Anda di halaman 1dari 85

PEMBAHASAN MODUL I

PERSEPSI SENSORI
KASUS GLAUKOMA

DISUSUN
KELOMPOK 2
KETUA
Mursada
SEKRETARIS
Ega Erawati Rinaldi
Yenny Larasati Mey Sandi
Anggota
Artha Butar-Butar

M.Arif Wijaksono

Aulia Azizah

Mursada

Irma Nur Febrianti

Nur lisnayanti

Lukmanul hakim

Rian Tasalim

Rusidaliyani

Subhannur Rahman
STIKES SARI MULIA BANJARMASIN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


2010/2011

SCL I PERSEPSI SENSORI


Kata kunci:
1 Tekanan bola mata
2 cekungan pupil melebar dan dalam
3 Tonometri
4 Funduskopi
5 Lapang pandang
6 Depresi
7 Mata merah
8 Pandangan kabur
Masalah

: GLAUKOMA

1. Jelaskan anatomi fisiologi pada mata!


DEFINISI
Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan.Secara konstan
mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian
pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang
kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.
STRUKTUR & FUNGSI
Mata memiliki struktur sebagai berikut:
1. Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang
berwarna putih dan relatif kuat.
2. Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata
dan bagian luar sklera.
3. Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan
pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu
memfokuskan cahaya.
4. Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.
5. Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di
belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah
cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.

6. Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor


aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke
retina.
7. Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang
bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke
otak.
8. Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan
visuil dari retina ke otak.
9. Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa
dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber
makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.

10. Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di
depan retina (mengisi segmen posterior mata).
Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil.Iris mengatur
jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti
halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka
cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang,
maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit.Ukuran pupil dikontrol oleh
otot sfingter pupil,
yang membuka dan menutup iris.
Lensa terdapat di belakang iris.Dengan merubah bentuknya, lensa
memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang
dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih

tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka
otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih
lemah.Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur,
kemampuannya

untuk

menebal

menjadi

berkurang

sehingga

kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang.


Keadaan ini disebut presbiopia.
Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah.Bagian
retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung
saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang
tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik
yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.
Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya.
Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma
optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian
depan).Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf
tersebut akan bergabung kembali.

Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:


1. Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa. Segmen anterior
berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur mata
di dalamnya.
2. Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke
retina.

Segmen posterior berisi humor vitreus.Cairan tersebut membantu


menjaga bentuk bola mata.

Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:


1. Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris
2. Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.
Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior,
lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola
mata melalui saluran yang terletak ujung iris.
OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH
Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot
dirangsang oleh saraf kranial tertentu.
Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf
lainnya.
-

Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam

retina ke otak.
Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air

mata.
Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan
merangsang otot pada tulang orbita.
Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan
mata kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika
dan vena retinalis.Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata
bagian belakang.

STRUKTUR PELINDUNG
Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak
secara bebas ke segala arah.Struktur tersebut melindungi mata terhadap
debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya,
tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa
masuk.
1. Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot,
saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan
mengalirkan air mata.
2. Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata.
Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata
dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.Ketika
berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh
permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan
kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea
bisa

menjadi

kering,

terluka

dan

tidak

tembus

cahaya.

Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang


juga membungkus permukaan mata.
3. Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak
mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak
sebagai

barrier

(penghalang).

Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak


yang mencegah penguapan air mata.
4. Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan
dan menghasilkan air mata yang encer.Air mata mengalir dari mata ke
dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang
di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung.Air mata
berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat
dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu,

air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya


infeksi.
KEBUTAAN
Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan.
Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari
penglihatan penuh sampai ke tanpa penglihatan. Jika ketajaman
menurun, maka penglihatan menjadi kabur. Ketajaman penglihatan
biasanya diukur dengan skala yang membandingkan penglihatan
seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki
ketajaman penuh.Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada
jarak 20 kaki dengan ketajaman penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya
seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki, yang oleh orang dengan
ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki. Secara
teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari
20/200 meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa
kontak.
Penyebab kebutaan :
Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:
1. cahaya tidak dapat mencapai retina
2. cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina
3. retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal
4. kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak
5. otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.
Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan :
1. Katarak
2. Kelainan refraksi
3. Ablasio retina
4. Retinitis pigmentos
5. Diabetes
6. Degenerasi makuler
7. Sklerosis multiple
8. Tumor kelenjar hipofisa

9. Glaukoma
10. Kelainan pada daerah otak yang mengolah gelombang visuil
akibat stroke, tumor atau penyakit lainnya.

2. Sebutkan diagnose medisnya dan diagnose banding!


Megalokornea, kekeruhan kornea akibat distrofi kongenital

dan ruptur

traumatik membran Descemet harus disingkirkan.


Pengukuran tekanan intraokular, genioskopi, dan evaluasi diskus optikus
penting untuk membuat diagnosis banding

3. Sebutkan diagnose keperawatannya berdasarkan NANDA ( pre op


dan post op)!
Pre oprasi :
1.
2.

Ansietas b.d ancaman atau perubahan pada status kesehatan


Nyeri akut b.d agen injury fisik
3. Gangguan persepsi sensori penglihatan b. d perubahan resepsi,
transmisi, dan/integrasi sensori
4. Kurang pengetahuan mengenai penyakit b.d kurangnya pemahaman
terhadap sumber-sumber informasi
Post operasi :
1. Gangguan citra tubuh b.d trauma
2. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan umum
3. Resiko infeksi dengan faktor resiko
4. Nyeri akut b.d agen injury fisik

4. Jelaskan epidemiologi pada kasus ini!


Epidemiologi
Glaukoma adalah penyebab kebutaan yang terbanyak pada penduduk
Afrika Amerika. Penyebab kebutaan terbanyak kedua pada penduduk
amerika yang berusia 18 sampai 65 tahun. Diperkirakan 130.000
penduduk Amerika menderita kebutaan murni karena glaukoma. Diseluruh
dunia 5,2 juta penduduk menderita kebutaan karena glaukoma menurut
WHO tahun 1995. Walaupun lebih sering muncul pada usia tua, glaukoma
dapat terjadi pada semua usia.
Dalam suatu penelitian didapatkan bahwa sekitar 2,25 juta penduduk
Amerika Serikat menderita glaukoma primer sudut terbuka dengan usia di
atas 45 tahun, dan sekitar 84.000-116.000 telah mengalami kebutaan atau
penurunan visus 20/200. Menurut WHO, secara global penduduk dunia

yang mempunyai tekanan intarokular lebih dari 21 mmHg yaitu sekitar


104,5 juta penduduk dan insiden glaukoma primer sudut terbuka sekitar
2,4 juta penduduk.

Glukoma terbagi menjadi :


1. Glaukoma Akut.
Merupakan glaukoma yang terjadi secara tiba-tiba dengan sumbatan
aliran humor akueus yang lebih komplit. Nama lainnya adalah
glaukoma sudut tertutup primer

Epidemiologi glaukoma akut : Terjadi pada 1 dari 1000 orang yang


berusia di atas 40 tahun dengan angka kejadian yang bertambah
sesuai usia. Perbandingan wanita dan pria pada penyakit ini adalah
4:1. sering terjadi pada kedua mata.
2. Glaukoma kronis
Umumnya terjadi pada kedua mata akan tetapi tidak terdapat
kesamaan pada perburukannya. Nama lainnya adalah glaukoma
sudut terbuka primer.

Epidemiologi

Glaukoma

kronis

merupakan

glaukoma

yang

tersering, mengenai sekitar 1 dari 200 seluruh populasi yang berusia


lebih dari 40 tahun dan jumlahnya semakin meningkat sesuai dengan
usia. Pria dan wanita mempunyai angka kejadian yang sama dan
lebih sering mengenai kulit hitam dibandingkan kulit putih. Faktor
keturunan juga berperan terjadinya keadaan ini karena TIO, cara
pengeluaran akueus dan ukuran diskus optikus dipengaruhi oleh
genetik. Secara umum risiko terjadinya glaukoma pada saudara
kandung sekitar 10% sedangkan pada keturunan sebanyak 4%.

5. Jelaskan etiologi, patofisiologi, manifestasi pada penyakit ini?


Etiologi
Bilik anterior dan bilik posterior mata terisi oleh cairan encer yang
disebut humor aqueus. Bila dalam keadaaan normal, cairan ini dihasilkan
didalam bilik posterior, melewati pupil masuk kedalam bilik anterior lalu
mengalir dari mata melalui suatu saluran. Jika aliran cairan ini terganggu
(biasanya karena penyumbatan yang menghalangi keluarnya cairan dari bilik
anterior), maka akan terjadi peningkatan tekanan.
Peningkatan tekanan intraokuler akan mendorong perbatasan antara
saraf optikus dan retina di bagian belakang mata. Akibatnya pasokan darah
kesaraf optikus berkurang sehingga sel-sel sarafnya mati. Karena saraf
optikus mengalami kemunduran, maka akan terbentuk bintik buta pada
lapang pandang mata. Yang pertama terkena adalah lapang pandang tepi,
lalu diikuti oleh lapang pandang sentral. Jika tidak diobati, glaukoma pada
akhirnya bisa menyebabkan kebutaan.

Manifestasi Klinis
-Tiba tiba nyeri- hebat pada mata dan sekitarnya (orbita,
kepala, gigi, dan telinga ).
- Mata sangat kabur dan melihat warna seperti pelangi
(halo) disekitar lampu.

- Mual, muntah, berkeringat


- Mata merah, hyperemia konjungtiva dan siliar
- Visus sangat menurun
- Edema kornea
- Bilik mata depan sangat dangkal
- Pupil lebar lonjong dan tidak ada refleks terhadap
cahaya.
- TIO sangat tinggi
- Sudut bilik mata tertutup

Patofisiologi
Tekanan

intraokuler

dipertahankan

oleh

produksi

dan

pengaliran Aqueus humor dimana secara kontinue diproduksi oleh badan


silier (sel epitel prosesus ciliary bilik mata belakang untuk memberikan
nutrien pada lensa. Aqueua humor yang merupakan cairan jernih berbahan
gelatinosa jernih yang terletak diantara ruang antara lensa dan retina yang
mengalir melalui jaring-jaring trabekuler, pupil, bilik mata depan, trabekuler
mesh work dan kanal schlem. Tekanan intra okuler (TIO) dipertahankan
dalam batas 10-21 mmHg tergantung keseimbangan antara produksi dan
pegeluaran (aliran) AqH di bilik mata depan.
Peningkatan TIO akan menekan aliran darah ke syaraf optik

dan retina sehingga dapat merusak serabut syaraf optik menjadi iskemik dan
mati.

Selanjutnya

menyebabkan kerusakan jaringan yang dimulai dari

perifer menuju ke fovea sentralis. Hal ini menyebabkan penurunan lapang


pandang yang dimulai dari derah nasal atas dan sisa terakhir pada temporal
Lebih jelasnya dapat dilihat di skema dibawah ini :

Produksi homur aqueus


Corpus CiliariS

Bilik Mata Belakang

Pupil

Bilik Mata Depan

Sudut BMD

Trab. Schlem

Sistem Vena Sklera

Kornea

Aqueous

Iris

Canal Of

Schlemm

Trabeculameshwork
Sclera

Lensa

Ciliary body

Surgical drainage
opening

Kornea

Aqueous
Canal
Trabeculameshwork
Sclera

konjungtiva

Lensa

Iris
Of

Schlemm

Ciliary body

Gambar 1. Proses pengaliran aquaeos yang sebenarnya, aqueos


mengalir melalui pupil masuk keruang anterior dan meninggalkan mata
melalui saluran schelemm, B. Pada glaukoma, aliran aqueous yang normal
tertahan, Tujuan pembedahan pada glaukoma adalah membuat saluran baru
yang memungkinkan aqueous dapat mengalir keluar mata (dari Havener, WH
: Sypnosis of Orphalmogy, ed. 5, St Louis 1979, The VC mosby Co) Long
(1996)

6. Jelaskan pembagian gloukoma?


Glaukoma dibedakan menjadi ada beberapa macam yaitu:

1.

Glaukoma sudut terbuka /simplek (kronis)

Adalah sebagian besar glaukoma (90% - 95%), yang meliputi kedua


belah mata, disebut sudut terbuka karena humor aqueous mempunyai pintu
terbuka kejaringan trabekuler. Sudut bilik depan terbuka normal, pengaliran
dihambat karena adanya perubahan degeratif jaringan trebuekuler, saluran
schelem dan saluran yang berdekatan. adanya hambatan aliran AgH tidak
secepat

produksi,

bila

berlangsung

secara

terus

menerus,

maka

menyebabkan degenerasi syaraf optik, sel gangglion, atropi iris dan siliare.

Gejala yang timbul awal biasanya tidak ada kelainan biasanya diketahui
dengan adanya peningkatan IOP dan sudut ruang anterior normal seperti:
mata terasa berat, pening, pengelihatan kabur, halo di sekitar cahaya,
kelainan lapang pandang , membesarnya titik buta.

2.

Glaukoma sudut tertutup/sudut sempit (akut)

Adalah terganggunya aliran akibat tertutupnya atau terjadinya


penyempitan sudut antara iris dan kornea, serangan intermiten, tekanan
normal bila sudut terbuka, kedaruratan mata akut
Disebut sudut tertutup karena ruang anterior secara anatomis
menyempit sehingga iris terdorong kedepan, menempel kejaringan trabekuler
dan menghambat humor aquaeos mengalir kesaluran schelemm. Dimana
terjadinya penyempitan sudut dan perubahan iris ke anterior, mengakibatkan
terjadi penekanan kornea dan menutup sudut mata, AqH tidak bisa mengakir
keluar, bilik mata depan menjadi dangkal. Gejala yang timbul dari penutupan
yang tiba-tiba dan meningkatnya IOP, adalah: nyeri selama beberapa jam dan
hilang kalau tidur sebentar, TIO >75 mmHg, halo disekitar cahaya, headache,
mual, muntah, bradikardi, pengelihatan kabur dan berkabut serta odema
pada kornea. Bila terjadi penempelan iris menyebabkan dilatasi pupil dan jika
tidak ditangani bisa terjadi kebutaan dan nyeri yang hebat.

3.

Glaukoma Kongenital

Adalah perkembangan abnormal dari sudut filtrasi dapat terjadi


sekunder terhdap kelainan mata systemik jarang (0,05%) manifestasi klinik
biasanya adanya pembesaran mata, lakrimasi, fotofobia blepharospme.

4.

Glaukoma sekunder

Adalah glaukoma yang terjadi dari peradangan mata, perubahan


pembuluh darah, trauma. Dengan gejala yang hampir mirip dengan sudut
terbuka dan sudut tertutup tergantung pada penyebab

7. Apa saja komplikasi yang mungkin muncul pada penyakit ini!


Komplikasi dari glaukoma yaitu hilang penglihatan sebagian atau seluruhnya
(total) akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut. Kondisi
mata pada kebutaan yaitu kornea terlihat keruh, bilik mata dangkal, papil
atrofi dengan ekskavasi (penggaungan) glaukomatosa, mata keras seperti
batu dan dengan rasa sakit. Mata dengan kebutaan mengakibatkan
penyumbatan pembuluh darah sehingga menimbulkan penyulit berupa
neovaskularisasi pada iris yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat.
Pengobatan kebutaan ini dapat dilakukan dengan memberikan sinar beta
pada badan siliar untuk menekan fungsi badan siliar, alcohol retrobulbar atau
melakukan pengangkatan bola mata karena mata sudah tidak bisa berfungsi
dan memberikan rasa sakit.
Katarak, katarak ini terjadi karna protein-protein dalam lensa mata klien
pecah hal ini disebabkan karna mata tua atau Perubahan fisik dan Kimia
didalam lensa yang mengakibatkan hilangnya transparansi, perubahan pada
serabut halus multiple (zunula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar

daerah di luar lensa Misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami


distorsi. Perubahan Kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan
koagulasi. Sehingga mengakibatkan pandangan dengan menghambat
jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein
lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini
mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar.
Retinopati diabetika hal ini karna banyak nya kandungan asam ,
retinoblastoma.

8. Bagaimana penatalaksanaan medis farmakologi dan


nonfarmakologi(mekanisme kerja, indikasi,kontraindikasi)!
Farmakologi
Pemilihan pengobatan glaukoma dapat dibagi berdasarkan jenis
glaukomanya sebagai berikut :
1. Glaukoma sudut terbuka
Obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut
terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya
timolol, betaxolol, carteolol, levobunolol atau metipranolol), yang
kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.
Juga diberikan pilocarpine untuk memperkecil pupil dan
meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya
yang juga diberikan adalah epinephrine, dipivephrine dan carbacol
(untuk

memperbaiki

pengaliran

cairan

atau

mengurangi

pembentukan cairan).
Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau
efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka

dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari


bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam
iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris
(iridotomi).
Terapi : Turunkan tekanan intraokuler sampai tekanan yang
aman bagi mata tersebut, dengan prinsip pemakaian sesedikit
mungkin obat dengan dosis sekecil mungkin.

Obat :
- Timolol atau Betaxolol tetes mata 0,25 - 0,50 %, 2 kali sehari,
dan atau
- Pilokarpin tetes mata 1 - 4 %, 4-6 kali sehari, dan atau
- Acetazolamide tablet 250 mg, 3-4 kali sehari..

Operasi :
- Trabekuloplasti dengan laser, atau
- Trabekulektomi, atau
- Pemasangan implant untuk filtrasi.
Waspada : anggota keluarga perlu diperiksa

1. Glaukoma sudut tertutup

Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan


menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor
karbonik anhidrase (misalnya acetazolamide/ diamox). Tetes mata
pilocarpine menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan
membuka saluran yang tersumbat.
Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata
beta blocker. Setelah suatu serangan, pemberian pilocarpine dan
beta blocker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus
dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan
biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).
Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu
mencegah

serangan

berikutnya

dan

seringkali

bisa

menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak


dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk
membuat lubang pada iris. Jika kedua mata memiliki saluran yang
sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi
pada salah satu mata.

Terapi :
Inti nya hal yang harus segera dilakukkan adalah menurunkan tekanan
intraokuler. Yang bisa dilakukan dengan pemberian :

zat hiperosmotik untuk mengurangi volume badan kaca sehingga lensa


dan iris akan bergerak ke posterior, hal ini akan membantu pembukaan
sudut yang tertutup tersebut. Misal diberikan gliserol 50 %, 1-1,5
mg/kgBB per os, 1 kali. Atau infus Mannitol 20 %, 1-1,5 mg/kgBB, dalam
45 menit.

Acetazolamide 62,5-500 mg per os, 3-4 kali sehari. - Timolol/betaxolol


0,25 - 0,50 % tetes mata, 2 kali sehari. - Pilokarpin 2 -4 % tetes mata, 34 kali sehari.

Setelah serangan akut teratasi/tekanan turun dan sudut sudah terbuka,


maka segera dilakukan iridektomi perifer atau iridotomi dengan laser pada
mata tersebut, sedangkan untuk mata yang satu dilakukan juga iridektomi
perifer / iridotomi laser sebagai tindakan preventif. Untuk mata yang sehat
jika tidak dilakukan iridektomi perifer dapat diberikan pilokarpin dan timolol
untuk mencegah penutupan sudut. Jika setelah tekanan turun sudut tidak
dapat terbuka kembali maka lakukan operasi filtrasi misal trabekulektomi.
Jika 24 jam tekanan tidak turun maka lakukan segera operasi filtrasi.
1.

Glaukoma sekunder
Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. Jika
penyebabnya adalah peradangan, diberikan corticosteroid dan obat
untuk melebarkan pupil. Kadang dilakukan pembedahan.

2. Glaukoma kongenitalis
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Gambar : mata penderita glaukoma yang sering terjadi

Sedangkan jenis obat yang beredar di pasaran adalah sebagai berikut :


a. Brinzolamide
Brinzolamide adalah penghambat karbonik anhidrasi yang
digunakan pada mata dengan kadar 1 %. Brinzolamide digunakan
untuk mengobati tekanan yang meningkat pada mata karena
glaukoma sudut terbuka. Brinzolamide juga digunakan untuk
mengatasi kondisi yang disebut hipertensi pada mata.
b. Timolol maleate
Timolol maleate adalah penghambat reseptor beta adrenergik
non selektif yang digunakan untuk pengobatan glaukoma dalam
bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 0,25%, 0,5% dan 0,68%.
Sama seperti Brinzolamide, Timolol maleate mengurangi tekanan
pada mata akibat glaukoma.

c. Betaxolol HCl
Betaxolol HCl adalah penghambat reseptor beta1 selektif yang
digunakan untuk pengobatan glaukoma dalam bentuk sediaan gel
untuk mata dengan kadar 0,1% dan tetes mata dengan kadar 0,5%.
d. Latonoprost
Latonoprost

digunakan

untuk

mengontrol

perkembangan

glaukoma atau hipertensi mata. Latonoprost adalah senyawa analog


prostglandin yang bekerja dengan cara meningkatkan pengeluaran
cairan dari mata.Tersedia dalam bentuk tetes mata dengan kadar
0,005%, dan juga dikombinasi dengan Timolol maleate.
e. Xalatan
Kandungan
Indikasi

: Latanoprost
: Menurunkan peningkatan TIO pd penderita
glaukoma sudut terbuka dan hipertensi okular yg
tdk memberikan toleransi atau kuran memberikan
respon thdp terapi penurunan TIO.

Efek Samping

: Sedikit rasa tdk nyaman pd mata, hiperemis


konjungtiva ringan s/d sedang, erosi epitel
pungtata

sepintas,

penglihatan

kabur,

peningkatan pigmentasi iris, bulu mata gelap,


tebal dan memanjang. Jarang: kulit palpebra
menghitam

Perhatian

: Inflamasi, neovaskular, glaukoma sudut tertutup


atau kongenital, glaukoma sudut terbuka pd
pasien

pseudofakia,

glaukoma

pigmentari,

serangan akut dr glaukoma sudut tertutup, hamil,


laktasi, penggunaan lensa kontak, kerusakan
hati/ ginjal
Dosis

: 1 tetes/ hr pd mata

f. Manitol
Indikasi

:Diuretik osmotik mungkin bisa digunakan untuk


beberapa tujuan yang jelas dan terpisah, tetapi
semua tergantung pada sifat darasnya. Manitol
digunakan misalnya untuk profilaksis gagal ginjal
akut, suatu keadaan yang dapat timbul akibat
operasi

jantung,

luka

traumatik

berat,

dan

menderita ikterus berat. Manitol juga banyak


digunakan

untuk

menurunkan

tekanan

serebrospinal dan tekanan intraokuler, serta pada


pengelolaan terhadap reaksi hemolitik transfusi.
Manitol bekerja dengan menekan efek osmotik
cairan tubular, menghambat reabsorpsi air, dan
menjaga laju aliran urin dengan syarat membran
normal. Hal ini melindungi ginjal dari kerusakan.

Manitol juga dapat meningkatkan aliran plasma


ginjal

yang

menyebabkan

efek

vasodilatasi,

sehingga manitol dapat digunakan untuk evaluasi


oligouria akut dan keadaan penurunan pada
sebagian

fungsi

glomerulus

seperti

pada

kehilangan cairan tubuh yang berlebih.


Kontra Indikasi

: Pada penanganan perdarahan intrakranial atau


penyakit serebrovaskuler dengan tanda-tanda
peningkatan

tekanan

intrakranial

dapat

pula

diberikan manitol sebagai anti udem. Manitol


jarang diberikan dalam kasus gagal ginjal kronis
kecuali pada keadaan yang menyertai dialysis
disegr sisequilibrium syndrome. Dalam hal ini
kerja manitol mengurangi udem serebral yang
menyebabkan mual, muntah, tremor, dan kejang.
Manitol dapat pula digunakan untuk mengeluarkan
racun dan obat pada kasus keracunan atau over
dosis obat.
Pada penderita payah jantung pemberian
manitol berbahaya, karena volume darah yang
beredar meningkat sehingga memperberat kerja
jantung yang telah gagal. Pemberian manitol juga
dikontraindikasikan pada penyakit ginjal dengan
anuria, kongesti atau udem paru yang berat,
dehidrasi hebat, dan perdarahan intra kranial,
kecuali bila akan dilakukan kraniotomi, serta pada
pasien yang hipersensitivitas terhadap manitol.

Untuk pemilihan obat glaukoma yang tepat sesuai kebutuhan dan


keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke
dokter.

Non farmakologi
1. Terapi Laser
a. Iridektomi Laser
Terapi

ini

digunakan

untuk

mengurangi

tekanan

dangan

mengeluarkan bagian iris untuk membangun kembali outflow


aqueus humor.
Indikasi

: Iridektomi diindikasikan untuk glauckoma


sudut tertutup dengan blok pupil, iridektomi
juga

diindikasikan

unruk

mencegah

terjadinya blok pupil pada mata yang


beresiko yang ditetapkan melalui evaluasi
gonioskopi. Iridektomi laser juga dilakukan
pada serangan glaukoma akut dan pada
mata

kontra-lateral

dengan

potensial

glaukoma akut.
Kontra Indikasi

: Iridektomi laser tidak dapat dilakukan pada


mata dengan rubeosis iridis karena dapat
terjadi perdarahan. Resiko perdarahan
juga

meningkat

menggunakan

pada

pasien

anti-koagulan

yang

sistemik,

seperti aspirin. Walaupun laser iridektomi

tidak membantu dalam kasus glaukoma


sudut

tertutup

yang

disebabkan

oleh

mekanisme blok pupil, tetapi kadangkadang laser iridektomi perlu dilakukan


unutk mencegah terjadinya blok pupil pada
pasien dengan sudut bilik mata tertutup.
Pertimbangan sebelum operasi

Pada

tertutup
mengalami

glaukoma

sudut

akut

sering

kesulitan

saat

melakukan iridektomi laser


karena kornea keruh, sudut
bilik

mata

dangkal,

pembengkakan iris. Sebelum


dilakukan

laser

harus

diberikan

inisial

gliserin

topikal

untuk

memperbaiki

edema kornea agar mudah


untuk mempenetrasi kripta
iris.
Teknik : Pada umumnya iridektomi menggunakan argon laser
tetapi pada keadaan kongesti, edem dan inflamasi akibat
serangan

akut, teknik ini sulit dilakukan. Setelah

dilakukan identasi gonioskopi, kekuatan inisial diatur


dalam 0,02-0,1 detik dan kekuatan 500-1000 mW.
Biasanya

teknik

yang

digunakan

adalah

teknik

pewarnaan iris, komplikasi dari argon laser adalah


sinekia posterior, katarak lokal, meningkatnya tekakan

inraokular, iritis, lubang iridektomi lebih cepat tertutup


kembali dan terbakarnya kornea dan retina.

Perawatan setelah operasi


Perdarahan dapat terjadi ditempat iridektomi. Pada perdarahan
ringan dapat diatasi dengan terapi anti-koagulasi. Namun pada pasien
yang mengalami kelainan pembekuan darah dapat diatasi dengan
argon laser karena argon laser dapat membantu proses koagulasi
pembuluh darah. Peningkatan tekanan intaokular dapat terjadi setelah
operasi. Apabila terjadi inflamasi maka dapat disembuhkan dengan
menggunakan kortikosteroid topikal.
Komplikasi : Pada umunya komplikasi yang sering terjadi meliptui
kerusakan lokal pada lensa dan kornea, ablasio retina,
pendarahan, gangguan visus dan tekanan intraokular
meningkat.

A. Iridoplasti Laser
Merupakan tindakan alternatif jika tekanan intraocular gagal
diturunkan secara intensif dengan terapi medika mentosa bila
tekanan intraokularnya tetap sekitar 40 mmHg, visus jelek, kornea
edema, dan pupil tetap dilatasi. Pada laser iridoplasti ini
pengaturannya berbeda dengan penganturan pada laser iridektomi.
Di sini pengaturannya dibuat sesuai untuk membakar iris agar otot
sfingter iris berkonraksi sehingga iris bergeser kemudian sudut pun

terbuka. Agar laser iridoplasti berhasil maka titik tembakan harus


besar, powernya rendah, dan waktunya lama.
B. Trabekuloplasti laser
Penggunaan laser (biasanya argon) untuk menimbulkan
luka bakar melalui suatu goniolensa ke jaringan trabekular dapat
mempermudah aliran ke luar humor akueus karena efek luka bakar
tersebut pada jaringan trabekular dan kanalis Schlemm serta
terjadinya proses-proses selular yang meningkatkan fungsi jaringan
trabekular. Teknik ini dapat diterapkan untuk berbagai macam
bentuk glaukoma sudut terbuka dan hasilnya bervariasi tergantung
pada penyebab yang mendasari. Penurunan tekanan biasanya
memungkinkan

pengurangan

terapi

medis

dan

penundaan

tindakan bedah glaukoma. Pengobatan dapat diulang. Penelitianpenelitian terakhir memperlihatkan peran trabekuloplasti laser
untuk terapi awal glaukoma sudut terbuka primer.

1.

Terapi Bedah
A. Iridektomi bedah Insisi
Dikerjakan pada kasus glaukoma sudut tertutup sebagai
tindakan pencegahan. Dilakukan untuk mengangkat sebagian
iris untuk memungkinkan aliran humor aqueus dari kamera
posterior ke kamera anterior. Diindikasikan pada penanganan
galukoma dengan penyumbatan pupil bila pembedahan laser
tidak berhasil atau tidak tersedia. Pupil dibuat semiosis dengam

menggunakan miotik tetes atau asetilkolin intra kamera.


Kemudian dilakukan insisi 3mm pada kornea sklera 1 mm
dibelakang limbus. Insisi dilakukan agar iris prolaps. Bibir insisi
bagian posterior ditekan sehingga iris perifer hamper selalu
prolaps lewat insisi dan kemudian dilakukan iridektomi. Bibir
insisi posterior ditekan lagi diikuti dengan reposisi pinggir
iridektoni. Luka insisi kornea ditutup dengan satu jahitan atau
lebih, dan bilik mata depan dibentuk kembali. Setelah operasi
selesai, fluoresen sering digunakan untuk menentukan ada
tidaknya kebocoran pada bekas insisi. Oleh karena kebocoran
dapat meningkatkan komplikasi seperti bilik mata depan
dangkal.

B.

Trabekulektomi
Dilakukan untuk menciptakan saluran pengaliran baru
melalui sklera. Dilakukan dengan melakukan diseksi flap
ketebalan setengah (half-tickness) sklera dengan engsel di
limbus. Satu segmen jaringan trabekula diangkat, flap sklera
ditutup kembali dan konjungtiva dijahit rapat untuk mencegah
kebocoran cairan aqueus. Trabekulektomi meningkatkan aliran
keluar humor aqueus dengan memintas struktur pengaliran
yang alamoah. Ketika cairan mengalir melalui saluran baru ini,
akan terbentuk bleb (gelembung). Dapat diobservasi pada
pemeriksaan konjungtiva. Persiapan Sebelum Operasiyaitu
pembahasan ditujukan untuk memperbaiki penglihatan dan

biasanya dikerjakan secara berencana, kecuali pada kasuskasus yang tidak biasa, misalnya lensa hipermature yang sejak
awal telah memberikan ancaman terjadinya reptura.

Indikasi

: Tindakan trabekulektomi dilakukan pada


keadaan glaukoma akut yang berat atau
setelah

kegagalan

tindakan

iridektomi

perifer.

Komplikasi

: Setelah prosedur filtrasi meliputi hipotoni


(TIO rendah yang tidak normal), hifema
(darah di kamera anterior mata), infeksi
dan kegagalan filtrasi.

Glaukoma

sudut

tertutup

akut

merupakan

keadaan DARURAT

OFTALMOLOGI. Tindakan yang dapat dilakukan adalah :


a. Pertama-tama
asetazolamid

TURUNKAN
(iv

atau oral)

TEKANAN INTRAOKULER,
BERSAMA

dengan

obat

dengan
topikal

(sikloplegik pilokarpin 2-4% 4-6 dd 1 gtt. Dapat diganti latanoprost,


apraklonidin, timolol 0.25-0.5%).

Pilokarpin untuk kontraksi siliar dan mengkonstriksi pupil agar tidak


terjadi iskemia iris. Sudah jarang dipakai dan banyak digantikan oleh
latanoprost.
1.

Timolol dan apraklonidin mengurangi produksi aqueous humour.


2. Steroid

topikal

kadang

dipakai

untukmengurangi

inflamasi

intraokuler sekunder.
3. Zat

hiperosmolar

(manitol,

gliserin) kadang

dipakai

untuk

mengurangi volume vitreous.


b. Setelah
PERIFER

tekanan
dengan

intraokuler

turun,

laser Nd-YAG.

lakukan operasi

Tujuan

operasi

IRIDOTOMI

adalah

untuk

membuat hubungan permanen antara bilik mata depan dan belakang


agar iris bombe terlepas. Tindakan yang juga dapat dilakukan:
TRABEKULEKTOMI. Syaratnya belum ada sinekia anterior perifer. Jika
gagal lakukan:
1. ALPI (argon laser peripheral iridoplasty).
2. IRIDEKTOMI PERIFER (operasi biasa).
-

Jika unilateral, MATA KONTRALATERAL perlu diberi tindakan


IRIDOTOMI PERIFER LASER yang bertujuan PROFILAKSIS.

9. Sebutkan dan jelaskan pemeriksaan penunjang pada kasus ini!


PemeriksaanPenunjang:

1. Pemeriksaan retina
2. Pengukuran tekanan intraokuler dengan menggunakan tonometri
3. Pemeriksaan lapang pandang
4. Pemeriksaan ketajaman penglihatan
5. Pemeriksaan refraksi
6. Respon refleks pupil
7. Pemeriksaan slit lamp.

10. Bagaimana tindakan keperawatan mandiri dan pendidikan


kesehatan secara umum yang dapat diberikan pada klien?
Pendidikan Kesehatan :
1. Kita sebagai perawat memberikan penjelasan tentang apa itu
glaukoma, proses terjadinya glaukoma, namun dengan bahasa yang
sederhana saja agar pasien dan keluarga mudah mengerti maksud
kita. Kita juga menjelaskan tindakan apa saja yang akan kita lakukan
selama pengobatan.
2. Menjelaskan cara pencegahan glaukoma adalah dengan deteksi
sedini mungkin. Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya
glaukoma sudut terbuka. Jika penyakit ini ditemukan secara dini,
maka hilangnya fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah
dengan pengobatan. Hal tersebut kita jelaskan kepada pasien dan
keluarganya agar mereka mengerti, dan tetap menggunakan bahasa
sederhana agar pasien dan keluarganya dapat mengerti maksud kita.
3. Mengingat hilangnya penglihatan secara permanen yang disebabkan
oleh glaukoma, anjurkan pasien memperhatikan kesehatan matanya
dengan cara melakukan pengukuran tekanan bola mata secara rutin
setiap 3 tahun, terutama bagi yang usianya di atas 40 tahun.
Jelaskan juga faktor risiko lain yang perlu diwaspadai adalah mereka
yang memiliki riwayat keluarga penderita glaukoma, mata minus

tinggi atau plus tinggi (miopia), serta penderita penyakit sistemik


seperti diabetes atau kelainan vaskular (jantung).
4. Nutrisi yang adekuat (banyak mengandung vitamin A dan Beta
Karoten). Faktor risiko pada seseorang yang bisa menderita
glaukoma adalah seperti diabetes mellitus dan hipertensi, untuk itu
bagi yang menderita diabetes mellitus dianjurkan untuk mengurangi
mengkonsumsi

gula

agar

tidak

terjadi

komplikasi

glaukoma,

sedangkan untuk penderita hipertensi dianjurkan untuk diet rendah


garam karena jika tekanan darah naik cepat akan menaikkan tekanan
bola mata.
5. Jelaskan juga bahwa Gaya Hidup (Life style) yang sehat seperti
menghindari

merokok

dan

olahraga

teratur.

Olahraga

dapat

merendahkan tekanan bola mata sedikit.


6. Jelaskan juga pencegahan lanjutan bagi yang sudah menderita
glaukoma agar tidak bertambah parah/untuk mencegah tingginya

tekanan intraokuler yaitu :


Jangan cepat emosi,
Jangan membaca dekat karena pupil akan menjadi kecil sehingga

glaucoma akan memblok pupil,


Jangan memakai obat simpatomimetik karena pupil akan melebar

(dilatasi)
Mengurangi stress
Diet rendah Natrium
Pembatasan kafein
Mencegah konstipasi
Mencegah manuver valsava seperti batuk, bersin, dan mengejan
karena akan meningkatkan TIO.

11. Jelaskan pencegahan pada penyakit ini!


Pencegahan glukoma......

Untuk pencegahan glukoma tidak ada yang spesial, untuk pencegahannya


sama seperti kebanyakan penyakit mata lainnya. Yang dapat kita lakukan
adalah bagi pria atau wanita yang berusi lebih dari 35 tahun diharapkan lebih
sering periksa mata ke dokter spesialis, karena pada usia 35 tahun ke atas
anatomi dan fisiologi mata mulai berubah. Mata berkerut, pandangan kabur,
dll. Pada usia 35 tahun hal lain yang dapat kita lakukan untuk mencegah
glukoma adalah dengan melakukan hal-hal berikut;
1. Menonton Televisi Jangan Terlalu Dekat
Jarak yang aman untuk menonton televisi kalau tidak salah 2 meter
untuk tv ukuran 14 inchi. Untuk layar yang lebih lebar otomatis
jaraknya lebih jauh. Nonton layar bioskop pun sebaiknya mengambil
kursi yang paling belakang.
2. Bekerja / Bermain Komputer Jangan Terlalu Lama
Biasakan memberi waktu dalam beraktivitas di depan layar komputer.
Misalnya setiap 15 atau 30 menit sekali beristirahat melihat yang jauhjauh selama lima sampai sepuluh menit agar mata tidak selalu dalam
keadaan tegang karena melihat layar dengan jarak yang sangat dekat.
3. Bermain Video Game Jangan Terlalu Dekat
Anak-anak jaman sekarang banyak yang cuek terhadap kesehatan
mata. Ini dapat kita lihat dengan banyak yang main ps / playstation
atau vido game sejenis lainnya dekat dengan layar tv. Sebaiknya
biasakan marahi anak yang bermain game terlalu dekat. Jaraknya
mirip dengan poin nomor 1 di atas.
4. Membaca Buku
Jarak yang aman membaca buku adalah 30 cm. Bila terlalu dekat
dapat membuat mata tegang dan mengakibatkan rabun jauh dalam
jangka panjang. Membaca buku juga tidak boleh sambil tiduran.
Penerangan pun juga harus cukup misalnya dengan lampu neon yang
terang. Dengan demikian kesehatan mata akan tetap terjaga.
5. Hindari Debu Dan Polusi
Bagi anda yang sering beraktivitas di jalan raya seperti tukang ojek,
polisi, polisi cepek, preman, supir angkot, kurir, dan lain sebagainya
sebaiknya menggunakan pelindung mata seperti kacamata dan helm

yang berkaca. Hindari debu yang masuk ke mata karena bisa


membuat mata jadi infeksi dan membuat mata menjadi katarak.
6. Makan Makanan Bergizi, Berserat dan Bervitamin A
Mata butuh asupan zat-zat yang bergizi serta vitamin yang cukup agar
dapat menjaga kondisi tetap fit. Biasakan memakan makanan yang
berserat dan memiliki kandungan gizi yang cukup. Anda juga dapat
mengkonsumsi suplemen atau mekanan yang mengandung vitamin A
eperti wortel, alpukat, tomat, pepaya, dan lain sebagainya.
Jagalah kesehatan mata anda agar anda tidak tersiksa karena harus
memakai kacamata terus-menerus. Dengan mata yang sehat anda punya
banyak peluang untuk tembus tes-tes kesehatan yang mengharuskan mata
anda sehat wal-afiat. Hubungi dokter setiap anda punya masalah dengan
mata. Selamat mencoba.

12. Buatlah rencana asuhan keperawatan pada kasus pre op glukoma


beserta intervensi berdasarkan NANDA pada diagnose yang
mungkin muncul pada soal no 3.
Diagnosa post operasi:
n Diagnosa

NOC

NIC

No
Gan- Gangguan citra tubuh

- Pencapaian citra tubuh:

gguan citra

berkurang yang

peningkatan kesasdarn

tubuh

ditunjukkan dengan citra

pasien dan ketidak

tubuh yang positif, secara

sadaran persepsi

konsisten menunjukkan

danntingkah laku

distorsi kontrol pikir,

terhadap tbuh pasien.

trauma

b.d

resolusi berduka (terdapat


tingkat yang luas),
penyesuaian psikososial

Aktivitas keperawatan:

- Kaji dan dokumentasi

substansial: perubahan

respon verbal dan non

kehidupan,dan harga diri

verbal pasien tentang

yang positif

tubuh pasien.

- Menunjukkan citra tubuh,

R:

untuk

mengetahui

yang ditandai dengan

perasaan

indikator kekonsistenan

tidak

sbg berikut ( dengan

tersampaikan .

ketentuan 1-5: tidak

pasien

yang
dapat

- Tentukan harapan pasien

pernah, jarang, kadang-

tentang gambaran tubuh

kadang, atau positif).

berdasarkan tahap

- Pasien akan
mengindentifikasi
kekuatan personal
- Pengakuan terhadap
perubahan aktual pada
fungsi tubuh.
- Mengungkapkan
keinginan untuk
menggunakna sumber
yang disarankan setelah
keluar dari RS.

perkembangan
R:

untuk

motivasi

menemukan
klien

dalam

mencapai kesembuhan
- Tentukan apakah ada
perubahan fisik saat ini
telah dikaitkan dengan
perkembangan tubuh
pasien
R:

mengetahui

hasil

tindakan dan menentukan


tindakan selanjutnya
- Rujuk ke layanan sosial
untuk merencanakan
perawatan dengan pasien
atau keluarga.

R:

membantu

klien

memperoleh

percaya

dirinya kembali
- Dengarkan pasien atau
keluarga secara aktif dan
akui realitas adanya
perhatian terhadap
perawatan, kemajuan dan
prognosis
R: memberikan masukan
poitif

terhadap

perkembangan klien
2

Intol -klien

mentoleransikan

eransi

aktivitas

yang

biasa

aktivitas

dilkukan dan ditunjukkan

b.d

dengan

kelemahan

penghematan energi, dan

umum

perawatan

daya
diri,

-Terapi Aktivitas
-Pengelolaan

tahan energi
Aktivitas

kriteria keperawatan:

evaluasi:
1.

Intervensi :

1)Kaji

mengedentifikasikan respon,sosial dan spritual

aktivitas/situasi

yang terhadap aktivitas

menimbulkan kecemasan
2.mengungkap
verbal
tentang

secara sosial

dan

pemahaman mempengaruhi

spritual
motivasi

kebutuhan dan aktivitas.

oksigen,pengubatan
perawatan

R: )Respon, emosi,

yang

dan

2)Tentukan

dapat penyebab keletihan(mis :

meningkatkan aktivitas
3.menampilkan
kehidupan
(AKS)

karena perawatan nyeri,

aktivitas dan pengobatan)


sehari-hari

&

R:

2)penyebab

beberapa keletihan

bantuan

yang

memberikan

jelas

arah

yang

tepat dalam pencegahan


3)pantau
istirahat

pola

klien

dan

lamanya waktu tidur


R: )pola istirahat
dan lamanya waktu tidur
sangat

mempengaruhi

dalam aktivitas
4)Kolaborasikan
dengan ahli okupasi,fisik
atau

rekreasi

untuk

merencenakan

dan

memantau
aktivitas,sesuai

dengan

kebutuhan.
R:

Mengkalobarasikan
dengan ahli okupasi/fisik
sangat

penting

dalam

proses penyembuhan.
Resi- Faktor resiko akan hilang - Pemberian

3
ko

infeksi

b.d

faktor

resiko

dengan dibuktikan oleh

imunisasi/vaksinasi:

keadekuatan status imun

pemberisan imunisasi

pasien

untuk mencegah penyakit

- Pasien akan terbebas dari

menular.

tanda atau gejala infeksi - Pengendalian infeksi:


- Menunjukkan higiene
pribadi yang adekuat
- Mengindikasikan status

meminimalkan penularan
agens infeksius
- Perlindungan terhadap

gastrointestinal,

infeksi: mencegah dan

pernapasan,

mendeteksi dini infeksi

genitourinaria, dan imun

pada pasien yang

dalma batas normal

beresiko
Aktivitas keperawatan:
- Pantau tanda dan gejala
infeksi (misalnya, suhu
tubuh denyut jantung,
pembuangan,
penampilan luka, sekresi,
penampilan urine, suhu
kulit, lesi kulit, eletihan,
dan malaise.
- Pantau hasil laboratorium
- Kaji faktor yang
meningkatkan serangan
infeksi
- Jelaskan kepada
pasien/keluarga mengapa
sakit dan pengobatan
meningkatkan resiko
terhadap infeksi.
- Ajarkan pasien tehnik

mencuci tangan yang


4

benar
Intervensi prioritas NIC :
Pemberian analgesik

Nye- Terpenuhinya rasa


ri akut b.d

nyaman dengan kriteria

penggunaan agens-agens

agen injury nyeri akan berkurang.


- Pasien akan berkurang
fisik
kegelisahan atau

farmakologi

untuk

mengurangi

menghilangkan nyeri.
Penatalaksanaan nyeri :

ketegangan ototnya
- Pasien akan
menggunakan tindakan

meringankan

atau

mengurangi nyeri dengan

mengurangi nyeri sampai

analgesik dan

pada tingkat kenyamanan

nonanalgesik.

yang dapat diterima oleh


pasien.

Aktivitas keperawatan :
1. Lakukan pengkajian nyeri
yang komprahensif
meliputi lokasi,
karakteristik,
awitan/durasi, frekuensi,
kualitas, intensitas atau
keparahan nyeri.
Rasional : Mempengaruhi
pilihan/pengawasan
keefektifan intervensi.
2. Observasi isyarat
ketidaknyamanan
nonverbal.
Rasional : Tingkat ansietas

dapat

mempengaruhi

persepsi / reaksi terhadap


nyeri.
3. ajarkan untuk teknik
nonfarmakologi misal
relaksasi, guide imajeri,
terapi musik, distraksi.
Rasional:
relaksasi
mengurangi

ketegangan

dan membuat perasaan


lebih nyaman.
4. Kendalikan faktor
lingkungan yang dapat
mempengaruhi respon
pasien terhadap
ketidaknyamanan misal
suhu, lingkungan, cahaya,
kegaduhan.
Rasional: lingkungan yang
kondusif merupakan salah
satu

faktor

penunjang

mempercepat
penyembuhan pasien
5. Kolaborasi : pemberian
Analgetik sesuai indikasi
rasional: Diberikan untuk
menurunkan nyeri
6. Instrksikan kepada pasien
untuk menginformasikan
kepada perawat jika
pengurangan nyeri tidak

dapat dicapai.
Rasional
:
melibatkan
keluarga

pasien

dan

pasien dalam mengetahui


perkembangan

dan

intervensi apa yang akan


dilakukan nanti.
7. Berikan informasi tentang
nyeri, seperti penyebab
nyeri, seberapa lama
akan berlangsung dan
antisipasi
ketidaknyamanan dari
prosedur.
Rasional :
tigkat

mengurangi

kecemasan

klien

terhadap nyeri
8. Kelola nyeri pascaoprasi
awal dengan pemberian
opiat yang terjadwal
(misalnya, setiap 4 jam
atau 36 jam) atau PCA
Rasional : opiat diberikan
untuk mengurangi nyeri
dengan

dosis,

adiseve,

waktu dan indikasi yang


tepat.
9. Laporkan kepada dokter
jika tindakan tidak
berhasil atau jika keluhan

saat ini merupakan


perubahan yang
bermakna dari nyeri
pasien dimasa lalu.
Rasional
:
kolaborasi
dengan tenaga kesehatan
lain akan menumbuhkan
trust yang baik
10. Berikan perawatan yang
tidak terburu-buru,
dengan sikap yang
mendukung.
Rasional : tingkah laku
perawat dalam melakukan
intervensi

akan

berpengaruh

sangat
terhadap

respon klien.
11. Bantu pasien untuk lebih
berfokus pada aktivitas
daripada nyeri/
ketidaknyamanan dengan
melakukan pengalihan
melalui televisi, radio,
tape,dan kunjungan.
Rasional : merupakan
salah satu teknik relaksasi
dengan
perhatian

pengalihan
terhadap

sesuatu yang menarik.


12. Gunakan pendekatan

yang postip dengan


tujuan untuk
mengoptimiskan respon
pasien terhadap analgesik
(misalnya, obat ini akan
mengurangi nyeri anda)
Rasional
:
keyakinan
perawat dalam melakukan
intervensi

sangat

berpengaruh
keyakinan

terhadap
klien

penyakit

akan
dan

kesembuhannya.
13. Eksplorasi perasaan takut
ketagihan. Untuk
menyakinkan pasien,
tanyakan jika tidak
mengalami nyeri, apakah
anda akan tetap
membutuhkan obat ini ?
Rasional : meyakinkan
klien bahwa mereka tidak
akan

ketergantungan

terhadap obat penghilang


nyeri.

13. Buatlah rencana asuhan keperawatan pada kasus post op


glukoma beserta intervensi pada diagnose yang mungkin muncul
pada soal no 3
n

diagnosa

noc

nic

1
Ansietas
ancaman

b.d Tujuan : Cemas hilang Intervensi :


atau atau berkurang
-

perubahan pada
status
kesehatan

Kriteria Hasil:

Kaji

tingkat

ansitas,
derajat

Pasien

tampak

rileks

pengalaman

dan

nyeri/timbul

melaporkan

nya

ansitas menurun
sampai

tiba-tiba

tingkat

kondisi

ketrampilan
pemecahan
masalah

Berikan
informasi yang
akurat

dan

Diskusikan

menggunakan
efektif

jujur.

Pasien
sumber

saat

ini.

Pasien
menunjukkan

dan

pengetahuan

dapat diatasi.
-

gejala

secara

kemungkinan
bahwa
pengawasan
dan
pengobatan

mencegah
kehilangan
penglihatan
tambahan.
-

Dorong pasien
untuk
mengakui
masalah

dan

mengekspresik
an perasaan.
-

Identifikasi
sumber/orang
yang
menolong

2
1. Nyeri akut

Tujuan

b.d agen

Nyeri

hilang

injury fisik

berkurang

: Intervensi :
atau
-

kaji

tipe

intensitas dan
Kriteria

lokasi nyeri

hasil :
-

kaji

tingkatan

pasien

skala

mendemonstrasi

untuk

kan

menentukan

pengetahuan

dosis

akan

analgesic

penilaian

nyeri

pengontrolan

nyeri

anjurkan
istirahat
ditempat tidur

pasien

dalam ruangan

mengatakan

yang tenang

nyeri
berkurang/hilang

atur

sikap

fowler
-

ekspresi wajah

atau

rileks

300
dalam

posisi nyaman.
-

Hindari

mual,

muntah karena
ini

akan

meningkatkan
TIO
-

Alihkan
perhatian pada
hal-hal

yang

menyenangka
n
-

Berikan
analgesik
sesuai anjuran

3
1. Ganggua
n
persepsi

Tujuan

Penggunaan Intervensi :

penglihatan yang optimal


-

Pastikan

sensori

Kriteria Hasil:

derajat/tipe

penglihat
an

b.d

kehilangan
-

dalam

n resepsi,

sensori

penglihatan

program

pengobatan

transmisi,
asi

akan

berpartisipasi

perubaha

dan/integr

Pasien

Dorong
mengekspresik
an

Pasien

akan

tentang

mempertahanka
n

perasaan

kehilangan

lapang

kemungkinan

ketajaman

kehilangan

penglihatan

penglihatan

tanpa
kehilangan lebih

lanjut.

Tunjukkan
pemberian
tetes

mata,

contoh
menghitung
tetesan,
menikuti
jadwal,

tidak

salah dosis
-

Lakukan
tindakan untuk
membantu
pasien
menanganiket
erbatasan

penglihatan,
contoh,
kurangi
kekacauan,atu
r

perabot,

ingatkan
memutar
kepala

ke

subjek

yang

terlihat;
perbaiki

sinar

suram

dan

masalah
penglihatan
malam.
-

Kolaborasi
obat

sesuai

dengan
indikasi

4
1. Kurang

Tujuan

pengetah

Klien

uan

tentang

menggunakan

mengenai

kondisi,prognosis

identifikasi,

penyakit

dan

b.d

mengetahui

Diskusikan
perlunya

Tunjukkan

kurangny

pengobatannya.

tehnik

benar
Kriteria Hasil:

pemaham
an

yang

terhadap

tetes mata.

pasien
menyatakan

sumber-

pemberian

pemahaman

sumber

mengulang

kondisi,

informasi

Izinkan pasien
tindakan.

prognosis,

dan

pengobatan.

Kaji
pentingnya

Mengidentifikasi

mempertahank

hubungan antar

an jadwal obat,

gejala/tanda
dengan

contoh

proses

mata.

penyakit
-

tetes

Diskusikan
obat

Melakukan

yang

harus

prosedur

dihindari,

dengan benar

contoh

dan

midriatik,

menjelaskan

kelebihan

alasan tindakan

pemakaian
steroid topikal.
-

Identifikasi
efek
samping/reaksi
merugikan dari

pengobatan
(penurunan
nafsu

makan,

mual/muntah,
kelemahan,
jantung

tak

teratur dll.
-

Dorong pasien
membuat
perubahan
yang

perlu

untuk

pola

hidup
-

Dorong
menghindari
aktivitas,sepert
i

mengangkat

berat/men
dorong,
menggunakan
baju ketat dan
sempit.
-

Diskusikan
pertimbangan
diet,
adekuat

cairan
dan

makanan
berserat.
-

Tekankan
pemeriksaan
rutin.

Anjurkan
anggota
keluarga
memeriksa
secara teratur
tanda
glaukoma.

14. Apa yang menyebabkan tekanan bola mata meningkat?


Glaukoma adalah gangguan pada mata yang diakibatkan
tingginya tekanan cairan di dalam bola mata.Di bola mata, memang
ada semacam mekanisme tubuh untuk keluar-masuknya cairan bola
mata agar tekanannya tetap normal (10 - 20 mmHg). Cairan bola mata
ini diproduksi terus menerus oleh kelenjar yang sangat kecil yang
terletak di belakang iris. Fungsinya adalah untuk selalu melumasi
lensa mata dan kornea agar tidak kering. Setelah melumasi, cairan ini
seharusnya dikeluarkan kembali melalui jaringan spons yang juga
amat kecil, sehingga cairannya tidak berlebihan dan tekanan bola

mata tetap normal. Namun, pada beberapa kasus, saluran keluarnya


cairan mata ini tersumbat, akibatnya tekanan cairan makin lama makin
tinggi karena tidak bisa dikeluarkan oleh mata. Jika hal ini terjadi terus
menerus, akan menekan syaraf optikal yang menghantarkan sinyal
dari

otak

ke

mata.

Akibatnya

mata

bisa

kehilangan

daya

penglihatannya sedikit demi sedikit.


15. Sayangnya, glaukoma sampai sekarang belum ada obatnya, dan
kerusakan yang telah ditimbulkan tidak bisa dinormalkan kembali.
Tetapi glaukoma bisa dikontrol agar tidak menjadi semakin parah (ini
jika kondisi penglihatan masih berfungsi walau tidak 100%). Dokter
biasanya akan memberikan obat-obatan yang berfungsi untuk
membantu mengurangi tekanan cairan pada bola mata, namun obat ini
tentunya harus dikonsumsi terus menerus sepanjang hidup agar
kondisi glaukoma tidak memburuk. Jika ternyata pemberian obatobatan dirasa tidak efektif (glaukoma tetap berkembang), maka
biasanya disarankan untuk melakukan tindakan operasi.
Apabila saraf optic mendapat tekanan yang berlebihan, maka
akan menjadi kerusakan disana. Besarnya kerusakan tergantung pada
besarnya dan lamanya tekanan, maupun buruknya liran darah disaraf
optic. Tekanan yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan yang
cepat, sedangkan tekanan yang tidak tinggi akan menyebabkan
kerusakan yang perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan
perlahan-lahan dan akan menyebabkan kebutaan perlahan-lahan pula
apabila tidak segera ditangani.

16. Jelaskan Bagaimana cara pemeriksaan dengan menggunakan


tonometri dan mengapa harus melakukan pemeriksaan
tonometri.!
Pengertian TonometrI
Tonometer adalah alat yang mengeksploitasi sifat fisik mata untuk
mendapatkan tekanan intra okular tanpa perlu mengkanulasi mata.
Fisiologi aquos humor
Tenometer berguna untuk mengukur tekanan intra okuli. Tekanan intra
okuli tergantung dari kecepatan produksi aquos hmor, tahanan
terhadap aliran keluarnya dari mata dan tekanan vena episklera. Nilai
normal tekanan intra okuli 11 21 mmHg (rata rat 16 2,5 mmHg ).

(Sumber : Clinical Opthamologhy hal 186)


Aquos humor dihasilkan oleh korpus siliaris dengan :
-

Aktif sekresi

Pasif sekresi melalui cara ultrafiltrasi dan difusi

Fisiologi aliran keluar aquos humor :


Aquos humor mengalir dari kamera okuli poserior masuk ke kamera
okuli anterior melewati pupil dan dialirkan keluar melalui
a.

trabekular

b.

uveosklearal

c.

iris
Faktor lain yang dapat mempengaruhi tekanan intra okuli :

obat obatan

penekanan pada mata

peningkatan temperatur tubuh

Latihan fisik yang melelahkan

Hormonal

Asupan cairan

Fluktuasi tekanan intra okuli

Peningkatan tekanan vena

Fluktuasi tekanan intra okuli

Peningkatan tekanan vena

Metabolic atau respiratorik asidosis

Tonometer secara umum diklasifikasikan menjadi 2 dua metode :


1.

Metode langsung denagn menggunakan kanul di insersiakn kedalam


bilik mata depan dan salah satu ujung yang lain dihubungkan dengan
alat manometrik untuk mengukur tekanan yang diberikan. Waalau
metode ini merupakan cara yang paling akurat tapi sangat tidak
mungkin oleh karena sangat diluar kelaziman
2. Metode tidak langsung
Metode tidak langsung terbagi menjadi :

- Metode kontak terbagi


- indentasi tonometer
- Applanasi tonometer
- Metode non kontak
- Identasi tonometer
- secara prinsip sebagai alt pengukur
- Jumlah indentasi (depormasi menjadi pipih
- Pada kornea terhadap tekanan yang diberikan

Contoh : tonometer schizot

(Sumber : Clinikal Opthamology hal 189)

Kalibrasi
Semua tonometer harus dikalibrasi untuk mendapatkan hasil yang akurat.
librasi tonometer selalu memerlukan korelasi antara pembacaan aalat dan
pengukuran simultanpembacaan manometrik bila mata dikanulasi.
Dua metode kalibrasi tonometer yang berbeda secara mendasar terbagi
menjadi :
- Metode keran tutup
Prosedur kalibrasi metode keran tertutup, mata dihubungkan pada
manometer secara hidrolik dengan menggunakan kanul lalu ditutup
sehingga mata sementara tidak berhubungan dengan manometer.
Tonometri dilakukan dengan segera.
-

Metode keran terbuka


Prosedur kalibrasi metode keran terbuka, dilakukan pada keadaan yang
sama kecuali keran dibiarkan terbuka, membiarkan tonometer dan
sistem manometer seimbang. Tonometri merupakan alat pengukur
tekanan intra okuler yang harus memenuhi standarisasii sehingga
menghasilkan pengukuran nilai yang sama pada pasien yang sama

Tehnik tehnik Tonometri


Pengukuran tekanan boal mata bukan hanya tergantung dari alat yang
sudah terstandarisasi dan terkalibrasi dengan baik tapi juga ketelitian
serta tekhnik melakukan tonometri.
1. Tonometri digital palpasi
Merupakan pengukuran bola mata dengan jari pemeriksa
- Alat

: Jari telunjuk kedua tangan

- Tehnik :

(Sumber : Dasar tehnik pemeriksaan dalam ilmu penyakit mata hal182)

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan pada saat


pemeriksaan

Pasien disuruh menutup mata

Pandangan kedua mata seakan akan menghadap ke bawah

Jari jari lainnya bersandar pada dahi dan pipi pasien

Kedua jari telunjuk menekan bola mata pada bagian belakang


kornea bergantian

Suatu telunjuk mengimbangi tekanan saat telunjuk lainnya


menekan bola mata

Cara ini memerlukan pengalaman pemeriksa karena terdapat faktor


subjektif. Penilaian dapat dicatat, mata N + 1, N + 2, N + 3, atau N 1,
N 2, N 3yang menyatakan tekanan lebih tinggi atau lebih rendah
dari normal.
2.

Tonometri Schiotz
Merupakan tonometri identasi atau menekan
permukaan kornea (bagian kornea yang
dipipihkan) denagn suatu beban yang dapat
bergerak

bebas

pada

sumbunya.

Bila

tekanan boal mata lebih rendah maka beban


akan menindentasi lebih dalam permukaan
kornea dibandingkan

tekanan boal mata

lebih tinggi. Alat :


Tonometri terdiri dari bagian: frame : skala, penunjuk, pemegang,
tapak berbentuk konkaf
-

Pencelup

Beban : 5,5 mg ; 10 mg ; 15 mg
(Sumber : Clinikal Ophthamology hal 189)

Tehnik :

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan pada saat


pemeriksaan

Pasien diarahkan pada posisi duduk miring atau terlentang dengan


kepala dan mata berada pada posisi vertikal

Mta ditetesi anastesi lokal misalnya panthochain lebih kurang satu


atau dua tetes, ditunggu sampai pasien tidak meras pedas pada
matanya.

Tonometer harus dibersihkan terlebih dahulu

Tonometer diberi pemberat 5,5 gr

Tonometer diperiksa denagn batang penguji

Kelopak mata pasien dibuka denagn telunjuk dan ibu jari, jangan
tertekan bola mata

Pasien diarahkan untuk menatap vertical dapat dibantu denagn alat


(misalnya sinar fiksasi yang berkedip kedip atau ibu jari pasien)

Alat tonometer direndahkan hingga hampir menyentuh kornea,


dinasehatkan agar beberapa detik unuk memiarkan pasien untuk
rileks,

sambil

pemeriksa

mengarahkan

bila

alat

tonometer

diletakkan nantinya berada tepat diatas kornea serta skala harus


pada posisis menghadap pemeriksa

Tonometer Schiotz harus dipastikan terletak pada kornea kemudian


pemeriksa membaca penunjuk pada skala bacaan tonometer.

Alat diangkat daari mata dan subjek diizikan untuk mengedipkan


kelopak matanya.

Bial skala bacaan adalah 4 atau kurang, maka salah satu pemberat
pada pencelup harus ditambah untuk mendapatkan keakuratan
tonometri.

Kemudian pemeriksaan dilanjutkan pada mata yang satunya lagi


sesuai denagn prosedur mata yang erlebih dahul telah diperiksa.

Tonometer harus dibersihkan aau disterilkan bial subjek yang


diperiksa diduga mengidap penyakit menular.

Penilaian :
Hasil pembacaan skala dikonversikan dengan tabe yang telah
ditentukan untuk mengetahui tekanan bola mata dalam milimeter air
raksa.
3. Tonometer Goldman

Merupakan alat untuk mengukur tekanan berdasarkan gaya


(jumlah tenaga yang diberikan) dibagi luas penampang (Kornea) yang
ditekan alat.
Alat :
-

Slit lamp dengan sinar biru

Tonometer applaanasi

Fluorisen stirp

Obat tetes anastesi lokal


(Sumber

Http://en.wikipwdia.org/wiki/tonometry)

(sumber : Clinikal Ophtalmology hal 189)


Tekhnik :

Menjalaskan
pemeriksaan

apa

saja

yang

akan

kia

lakukan

pada

saat

Permukaan depan prisma dibersihkan denagn air dan dikeringkan


dengan tisu kering, bahan yang mungkin meninggalkan residu tosik
bagi retina harus dihindari.

Sulit lamp digeser sesuai dengan posisi yang nyaman bagi


pemeriksa

Penyaring biru dimasukkan kedalam jalur sinar slit lamp dan dibuka
pada posisi yang paling lebar dan harus cukup oblik dari sisi tepi
iluminasi prisma sehingga tidak menimbulkan refleksi yang
mengganggu.

Obat anastesi local ditetes pada kornea, berguna untuk keakuratan


tonometri.

Diberikan zat pendar untuk mengamati batass meniscus kontak


kornea dan tonometer, zat pendar harus segera dibersihan
segera setelah tonometer.

Slit lamp diatur sehingga pasien juga merasa nyaman. Pasien


disuruh manatap lurus kedepan dan menahan kedipan mata.

Slit Lamp digeser sepanjang aksis optikus untuk mencapai


kornea, dengan menggeser joystick kebelakang, keseluruhan
alat bergerak kira kira 2 mm sampai 3 mm anterior ke arah
kornea. Posisi awal harus lebih rendah dari aksis visual
sehingga memungkinkan untuk menyelipkan di bawah bulu
kelopak mata tanpa menyentuhnya, bila perlu kelopak mata
diangkat sedikit lalu prisma diposisikan berada di tengah.

Pemeriksa

mulai

melihat

dari

biomikroskop,

citra

yang

direfleksikan dari ujung tonometer bisa jadi penuntun. Citra


yang tampak menyerupai busur berwarna ungu pucat dan
bergerak sebagaimana posisi disesuaikan. Bila busur tampak
simetris dalam dua pertengahan biprisma, instrument dalam
posisi benar.

Joystick diarahkan kedepan dengan perlahan bila kornea keluar


sedikit dari garis pelurusan bisa disesuaikan sehingga tepi
bagian dala arkus superior dan bagian dalam arkus inferior
saling bertemu dengan tepat

Bagi pemeriksa berpengalaman bila kornea keluar sedikit dari


garis pelurusan bisa disesuaikan tanpa harus menarik kembali
tonometer. Cakra tombol tonometer harus disesuaikan sehingga
tepi bagian dalam arkus superior dan bagian dalam arkus
inferior saling bertemu dan bagian dalam arkus inferior saling
bertemu dengan tepat.

Bila salah satu semilingkaran terganggu, prosedur pemeriksaan


harus diualng.

Bila semilingkaran salin tumpang tindih dan ukuran tidak


berubah saat tombol cakra diubah, maka tonometer telah terlalu
terdorong kedepan dan harus ditarik.

Pasien harus dibiarkan mengedip sebelum presedur ulang


dilakukan

Dianjurkan pemeriksaan dilakukan pada kedua mata

Bila tonometri telah selesai dilakukan prisma dibersihkan


dengan air dan diseka dengan tissue bersih dan kering.
Penilaian
Melalui biomikroskop terlihat gambaran dua semi lingkaran

yang berukuran sama dimana sisi dalam kedua semi lingkaran atas
dan bawah saling bertemu dan sejajar. Niali yang dibaca pada tombol
cakra tonometer dikalikan 10 untuk mendapatkan niali dalam mmHg.

4. Tonometer Perkins
Merupkan tonometer applanasi yang hampir sama dengan
goldmann hanya saja tonometer erkins dapat digunakan dalam bebagi
posisi oleh karena bersifat portable, keakuratannya dapat disamakan
baik dalam posisi vertical atau horizontal, tonometri dapat dilakukan
pada bayi, anak, dan dikamar operasi serta pada kornea yang
mengalami astigmatisma. Tekanan intra ocular dapat lebih akurat dari
pengukuran dengan menggunakan tonometer.
Goldmann jika saat pemeriksaan pasien mau menahan nafas,
melonggarkan dasi, cemas terhadap pemeriksaan dengan memakai
slit lamp, dan dapat digunakan didalam kamar operasi.

Alat :

Bersifat portable
Pencahayaan pada prisma berasal dari baterai.
Tekanan yang diberikan secara manual
Tehnik :

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan pada saat


pemeriksaan

Dianjurkan untuk memakai konsentrat zat pendar yang lebih besar

Dilakukan pada ruangan gelap dan tenaga baterai harus baik


sehingga illuminasi dapat adekuat

Kelopak mata tidak boleh menyentuh tonometer pada saat


pemeriksaan

Pemeriksa harus cermat terhadap kelebihan air mata sehingga


tidak menyamarkan ujung - ujung dari meniscus yang akan
menuntun pada kesalahan besar. Kewaspadaan ini terutama

memeriksa mata pada beberapa hari setelah operasi

5. Tonometer daeger
Merupakan

tonometer

applanasi,

hampir

mirip

dengan

tenometer Goldmann dan perkins. Perbedaannya pada bentuk prisma


yang digunakan serta tekanan yang diberikn berasal dari motor

elektrik,

bersifat

portable.

Membutuhkan

latihan

untuk

menggunakannya dan mempunyai tingkat kesultan yang sama dengan


tonometer Goldmann.
6. Tonometer Mackay- Marg
Merupakan tonometer applanasi, dan cukup akurat unuk
pengukuran tekanan intra okular pada mata yang mengalami sikatrik,
odema atau irregular kornea dan pada mata yang memakai lensa
kontak lunak.
Alat :
Pencelup dengan deameter 15 mm yang sedikit menonjol dari
piringan dasar yang mengelilinginya. Ujung alat ini ditutupi film plasstik
untuk mencegah penularan penyakit.
Penggeraan dari pencelp dimonitor oleh transduser dan
direkam pada kertas.

Tehnik ;

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakuka pada saat


pemeriksaan

Gerakkan perlahan tonometer menuju mata, diaplikasikan pada


kornea dengan perlahan

Indentasi kornea diperlukan untuk memastikan bahwa posisi alat


sudah tepat

Ketidaksiapan pemeriksa atau asien dan terlalu lambatnya


penarikkan dapat menyebabkan terjadi artefak

Kesalahn yang paling sering terjadi adalahmenggerakkan ujung


dan maju secara cepat (pergerakkan cepat menimbulkan gaya
bermakna oleh karena tranduser yang sensitive terhadap tekanan )

Penilaian :

Tonometer (plunger) diletakkan pada kornea


Penilaian : cetakakan pada kertas mulai mennggkat mewakili
tekanan yang diberikan pada plunger.

Ketika seluruh permukaan plunger dengan deameter 1.5 mm


menyentuh kornea. Pada keadaan ini tekanan yang diberikan pada
plunger merupakan akumulasi dari tekanan intra oculer dan
tekanan yang diperlukan untuk merubah bentuk kornea.
Penilaian : cetakan pada kertas mencapai puncak

Kemudian tekanan diteruskan kepiringan yang mengelilingi plunger


Penilaian : cetakan kertas dijumpai takikan

Area aplanasi kornea terus bertambah sebanding luas dan piringan


yang mengellingi plunger

Penilaian : cetakan pada kertas semakin meningkat.

7. Pneumatonometer
Merupakan tonometer yang mempunayi kemampuan sensitifias
seperti tonometer Mackay-Marg. Pengukuran tekanan intra okular
dengan memberikan

tekanan udara pada seluruh struktur kornea

yang digunakan untuk mendatarkan kornea. Beguan untuk kornea


yang irreguller, sikatrik dan odema serta mata yang memakai soft
kontak lens. Dan pada kasus diatas hasil pengukuran tekanan intra
okuler lebih konsisten dan objectif
Alat :
Pompa sumber tekanan udara sebagai pengaktif sensor
Sensor untuk mengukur tekanan udara menjadi signa elektrik
Unit penguat dan pencatat signal serta pengubah tampialn kedalam
rekaman kertas atau dalam bentuk digital
Teknik :

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan pada saat


pemeriksaan

Dapat dilakukan dalam berbagai posisi

Ujung

tonometer

diletkkan

pada

kornea

dan

alat

akan

mengeluarkan bunyi bernada tinnggi

Penilaian :
Hasil pengukuran tampil secara digital atau terekam dalam bentuk
grafik
8. Tono Pen
Merupakan tonometer portable denagn energi dari baterai
Tehnik :

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan pada saat


pemeriksaan

Meletakkan ujung alat tegak lurus pada kornea sampai kornea


pipih

Pengukuran diterima apabila terdengar bunyi klik, pengukuran ini


akan berulang ulang sampai data dirasa cukup dan terdengar
tanda beep yang menyatakan data telah terkumpul.

Penilaian :
Hasil pengukuran tampil secara digital, ditempat berdasarkan nilai rata
rata statistik yang diproses secara electronik
9. Tonometer non kontak

Secara prinsip penggunaan sama denagn tonometer goldmann,


ini mengunakan semburan udara sebagai pengganti prisma untuk
meratakn kornea, sehingga tidak ada kontak langsung antara mata
dengan alat yang dapat mencegah penularan penyakit.

Teknik :

Menjelaskan apa saja yang akan kita lakukan pada saat


pemeriksaan

Mengatur ketinggian alat sehingga posisi pasien tepat

Pasien dilarang untuk berkedip dan menghindar apabila ada


hembusan udura yang mengenai matanya.

Dapat dioprasikan dengan oprasional non medis

Penilaian :
Pengukuran tekanan intra oculer dengan alat tonometer non
kontak sangat singkat, dan hasil pengukuran tampil secara digital pada
layar.
10. Dynamic Contour Tonometry

Merupakan teknik pengukuran terbaru denagn penyesuaian


permukaan kornea
Alat :
Ujung tonometer (tip) yang mempunyai kemampuan penyesuaian
bentuk terhadap kornea (bentuk konkaf denagn diameter 10,5 mm)
Sensor tekanan mini ditanamakan pada ujung trip
Penghasil suara memastiakn posisi tip tepat kontak pada kornea.

17. Apakah tekanan bola mata bias terjadi pada 2 buah bola mata?
Jelaskan!
Gloukoma merupakan kumpulan dari suatu penyakit yang secara
karakteristik

yang

dapat

menimbulkan

optik

neuropati

dengan

ditemukannya penurunan lapang pandang yang penyeb faktor utamanya


yaitu peningkatan TIO. Umumnya TIO normalnya rata rata berkisar 10
-20 mmHg.
Tekanan bola mata bisa terjadi pada kedua belah mata jika
saraf saraf optik pada mata tersebut terjadi kerusakan pada kedua
belah matanya dimana siliaris mata tidak berfungsi dan mengakibatkan
cairan aquos humor

tidak dapat mengalir dan mengakibatkan cairan

menekan pupil karena cairan aquos humor menekan pupil dan kornea
sehingga bola mata menyembul menjadi cembung dan terjadi tekanan
intaokuli, dari penumpukan cairan Aquos humor menumpuk dan dapat
menyebabkan lapang pandang dan lama kelamaan akan menyebabkan
kebutaan.

Saraf optikus

: serat saraf

Humr aquos

: Cairan untuk lensa dan kornea

Humor viterus

: gel transparant untuk mengisi segmen posterior mata

Corpus siliaris : memproduksi aquos humor


Ada tiga faktor yang dapat menentukan tekanan intraokuli :
1.

Keseimbangan antara aquos humor pada sudut oleh badan siliar


2. resistensii daari pengaliran akuos humor pada sudut balik mata depan
menuju sistem jalinan trubukuler kanal schelemm

3.

tekanan tekanan episklera.

Faktor faktor yang menentukan tekanan intraokuler :


1. Usia
2. Variasi diurnal
3. Ras
4. Genetik
5. Kelainan refraksi

18. Mengapa terjadi lapang pandang?


1. Peningkatan tekanan bola mata karena penggaungan papil saraf optik
sehingga menebabkan lapang pandangan mata.
2. Neuropati optic yang disebabkan oleh tekanan intraocular (TIO) yang
relative tinggi, sehingga ditandai oleh kelainan lapang pandang yang
khas dan atrofi papil saraf optic.
A. Penyakit yang ditandai dengan peninggian tekanan intraokuler ini
disebabkan oleh :

1) Bertambahnya produksi cairan mata oleh badan ciliary


2) Berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik
mata atau di celah pupil.
Kelainan lapangan pandang sesuai dengan perjalanan penyakit juga
berubah menjadi lebih padat dan bertambah luas dimana pada awalnya
hanya mengenai separuh lapangan berubah menjadi seluruh lapangan.
Jadi Kesimpulan, Pada pasien ini lapang pandang penderita tidak
terdapat kelainan, tidak terdapat skotoma maupun daerah bjerrum.
penatalaksanaan yag diberikan berupa tetes mata beta bloker untuk
menurunkan tekanan bola mata, dengan cara mengurangi produksi
humor aqueus.

19. Apakah penyakit ini merupakan suatu penyakit keturunan? Bila


ya/tidak jelaskan!
Ya. Glaucoma adalah penyakit keturunan.
Penjelasan ;
Untuk glaukoma jenis tertentu, anggota keluarga penderita glaukoma
mempunyai resiko 6 kali lebih besar untuk terkena glaukoma.
Resiko terbesar adalah kakak-beradik kemudian hubungan orang tua dan
anak-anak. Glaukoma sudut terbuka primer merupakan suatu penyakit
yang dipengaruhi faktor keluarga. Hal ini dapat ditunjukkan oleh
beberapa survei yang dilakukan, namun hasil survei tersebut tidak
lengkap karena tidak mengikut-sertakan anak-anak dan orang yang
belum mencapai umur 40 tahun yang kemungkinan dicurigai menderita
glaukoma. Walaupun demikian hasil survei tersebut cukup bermanfaat
karena dapat menunjukkan adanya indikasi bahwa 1 dari 10 orang pada

garis keturunan pertama atau first degree menderita glaukoma seperti


yang diderita orangtua mereka.
Setiap individu sebenarnya dapat terkena penyakit yang mampu
mencetuskan kebutaan ini. Glaukoma dapat diderita oleh siapa saja
dengan segala usia. Namun, penyakit ini lebih banyak menyerang
individu dengan umur di atas 40 tahun. Glaukoma ini adalah kerusakan
saraf mata yang penyebab utamanya adalah tekanan mata yang tinggi.
Selain itu, pemakai obat tetes mata yang mengandung steroid yang
tidak dikontrol dokter, obat inhaler untuk penderita asma, obat steroid
untuk radang sendi, dan pengasup obat yang memakai steroid secara
rutin lainnya bisa menjadi pemicu faktor risiko timbulnya glaukoma.
Penyakit glaucoma sering kali timbul tanpa gejala sampai pada fase
terakhir. Kecuali pada glaukoma jenis akut-tekanan bola mata tiba-tiba
meninggi sehingga mata terasa sangat sakit.
Kita lihat dari factor resiko :
Orang tua, dimana prevalensi penderita glaukoma makin tinggi seiring
dengan peningkatan usia.
Penderita Diabetes.
Penggunaan medikasi yang mengandung steroid.
Bangsa Africa, Skandinavia, Irlandia, Rusia, dan Amerika.
Riwayat keluarga glaucoma.
Perempuan punya resiko tinggi untuk menderita glaukoma dari pada
pria
Keturunan Jepang beresiko tinggi terkena Normotension glaucoma

penderita myopia (tidak bisa melihat jauh), luka mata, dan suku
bangsa.
Riwayat penyakit diabetes, hipertensi, dan migrain juga menjadi faktor risiko
dari timbulnya penyakit glaucoma

20. Jelaskan Bagaimana terjadinya mekanisme yang menyebabkan


mata merah?
Jawaban : Kemerahan pada mata akibat dilatasi pembuluh
darah.
Penyebab / etiologi
a. Hemorrhagi subkonjungtiva
b. Kongesti vaskuler pada konjungtiva, sklera, atau episkler
Mekanisme mata menjadi merah.
Tekanan osmotik lensa
Influksi air kedalam lensa
Pembengkakan serat serat pada bagian lensa lensa
Yang menyebabkan ruang anterior menyempit
Iris menjadi terdorong makin kedepan
Yang menempel kejaringan trabekular pada mata

Menghambat humor aqueous mengalir kesaluran Schlemen


Tekanan intra okular meningkat
Kongesti cairan aqueous
Kompresi vaskuler sekitar
PD pecah
Terjadi perdarahan
Mata merah
Mekanisme Mual dan Muntah
Gangguan saraf optik,
gangguan hantaran
Intra Okuler Pupil meningkat
Medula Oblongata

Penekanan pembuluh darah


Pelebaran pembuluh darah
Nyeri Periorbital
Aktivasi sistem saraf otonom
Saraf parasimpatik aktif

Supra Chiasmetik
Tekanan Saluran Cerna
Mual dan muntah

Patofisiologi Glaukoma

Produksi Cairan Aqueous Humor Berlebih

badan

silia

Corpus Siliaris
Mengarah Bilik mata belakang
Pupil
Menuju ke Bilik Mata Depan
Sudut Bilik Mata Depan

INTINYA : masuk dan melewati kanal schlem karena sel


saraf saraf optiiknya mati dan mengakibatkan cairan aqueous
humor berlebih dan cairan itu menekan bagian belakang lalu
kebagian depan retina yang akhirnya menjadi Tekanan Intra Okuler
( TIO )

21. Jelaskan Bagaimana peran perawat dalam melakukan


pemeriksaan funduskopi?
Jawaban :
Tes fundus atau funduskopi dilakukan dengan bantuan
oftalmoskop. Dengan oftalmoskop akan lebih mudah untuk
mengidentifikasi gambaran fundus serta kelainan kelainan
didalamnya. Walaupun peran perawat dalam pemeriksaan ini tidak
terlalu signifikan, tetapi dengan pengetahuan dan pengalaman
yang lama dalam merawat klien disfungsi saraf yang mengenai
saraf kranial II penting untuk mengolaborasikan guna mengetahui
adanya kelainan pada lensa, iris, korpus vitreum, retina, pupil nervi

optisi, serta adanya penilaian papil edema yang penting untuk


intervensi keperawatan selanjutnya.
Teknik pemeriksaan funduskopi :
a. Dengan memegang oftalmoskop dengan tangan kanannya
b. Tangan kirinya diletakkan diatas dahi klien
c. Tangan kiri pemeriksa itu melakukan fiksasi terhadap kepala
klien. Kemudian pemeriksa menyandarkan dahinya pada
dorsum manus tangan kiri yang memegang dahi klien itu,
sehingga mata klien dan pemeriksa saling berhadapan.
d. Selanjutnya pemeriksa menempatkan tepi atas teropong
oftalmoskopi dengan lubang pengintai mengahadap kematanya
diatas alisnya.
e. Setelah
lampu

oftalmoskopi

dinyalakan,

pemeriksa

mengarahkan sinar lampu itu kepupil klien. Selama funduskopi


itu dilakukan klien diminta untuk mengarahkan pandangan
matanya kearah depan.

22. Jelaskan Mengapa terjadi depresi pada bagian nasal?


Depresi disebabbkan adanya peningkatan tekanan bola mata yang
meningkat, sehingga ruang anterior yang terhubung dengan kavum nasal
tertarik tegang dan menyempit

23. Jelaskan tanda dan gejala depresi pada bagian nasal?

Nyeri pada bagian nasal

Kemerahan

Hypertermi

Penurunan lapang pandang

Pusing

24. Mengapa pandangan mata pasien menjadi kabur?


Hambatan Aliran Aquos Humor
Ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam
bola mata
Tekanan bola mata meningkat
bola mata akan membesar
menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata
jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola
mata terjepit dan

rusak

saraf mata tidak dapat mendapatkan aliran darah


saraf mata akan mati
hilangnya pengelihatan
secara kronis (perlahan-lahan)

secara akut (tiba-tiba)

Penanggulangnnya :
Pada dasarnya, kekaburan tidak bisa disembuhkan, karena kekaburan
ini merupakan akibat dari glaucoma yang berakhir pada kebutaan karena
kematian syaraf-syarat yang ada di mata. Tetapi dapat diberikan beberapa
penanganan agar kondisi mata tidak bertambah parah, yakni dengan :
1. Obat Tetes Mata
Obat tetes mata glaukoma adalah bentuk penanganan yang paling
umum dan paling awal diberikan oleh dokter mata. Obat tetes mata
glaukoma harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter. Dokter mata
akan merekomendasikan obat tetes mata glaukoma yang paling sesuai
untuk kondisi mata pasien dan memonitor kondisi mata pasien. Ada
kalanya dokter mata perlu mengganti jenis maupun dosis obat tetes
glaukoma sesuai dengan perkembangan kondisi mata pasien.

2. Laser Trabeculoplasty (LTP)


Laser Trabeculoplasty (LTP) adalah prosedur laser yang biasanya
digunakan untuk menangani glaukoma sudut-terbuka. Ada kalanya pasien
tetap perlu melanjutkan penggunaan obat tetes mata glaukoma sesudah
Laser Trabeculoplasty.
3. Operasi Filtrasi Mata (Trabeculectomy)
Bila obat-obatan atau prosedur laser tidak dapat mengendalikan
tekanan pada mata pasien, maka akan dilakukan tindakan operasi untuk
membuat saluran baru yang akan memudahkan cairan mata keluar dari

mata. Biasanya operasi filtrasi mata ini dilakukan dengan bius lokal dan
pasien tidak perlu menginap di rumah sakit.
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar didunia
setelah katarak. Karena kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak
dapat diperbaiki, maka deteksi, diagnosa dan penanganan harus dilakukan
sedini mungkin untuk bagian retina di belakang bola mata.
25. Pada kasus penyakit ini, apakah mata akan biasa kembali normal
lagi?
Pasien dengan penyakit galukoma ini pada dasarnya tidak bisa
disembuhkan lagi, karena tekanan bola matanya meningkat yang
menyebabkan bola mata tertekan kemudian syaraf mata menjadi mati.
Dengan kematian syarafnya inilah yang menyebabkan mata tidak bisa
disembuhkan lagi. Walaupun dilakukan operasi sekali pun, karena pada
operasi ini akan dilakukan pengangkatan bola mata, karena apabila tidak
dilakukan pengangkatan bola mata yang sel-sel syarafnya sudah mati,
akan menimbulkan komplikasi lain. Tetapi apabila sel-sel syaraf pada mata
belum mati (belum parah) dapat menggunakan obat tetes glaukoma dan
dilakukan terapi laser. Meski tidak ada cara untuk menyembuhkan
glaukoma, namun kehilangan/kerusakan pandangan dapat dikontrol atau
dicegah.

26. Mengapa terjadi pelebaran pada cekungan pupil?


Kembali lagi ke patofisiologi, karena tekanan intra okuler meningkat dan
cairan aquoes humor berlebihan di bagian posterior. Tekanan itu menekan ke

bagian depan arah anterior mata menjadi bola mata tertekan. Oleh karena
ada tekanan, lensa, pupil, iris terdorong kedepan dan terjadi pelebaran di
abgian depan mata