Penyuluh
menjelaskan
materi Menanyakan hal-hal yang tidak
tentang:
dimengerti dari materi yang telah
1. Pengertian kompres
disampaikan penyuluh.
2. Jenis kompres
3. Tujuan pemberian kompres
4. Waktu pemberian kompres
5. Kontraindikasi pemberian kompres
6. Cara pemberian kompres
Penyuluh memberi kesempatan
kepada salah satu oarngtuauntuk
menanyakan hal-hal yang belum
dimengerti dari materi yang telah
dijelaskan
mengenaipemberian
kompres hangat dan dingin.
Memberikan pertanyaan kepada Menjawab
pertanyaan
yang
sasaran tentang materi yang sudah diajukan penyuluh.
Mendengarkan
dan
disampaikan.
Menyimpulkan meteri penyuluhan.
memperhatikan
penyampaian
Menutup
acara
dengan kesimpulan.
mengucapkan
salam
serta Menjawab salam.
terimakasih kepada sasaran yang
telah berpartisipasi.

VIII. Evaluasi

Bentuk tes tanya jawab lisan diakhir penyuluhan yaitu:


1. Jelaskan pengertian kompres!
2. Sebutkan 2 jenis kompres!
3. Sebutkan 3 dari 5 tujuan kompres hangat dan dingin ?
4. Sebutkan 2 dari 5 waktu pemberian kompres hangat dan dingin?
5. Sebutkan 2 dari 3 kontraindikasi pemberian kompres hangat dan dingin?
6. Coba ulang kembali cara pemberian kompres hangat dan dingin?
IX.
a.

Referensi
Pusat Pedidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI. (1993).Asuhan Kesehatan Anak
Dalam Konteks Keluarga cetakan III. Jakarta
b. RSUD Dr. Soetomo. (1994). Kumpulan Makalah pada Penataran asuhan Keperawatan Bidang Ilmu
Kesehatan Anak. Surabaya

MATERI PENYULUHAN
PEMBERIAN KOMPRES
A.

Pengertian Kompres
Suhu tubuh yang optimum sangat penting untuk kehidupan sel agar dapat berfungsi secara
efektif. Perubahan suhu tubuh yang ekstrem dapat membahayakan bagi tubuh. Oleh karena itu,
perawat harus berusaha untuk dapat memelihara suhu tubuh klien agar tetap normal. Ada beberapa
tindakan yang dapat dilakukan untuk memelihara suhu tubuh di antaranya adalah melalui kompres.
Kompres adalah metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat
yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan.

B.

Jenis Kompres
Terdapat 2 jenis kompres, yaitu kompres panas dan kompres dingin.
1. Kompres hangat, merupakan tindakan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan rasa
nyaman dengan memberikan rasa hangat pada daerah tertentu dengan menggunakan cairan atau alat
yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan.
Jenis-jenis kompres hangat :

a. Kompres hangat kering, dapat digunakan secara lokal, untuk konduksi panas, dengan menggunakan
botol air panas atau bantalan pemanas elektrik.
b. Kompres hangat basah, dapat diberikan melalui konduksi, dengan cara kompres kasa, kemasan
pemanas, berendam atau mandi.
2. Kompres dingin, merupakan tindakan dengan memberikan kompres dingin yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan rasa nyaman. Kompres dingin adalah suatu metode dalam penggunaan suhu
rendah setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis.
Jenis-jenis kompres dingin :
a. Kompres dingin kering atau kirbat biasa, terbagi menjadi 3 yaitu :
1) Kompres dingin kering atau kirbat biasa, yaitu dengan menggunakan kirbat es yang telah diisi dengan
potongan es.
2) Kompres dingin kering atau kirbat es leher, yaitu dengan memasang kompres pada bagian leher,
biasanya dilakukan pada anak pasca bedah tonsil, dll)
3) Kompres dingin kering atau kirbat es gantung, yaitu memasang kompres secara tidak langsung di atas
tubuh anak yang memerlukan, biasanya dilakukan dengan adanya perdarahan di perut dan juga sakit
kepala.
b. Kompres dingin basah, merupakan tindakan yang dilakukan dengan cara memberikan kompres
dingin basah dalam memenuhi kubutuhan rasa nyaman yaitu memberikan rasa dingin dengan
menggunakan lap atau kain yang dicelupkan ke dalam air dingin. Kompres ini dapat dilakukan pada
dahi, ketiak, atau lipatan paha.
C. Tujuan Pemberian Kompres
1. Tujuan kompres hangat
Pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan perbaikan dan pemulihan jaringan. Tujuan
khususnya yaitu :
c. Memperlancar sirkulasi darah
d. Mengurangi rasa sakit atau nyeri
e. Menurunkan demam
f. Memberi rasa hangat, nyaman, dan tenang pada klien.

g.
h.
2.
a.
b.
c.
d.
e.

Memperlancar pengeluaran sekret/dahak.


Merangsang peristaltik usus.
Tujuan kompres dingin
Mencegah peradangan meluas
Mengurangi perdarahan lokal
Mengurangi rasa sakit di daerah trauma atau memar
Menghentikan mimisan
Vasokontriksi/penyempitan pembuluh darah

D.
1.
a.
b.
c.
d.
e.
2.

Waktu Pemberian Kompres


Kompres Hangat
Pada radang persendian
Pada kekejangan otot
Bila perut kembung
Bila ada bengkak (abses) akibat pemberian suntikan
Bila anak kedinginan (iklim atau ketegangan, dll)
Kompres Dingin

a.
b.
c.
d.

Adanya peradangan
Adanya memar atau bengkak pada tubuh.
Adanya perdarahan pada tubuh.
Anak merasa sakit atau nyeri pada tubuh

E. Kontraindikasi Pemberian Kompres


1. Kompres Hangat
a. Pada 24 jam pertama setelah cedera traumatik. Panas akan meningkatkan perdarahan dan
pembengkakan.
b. Perdarahan aktif. Panas akan menyebabkan vasodilatasi dan meningkatkan perdarahan.
c. Gangguan kulit yang menyebabkan kemerahan atau lepuh. Panas dapat membakar atau menyebabkan
kerusakan kulit lebih jauh.
2. Kompres Dingin
a. Luka terbuka dengan meningkatkan kerusakan jaringan karena mengurangi aliran ke luka terbuka.
b. Gangguan sirkulasi. Dingin dapat mengganggu nutrisi jaringan lebih lanjut dan menyebabkan
kerusakan jaringan. Pada klien dengan penyakit raynaud, dingin akan meningkatkan spasme arteri.
c. Alergi atau hipersensitivitas terhadap dingin. Beberapa klien memiliki alergi terhadap dingin yang
dimanisfestasikan dengan respon inflamasi (misalnya : eritema, hive, bengkak, nyeri sendi, dan
kadang-kadang spasme otot), yang dapat membahayakan jika orang tersebut hipersensitif.
F. Cara Pemberian Kompres
1. Kompres Hangat
a. Persiapan alat dan bahan
1) Kom berisi air hangat dengan suhu 27-37OC
2) Handuk atau kain bersih 1- 2 buah sesuai kebutuhan.
3) Air hangat
b. Cara Kerja
1) Basahi handuk atau kain bersih dengan mencelupkan ke kom yang berisi air hangat.
2) Peras kain atau handuk agar tidak terlalu basah.

3) Atur posisi anak senyaman mungkin.


4) Letakkan pada daerah yang akan dikompres, diusahakan agar lebar handuk melebihi area yang nyeri
atau pada kepala (misalnya dahi).
5) Lama kompres sekitar 15-20 menit dan dapat diperpanjang.
6) Jika mengompres dalam jangka waktu yang lama, jangan lupa untuk melihat dan memeriksa area
kulit yang dikompres.
7) Jika menggunakan kantong air hangat, jangan lupa untuk melapisi area yang akan dikompres dengan
handuk terlebih dahulu.
2. Kompres Dingin
a. Persiapan alat dan bahan
1) Kom berisi air dingin antara suhu 18 -27 oC ( disesuaikan).
2) Handuk atau kain bersih 1- 2 buah sesuai kebutuhan.
3) Es batu
b. Cara kerja
1) Basahi handuk atau kain bersih dengan mencelupkan ke kom yang berisi air dingin.
2) Peras kain atau handuk agar tidak terlalu basah.
3) Usahakan jangan menggunakan es batu langsung pada luka, gunakan kompres es atau masukan
beberapa potong es ke dalam plastik atau handuk dan tempelkan pada area luka.
4) Atur posisi anak senyaman mungkin.
5) Letakkan pada daerah yang akan dikompres.
6) Pemberian kompres dingin dapat dilakukan dalam waktu, 5 menit, 5-10 menit dan 20-30 menit atau
tiap 2 jam sekali tergantung dari tingkat nyeri atau bengkak, jangan melebihi 30 menit untuk
pengompresan.
7) Perhatikan kulit anak, jika kulit anak berwarna merah jambu masih bisa dilakukan pengompresan
tetapi jika kulit berwarna merah gelap maka hentikan pengkompresan.
8) Tidak dilakukan pada anak yang alergi dingin

Anda mungkin juga menyukai