Anda di halaman 1dari 42

SISTEM PENGELOLAAN

PEMBANGUNAN
Diklat PIM 3
Soenjoto, SH
Badan Pendidikan Dan Pelatihan
Propinsi Jawa Timur
08/13/15

TUJUAN PEMBELAJARAN
UMUM
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta
mampu menjelaskan landasan, struktur
kelembagaan, dan proses pengelolaan
pembangunan serta mengoperasikannya
sesuai bidang tugas instasi.
08/13/15

KHUSUS
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta
mampu menjelaskan:
1. Landasan dan arah kebijakan
pembangunan nasional;
2. Visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi
pembangunan nasional;
3. Struktur kelembagaan dalam
pengelolaan pembangunan;

08/13/15

4.

5.

Proses pengelolaan pembangunan


(perencanaan, pelaksanaan,
pembiayaan, pengawasan dan
pertanggung jawaban);
Posisi dan peran stakeholders
pembangunan.

Dengan demikian peserta akan mampu


secara mandiri meningkatkan wawasan
untuk menjadi pimpinan dalam
pelaksanaan sistem pengelolaan
pembangunan.
08/13/15

SISTEM PERENCANAAN
PEMBANGUNAN NASIONAL(SPPN)
(UU No:25 Th 2004)
Adalah satu kesatuan tata perencanaan
pembangunan untuk menghasilkan
rencana-rencana pembangunan dalam
jangka panjang, jangka menengah dan
tahunan yang dilaksanakan oleh unsur
penyelenggara negara dan masyarakat
ditingkat pusat dan daerah
08/13/15

SPPN diselenggarakan berdasarkan asas


umum penyelenggaraan negara:
Asas

kepastian hukum
Asas tertib penyelengaraan negara
Asas kepentingan umum
Asas keterbukaan
Asas proporsionalitas
Asas profesionalitas
Asas akuntabilitas
08/13/15

Tujuan SPPN:
Mendukung

koordinasi antar pelaku


pembangunan;
Menjamin terciptanya integrasi,
sinkronisasi, dan sinergi baik antar
daerah,antar ruang, antar waktu, antar
fungsi pemerintah baik pusat maupun
daerah
08/13/15

Menjamin

keterkaitan dan konsistensi


antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan dan pengawasan;
Mengoptimalkan partisipasi masyarakat;
dan
Menjamin tercapainya penggunaan
sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan dan berkelanjutan

08/13/15

RUANG LINGKUP PERENCANAAN


NASIONAL

Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (20
th)
Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (5
th)
Rencana Strategis
Kementerian /Lembaga (5 th)
Rencana Kerja Pemerintah
Rencana Kerja Kementerian/
Lembaga.
08/13/15

DAERAH

Rencana Pembangunan Jangka


Panjang Daerah (20 th)
Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (5 th)
Rencana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah (5 th)
Rencana Kerja Pem. Daerah
Rencana Kerja Satuan Kerja
Perangkat Daerah

ISI RPJP
NASIONAL

DAERAH

Penjabaran tujuan
nasional kedalam:
- Visi
- Misi
- Arah Pembangunan
Nasional

Mengacu pada RPJP


nasional dan memuat:
- Visi
- Misi
- Arah Pembangunan
Daerah

08/13/15

10

ISI RPJM
RPJM NASIONAL:
Penjabaran visi, misi,
program presiden;
Berpedoman RPJP nas

Strategi BangNas
Kebijakan Umum
Ekonomi Makro
Program Kementerian,
lintas kementerian,
kewilayahan, dan lintas
kewilayahan yang
memuat kegiatan dalam
kerangka Regulasi dan
kerangka Anggaran.
08/13/15

RPJM DAERAH
Penjabaran visi, misi
program Kepala Drh;
Berpedoman RPJP Drh dan
memperhatikan RPJM
Nas
- Strategi BangDa
- Kebijakan Umum
- Arah Kebijakan Keu Drh
- Program SKPD,lintas
SKPD, kewilayahan,
lintas kewilayahan yang
memuat kegiatan dalam
kerangka Regulasi dan
kerangka Anggaran

11

ISI RENSTRA KL & RENSTRA SKPD

1.
2.
3.
4.

Renstra K/L
berpedoman pada
RPJM Nas.
Isi:
Visi-Misi
Tujuan, Strategi, dan
Kebijakan.
Program-program
Kegiatan Indikatif
08/13/15

1.
2.
3.
4.

Renstra SKPD
berpedoman pada
RPJM daerah.
Isi:
Visi-Misi
Tujuan Strategi dan
kebijakan
Program-program
Kegiatan Indikatif
12

ISI RENJA PEMERINTAH/DAERAH(RKP/D)


RKP
Penjabaran RPJM nas:

1.
2.
3.
4.

Prioritas bangnas
Rancangan kerangka
ekonomi makro
Arah kebijakan fiskal
Program kementerian, lintas
kementerian, Kewilayahan
dan lintas kewilayahan yang
memuat kegiatan dalam
kerangka Regulasi dan
kerangka Anggaran

08/13/15

RKP DAERAH
Penjabaran RPJM Daerah
mengacu pada RKP:
1.
2.
3.
4.

Proritas BangDa
Rancangan Kerangka
ekonomi makro daerah
Arah kebijakan keuangan
daerah
Program SKPD, lintas SKPD,
kewilayahan dan lintas
kewilayahan yang memuat
kegiatan dalam kerangka
Regulasi dan kerangka
Anggaran
13

ISI RENJA K/L & RENJA SKPD


RENJA K/L:
Penjabaran renstra K/L
Isi:
1. Kebijakan K/L
2. Program dan kegiatan
pembangunan
Dilaksanakan pemerintah
Mendorong partisipasi
masyarakat

08/13/15

RENJA SKPD:
Penjabaran renstra SKPD
Isi:
1. Kebijakan SKPD
2. Program dan kegiatan
pembangunan
Dilaksanakan
pemerintah
Mendorong partisipasi
masyarakat

14

1.

2.

3.
4.

PROSES PERENCANAAN

Proses politik: Pemilihan langsung


Presiden/Kepala Daerah menghasilkan
rencana pembangunan.
Proses teknokratik dilakukan oleh
perencana profesional atau lembaga
fungsional.
Proses partisipatif: pelaksanaan
Musrenbang
Proses Bottom Up dan Top Down
08/13/15

15

KEGIATAN DALAM PROGRAM


INVESTASI MASYARAKAT
Walaupun

ada RKP, pembangunan yang dibiayai


masyarakat sendiri tetap yang paling utama
Harus berjalan sesuai prinsip-prinsip
kebersamaan, berkeadilan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta berkeseimbangan
Untuk itu perlu pengaturan pemerintah
Pemerintah juga wajib memfasilitasi dan
mendorong partisipasi tersebut
Kegiatan pemerintah ini dinamakan kegiatan
dalam kerangka Regulasi
08/13/15

16

KEGIATAN DALAM PROGRAM


INVESTASI/LAYANAN UMUM OLEH
PEMERINTAH
Tidak semua barang dan jasa yang diperlukan
dapat dihasilkan oleh masyarakat sendiri;
Contohnya adalah HANKAM, Jalan umum,
Jembatan, Fasilitas pengolah limbah, Subsidi
pendidikan/Kesehatan, dan jaminan sosial
Untuk itu pemerintah wajib menyediakannya
Kegiatan pemerintah ini disebut Kerangka
Anggaran

08/13/15

17

PRINSIP PRINSIP
PELAKSANAAN
DESENTRALISASI KEUANGAN
1.
2.
3.

Harus merupakan suatu sistem yang


komprehensif;
Tanggung jawab keuangan mengikuti
tanggung jawab fungsi;
Adanya kemampuan yang memadai di
pemerintah pusat untuk memonitor dan
mengevaluasi desentralisasi;
08/13/15

18

4.

5.

6.
7.

Perkembangan hubungan kota dan desa


tidak dapat terakomodasi dalam sistem
pemerintahan antar daerah;
Desentralisasi keuangan membutuhkan
kemampuan pemerintah daerah
menghimpun pajak;
Pemerintah pusat konsisten dalam
menerapkan aturan desentralisasi;
Peratuaran keuangan antar tingkat
pemerintah hendaknya dibuat sederhana
08/13/15

19

8.

9.

10.
11.
12.

Rancangan sistem transfer antar


pemerintah hendaknya memenuhi
sasaran reformasi desentralisasi;
Desntralisasi keuangan hendaknya
mempertimangkan keseluruhan tingkat
pemerintahan;
Melaksanankan anggaran dengan tegas;
Menyadari bahwa sistem transfer antar
pemerintah selalu dapat dievaluasi;
Desentralisasi keuangan memerlukan
pendukung yang kuat.
08/13/15

20

PERBANDINGAN TAHAPAN INVESTASI


DI ASEAN
Indonesia - 12 tahap - 151 hr- 130,7% GNI/kap
Malaysia - 9 -- - 30 hr- 21,1%
-Philipina - 11 -- - 50 hr- 19,5%
-Thailand - 8 -- - 33 hr- 6,7%
-Vietnam - 11 -- - 56 hr - 28,6%
-Laos
- 9 -- -198 hr- 18,5%
-(JP, 5 Juli 2005, hal 10)

08/13/15

21

JP, 5 Juli 2005:


PERINGKAT DAYA SAING GLOBAL 2005

USA
100,00
Singapura 89,679
Taiwan
78,319
Cile
72,184
Estonia
66,710
Malaysia
65,844
Philipina
51,103
INDONESIA 33,811
08/13/15

Peringkat 1
-3
-11
-19
-26
-28
-49
-56
22

Surya, 3 Juni 2005, hal 5: Penegakan hukum


RI terburuk di Asia:
1. Hongkong
7. India
2. Singapura
8. Thailand
3. Jepang
9. Philipina
4. Korsel
10.Cina
5. Taiwan
11.Vietnam
6. Malaysia
12.Indonesia

08/13/15

23

PRESTASI INDONESIA 2004-2005


HDI

Indonesia berada pada rangking 111


dari 117 negara ;
Forum Ekonomi Dunia, Indonesia berada
pada rangking 69 dari 104 negara ;
Korupsi rangking 5 dari 145 negara bersama
Angola, Pantai Gading, Georgia, Tajikistan,
Turkmenistan (Transparency Int)
Rangking 1 ekonomi biaya tinggi se ASEAN
Rangking 56 daya saing Global.
08/13/15

24

PERMASALAHAN DAN AGENDA


PEMBANGUNAN NASIONAL 2004-2009
PERMASALAHAN PEMBANGUNAN
NASIONAL 2004-2009
1. Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi
mengakibatkan rendah dan menurunnya
tingkat kesejahteraan rakyat dan
munculnya berbagai masalah sosial
yang mendasar.
2. Kualitas SDM Indonesia masih rendah .
08/13/15

25

3.

4.
5.

6.

Kualitas manusia dipengaruhi juga oleh


kemampuan dalam mengelola SDA dan
LH.
Kesenjangan pembangunan antar
daerah masih lebar.
Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat
dipengaruhi oleh dukungan infrastruktur
dalam pembangunan.
Belum tuntasnya penanganan secara
menyeluruh terhadap aksi separatisme.
08/13/15

26

7.
8.

Masih tingginya kejahatan konvensional


dan transnasional.
TNI dihadapkan pada masih kurangnya
kemampuan jumlah dan personil dalam
menghadapi wilayah yang sangat luas,
serta kondisi sosial, ekonomi dan
budaya yang beragam, dan potensi
ancaman baik dari luar dan dalam negeri
yang tidak ringan.

08/13/15

27

9.

10.
11.

Masih banyak peraturan perundangan


yang belum mencerminkan keadilan,
kesetaraan dan penghormatan serta
perlindungan terhadap HAM.
Rendahnya kualitas pelayanan umum
kepada masyarakat.
Belum menguatnya pelembagaan politik
lembaga penyelenggara negara dan
lembaga kemasyarakatan.

08/13/15

28


1.
2.

3.

4.
5.

LIMA PERMASALAHAN MENDASAR


Masih lemahnya karakter bangsa;
Belum terbangunnya sistem
pembangunan, pemerintahan, dan
pembangunan yang berkelanjutan;
Belum berkembangnya nasionalisme
kemanusian serta demokrasi politik dan
ekonomi;
Belum terejawantahnya nilai-nilai utama
kebangsaan;
Kegamangan menghadapi masa depan.
08/13/15

29

ABAD 21
Menghadapkan keadaan, permasalahan
dan tantangan yang berbeda dengan yang
dihadapi dalam kurun waktu sebelumnya.

08/13/15

30

ABAD 21
Perkembangan sratejik nasional dan internasional yang
kita hadapi dewasa ini dan dimasa datang
mensyaratkan:
perubahan paradigma kepemerintahan
pembaharuan sistem kelembagaan
peningkatan kompetensi SDM
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan bangsa serta dalam penyelenggaraan
hubungan antar bangsa yang mengacu pada
terselenggaranya kepemerintahan yang baik.

08/13/15

31

STRATEGI MEMASUKI ABAD 21


1.
2.
3.
4.

5.

Visi dan misi dipahami semua personil


lembaga ;
Tujuan lembaga dipahami semua personil
Didukung oleh kualitas SDM, dana, dan
teknologi tepat guna ;
Didukung oleh sistem/ lingkungan yang
dapat memotivasi pegawai untuk
mencapai tujuan lembaga ;
Standar pelayanan prima sebagai
pedoman dalam melayani masyarakat.
08/13/15

32

MENGHADAPI PERMASALAHAN,
TANTANGAN, SERTA KETERBATASAN
YANG DIHADAPI, DITETAPKAN:

1.

VISI PEMBANGUNAN NASIONAL 20042009:


Terwujudnya kehidupan masyarakat,
bangsa, dan negara yang aman, bersatu
rukun dan damai

08/13/15

33

2.

3.

Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan


negara yang menjunjung tinggi hukum,
kesetaraan, dan HAM;
Terwujudnya perekonomian yang
mampu menyediakan kesempatan kerja
dan penghidupan yang layak serta
memberikan fondasi yang kokoh bagi
pembangunan yang berkelanjutan.

08/13/15

34

BERDASAR VISI TERSEBUT


DITETAPKAN:
MISI PEMBANGUNAN NASIONAL 20042009:
1. Mewujudkan Indonesia yang aman dan
damai;
2. Mewujudkan Indonesia yang adil dan
demokratis;
3. Mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
08/13/15

35

STRATEGI POKOK PEMBANGUNAN


UNTUK MEWUJUDKAN VISI DAN MISI
PEMBANGUNAN NASIONAL:
1. Strategi penataan kembali Indonesia
yang diarahkan untuk menyelamatkan
sistem ketatanegaraan Republik
Indonesia.
2. Strategi pembangunan Indonesia yang
diarahkan untuk membangun Indonesia
disegala bidang.
08/13/15

36

BERDASARKAN VISI, MISI DAN


STRATEGI PEMBANGUNAN DISUSUN
AGENDA PEMBANGUNAN
NASIONAL, YAITU:
1.
2.
3.

Menciptakan Indonesia yang aman dan


damai;
Mewujudkan Indonesia yang adil dan
demokratis;
Meningkatkan kesejahteraan Indonesia.
08/13/15

37

AGENDA MEWUJUDKAN INDONESIA


YANG AMAN DAN DAMAI
DENGAN SASARAN POKOK:
1. Meningkatnya rasa aman dan damai;
2. Semakin kokohnya NKRI berdasarkan
Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka
Tunggal Ika;
3. Semakin berperanya dalam menciptakan
perdamaian dunia.
08/13/15

38

AGENDA MEWUJUDKAN INDONESIA


YANG ADIL DAN DEMOKRATIS
Dengan sasaran pokok:
1. Meningkatnya keadilan dan penegakan
hukum;
2. Terjaminnya keadilan gender bagi
peningkatan peran perempuan;
3. Meningkatnya penyelenggaraan OTODA
dan kepemerintahan daerah;
08/13/15

39

4.

Meningkatnya pelayanan birokrasi


kepada masyarakat;

5.

Terpeliharanya momentum konsolidasi


demokrasi yang sudah terbentuk
berdasarkan hasil pemilu secara
langsung tahun 2004.

08/13/15

40

AGENDA MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Dengan sasaran pokok:


1. Pengurangan kemiskinan dan
pengangguran;
2. Berkurangnya kesenjangan antar wilayah;
3. Meningkatnya kualitas manusia;
4. Membaiknya mutu LH dan pengelolaan
SDA;
5. Meningkatnya dukungan infrastruktur.
08/13/15

41

UU NO:10 TAHUN 2004 TENTANG


PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANGAN
1.
2.
3.
4.
5.

UUD 1945
UU/PERPU
Peraturan Pemerintah
Peraturan Presiden
Peraturan Daerah(Propinsi,
Kabupaten/Kota, Peraturan Desa)

08/13/15

42