Anda di halaman 1dari 20

Winda Levisa Slamet 4061270

21
LAPORAN KASUS
I.

IDENTITAS PASIEN
Nama pasien

: An. A

Umur

: 11 bulan

Jenis kelamin

: Laki-laki

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Alamat

: Bugangan IV no 383 Semarang timur

Nama ayah

: Tn. A

Umur

: 43 tahun

Pekerjaan

: Pegawai Swasta

Pendidikan

: SMP

Nama ibu

: Ny. AN

Umur

: 29 tahun

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Pendidikan

: SLTA

No CM

: 254688

Ruang

: ICU

Masuk RS

: 11 Mei 2014

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
II. DATA DASAR
1. Anamnesis
Alloanamnesis dengan ibu pasien dilakukan di ruang Parikesit RSUD Kota
Semarang dan didukung dengan catatan medis.
Keluhan utama

: Kejang

Keluhan tambahan

: Muntah dan badan kaku

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke IGD RSUD Kota Semarang dengan keluhan kejang.
Sebelum Masuk Rumah Sakit :
6 bulan sebelum masuk RS pasien sering mengalami demam berulang terus
menerus sepanjang hari, demam turun setelah diberikan obat penurun demam.
Ibu pasien mengaku bila mengalami demam pasien juga sering berkeringat di
malam hari. Pasien juga sering batuk dan tidak mau makan. Ibu pasien
mengaku, pasien sering dibawa ke rumah tetangga yang sedang dalam
pengobatan TB. 5 bulan sebelum masuk RS ibu pasien membawa pasien ke
dokter. Dilakukan pemeriksaan foto dada dan mantoux tes. Dari hasil foto dan
mantoux tes akhirnya pasien diberikan pengobatan tuberkolosis.
Sejak 4-5 bulan sebelum masuk RS. Ibu pasien merasa pasien semakin kurus
dan kepala pasien semakin lama semakin membesar.
3 bulan sebelum masuk RS pasien kembali sering demam, tampak lemas dan
tidak mau makan. Pasien hanya mau menyusu. Pasien juga mengalami kejang 1
kali. Saat kejang pasien tidak demam, kejang berlangsung selama < 1 menit.
Setelah kejang pasien sadar, walaupun tampak lemas. Selama kejang ibu pasien
mengaku pasien masih sadar. Pasien dibawa ke RS dan dirawat selama 1
minggu. Setelah pulang dari RS ibu pasien diberikan obat kejang yang dapat
dimasukkan ke dubur pasien bila pasien kejang.
1 hari sebelum masuk RS pasien mengalami kejang saat kejang pasien tidak
demam, kejang berlangsung 1-2 menit saat kejang pasien sadar. Setelah kejang
pasien sadar namun tampak lemas dan masih mau menyusu. Malam hari
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
sebelum masuk RS pasien kembali kejang, kejang berlangsung 1-2 menit setelah
kejang pasien muntah dan badan pasien kaku, pasien juga tidak sadar. Pasien
akhirnya dibawa ke IGD RSUD Kota Semarang.
Saat kejang ibu pasien memberikan obat kejang melalui dubur.
Setelah Masuk Rumah Sakit :
Pada saat di IGD RSUD Kota Semarang, pasien terlihat kaku namun sudah
tidak kejang. Karena keluhan tidak juga membaik, pasien kemudian dibawa ke
ICU RSUD Kota Semarang untuk dilakukan observasi.
HR: 150x/m RR: 60x/m
T: 38,2C
SpO2 : 70-80%
Hari Keluhan
1
Kejang (-), badan

N: i/t cukup

HR
146x/mnt

RR
55x/mnt

T
N
SpO2
37,2C i/t cukup 98-100%

150x/mnt

50x/mnt

36,7C i/t cukup 99%

152x/mnt

48x/mnt

38,2C i/t cukup 97%

pasien kaku.
Demam (+) turun
setelah pemberian
2

PCT lewat NGT


Kejang (-),
demam(-). BAB
cair 4 kali lendir
(-), darah (-)
Ibu pasien
mengaku pasien
mendapat susu
formula berbeda
dari yang biasa
dipakai di rumah.
Pasien tampak
sesak

Demam 1 kali.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
kejang (-), BAB
cair 1 kali. sesak
4

(+)
Demam (-),

140x/mnt

48x/mnt

37,2C i/t cukup 98%

140x/mnt

50x/mnt

36,2C i/t cukup 100%

156x/mnt

46x/mnt

40,2C i/t cukup 97%

148x/mnt

49x/mnt

37,3C i/t cukup 98%

154x/mnt

48x/mnt

37,7C i/t cukup 100%

156x/mnt

48x/mnt

36,5C i/t cukup 99%

kejang(-), BAB
cair (+) 2 kali,
sesak (+)
Laboratorium Hb:
7,1 pasien
mendapat tranfusi
5

PRC
Demam (-),
kejang (-), sesak
(+) BAB sudah

berampas 2 kali
Demam (+) turun
setelah pemberian
farmadol, kejang
(-), sesak (+),

diare (-)
Demam (-),
kejang (-), sesak

(+)
Demam (-),
kejang (-), sesak
(+)

Demam (-),
kejang (-), sesak
(+)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Pasien akan
dirujuk ke RS
Kariadi dan
dipindahkan ke
ruang parikesit.

Selama perawatan badan pasien tampak kaku

Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien pernah mengalami kejang tanpa demam dan dirawat di RSUD Semarang
pada tanggal 1 April 2014 13 April 2014.
Pada usia 7 bulan pasien dinyatakan terkena TB paru dan mulai mendapat
pengobatan TB
Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak ada keluarga yang mengalami keluhan serupa.

Riwayat Pemeliharaan Prenatal :


Ibu biasa memeriksakan kandungannya secara teratur ke puskesmas 2x setiap
bulan sampai usia kehamilan 8 bulan. Selama hamil ibu mengaku mendapat
imunisasi TT 2x di bidan. Tidak pernah menderita penyakit selama kehamilan.
Riwayat perdarahan saat hamil pada usia kehamilan 7 bulan, namun ibu segera
memeriksakan kehamilan ke puskesmas. Riwayat trauma saat hamil disangkal.
Riwayat minum obat tanpa resep dokter ataupun minum jamu disangkal. Obat
obat yang diminum selama kehamilan adalah vitamin dan tablet tambah darah.
Kesan : riwayat pemeliharaan prenatal baik
Riwayat Persalinan dan Kehamilan :
Anak laki-laki lahir dari ibu usia 28 tahun G3P1A1 hamil 40 minggu, lahir secara
sc di ok RSUD Semarang ditolong oleh dr SpOG, anak lahir langsung menangis,
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
berat badan lahir 3200 gram. Panjang badan lahir 45 cm, lingkar kepala dan
lingkar dada saat lahir ibu lupa.
Kesan : neonatus aterm, sesuai masa kehamilan, vigorous baby.
Riwayat Pemeliharaan Postnatal :
Pemeliharaan postnatal dilakukan di Posyandu dengan anak dalam keadaan sehat.
Kesan : riwayat pemeliharaan postnatal baik
Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Pertumbuhan :
Berat badan lahir 3200 gram. Panjang badan lahir 45 cm. Berat badan saat ini 8
kg, panjang badan saat ini 68 cm, lingkar kepala saat ini 50 cm
Perkembangan :
Senyum

: 2 bulan

Miring

: 4 bulan

Tengkurap

: 4 bulan

Gigi keluar

: 6-8 bulan

Duduk

: 8 bulam

Merangkak

: 8 bulan

Berdiri

: 10 bulan

Kesan: pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai umur.


Riwayat Makan dan Minum Anak :
ASI eksklusif sampai saat ini (usia 6 bulan).
Mulai usia 6 bulan, anak mulai diberi tim saring dan buah-buah yang lunak seperti
pisang dan jeruk.
Riwayat Imunisasi :
BCG

: 1x (usia 2 bulan), scar (+) di lengan kanan atas

Hep B

: 3x (diberikan saat pasien usia 0, 2, 4 bulan)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Polio

: 3x (diberikan saat pasien usia 0, 2, 4 bulan)

DPT

: 3x (diberikan saat pasien usia 0, 2, 4 bulan)

Campak

: belum pernah

Riwayat imunisasi tambahan: tidak pernah dilakukan


Kesan

: Imunisasi tidak sesuai dengan jadwal KMS.

Riwayat Keluarga Berencana :


Ibu tidak mengikuti program KB.
Riwayat Sosial Ekonomi :
.

Ayah pasien bekerja sebagai pegawai swasta. Ibu pasien tidak bekerja.
Menanggung 2 orang anak. Biaya pengobatan ditanggung BPJS.
Kesan: sosial ekonomi kurang
Data Keluarga
Perkawinan
Umur
Agama
Pendidikan

Ayah
1
43 tahun
Islam
SLTA

Ibu
1
29 tahun
Islam
SMP

terakhir
Keadaan

Sehat

Sehat

Data Perumahan :
Kepemilikan rumah

: rumah pribadi

Keadaan rumah

: dinding rumah tembok, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi,

1 ruang tamu, 1 dapur. Limbah dibuang ke selokan sekitar. Sumber air minum
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
adalah air kemasan isi ulang, sumber air untuk mencuci dari air tanah.
Pencahayaan dan ventilasi rumah cukup.
1. Pemeriksaan Fisik 20/5/2014
Anak laki-laki usia 11 bulan, berat badan = 8 kg, panjang badan = 68 cm, lingkar

kepala = 50 cm.
Kesan umum : somnolen, tampak sakit berat, tampak sesak, nafas cepat, status
gizi baik, nafas cuping hidung (+), retraksi suprasternal (+), epigastrium (+),
intercostalis (+), iga gambang (-), sianosis (-)
Tanda Vital
-

HR

: 150 x/ menit, regular, isi dan tekanan nadi cukup

RR

: 55 x/ menit

Suhu

: 37 C

SpO2

: 98-100%

Status Internus
Kepala

: makrocephale, rambut hitam terdistribusi merata, tidak


mudah dicabut, kulit kepala tidak ada kelainan

Mata

: pupil bulat, isokor, diameter 3mm/ 3mm, mata cekung (-)


sunset phenomenon (-)

Hidung

: bentuk hidung normal, simetris, nafas cuping hidung (+),


sekret (+/+)

Telinga

: bentuk telinga normal, discharge (-/-), serumen (-/-)

Mulut

: bibir kering (-), bibir sianosis (-), sariawan (-)

Leher

: simetris, tidak ada pembesaran KGB

Tenggorok

: T1-T1 mukosa hiperemis (-), mukosa faring hiperemis (-)

Thorax :
Jantung
o Inspeksi
o Palpasi

: ictus cordis tidak tampak


: pulsasi ictus cordis teraba di ICS V 1 cm medial dari

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
linea midklavikula sinistra
o Perkusi
: batas jantung sulit dinilai
o Auskultasi : BJ I - II (N), regular, murmur (-), gallop (-).
Paru paru
o Inspeksi

: Gerakan hemithorax dalam keadaan statis dan dinamis


simetris, retraksi suprasternal (+), epigastrium (+),

intercostalis (+), iga gambang (-)


o Palpasi
: Gerakan nafas simetris pada saat statis dan dinamis
o Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru
o Auskultasi : Suara nafas vesikuler, ronkhi basah halus +/+,
wheezing -/Abdomen
o
o
o
o

Inspeksi
Auskultasi
Perkusi
Palpasi

: datar
: bising usus ( + ) normal
: timpani (+) pada empat kuadran abdomen
: supel, turgor kembali cepat, nyeri tekan sulit

dinilai
Alat kelamin : Laki-laki, dalam batas normal
Anorektal

: Dalam batas normal, hiperemis(-)

Ekstremitas

Akral Dingin
Akral Sianotik
Kulit

Superior
-/-/: Turgor kulit kembali cepat

Inferior
-/-/-

2. Pemeriksaan Neurologis
Rangsang meningeal:
-

Kaku kuduk (+)

Brudzinski 1 (-)

Brudzinski 2 (-)

Laseque (-)

Kernig (-)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Reflex patologis :
-

Babinski (+)

Chadok (-)

Openheim (-)

Shefer (-)

Gordon (-)

Klonus paha (-)

Klonus kaki (-)

3. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Pemeriksaan
DARAH RUTIN
Hemoglobin
Hematokrit
Leukosit
Trombosit
KIMIA KLINIK
Globulin

11/5/2014

15/5/2014

16/5/2014

8,9
28,2
16,4
128

7,1
22,9
6,8
211

10
32,7
9,0
263

2,1

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

10

Winda Levisa Slamet 4061270


21
GDS
Ureum
Creatinin
SGOT
SGPT
Natrium
Kalium
Kalsium
Protein Total
Albumin
WIDAL
S Thypi O
S Thypi H

45
45
0,8
87
25
138
3,40
1,05

116
11
100
31

4,7
2,6
Negatif
Negatif

Kesan : Leukositosis, trompositopeni, anemia

Foto Rontgen Thorax


Cor

: Letak, bentuk dan ukuran normal

Pulmo

: Corakan bronkovaskuler meningkat.


Tampak bercak di perihiler dan parakardial kanan.

Diafragma dan sinus costophrenicus baik.


Kesan

: Cor = normal
Pulmo = gambaran broncopneumonia

CT Scan Kepala
Cortical sulci, gyrus, dan cisterna difrontoparietal melebar
Tampak lesi hipodens di cerebellum
System ventrikel melebar
Tidak tampak midline shifting. Batang otak baik
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

11

Winda Levisa Slamet 4061270


21

Kesan : Susp. Infark di cerebellum kanan-kiri


Frontoparietal atropy
Hydrocephalus
Pemeriksaan Khusus
Data Antropometri :
Anak laki - laki, usia 6 bulan
Berat badan

: 8 kg

Panjang badan : 68 cm
WAZ : -0,8 (Gizi baik)
HAZ : -1,11 (Normal)
WHZ : 0 (Normal)

Pemeriksaan lingkar kepala :

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

12

Winda Levisa Slamet 4061270


21

Kesan : makrosefal
Pemeriksaan Skoring TB :
1. Kuman TB

:0

2. Uji tuberculin : 3
3. Status gizi

:0

4. Demam

:1

5. BKB

:1

6. >> KGB

:0

7. Tulang

:0

8. Foto thoraks : 1
Score

:6

Kesan : Diagnosa TB
B. RESUME
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

13

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Riwayat Penyakit Sekarang :
Telah diperiksa seorang anak laki-laki berusi 11 bulan dengan keluhan kejang.
6 bulan sebelum masuk RS pasien sering mengalami demam berulang terus
menerus sepanjang hari, demam turun setelah diberikan obat penurun demam.
Ibu pasien mengaku bila mengalami demam pasien juga sering berkeringat di
malam hari. Pasien juga sering batuk dan tidak mau makan. Ibu pasien
mengaku, pasien sering dibawa ke rumah tetangga yang sedang dalam
pengobatan TB. 5 bulan sebelum masuk RS ibu pasien membawa pasien ke
dokter. Dilakukan pemeriksaan foto dada dan mantoux tes. Dari hasil foto dan
mantoux tes akhirnya pasien diberikan pengobatan tuberkolosis.
Sejak 4-5 bulan sebelum masuk RS. Ibu pasien merasa pasien semakin kurus
dan kepala pasien semakin lama semakin membesar.
3 bulan sebelum masuk RS pasien kembali sering demam, tampak lemas dan
tidak mau makan. Pasien hanya mau menyusu. Pasien juga mengalami kejang 1
kali. Saat kejang pasien tidak demam, kejang berlangsung selama < 1 menit.
Setelah kejang pasien sadar, walaupun tampak lemas. Selama kejang ibu pasien
mengaku pasien masih sadar. Pasien dibawa ke RS dan dirawat selama 1
minggu. Setelah pulang dari RS ibu pasien diberikan obat kejang yang dapat
dimasukkan ke dubur pasien bila pasien kejang.
1 hari sebelum masuk RS pasien mengalami kejang saat kejang pasien tidak
demam, kejang berlangsung 1-2 menit saat kejang pasien sadar. Setelah kejang
pasien sadar namun tampak lemas dan masih mau menyusu. Malam hari
sebelum masuk RS pasien kembali kejang, kejang berlangsung 1-2 menit setelah
kejang pasien muntah dan badan pasien kaku, pasien juga tidak sadar. Pasien
akhirnya dibawa ke IGD RSUD Kota Semarang.
Saat kejang ibu pasien memberikan obat kejang melalui dubur.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

14

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Setelah Masuk Rumah Sakit :
Pada saat di IGD RSUD Kota Semarang, pasien terlihat kaku namun sudah
tidak kejang. Karena keluhan tidak juga membaik, pasien kemudian dibawa ke
ICU RSUD Kota Semarang untuk dilakukan observasi.
HR: 150x/m RR: 60x/m
T: 38,2C
SpO2 : 70-80%
Hari Keluhan
1
Kejang (-), badan

HR
146x/mnt

RR
55x/mnt

pasien kaku.

N: i/t cukup

T
N
SpO2
37,2C i/t cukup 98100%

Demam (+) turun


setelah pemberian
2

PCT lewat NGT


Kejang (-),

150x/mnt

50x/mnt

36,7C i/t cukup 99%

152x/mnt

48x/mnt

38,2C i/t cukup 97%

140x/mnt

48x/mnt

37,2C i/t cukup 98%

demam(-). BAB cair


4 kali lendir (-),
darah (-)
Ibu pasien mengaku
pasien mendapat
susu formula
berbeda dari yang
biasa dipakai di
rumah.
Pasien tampak sesak
3

Demam 1 kali.
kejang (-), BAB cair
1 kali. sesak (+)

Demam (-), kejang


(-), BAB cair (+) 2
kali, sesak (+)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

15

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Laboratorium Hb:
7,1 pasien mendapat
5

tranfusi PRC
Demam (-), kejang

140x/mnt

50x/mnt

36,2C i/t cukup 100%

156x/mnt

46x/mnt

40,2C i/t cukup 97%

(-)
Demam (-), kejang

148x/mnt

49x/mnt

37,3C i/t cukup 98%

(-), sesak (+)


Demam (-), kejang

154x/mnt

48x/mnt

37,7C i/t cukup 100%

(-), sesak (+)


Demam (-), kejang

156x/mnt

48x/mnt

36,5C i/t cukup 99%

(-), sesak (+) BAB


sudah berampas 2
6

kali
Demam (+) turun
setelah pemberian
farmadol, kejang
(-), sesak (+), diare

(-), sesak (+)


Pasien akan dirujuk
ke RS Kariadi dan
dipindahkan ke
ruang parikesit.

Selama perawatan badan pasien tampak kaku

Pada pemeriksaan fisik didapat ukuran kepala makrosefali, ronkhi (+) pada
paru kanan dan kiri. Rangsang meningeal (+) dan reflex patologis (+)

Gizi anak baik

Scoring TB : 6

C. DIAGNOSIS BANDING
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

16

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Kejang:
Cerebral
-

Intrakranial
o Meningoensefalitis
o Meningitis
o Ensefalitis

Ekstrakranial
o Kejang demam kompleks
o Kejang demam simpleks

Non Cerebral
-

Imbalance elektrolit

Tetanus

Sesak:
- Intrapulmoner

Tuberkulosis paru

Bronkopneumonia

Asma

Bronkiolitis

- Ekstrapulmoner

Penyakit jantung bawaan

Hiperpireksia

Anemia

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

17

Winda Levisa Slamet 4061270


21
Diare:
-

Patofisiologis
o Omotik
o Sekretorik

Enteral
o Bakteri: E-coli, salmonella
o Virus: rotavirus, adenovirus
o Parasit: Entamoeba, cacing
o Jamur: Candida

Parenteral: ISPA

Obs. Febris
-

Tuberculosis

Bronkopneumia

DADS

Sepsis

Obs. Anemia
-

Sepsis

Infeksi kronik

Defisiensi besi

Tumor

Obs. Leukositosis
-

Sepsis

Infeksi (bronkopneumoni)

Obs. Trombositopeni
-

Sepsis

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

18

Winda Levisa Slamet 4061270


21

D. DIAGNOSIS SEMENTARA
- Meningoensefalitis TB
- Hidrosefalus
- Bronkopneumonia
- DADS
- Gizi baik
E. TERAPI ( MEDIKAMENTOSA dan DIETETIK )
- O2 nasal kanul 2 liter per menit
- Infus Kaen 3B 5 tpm
- Inj Meropenem 2x450 mg
- Inj Dexamethasone 3 x amp
- Inj Ranitidine 3x10 mg
- Pemberian OAT :
o Rifampisin 80 mg
o INH 80 mg
o PZA 125 mg
o Ethambutol 120 mg
o B6 10 mg
PO:
-

As valproate 15-40 mg/kgBB/hari

Paracetamol syr 3 x 3/4 cth

Oralit 50 cc/diare

Zinc 1 x 20 mg

Lacto B 2 x cth

Nebulisasi :
Ventolin resp, Pulmicort resp, NaCl 0,9% 1cc setiap 8 jam
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

19

Winda Levisa Slamet 4061270


21

Program :
1. Evaluasi keadaan umum, tanda vital, tanda distress pernapasan, sianosis dan
dehitrasi.
2. Lanjutkan terapi.
Usul:
1. Fisioterapi
2. Konsul sp saraf
F. KOMPLIKASI
- Kejang demam
- Gangguan perkembangan
G. PROGNOSA
Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam : ad bonam


Quo ad sanationam : dubia ad bonam
H. NASEHAT
-

Menjelaskan kepada orang tua pasien mengenai penyakit yang sedang dialami
oleh pasien dan kemungkinan berulangnya gejala serta prognosis penyakit.

Awasi keadaan umum anak, apabila ada demam, tanda sesak, nafas menjadi
cepat serta ujung-ujung tangan dan kaki biru.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang
Periode 28 APRIL 5 JULI 2014

20