Anda di halaman 1dari 25

1

REAKTOR FIXED BED

Tugas = Mereaksikan 2-Butanol Menjadi MEK


Tipe Alat : Reaktor fix bed Multitubular
T = 676,7 oC

Kondisi operasi :

P = 1 atm

NERACA MASSA
1.Umpan Masuk : C4H9OH

= 100

kmol/ jam = 7300 kg/jam

C4H8O

= 9,2505

kmol/jam = 656,7855 kg/jam

H2O

= 5,3842

kmol/jam = 96,9148 kg/jam +

Total

= 114,6347

kmol/jam = 8053,7003 kg/jam

Reaksi : C4H9OH
Katalis : Zinc Oxide on coke

C4H8O + H2

2
Konversi : 0,96 (96 %) terhadap NH3
Reaksi bisa ditulis :
A + 7/4 B

2/3 C + 7/6 D + 1/3 E

Maka pada saat konversi = X A


nA

= n AO (1 X A )

nb

= nBO nAO X A

nC

= n AO X A

Maka pada korversi X A = 0,96


Maka diperoleh hasil reaksi :
H2

= 90 kmol/ jam

= 180 kg/jam

C4H8O

= 99,2505 kmol/jam = 7046,7855 kg/jam

C4H9OH

= 10,0000 kmol/jam = 730,0000 kg/jam

H2O

= 143,159 kmol/jam = 96,9148 kg/jam

Total

= 204,6347 kmol/jam = 8053,7003 kg/jam

PENENTUAN KONSTANTA KECEPATAN REAKSI


Reaksi
C4H9OH

C4H8O + H2

Reaksi diatas dapat disederhanakan menjadi


A

B+ C

Persamaan kecepatan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:


rA

C PA,i PK ,i PH ,i / K
PKi (1 K A PA,i K AK PA,i / PK ,i )

Dengan harga konstanta kecepatan reaksi (k) dan factor tumbukan A adalah:
k A. exp

B 2
A A
22

E
RT

1
N
1

8.3,14.k .T

3
10
MA MB

1
2

..

Sehingga:
rA kC A C B

rA A. exp

rA
Dimana:

E
RT

C AC B

1
B N
1
8.3,14.K .T

2
3
M
M
2
10

A
B
2

1
2

. exp

E
RT

.C A .C B

rA Kecepatan reaksi A

= Diameter tumbukan

= Bilangan Avogadro (6,023.1023 molekul/mol)

= Konstanta boltzman (1,30.10-16 erg/0K)

= Berat molekul/N (gr)

= Energi aktifasi (kJ/mol)

Jika diketahui :
MA =

= 2,823.10-23 g

MB

= 5,313.10-23 g

A = 7,95.10-09 cm
B = 2,8.10-09 cm
(Twelfth)
Maka:
2

A=

A = 7,137.109
Energi aktifasi dari literatur diperoleh:
E = DH* - R T ( Levenspiel, 1959)
E = 57256 1,987 . 949,7 Cal/gmol
= 55368,946 Cal/gmol

Sehingga:

4
E/R =

= 27865,599

Konsatanta kecepatan reaksi:


k A. exp

E
RT

k= 7,137.10 . exp (- 27865,599/T)


Jadi pada suhu 676,7 C diperoleh harga Konstanta kecepatan reaksi :
9

k= 7,137.10 . exp (- 27865,599/949,7)


k = 0,0013 Lt/(gmol s) = 4680 Lt/(Kgmol jam)

PENYUSUNAN MODEL MATEMATIS PADA ELEMEN VOLUME


1. NERACA MASSA PADA ELEMEN VOLUME
FA

FA

z+z

Masuk keluar = akumulasi


FA Z [ FA Z + Z+(-rA) dv ] =Acc
dV = A.Z
dimana A =

.Di 2
4

Neraca massa elemen volume juga meninjau ruang kosong diantara tumpukan
katalis sehingga porositas () berpengaruh. Porositas () didapat dari Brown,
fig.219 & 220.
Maka :
dV =

.Di 2

FA Z FA

4
Z+

.z

Z-(-rA)

Di
Z=0
4

FA Z FA Z + Z
Di 2

=
(-r
A)
Z
4
FA
rA Di 2

z
4
dimana FA = F A0(1-XA)
FA = -FA0. XA

5
X A
(rA ). .Di

z
4
X A
(r ) . .D i 2
A

z
4FA0
2

FA 0

lim z 0
dX A
( rA ). .Di 2

dz
4FA0

rA

C PA,i PK ,i PH ,i / K
PKi (1 K A PA,i K AK PA,i / PK ,i )

dX A
(kC A C B ). .Di 2

dz
4FA0

CA

CB

n A Pt
n t RT

n A0 (1 X A )Pt
n 1 .RT
n B Pt
n t RT

n A0 (

n BO
X A )Pt
n Ao
n1.RT

Maka :
2

n AO Pt
n

.k(1 X A )( Bo X A ) .Di 2
.
n Ao
dX A n t RT

dz
4FA0

(1)
Dimana :
dX A
Perubahan konversi persatuan panjang
dz
Di = Diameter dalam

= porositas tumpukan katalis

F AO = Kecepatan molar A mula-mula

...

6
2. NERACA PANAS PADA ELEMEN VOLUME
T
z
z

QR

Qp
z
T z+z
Masuk keluar = akumulasi
m.cp (Tz -To ) (

m.c (T
p

QR

HR.nAO. XA

QP

U.A. T

Z+

Z - To) + QR + QP ) = 0

= U. .DO. z.(Ts - T)

m.cp ( T z -T Z+Z ) - HR..nAO. XA - U. .DO..z. (Ts - T) = 0

m.cp ( T Z - TZ+Z ) = HR..nAO.. XA + U. .DO. z. (Ts - T)


HR nAO XA +U DO (TS- T )
T Z T Z+ Z =
m.Cp

T Z T
z
T

Z Z

H R n A0

H R n A0

: z

X A
U.. 0 . (Ts T)
z
m.Cp

X A
U. .D 0 (TS T)
z
m.Cp

Lim z 0
dT

dz

- H R .n A0

X A
U.. 0 (TS T)
z
m.Cp

dimana :
dT/dZ

= perubahan suhu persatuan panjang katalis

HR

= panas reaksi

= over all heat transfer coefficient

Do

= diameter luar

.(2)

7
T

= suhu gas

Ts

= suhu penelitian

m.Cp = kapasitas panas


3. NERACA PANAS UNTUK PENDINGIN PADA ELEMEN VOLUME
Tinjauan : elemen panas
FA

Ts

Qp

FA

Td

Ts

Z+Z

Z+Z

Masuk keluar = akumulasi


mp.Cpp. ( Ts

Z+Z

- To ) + Qp mp.Cpp. (( Ts

- To ) = 0

Qp = U.A. T ; dimana : A = .Do.z. dan T = (T Ts)


Sehingga Qp = U.. Do.z. (T Ts)
mp. Cpp. (Ts

Z+Z

- Ts Z ) = - U.. Do.z. (T Ts)


: mp. Cpp. z

Ts

Z+Z

- Ts

U.. Do. (T Ts)


= -

m. Cpp

Ts
U. .Do.( T - Ts )

z
(m.Cp) p
lim z 0
dTs
U. .Do. ( T - Ts )

dz
( m.Cp ) p

..(3)

PENURUNAN TEKANAN ( PRESSURE DROP )


Penurunan tekanan dalam pipa yang berisi katalisator (fixed bed) menggunakan
rumus 11.6 (Chapter 11, Rase) hal 492, Chemical Reactor Design for Process
Plants.

8
gc.dP
(1 ) s
1 G
150
1,75
3
2
3
s.dz

Dp
Dp
2

Persamaan di atas dapat ditulis :


f k .G 2 1
dP

dz
D p . f .gc 3

.(4)

dimana :
1

f k 1,75 150
D .G/
p

dimana :
dP
perubahan tekanan per satuan panjang
dz

fk = faktor friksi
gc = konstanta gravitasi
G = kecepatan aliran massa gas dalam pipa, g/cm3
f = densitas gas, g/cm3
Dp = diameter partikel katalisator, cm

= porositas tumpukan katalisator

= viskositas gas, g/cm.jam


Sehingga diperoleh 4 persamaan differensial simultan sebagai berikut :
2

1)

2)

dX A

dz

dT

dz

n AO Pt
n

.k(1 X A )( Bo X A ) .Di 2
.
n Ao
n t RT

- H R .n A0

4FA0

X A
U.. 0 (TS T)
z
m.Cp

3)

dTs
U. .Do. ( T - Ts )

dz
( m.Cp ) p

4)

dP
f k .G 2 1

dz D p . f .gc 3

Selanjutnya persamaan differensial simultan tersebut diatas diselesaikan dengan


program computer dengan Metode Numeris Runge Kutta.
OVERALL HEAT TRANSFER
1.

Koefisien transfer panas pipa (hio)

9
Dari pers. 6-2, Kern diperoleh :

hio =

Dp.Gt

0,8

0,027

Cp.

1/3

Di

.(5)

Persamaan diatas berlaku untuk organic liquid, larutan aqueous, dan gas pada
Re > 10.000
dimana :
Dp

= diameter partikel katalis

Di

= diameter dalam pipa

= konduktivitas thermal

= viskositas gas

Cp

= panas jenis gas

Gt

= kecepatan massa per satuan luas

hi

= koefisien transfer panas pipa dalam

hio

= hi.

2.

ID
...................(Kern,1983)
OD

Koefisien transfer panas dinding pipa dalam shell ( ho)


Dari persamaan
ho

, Kern :

De.Gp

0,36

0,55

Cp p . p

kp

0 , 33

kp

...........(Kern,1983, p137)
De

.(6)
Persamaan diatas berlaku untuk Re antara 2000 1.000.000
dimana :
ho

= koefisien transfer panas

De

= diameter equivalent

Gp = kecepatan massa pendingin per satuan luas

= viskositas pendingin

kp

= konduktivitas thermal pendingin

Cpp = panas spesifik pendingin

LAY OUT PIPA DALAM REAKTOR ( Kern, 1983, P. 139 )

10
Pipa dalam reaktor disusun secara square pitch, dimana luas penampang 1
pipa menempati luasan sebesar Pt2.
1 pipa menempati luasan = Pt2
maka luas total penampang reaktor ( over
design 10%)
As = 1,1. Nt.Pt2
dimana :
As = Luas penampang shell
Nt = jumlah pipa
Pt = pitch
Alasan penyusunan pipa secara square pitch :
1. mudah pembersihannya.
2. pressure drop kecil.
FLOW AREA DALAM SHELL
B
As =
(7)

dimana :
B

= Jarak buffle, in

= Clearance, in

Pt

= Pitch, in

IDs = Diameter dalam shell, in


As

= Flow area shell, in2

DIAMETER EQUIVALEN (De)

IDs .B.C'
Pt

11
Diameter equivalen dapat dipahami sebagai diameter dari area dalam shell,
bila dipandang sebagai pipa ( Kern, 1983) p.139

.OD2
4 Pt 2
4
De =
.OD

De =

4 x free area

= wetted perimeter

4Pt 2 .OD 2
4. .OD

(8)
DIAMETER SHELL
Diameter shell yang dipakai untuk Nt pipa
Luas shell = As = 1,1.Nt.Pt

.(IDs ) 2
=
4

Diameter shell :
IDs =

4. As

....

(9)
KATALISATOR ( Rase, 1977 )
Katalisator yang digunakan berupa cobalt oxide dengan :
-

Bentuk = pellet

Ukuran
D = 0,3175 cm
H = 0,3175 cm

Bulk density = 1106,13 kg/m3

Formula = PbO2 Mg
(SA, Miller Ernest, 1965)

DIAMETER PARTIKEL ( Dp )
Yaitu diameter partikel katalis yang ekuivalen dengan diameter bola
dengan volume yang sama dengan volume katalis ( Rase, 1977, p.493 )
V kat =
=

.D 2
4

.H

.0,31752
.0,3175
4

= 0,025125 cm3
V bola = V kat

12
.Dp

V Bola =

Maka :
Dp

=3
=

VB 6

0,025125.6

= 0,36345 cm
PEMILIHAN PIPA
Dalam pemilihan pipa harus diperhatikan faktor perpindahan panas.
Pengaruh bahan isian di dalam pipa terhadap koefisien transfer panas konveksi
didelik oleh Colburn ( Smith,JM., p.571) dan diperoleh hubungan pengaruh rasio
(Dp/Dt) atau perbandingan diameter katalis dengan diameter pipa dengan
koefisien transfer panas pipa berisi katalis disbanding transfer panas konveksi
pada pipa kosong.
Dp/Dt
Hio/h

0,05
5,5

0,1
7

0,15
7,8

0,2
7,5

0,25
7,0

Dimana :
(Dp/Dt)

= rasio diameter katalis per diameter pipa

(hio/h)

rasio koefisien transfer panas pipa berisi katalis disbanding


koefisien transfer panas pada pipa kosong.

Dari data diatas diperoleh (hio/h)max terjadi pada 7,8 pada (Dp/Dt) = 0,15
Dp
0,15
Dt
Dp
Dt
0,15
0,36345
Dt
cm
0,15

= 2,42298 cm

Dipilih pipa dengan ukuran standar (Kern, table 11) :


NPs = 1 in
OD

= 1,32 in

13
ID

= 1,049 in

Sch

= 40

JUMLAH PIPA ( Brown, 1950 )


Jumlah pipa ditentukan berdasarkan turbulensi gas dalam pipa berkatalis.
Dalam suatu reaksi khusus terjadi tumbukan molekul yang optimum ( well
mixed). Keadaan di atas terjadi bila pada keadaan turbulen yaitu bilangan Reynold
diatas 3100.
Spherecity ( )=

Luas area bola


luas area katalis

Luas area bola = . Dp2


= 3,14. 0,36345
= 0,4148 cm2
.DH

Luas area katalis

2. .D
4

= 0,4748 cm2
0,4148

maka = 0,4748 0,8736


Dari fig. 223 Brown diperoleh = 0,35
a.

Jumlah pipa maksimum


Jumlah pipa maksimum terjadi bila fluida dalam pipa pada keadaan turbulen
minimum Re = 3100
Re

FRe .Dp.Gt

(pers.166,

1950,p.210)
Dari fig brown 219 diperoleh FRe = 51
Viskositas gas = 0,0215 Cp
= 0,000215 gr/cm.dt
diameter partikel (Dp)= 0,36345 cm
Maka :
3100 =

51.0,36345.Gt
0,000215

Gt = 0,03596 gr/dt.cm2
Kecepatan gas = 59223,7148 kg/j
= 16451,0319 gr/dt
luas penampang pipa =

Ao

.Di 2
4

Brown,

14
(3,14).(2,664462).(0,35)
4
1,950546cm 2

Luas total A

16451,0319 gr / dt
0,03596 gr / dt.cm 2

= 464196,0851 cm2
jumlah pipa maksimum :
Nt maks

464196,0851cm 2
=
1,950546cm 2 / pipa

= 237982,6393 pipa
~ 237983 pipa
b.

Jumlah Pipa minimum


Jumlah pipa minimum ditentukan oleh kecepatan linier maksimum. Kecepatan
linier maksimum suatu fluida melewati suatu padatan dicari dari Brown hal 74
V maks =

4( b g ).g .Dp
. ( Brown, 1950, p.74
3g . fb

)
Dari fig 70 Brown hal 76 didapat fb = 1
Re = 3100
bulk katalis = 1106,13 kg/m3 = 1,10613 g / cm3
Pt.BM
RT

g =

2,5atm.19,56296 g / gmol
cm 3atm
82,06
.723K
gmol.K

0,000824 g / cm3

= 981 cm/dt2

Dp = 0,36345 cm
Sehingga : V maks =

4(1,10613 0,000824) g / cm3 .981cm / dt 2 .0,36345cm


3.0,000824 g / cm3 .1

= 798,5532 cm/dt
Kecepatan volumetrik umpan :
Qv

16451,0319g/dt
0,000824g/cm3

Maka A =
Nt min =

20257877,69cm 3 / dt
25368,2255Cm 2
798,5532cm / dt

A
25368,2255cm2

13005,7048 pipa
Ao
1,950546cm 2

15
Maka diperoleh range jumlah pipa antara 13006 pipa 237983 pipa , dan dipilih
jumlah pipa = 14000 pipa.
SIFAT FISIS
a) Spesifik Heat
Cp = A + BT + CT2
Komponen
H2
C4H9OH
C4H8O
H2O

A
27,143
24,334
10,944
32,243

Cp ( joule/mol.K )
B
92,738.10-4
2,8866.10-1
35,592.102
19,238.104

C
-1,381.105
1,1577.10-3
-1.900.104
10,555.106

( micropoise.K )
B
2,1200.10-1
4,7500.10-1
2,0543.10-1
4,2900.10-2

C
-3,2800.10-5
-9,8800.10-5
1,0683.10-5
-1,6200.10-5

Cp = Cpi . yi
b) Viskositas
= A + BT + CT2
Komponen
H2
C4H9OH
C4H8O
H2O

A
27,758
42,606
7,694
-36,826

c) Konduktivitas Thermal

k = ((14,54 . T/Tc ) 5,14 )2/3 . Cp/i . 106


Komponen
H2
C4H9OH
C4H8O

Tc
33,2
126,2
524,0

Pc
12,8
33,5
40,0

16
H2O

647,3

217,6

d) Sifat Pendingin
Cp = 0,509 Btu/lboK
= 0,40 micropoise.K
k = 0,68 Btu/jam.ft.oK
PANAS REAKSI
T
HT

To

H298

HT = H298 + Cp dT
Dimana :
H298 = Hfp HfR
= -205,02 -103,6
= -101,42 kjoule/mol
= -24239,38 kkal/kmol
Cp = + T + T2
= AP AR
= B P BR
= C P CR

Komponen
H2
C4H9OH
C4H8O
H2O

A
27,143

Cp ( joule/mol.K )
B
92,738.10-4

C
-1,381.105

10,944
9,695

35,592.102
7,4955.10-2

-1.900.104
-1,5584.10-5

= 64,374 ( 11,591 + 45,780 )


= 7,003 joule/mol.K

= 6,4776.10-2 ( 3,2301.10-1 + 2,1034.10-2 )

17
-2

= 2,2286.10 joule/mol.K
= 3,5143.10-4 (-1,3067.10-4 + 1,2484.10-4 )
= 3,5726.10-4 joule/mol.K
Sehingga :

=
=
= -101,42 kjoule/mol + 7,003 ( 298 - 513 ) +

joule/mol

'OPEN "O", 1, "d:\qb\HAPDHEN\FIXDHEN2.bas"


CLS
N = 14000
PRINT "
PERHITUNGAN REAKTOR FIXED BED MULTITUBE "
MS = 50
C = 450
D = 435: D0 = D
DOU = 3.3528: DI = 2.6645: Ptc = 1.2 * DOU
CL = Ptc - DOU
DE = (4 * (Ptc ^ 2 - (3.14 * DOU ^ 2 / 4))) / (3.14 * DOU)
ID = (.189 * Ptc) - 1.63
ID = ID + ((1.63 - .18 * Ptc) ^ 2 + 3.14 * (.19 + (N * (Ptc ^ 2))
+ (.187 * Ptc))) ^ .5
ID = ID / 2.54
BS = ID / 5
at = 3.14 / 4 * DI ^ 2: ASi = ID * CL * BS / Ptc
PRINT

18
DP = .36345: rbulk = 1.10613
bma = 148:
bmb = 18:
BMD = 44:
bme = 122
'KECEPATAN MASUK MASING-MASING GAS (GMOL/JAM)
FAIO = 36.3548
FBIO = 2989.174
FDIO = 0
FEIO = .31205
FAO = FAIO / 3.6 / N:
FBO = FBIO / 3.6 / N:
FEO = FEIO / 3.6 / N
FTO = FAO + FBO + FEO
BMRT = (FAO / FTO) * bma + (FBO / FTO) * bmb + (FEO / FTO) * bme
GT = FTO * BMRT / at: GS = MS / ASi
PRINT "
KECEPATAN MASUK MASING-MASING GAS KE REAKTOR": PRINT
PRINT
PRINT USING "
C6H4(CO)2O = ####.#### kgmol/j = ######.####
kg/j"; FAIO; FAIO * bma
PRINT USING "
H2O
= ####.#### kgmol/j = ######.####
kg/j"; FBIO; FBIO * bmb
PRINT USING "
C6H5COOH
= ####.#### kgmol/j = ######.####
kg/j"; FEIO; FEIO * bme
PRINT "
"
PRINT USING "
TOTAL = ####.#### kgmol/j = ######.#### kg/j";
FTO * 3.6 * N; FTO * BMRT * 3.6 * N
: INPUT "", a$
PRINT
PRINT
PRINT "
Perhitungan persaamaan deferensial dengan metode
MODFIED EULER"
PRINT
PRINT "
KONDISI AWAL
:"
Z0 = 0: X0 = 0: PT = 2.5: F = 1
PRINT
PRINT "
Tinggi katalis mula-mula ="; Z0
PRINT "
Konversi Reaksi mula-mula ="; X0
PRINT "
Suhu umpan gas masuk
="; C
PRINT "
Suhu pendingin keluar
="; D
PRINT "
Tekanan gas umpan
="; PT
PRINT "
Increment panjang
="; F
PRINT : INPUT "", a$
PRINT "
------------------------------------------------------"
PRINT "
:L(cm) :
Xa
: T (c)
: Td (c)
:
P
: "
PRINT "
------------------------------------------------------"
no = 0
PRINT USING "
: #### : #.###### : ###.## : ###.## :
##.### :"; Z0; X0; C; D; PT
620 GA = Z0: GB = X0: GC = C: GD = D: GE = PT: GOSUB 910
630 K1 = DX: L1 = T: M1 = S: N1 = p
640 GB1 = X0 + K1 * F: GC1 = C + L1 * F: GD1 = D + M1 * F: GE1 =
PT + N1 * F
GB = GB1
GC = GC1
GD = GD1
GE = GE1
650 GOSUB 910
660 K2 = DX: L2 = T: M2 = S: N2 = p
DGB = (K1 + K2) / 2
DGC = (L1 + L2) / 2
DGD = (M1 + M2) / 2
DGE = (N1 + N2) / 2

19
GB = X0 + DGB * F
GC = C + DGC * F
GD = D + DGD * F
GE = PT + DGE * F
680 GOSUB 910
690 K3 = DX: L3 = T: M3 = S: N3 = p
700 GB2 = X0 + K3 * F: gc2 = C + L3 * F: gd2 = D + M3 * F: GE2 =
PT + N3 * F
IF (ABS(GB2 - GB1) < .001) THEN 710
GB = GB2
GC = gc2
GD = gd2
GE = GE2
GOTO 650
710 Z0 = Z0 + F
740 X0 = GB2
760 C = gc2
770 D = gd2
780 PT = GE2
no = no + 1
IF X0 >= .85 THEN 870
IF no = 100 THEN 800
GOTO 620
800 PRINT USING "
: #### : #.###### : ###.## : ###.## :
##.### :"; Z0; X0; C; D; PT: no = 0
GOTO 620
870 PRINT USING "
: #### : #.###### : ###.## : ###.## :
##.### :"; Z0; X0; C; D; PT
PRINT "
======================================================":
PRINT
PRINT "
Massa keluar reaktor :"
PRINT "
-----------------------": PRINT
GB = .85
FA = FAO * (1 - GB)
FB = FBO - FAO * GB
FE = FEO + FAO * GB
FD = FDOU + FAO * GB
FT = FA + FB + FD + FE
YA = FA / FT: YB = FB / FT: YC = FC / FT: YD = FD / FT: YE =
FE / FT
M = bma * YA + bmb * YB + bmc * YC + BMD * YD + bme * YE
PRINT
Kg/j"; FA
PRINT
Kg/j"; FB
PRINT
Kg/j"; FD
PRINT
Kg/j"; FE

USING " C6H4(C0)2O = ####.#### Kgmol/j


* N * 3.6; FA * N * 3.6 * bma
USING " H2O
= ####.#### Kgmol/j
* N * 3.6; FB * N * 3.6 * bmb
USING " CO2
= ####.#### Kgmol/j
* N * 3.6; FD * N * 3.6 * BMD
USING " C6H5COOH
= ####.#### Kgmol/j
* N * 3.6; FE * N * 3.6 * bme
PRINT "
"

= ######.####
= ######.####
= ######.####
= ######.####

PRINT USING "


total
= ####.#### Kgmol/j = ######.####
Kg/j"; FT * N * 3.6; FT * N * 3.6 * M
INPUT "", a$
PRINT : PRINT
PRINT "
SPESIFIKASI REAKTOR"
PRINT
PRINT USING " Tinggi Katalis
PRINT USING " Berat Katalis
(DI / 100) ^ 2 / 4 * N * rbulk * 1000
PRINT USING " Tinggi Reaktor
PRINT USING " Diameter Shell
PRINT USING " Jumlah pipa
PRINT USING " Jarak Buffle

= ##.##
m"; GA / 100
= ####.## Kg"; GA / 100 *
=
=
=
=

##.##
##.##
####
##.##

m"; GA
m"; ID
pipa";
m"; BS

/ 100 + 2
/ 100
N
/ 100

20
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
PRINT
CLOSE

USING " Jumlah Pendingin


= ###### Kg/j"; MS * 3600
USING " Suhu pendingin masuk = ####
C"; gd2
USING " Suhu pendingin keluar = ####
C"; D0
USING " Diameter luar pipa
USING " Diameter dalam pipa
USING " Square pitch
USING " Clearence
:
PRINT

=
=
=
=

##.###
##.###
##.###
##.###

cm";
cm";
cm";
cm";

DOU
DI
Ptc
CL

END
910 'KOMPOSISI GAS (GMOL/JAM)
FA = FAO * (1 - GB)
FB = FBO - FAO * GB
FE = FEO + FAO * GB
FD = FAO * GB
MM1 = FBO / FAO
FT = FA + FB + FD + FE
YA = FA / FT: YB = FB / FT: YC = FC / FT: YD = FD / FT: YE =
FE / FT
M = bma * YA + bmb * YB + bmc * YC + BMD * YD + bme * YE
970 'KAPASITAS PANAS GAS (CAL/GMOL.K)
CPA = -1.064 + .1562 * (C + 273) - .0001023 * (C + 273) ^ 2 +
2.411E-08 * (C + 273) ^ 3
CPB = 7.701 + .0004595 * (C + 273) + 2.521E-06 * (C + 273) ^
2 - 8.59E-10 * (C + 273) ^ 3
CPC = -3.123 + .08323 * (C + 273) - 5.217E-05 * (C + 273) ^ 2
+ 1.156E-08 * (C + 273) ^ 3
CPD = 4.726 + .01754 * (C + 273) - 1.338E-05 * (C + 273) ^ 2
+ 4.097E-08 * (C + 273) ^ 3
CPE = -12.251 + .1503 * (C + 273) - .0001012 * (C + 273) ^ 2
+ 2.537E-08 * (C + 273) ^ 3
CPM = (YA * CPA + YB * CPB + YC * CPC + YD * CPD + YE *
CPE) / M
1050 'KAPASITAS PENDINGIN (CAL/GMOL.K)
cpp = .31152 + .0003402 * (D + 273)
1070 'RAPAT MASSA CAMPURAN GAS
RM = PT * M / (C + 273) / 82.06
1090 'VISKOSITAS GAS (gr/dt.cm)
VA = (10 ^ (2917.6 * ((1 / (C + 273)) - (1 / 457.88)))) * .01
VB = (10 ^ (658.25 * ((1 / (C + 273)) - (1 / 283.16)))) * .01
VC = (10 ^ (952.48 * ((1 / (C + 273)) - (1 / 365.81)))) * .01
VD = (10 ^ (578.08 * ((1 / (C + 273)) - (1 / 185.24)))) * .01
VE = (10 ^ (2617.6 * ((1 / (C + 273)) - (1 / 407.88)))) * .01
VM = YA * VA * SQR(bma) + YB * VB * SQR(bmb) + YC * VC *
SQR(bmc) + YD * VD * SQR(BMD) + YE * VE * SQR(bme)
VR = VM / (YA * SQR(bma) + YB * SQR(bmb) + YC * SQR(bmc) + YD
* SQR(BMD) + YE * SQR(bme))
1175 'VISKOSITAS PENDINGIN (gr/dt.cm)
VP = 1.6 * .01
1190 'THERMAL KONDUKTIVITAS (CAL/JAM.M.K)

21
Ka = ((14.54 * (C + 273) / 810) - 5.14) ^ (2 / 3) *
(.000001 / 2.852) * CPA
Kb = ((14.52 * (C + 273) / 647.3) - 5.14) ^ (2 / 3) *
(.000001 / .3449) * CPB
KC = ((14.52 * (C + 273) / 718) - 5.14) ^ (2 / 3) *
(.000001 / 1.7116) * CPC
KD = ((14.52 * (C + 273) / 304.2) - 5.14) ^ (2 / 3) *
(.000001 / .9866) * CPD
KE = ((14.54 * (C + 273) / 752) - 5.14) ^ (2 / 3) *
(.000001 / 2.6327) * CPA
KM = YA * Ka * (bma ^ .333) + YB * Kb * (bmb ^ .333) + YC *
KC * (bmc ^ .333) + YD * KD * (BMD ^ .333) + YE * KE * (bme ^ .
333)
KM = KM / (YA * (bma ^ .333) + YB * (bmb ^ .333) + YC * (bmc
^ .333) + YD * (BMD ^ .333) + YE * (bme ^ .333))
1275 'KONDUKTIVITAS PENDINGIN (CAL/JAM.M.K)
KP = .1725
1290 'PERHITUNGAN PANAS
RE = 50.8 * GT * DP / VR
HI = (.27 * KM * (RE) ^ .8 * (CPM * VR / KM) ^ (1 / 3)) / DI
HI = 7.8 * HI
HIO = HI * DI / DOU
RS = DE * GS / VP
PR = cpp * VP / KP
HO = .36 * KP / DE * RS ^ .55 * PR ^ .333
UC = (HIO * HO) / (HIO + HO)
UD = UC / (35.8347 * UC + 1)
1360 'KECEPATAN REAKSI
HR = -18184 - 14.16 * (C + 273 - 298) + .0055 * ((C + 273) ^ 2
- 298 ^ 2) - 4.934E-06 * ((C + 273) ^ 3 - 298 ^ 3) + 1.554E-09 *
((C + 273) ^ 4 - 298 ^ 4)
K = 5.590178E+18 * EXP(-(16839.46 / (C + 273)))
CAO = (FAO / FTO * PT / 82.06 / (C + 273))
1450 'PERSAMAAN DIFFERENSIAL
1460 DX = K * (CAO) ^ 2 * (1 - GB) * (MM1 - GB) * 3.14 * (DI /
100) ^ 2 * .36 / 4 / FAO
1480 T = (-HR * DOX * FA - 3.14 * DOU * UD * (GC - GD) / N)
1490 T = (T / (FA * CPA + FB * CPB + FC * CPC + FD * CPD + FE *
CPE + FF * CPF)) / M
1500 S = ((UD * 3.14 * DOU * (GD - GC)) / (MS * cpp))
1510 p = (GT) * (1 - .36) * (150 * (1 - .36) * (VM) / (DP) + 1.75
* (GT))
1520 p = -((p / ((DP) * (RM) * 981 * .36 ^ 3))) / 100000
1530 RETURN

HASIL RUN PROGRAM :


KECEPATAN MASUK MASING-MASING GAS KE REAKTOR
C6H4(CO)2O
=
36.3548 kgmol/j =
5380.5107 kg/j
H2O
= 2989.1741 kgmol/j = 53805.1328 kg/j
C6H5COOH
=
0.3121 kgmol/j =
38.0701 kg/j

TOTAL
= 3025.8408 kgmol/j = 59223.7148 kg/j

22
Perhitungan persaamaan deferensial dengan metode MODFIED
EULER
KONDISI AWAL
:
Tinggi katalis mula-mula
Konversi Reaksi mula-mula
Suhu umpan gas masuk
Suhu pendingin keluar
Tekanan gas umpan
Increment panjang

=
=
=
=
=
=

0
0
450
435
2.5
1

-----------------------------------------------------:L(cm) :
Xa
: T (c)
: Td (c)
:
P
:
-----------------------------------------------------:
0 : 0.000000 : 450.00 : 435.00 :
2.500 :
: 100 : 0.221117 : 450.00 : 429.24 :
2.492 :
: 200 : 0.392032 : 450.00 : 421.24 :
2.484 :
: 300 : 0.524478 : 450.00 : 410.09 :
2.476 :
: 400 : 0.627352 : 449.99 : 394.49 :
2.469 :
: 500 : 0.707431 : 449.99 : 372.56 :
2.461 :
: 600 : 0.769891 : 449.98 : 341.49 :
2.453 :
: 700 : 0.818698 : 449.98 : 296.95 :
2.445 :
: 781 : 0.850344 : 449.97 : 246.33 :
2.438 :
======================================================
Massa keluar reaktor

C6H4(CO)2O
=
5.4532 Kgmol/j =
807.0765 Kg/j
H2O
= 2958.2725 Kgmol/j = 53248.9023 Kg/j
CO2
=
30.9016 Kgmol/j =
1359.6697 Kg/j
C6H5COOH
=
31.2136 Kgmol/j =
3808.0630 Kg/j

Total
= 3025.8408 Kgmol/j = 59223.7148 Kg/j
SPESIFIKASI REAKTOR
Tinggi Katalis
Berat Katalis
Tinggi Reaktor
Diameter Shell
Jumlah pipa
Jarak Buffle

=
=
=
=
=
=

7.80 m
21438.79 Kg
9.80 m
3.32 m
14000 pipa
0.66 m

Jumlah Pendingin
= 180000 Kg/j
Suhu pendingin masuk = 246 0C
Suhu pendingin keluar = 435 0C
Diameter luar pipa
Diameter dalam pipa
Square pitch
Clearence

=
=
=
=

3.353
2.664
4.023
0.671

cm
cm
cm
cm

Menghitung Tebal Shell


Digunakan bahan Stainless Steel SA 167 grade 3
Tekanan design (p) = 36,75 psi
Allowable stress

= 15100 psi

efisiensi sambungan = 0,85

23
faktor korosi

= 0,125 in

Jari-jari tangki

= 421,64 in

Tebal Shell :
p .ri
t shell = + c
S . e 0,4 . p
36,75 . 421,64
= + 0,125
15100,00 . 0,85 0,4 . 36,75
= 1,334 in
Dipakai tebal shell 1 6/16 in
Menghitung tebal head
Bentuk head : Elliptical Dished Head
Digunakan bahan Stainless steel SA 167 grade 3
Tekanan design (p) = 36.30 psi
Allowable stress

= 15100 psi

efisiensi sambungan = 0.85


faktor korosi

= 0.125 in

Jari-jari tangki = 421.64 in

Tebal Head :
0,885 . p .d
t head = + c
2 . S . e 0,2 . p
0,885 . 36,30 . 843,28
= + 0,125
2 . 15100,00 . 0,85 0,2 . 36,30
= 1,181 in
Dipilih tebal head 1 3/16 in
Menghitung ukuran pipa

24
Diameter Optimum pipa berdasarkan Pers. 15 Peters, hal.525
a. Pipa pemasukan Umpan Reaktor :
Kecepatan Umpan

= 469060,281 lb/j

Densitas Umpan

0,1363 lb/ft3

Di = 2,2 . ( G/1000 )0,45 . (-0,31)


= 2,2 . ( 469060,281 / 1000 )0,45 . 0,1363 (-0,31)
= 64,981 in
Dipakai pipa dengan ukuran : 65,00 in
b. Pipa pengeluaran hasil Reaktor :
Kecepatan hasil = 469060,281 lb/j
Densitas hasil =

0,1329 lb/ft3

Di = 2,2 . ( G/1000 )0,45 . (-0,31)


= 2,2 . ( 469060,281 / 1000 )0,45 . 0,1329(-0,31)
= 65,497 in
Dipakai pipa dengan ukuran : 65,50 in
c. Pipa pemasukan dan pengeluaran Hi-Tech :
Kecepatan Hi-Tech = 110000,0078 lb/j
Densitas Hi-Tech = 55.9728 lb/Ft3
Di = 2,2 . ( L/1000 )0,45 . (-0,31)
= 2,2 . ( 110000,008 / 1000 )0,45 . 55,9728 (-0,31)
= 5,238 in
Dipakai pipa dengan ukuran : 5,25 in
Menghitung tebal Isolasi
Diameter shell = 10,89 ft
Tinggi shell

= 32,00 ft

Tebal shell

= 0,111 ft

Luas permukaan head = 223,53 ft


Luas permukaan shell = 1094,47 ft
Total luas permukaan = 1317,99 ft
Suhu permukaan isolasi = 167,00 F = 707,00 R
Suhu dalam reaktor

= 644,90 F = 1184,90 R

Suhu udara lingkungan = 86,00 F = 626,00 R


Konduktifitas thermal diding shell = 26,0000 Btu ft/(j ft F)

25
Digunakan Isolasi Fine Diatomaceous earth powder
Konduktifitas thermal isolasi

= 0,1400 Btu ft/(j ft F)

Koeffisien transfer panas konveksi (hc) :

1/3
hc = 0,19 Tw - Tu

1/3
= 0,19 707,00 626,00

= 0,8220822 Btu/j ft F
Panas yang hilang bila digunakan tebal isolasi = 0 in
A . (T1 - Tu)
Q loss = ---------------------------- t1
t2
1

---- + ---- + ----------


k1
k2 (hr + hc)
1317,993 . (644,90 - 86,00)
= ------------------------------------- 0,111 T is
1

------- + -------- + --------


26,00 0,140
0,8221
0,111 T is
1

------- + -------- + --------


26,00 0,140
0,8221

1239567,125
= --------------------------------1317,993 (644,90 - 86,00)

0,111
T is
1
-------- + -------- + --------
26,00
0,140
0,8221

= 1,683

T is
0,00428 + -------- +

0,1400

1,21642 = 1,683

T is
--------
0,1400

0,462

T isolasi

0,065 ft

0,776 in

Digunakan tebal isolasi = 1 in