Anda di halaman 1dari 5

1.

Rifki (K/3) adalah seorang pegawai PT Sejahtera yang bergerak dibidang


perdagangan alat-alat kesehatan. Pada tahun 2013, ia memperoleh penghasilan setiap
bulan sebagai berikut::

Gaji : Rp9.000.000

Tunjangan Makan : Rp 1.000.000

Tunjangan Pajak : Rp 1.200.000

Pada bulan Maret 2013, Rifki menerima bonus sebesar : Rp 3.000.000

Pada bulan September 2013, Rifki menerima THR sebesar Rp 7.000.000


Pertanyaan:

1. Berapa PPh terutang pada bulan Januari 2013?


2. Berapa PPh terutang atas bonus yang diterima di bulan Maret 2013?
3. Berapa PPh yang terutang atas THR yang diterima di bulan September 2013?
4. Berapa PPh yang terutang selama tahun 2013?
Jawaban :

JANUARI 2013
PPh yang dipotong pada bulan Januari
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjangan Pajak
Penghasilan Bruto sebulan
Biaya jabatan (5%)
Penghasilan neto setahun
PTKP (K/1)
Penghasilan kena pajak
PPh 21 terutang (lapisan 1 saja=5%)
PPh 21 sebulan (:12)

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000
3.200.000
160.000
36.480.000
28.350.000
8.130.000
406.500
33.875

a
b
c
d=a+b+c
- e=5%*d
f=(d-e)*12
-g
h=f-g
i=h*5%
j=h/12

Jadi pada bulan Januari 2013, PT Sejahtera akan memotong PPh Pasal 21 atas gaji dan
tunjangan yang diterima oleh Rifki sebesar Rp 33.875.
Maka Take Home Pay/Penghasilan bersih yang bisa dinikmati atas penghasilan Rifki pada
bulan Januari adalah sebagai berikut:
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjuangan Pajak
Penghasilan Januari
Potongan PPh Pasal 21 Januari 2013
THP Rifki januari 2013

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000 +
3.200.000
33.875 3.166.125

a
b
c
d=a+b+c
e
f=d-e

MARET 2013
PPh terutang atas bonus yang diterima di bulan Maret 2013 :
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjangan Pajak
Penghasilan Bruto setahun
Bonus
Total penghasilan gaji & bonus
Biaya Jabatan
Penghasilan Neto Setahun
PTKP (K/1)
Penghasilan kena pajak
PPh 21 terutang atas gaji & bonus
PPh 21 terutang atas gaji saja
PPh 21 atas bonus

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000
38.400.000
2.000.000
40.400.000
2.020.000
38.380.000
28.350.000
10.030.000
501.500
406.500
95.000

a
b
+c
d=12*(a+b+c)
e
f
g=5%*f
- h=f-g
-i
j=h-i
k=5%*j
- l=terutang jan
m=k-l

Jika pembayaran gaji dan pembayaran bonus dibayarkan pada saat yang bersamaan maka,
Take Home Pay Maret 203 Rifki adalah sebagai berikut:
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjuangan Pajak
Bonus
Penghasilan Maret 2013
Potongan PPh Pasal 21 atas gaji
Potongan PPh 21 atas bonus
THP Rifki Maret 2013

SEPTEMBER 2013

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000
2.000.000 +
5.200.000
33.875
95.000 5.071.125

A
B
C
D
e=a+b+c+d
F
G
h=e-f-g

PPh yang terutang atas THR yang diterima di bulan September 2013 :
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjangan Pajak
Penghasilan Bruto setahun
THR
Total penghasilan gaji & THR
Biaya Jabatan
Penghasilan Neto Setahun
PTKP (K/1)
Penghasilan kena pajak
PPh 21 terutang atas gaji & THR
PPh 21 terutang atas gaji saja
PPh 21 atas THR

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000
38.400.000
5.000.000
45.400.000
2.270.000
43.130.000
28.350.000
14.780.000
739.000
406.500
332.500

a
b
+c
d=12*(a+b+c)
e
f
g=5%*f
- h=f-g
-i
j=h-i
k=5%*j
- l=terutang jan
m=k-l

Jika pembayaran gaji dan pembayaran THR dibayarkan pada saat yang bersamaan maka,
Take Home Pay Rifki adalah sebagai berikut:
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjuangan Pajak
Bonus
Penghasilan September 2013
Potongan PPh Pasal 21 atas gaji
Potongan PPh 21 atas THR
THP Rifki September 2013

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000
5.000.000 +
8.200.000
33.875
332.500
7.833.625

A
B
C
D
e=a+b+c+d
F
G
h=e-f-g

PPh yang terutang selama tahun 2013


Karena pada contoh tidak ada kenaikan atau penurunan gaji, maka untuk PPh 21 setahun bisa
dihitung sebagai berikut
Gaji
Tunjangan Makan
Tunjangan Pajak
Penghasilan Bruto setahun
Bonus
THR
Total bruto & bonus & THR
Biaya Jabatan
Penghasilan Neto Setahun
PTKP
Penghasilan Kena Pajak

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

3.000.000
100.000
100.000 +
38.400.000
2.000.000
5.000.000 +
45.400.000
2.270.000 43.130.000
28.350.000 14.780.000

a
b
c
d
e
f
g
h
i
j
k

PPh Pasal 21 terutang selama tahun 2013 atas semua penghasilan: Rp 14.780.000 x 5%
= Rp 739.000

2. PT Bejo mengimpor barang dari Jepang. PT Bejo tidak memilki Angka pengenal
Impor, PT Bejo adalah perusahaan otomotif yang mengimpor mobil dari Jepang
sebanyak 50 unit barang. Harga faktur per unit sebesar US$500.000. Biaya asuransi
dan biaya angkut antar daerah pabean masing-masing 5% dan 10% dari harga faktur.
Pungutan pabean lain yang sah adalah Rp 22.500.000,-. Kurs yang ditetapkan oleh
Menteri Keuangan pada waktu itu adalah Rp 9.000. Berapa PPh 22 yang harus
dibayar?
Jawaban :
Harga faktur 50 x $500.000

$25.000.000

Biaya asuransi 5% x $25.000.000

$ 1.250.000

Biaya angkut 10% x $25.000.000

$ 2.500.000
------------

CIF

$28.750.000

CIF dalam Rupiah $28.750.000 x Rp 9.000 =

Rp 258.750.000.000

Pungutan pabean lainnya

Rp

22.500.000

--------------------Nilai Impor

Rp 258.772.500.000

PPh 22 yang harus dipungut (tidak memiliki API):


Rp 258.772.500.000 x 7,5% = Rp 19.407.937.500

3. PT EFG mengimppor barang dari USA dengan harga US$300.000. Asuransi yang
dibayar diluar negeri sebesar 5% dari harga dan biaya angkut sebesar 10% dari harga.
Bea masuk dan bea masuk tambahan masing-masing 10% dan 20%. (Berdasarkan
kurs pajak USA = Rp 10.000). PT EFG memiliki API dan mengimpor melalui PT
XYZ; importir yang memiliki API. Berdasarkan perjanjian kedua pihak, handling fee
dtetapkan sebesar 1,5% dari harga impor. Hitung PPh 22 yang harus dipungut dan
Jurnal transaksi ini.
Jawaban :
Harga
faktur

300.000

Biaya

15.000

asuransi

Biaya

angkut

30.000
-------------

CIF

CIF

dalam

rupiah

Bea

masuk

10%

$345.000
x

Rp

Rp

10.000

3.450.000.000

Rp

Bea masuk tambahan 20% x Rp 3.450.000.000

345.000
3.450.000.000

Rp

= Rp

345.000.000
690.000.000

-----------------------Nilai

Impor

Rp

Pajak Penghasilan pasal 22= 2,5% X Rp


Handling

Fee

1,5%

Rp

4.485.000.000

4.485.000.000 = Rp 112.125.000

4.485.000.000

Rp

67.275.000

JURNAL
Barang
Pajak

(NI+Handling

Penghasilan

pasal

fee)

Rp

936.337.000

22

Rp

23.062.500

Kas
Rp 959.400.000
4. Yayasan Anak Sholeh membangun sebuah gedung tiga lantai dengan masing-masing
rekanan dan nilai komtrak sebagai berikut :
PT. Rancang Bangunan sebagai perencana konstruksi dengan nilai kontrak

Rp. 1.700.000.000
PT. Winata Karya sebagai pelaksana konstruksi dengan nilai kontrak

Rp. 100.000.000.000
PT. Pengawas Jaya sebagai pengawas konstruksi dengan nilai kontrak

Rp. 1.100.000.000
PPh Pasal 23 yang dipotong oleh Yayasan Anak Sholeh adalah ?
Jawaban
*

Dipotong terhadap PT. Rancang Bangun


2% x Rp 1.700.000.000 = Rp. 34.000.0000
* Dipotong terhadap PT. Winata Karya
2% x Rp 100.000.000.000 = Rp. 2.000.000.000
* Dipotong terhadap PT.Pengawas Jaya
2% x Rp. 1.100.000.000 = Rp 44.000.000