Anda di halaman 1dari 5

RESUME PENGANTAR ILMU HUKUM DAN

TATA HUKUM
A.

Pengertian Hukum
1.
Arti Hukum dari Seri Etimologi
a. Hukum
Berasal dari bahasa Arab. Kata jamaknya adalah Alkas yang selanjutnya
diambil alih dalam bahasa Indonesia menjadi Hukum. Di dalam pengertian
hukum terkandung makna bertalian erat dengan makna yang dapat
melakukan paksaan.
b. Recht
Berasal dari bahasa Latin Rechtum yang mempunyai arti tuntunan, bimbingan,
pemerintahan.
c. Ius
Berasal dari bahasa latin (Iubere = mengatur/memerintah). Ius berarti
hukum yang bertalian erat dengan keadilan yang mempunyai 3 unsur
(wibawa, keadilan dan tata keadilan).
d. Lex
Berasal dari bahasa Latin (Lesere = mengumpulkan orang-orang yang
2.

diberi perintah).
Definisi Hukum oleh Beberapa Pakar
a. Plato. Hukum adalah sistem peraturan-peraturan yang teratur dan tersusun
baik yang mengikat masyarakat.
b. Aristoteles. Hukum hanya sebagai kumpulan peraturan yang tidak hanya
mengikat masyarakat tetapi juga hakim.
c. Bellfoid. Hukum yang berlaku di suatu masyarakat mengatur tata tertib
masyarakat itu didasarkan atas kekuasaan yang ada pada masyarakat.
d. Mr. E.M. Mayers. Hukum adalah semua aturan yang mengandung
pertimbangan kesusilaan ditinjau kepada tingkah laku manusia dalam
masyarakat dan yang menjadi pedoman penguasa-penguasa negara dalam
melakukan tugasnya.
e. Dr. Soejono Dirdjosisworo, S.H. (1) Hukum dalam arti ketentuan penguasa
(undang-udang, keputusan hakim dan sebagainya), (2) Hukum dalam arti
petugas-petugas-nya (penegak hukum), (3) Hukum dalam arti sikap tindak,
(4) Hukum dalam arti sistem kaidah, (5) Hukum dalam arti jalinan nilai
(tujuan hukum), (6) Hukum dalam arti tata hukum, (7) Hukum dalam arti ilmu
f.

hukum, (8) Hukum dalam arti disiplin hukum.


J. Van Kan

Hukum adalah keseluruhan ketentuan-ketentuan penghidupan yang bersifat


memaksa yang diadakan untuk melindungi kepentingan orang dalam
masyarakat.
g. Padmo Wahyono
Hukum adalah alat/sarana untuk menyelenggarakan kehidupan negara atau
ketertiban dan sekaligus merupakan sarana untuk menyelenggarakan
kesejahteraan sosial.
h. Immanuel Kant
Hukum adalah keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari
orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang
i.

lain.
Euterecht
Hukum adalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup tata tertib suatu
masyarakat

j.

dan

seharusnya

ditaati

oleh

anggota

masyarakat

yang

bersangkutan.
Leon Duguit
Hukum adalah tingkah laku anggota masyarakat, aturan yang daya
penggunaannya pada saattertentu diindahkan oleh anggota masyarakat sebagai
jaminan dari kepentingan bersama terhadap orang yang melakukan

pelanggaran.
k. J.T.C. Sumorangkir, S.H. dan Woerjo Sastropranoto, S.H. bahwa hukum itu
ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah
laku manusia dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh badan-badan
resmi yang berwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi
berakibat

B.

diambilnya

tindakan,

yaitu

dengan

hukuman.

l.
Tujuan Hukum
1.
Menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat hukum.
2.
Menciptakan keseimbangan di dalam masyarakat.
3.
Mengadakan keselamatan, kebahagianan dan tata tertib dalam masyarakat.
4.
Mengatur tata tertib dalam masyarakat secara damai dan adil.
5.
Menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan-kepentingan itu tidak
dapat diganggu.

C.

Kaedah (Norma)
Kaedah (norma) adalah patokan atau ukuran atau pedoman untuk berperilaku atau
bersikap tindak. Norma berasal dari istilah norm yang artinya pedoman atau patokan
bagi setiap orang dalam bersikap tindak baik terhadap diri orang lain ataupun terhadap

dirinya sendiri. Dalam bahasa belanda istilah norma disebut juga mattregel maat
artinya sama dengan kaidah yang berasal dari kata Aqidah.
1.

Kaedah Kepercayaan
Kaedah kepercayaan atau agama ditujukan kepada kehidupan beriman. Kaedah ini
ini ditujukan terhadap kewajiban manusia kepada Tuhan dan kepada dirinya
sendiri. Sumber atau asal kaedah ini adalah ajaran-ajaran kepercayaan atau agama
yang oleh pengikut pengikutnya dianggap sebagai perintah Tuhan. Kaedah
kepercayaan atau keagamaan ini bertujuan penyempurnaan manusia oleh karena
kaedah ini ditujukan kepada umat manusia dan melarang manusia melakukan
perbuatan jahat. Kaedah kepercayaan ini tidak ditujukan kepada sikap lahir, tetapi

2.

sikap batin manusia.


Kaedah Kesusilaan
Kaedah Kesusilaan berhubungan dengan manusia sebagai individu karena
menyangkut kehidupan pribadi manusia. Sebagai pendukung kaedah kesusilaan
adalah nurani individu. Kaedah ini ditujukan kepada umat manusia agar terbentuk
kebaikan akhlak pribadi guna penyempurnaan manusia dan melarang manusia

3.

melakukan perbuatan jahat.


Kaedah Sopan Santun, Tata Krama atau Adat
Kaedah sopan santun didasarkan atas kebiasaan, kepatutan, atau kepantasan yang
berlaku dalam masyarakat. Kaedah ini ditujukan kepada sikap lahir pelakunya
yang konkrit demi penyempurnaan atau ketertiban masyarakat dan bertujuaam

4.

menciptakan perdamaian.
Kaedah Hukum
Mencapai kedamaian hidup bersama. Ditujukan kepada sikap lahir manusia.
Berasal kekuasaan luar manusia yang memaksa. Sanksi diperoleh dari
masyarakatsecara resmi. Membebani kewajiban dan memberikan hak.

D.

Beberapa Pengertian yang Terkait dengan Bidang Hukum


1.
Subyek Hukum
Sesuatu yang menurut hukum mempunyai hak dan kewajiban. Terdiri dari :
a. Manusia Biasa
Sebagai pembawa hak (subyek) mempunyai hak-hak dan kewajibankewajiban untuk melakukan tindakan hukum.
b. Badan-badan (kumpulan manusia)
Badan-badan perkumpulan yakni orang-orang (persoon) yang diciptakan oleh
hukum. Mempunyai hak dan kewajiban seperti manusia. Itu badan hukum
dapat bertindak dengan perantara pengurus-pengurusnya.
2.

Obyek Hukum

Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum (manusia/badan hukum) dan
yang dapat menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek
3.

hokum.
Peristiwa Hukum
Semua kejadian/fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang mempunyai

4.

akibat hukum.
Hubungan Hukum
Hubungan antara dua subyek atau lebih, dimana hak dan kewajiban disatu pihak

5.

berhadapan dengan hak dan kewajiban dipihak lain.


Perbuatan Hukum
Setiap perbuatan subyek hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk

6.

menimbulkan hak dan kewajiban. Akibatnya diatur oleh hukum.


Masyarakat Hukum
Sistem hubungan teratur dengan hukumnya sendiri, yaitu hukum yang tercipta
oleh, untuk, dalam sistem hubungan itu.

E.

Sumber - Sumber Hukum


Tempat dimana untuk mendapatkan kepastian atau legalitas untuk melaksanakan
tindakan hukum.
1.
Sebagai azas hukum, yg merupakan permulaan hukum: kehendak Tuhan, akal

F.

2.

manusia
Menunjukkan hukum terdahulu yang memberi bahan-bahan kpd hukum yg

3.

sekarang berlaku: Hukum Perancis


Sebagai sumber berlakunya: memberi kekuatan berlaku secara formil kpd

4.

peraturan hukum
Sebagai sumber dari mana kita dpt mengenal hukum: dokumen, lontar, batu

5.

bertulis, UU, dsb


Sebagai sumber terjadinya hukum: sumber yg menimbulkan hukum

Sistem & Klasifikasi Hukum


Sistem Hukum adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari unsur-unsur yang satu sama
lain saling berhubungaan dan kait mengait secara erat. Terdiridari 3 elemen :
1.
Keseluruhan aturan, kaidah, asas-asas yang dirumuskan dalam sistem pengertian.
2.
Organ-organ, pranata, dan para pejabat pelaksana hukum yang merupakan elemen
3.

operasional hukum.
Keputusan-keputusan dan tindakan konkrit dari pejabat hukum maupun warga
masyarakat, tetapi hanya terbatas pada keputusan dan tindakan yang mempunyai
hubungan dengan sistem pengertian.

Klasifikasi hukum berdasarkan fungsinya


1.

Hukum Materil

Ketentuan-ketentuan hukum itu sendiri atau keseluruhan kaedah - kaedah baik


yang tertulis ataupun yang belum atau akan tertulis. Mengatur hubungan sesama
anggota masyarakat, antara anggota masyarakat dengan negara. Mengandung Hak
dan Kewajiban. Contoh: hubungan sosial, hubungan kekuatan politik, situasi
2.

sosial ekonomis, tradisi, dll


Hukum Formil
Merupakan sumber-sumber hukum yang telah mempunyai bentuk tertentu
sehingga kita dapat menemukan dan mengenal suatu bentuk hukum dan menjadi
faktor yang memberlakukan dan mempengaruhi kaidah atau aturan hukum.
Contoh : Hukum Acara Pidana.

Klasifikasi hukum berdasarkan isi/kepentingan yang diatur


1.

Hukum Publik
Hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapan
negara dengan alat-alat perlengkapan negara atau hubungan antara negara dengan
warga negaranya. (Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, dan Hukum
Internasional).

2.

Hukum Privat
Hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara orang yang satu dengan orang
yang lain dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. (Hukum
Perdata dan Hukum Dagang).