Anda di halaman 1dari 2

PERAN KELUARGA TERHADAP DETEKSI DINI KEKAMBUHAN PADA

KLIEN GANGGUAN JIWA DAN CARA PERAWATANNYA


A. Pengertian Gangguan jiwa
Gangguan jiwa adalah Gangguan jiwa adalah kelainan perilaku yang terjadi akibat
ketidak mampuan manusia menghadapi kondisi stress.
Kriteria jiwa sehat (WHO), adalah:
1. Menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan walaupun buruk.
2. Memperoleh kepuasan diri dari sahayanya
3. Lebih puas memberi dari pada menerima
4. Bebas/relatif dari ketegangan-kecemasan
5. Berhubungan dengan orang lain secara memuaskan, tolong menolong
6. Kekecewaan dipakai sebagai pengalaman dikemudian hari.
7. Rasa permusuhan diarahkan pada penyelesaian yang konstruktif-kreatif.
8. Daya kasih sayang besar
B. Tanda-Tanda Kekambuhan
1. Tidak mau berhubungan dengan orang lain atau berdiam diri dan tidak melakukan
kegiatan apa-apa.
2. Mengamuk atau merusak lingkungan.
3. Tidak memperlihatkan, memperdulikan penampilan diri, tidak mau makan.
4. Tidak mau minum obat.
5. Melakukan hal yang tidak teratur, tidak biasanya atau tidak ada tujuannya.
C. Penyebab kekambuhan

Penderita
1)

Kepatuhan pengobatan yang kurang

2) Tipe kepribadian ( tertutup atau terbuka)


3)

Masalah yang dihadapi selama dirumah

Lingkungan
1) Penolakan terhadap klien gangguan jiwa, seperti: dikucilkan, diejek dan tidak
diterima di masyarakat

2) Komunikasi tidak terbuka, tidak melibatkan klien dalam pergaulan


3) Kurang atau tidak memberikan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan penderita,
kurang memberikan pujian terhadap kemampuan positif penderita.

Keluarga
1) Kurang pengetahuan tentang pola perilaku klien
2) Kurang pengetahuan cara penanganan dan pengawasan minum obat
Secara ringkas penyebab kekambuhan pada klien gangguan jiwa adalah sebagai

berikut:
1. Tidak memakan obat secara teratur
2. Dosis obat tidak sesuai
3. Keluarga banyak mengkritik
4. Keluarga banyak mencampuri kehidupan pasien
5. Sikap bermusuhan dari lingkungan
D. Akibat kekambuhan
1. Tidak mampu mengurus diri sendiri.
2. Tidak mampu sosialisasi/bergaul.
3. Tidak mampu melakukan pekerjaan sehari-hari.
4. Tidak mampu mengatasi masalah yang dialami.
5. Tidak mampu memutuskan yang baik dan buruk.
E. PERAN KELUARGA
1. Mengenal adanya gangguan ataupun kekambuhan gangguan jiwa pada anggota keluarga.
2. Memutuskan tindakan tepat yang harus dilakukan pada keluarga yang sakit terutama pada
terjadi kekambuhan.
3. Merawat anggota keluarga.
4. Menciptakan lingkungan/suasana yang aman, nyaman dan sehat bagi anggota keluarga.
5. Menggunakan pelayanan kesehatan yang ada untuk menyembuhkan
F. CARA MERAWAT KLIEN DI RUMAH
1. Perhatikan semua kebutuhan klien berkomunikasi, makan, mandi, aktifitas sehari-hari.
2. Perhatikan hal-hal yang menimbulkan rasa sedih atau marah klien.
3. Tanggapi apa yang ingin dikemukakan atau disampaikan klien dengan penuh perhatian.
4. Motifasi dan latih klien untuk melakukan kebutuhannya secara mandiri secara bartahap.
5. Libatkan dalam kegiatan sehari-hari dirumah secara bertahap.
6. Ajak klien bicara bicara hal-hal yang menarik bagi klien dan bersifat ringan seperti acara
TV, berita di koran, dll.
7. Puji sesering mungkin bila klien melakukan yang baik.
8. Ajak berrgaul dan dampingi saat klien sedang interaksi dengan orang lain.
9. Memberikan obat sesuai dengan dosis/petunjuk dokter.
10. Perhatikan efek samping obat yang diberikan.
Jika dengan perawatan tersebut belum teratasi, segera bawa ke pelayanan kesehatan jiwa