Anda di halaman 1dari 1

Antibakteri adalah senyawa yang dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme hidup.

Senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri disebut bakteriostatik, yang membunuh
bakteri disebut bakteriosida, dan germisidal (menghambat germinasi spora bakteri). Kemampuan
suatu zat antimikrobia dalam menghambat pertumbuhan bakteri dipengaruhi oleh berbagai
faktor, diantaranya : 1) konsentrasi zat antimikroba, 2) jenis, jumlah, umur, dan keadaan
mikrobia, 3) suhu, 4) waktu, dan 5) sifat-sifat kimia dan fisik makanan termasuk kadar air, pH,
jenis, dan jumlah komponen di dalamnya (Luthana, 2008).
Aktivitas antibakteri dibagi menjadi 2 macam yaitu aktivitas bakteriostatik (menghambat
pertumbuhan tetapi tidak membunuh patogen) dan aktivitas bakterisidal (dapat membunuh
patogen dalam kisaran luas) (Brooks et al., 2005).
Ciri- ciri antibakteri yang baik menurut Pelczar et al., (1988) adalah :
1. Mampu membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri
2. Substansi itu harus dapat larut dalam air atau pelarut-pelarut lain sampai pada taraf yang
diperlukan
3. Perubahan yang terjadi pada substansi itu bila dibiarkan beberapa lama harus seminimal
mungkin dan tidak boleh mengakibatkan kehilangan sifat antimikrobialnya dengan nyata.
4. Tidak bersifat racun bagi manusia maupun hewan lain
5. Komposisinya harus seragam sehingga bahan aktifnya selalu terdapat pada setiap
aplikasi.
6. Tidak bergabung dengan bahan organik
7. Aktivitas antimikrobial pada suhu kamar atau pada suhu tubuh
8. Kemampuan untuk menembus dinding sel
9. Tidak menimbulkan karat dan warna
10. Kemampuan menghilangkan bau yang kurang sedap
Beberapa jenis senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri adalah sodium benzoate, senyawa
fenol, asam-asam organik, asam lemak rantai medium dan esternya, sulfur dioksida dan sulfit,
nitrit, senyawa kolagen dan surfaktan, dimetil karbonat dan metal askorbat. Antibakteri alami
baik dari produk hewani, tanaman maupun mikroorganisme misalnya bakteriosin (Luthana,
2007).
Menurut Simbala (2009) senyawa metabolit sekunder dapat dibagi ke dalam tiga kelompok besar
yaitu :
1. Terpenoid (termaksud triterpenoid, steroid, dan saponin),
2. Alkaloid
3. Senyawa-senyawa fenol (termaksud flavonoid dan tanin).