Anda di halaman 1dari 26

NAMA : ISMY NANDA JUWITA

NIM : 06141281419024
PRODI : PAUD'14
PERTUMBUHAN, KEMATANGAN & BELAJAR

1. KB 1. Pengertian Pertumbuhan
Secara umum banyak yang mendefinisikan pertumbuhan adalah proses perubahan
jasmani yang terjadi sampai mencapai kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami
oleh individu yang satu dengan
yang lain berbeda.
2. KB 2. Pengertian Kematangan
Kematangan adalah kemampuan seseorang untuk berbuat seseuatu dengan cara-cara
tertentu. Singkatnya ia telah memiliki intelegensi. Intelegensi itu ialah faktor total. Berbagai
macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan, fantasi, perasaan, perhatian, minat
dan sebagainya) turut mempengaruhi intelegensi
seseorang.
Dari definisi di atas dapar di artikan bahwa kematangan adalah keadaan atau kondisi
bentuk, struktur dan kondisi yang lengkap atau dewasa pada suatu organism, baik terhadap
suatu sifat, bahkan seringkali semua sifat.
3.

KB 3. Pengertian Belajar

beberapa elemen yang penting yang mencirikan pengertian tentang belajar, yaitu bahwa :
a. Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat
mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik tetapi juga ada kemungkinan
mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
b. Belajar merupakan satu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman.
c. Untuk dapat disebut belajar, maka perubahan itu harus relatif mantap, harus
merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang.
d. Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek
kepribadian, baik fisik maupun psikis, seperti : ketrampilan, pemecahan suatu
masalah / berpikir, kecakapan, kebiasaan ataupun sikap.

SOAL

1. Bagaimana menurut anda status gizi yang baik untuk anak usia dini?
Jawab:
Menurut saya stutus gizi yang baik untuk anak usia dini itu adalah
makananmakanan yang sehat dan bergizi tidak makanan yang
cepat saji, dan makanan itu harus mengandung vitamin dan mineral
yang dibutuhkan oleh sang anak.
2.Bagaimana Menurut anda solusi yang tepat untuk orang miskin dalam
memberikan
nutrisi bagi sang anak?
Jawab:
Solusi bagi orang kurang mampu untuk memenuhu nutrisi bagi sang
anak, orang tua bisah memberikan makanan- makanan sehat lima
sempurna tanpa biaya besar yaitu dengan memberinya buah-buahan
contohnya pepaya, Pisangn, jambu. Dan tidak memberikan makananmakanan yang siap saji.

NAMA: ISMY NANDA JUWITA


NIM : 06141281419024
PRODI: PAUD'14
Kesehatan Fisik & psikologis
(Health and record)

1.KB 1. Pengertian Pemeliharaan Kesehatan


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata memelihara berasal dari kata pelihara
yang artinya rawat dan jaga. Sedangkan pengertian kesehatan berasal kata ke-sehat-an, sehat
adalah suatu keadaan ketika seluruh organ tubuh dapat melaksanakan fungsinya dengan baik.
2.KB 2. Status Gizi yang Baik untuk Anak Usia Dini
Status gizi merupakan ekpresi dari keadaan tubuh yang dipengaruhi oleh zat-zat gizi
tertentu. Status Gizi dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu:
a.Penyebab langsung
Penyebab ini bersumber dari makanan anak dan penyakit infeksi yang mungkin
diderita oleh anak
b.Penyebab tidak langsung, terdiri dari :
1.Ketahanan pangan di keluarga, ini terkait dengan ketersediaan pangan, harga pangan dan
daya beli keluarga, serta yang paling utamanya pengetahuan tentang gizi dan kesehatan.
2.Pola asuh anak, berupa sikap dan perilaku ibu atau pengasuh lain dalam hal keterdekatannya
dengan anak, memberikan makan, merawat, kebersihan, memberi kasih sayang dan
sebagainya..
3.KB 3. Pentingnya Pemeliharaan Kesehatan untuk Anak Usia Dini
1,Keterlibatan Kesehatan Psikologis Dengan Kesehatan Fisik Pada Anak Usia Dini
Permasalahan Kesehatan yang Sering Terjadi pada Anak Usia Dini
a) Kurang Gizi/ Malnutrisi
b) Diare dan Disentri
c) Demam
d) Meningitis
e) Anem

SOAL

1) Bagaimana cara menangani anak yang mudah bosan belajar?


Jawab:
Kita harus membuat dia nyaman terlebih dahulu dengan kita lalu buat
semenarik mungkin proses cara belajarnya, contoh di sela belajar sisipkan
bernyanyi bersama dan berjoget lalu anak akan tidak mudaj bosan untuk
belajar.

2) Menurut anda faktor yang membuat anak tertarik untuk belajar?


Jawab:
Factor yang membuat anak tertarik untuk belajar:
1..Rasa ingin tahunya tinggi
2.Coba-coba
3.Orang tua
4.Lingkungan
3).Apa ciri-ciri belajar tersebut?
Jawab:
1.Belajar harus memiliki tujuan
2.Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan sesuatu menetapan materi yang
khusus
3.Ditandai aktivitas anak
4.Dalam kegiatan belajar guru berperan sebagai pembimbing
5.Membutuhkan disiplin
6.Ada batas waktu
7.Evaluasi

NAMA: ISMY NANDA JUWITA


NIM: 06141281419024
PRODI: PAUD14
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN FISIK DAN MOTORIK PADA ANAK USIA
4-8 TAHUN
A. Teori David Gallahue
Gallahue (1996:22) mengklasifikasi anak ke dalam dua kategori, yaitu early
childhood (3-8 tahun) dan later childhood (8-12 tahun) untuk melihat perbedaan pertumbuhan
dan perkembangannya. Gallahue (1996:22) menyatakan bahwa Perceptual abilities become

increasingly refined. The sensorimotor apparaturs work in ever greater harmony, so that by
the end of this period, children can perform numerous sophisticated skills. Kemampuan anak
dalam perceptual pada masa ini sudah mulai meningkat dan bekerja secara harmony untuk
belajar gerak sehingga pada akhirnya dapat menunjukan keterampilan geraknya.Mereka
sudah mulai bisa menaunjukan penampilan keterampilan gerak dasar yaitu lokomotor dan
manipulative.
1. KB 1. Perkembangan fisik Anak
Perkembanga fisik adalah pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada
tubuh/badan/jasmani sesorang. Perkembanga fisik manusia terjadi mengikuti prinsip
cephalocaudal, yaitu bahwa kepala dan bagian atas tubuh berkembang lebih dahulu sehingga
bagian atas tampak lebih besar dapada bawah.
a.
b.
c.
d.

Keterampilan motorik kasar (gross motor skill)


Keterampilan motorik halus (fine motor skill)
Bahasa tubuh (body language)
Panca indra

2. KB 2. Kesehatan
a. Kesehatan dan kebersihan anak usia dini
Menurut WHO, dalam piagam ottawa untuk promosi kesehatan, mengatakan bahwa
pengertian kesehatan adalah sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup
kesehatan adalah konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta
kemampuan fisik.
b. Nutrisi
Istilah gizi berasal dari bahasa Arab GIZAWI yang berarti nutrisi. Oleh para ahli
diubah menjadi gizi. Gizi adalah subtansi organik dan non organik yang ditemkan dalam
makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik
c. Olah Tubuh/ Olahraga
Menurut Cholik Mutohir olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala
kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi
jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat berupa
permainan, petandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia yang memiliki

Ideologi yang seutuhnya dan berkualitas berdasarkan Dasar Negara atau Pancasila.
3. KB 3. Keselamatan dan Keamanan Anak Usia Dini
a. Pengertian Keselamatan, Kecelakaan, dan Keamanan
Keselamatan (safety) adalah suatu keadaan/kondisi ketika seseorang, kelompok atau
masyarakat terhindar dari segala bentuk ancaman bahaya / kecelakaan. Kecelakaan adalah
kejadian yang tidak dapat diduga dan tidak diharapkan yang dapat menimbulkan kerugian,
sedangkankeamanan (security) adalah keadaan aman dan tentram bebas dari ancaman/
penyakit.
b. Karakteristik dari Keamanan
Karakteristik

dari

kemanan

mencakup

hal

yaitu

pervasiveness

(mempengaruhi/mengisi), perception (persepsi), dan management (managemen) (Craven,


2001):
1. Pervasiveness (Kegunaan)
2. Perception (Tanggapan)
3. Managemen

SOAL
1.

bagaimana menurut anda tentang penguasaan si anak terhadap keterampilan membaca


dan menulisnya?
Jawab:
Menurut saya Perkembangan membaca dan menulis, tampaknya yang
mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Bukan hanya orang tua saja,
Namun yang juga tidak kalah sibuknya adalah guru, dan orang dewasa
disekitar tempat dia tinggal, sehingga guru dan orang tua secara bersama-sama
berusaha agar anaknya nanti dapat diterima di SD yang diinginkan.
2.Adi mencuri Rp 1200,00 untuk membeli kartu pokemo.ida mencuri Rp1000,00 agar
uangnya cukup untuk membeli obat adiknya yang sakit batuk parah.bagaimana tanggapan
anda tentang anak usia 5 tahun terhadap kasus tersebut?
Jwawb:
Menurut saya anak yang berusia 5 tahun tersebut belum bisa menilai benar

atau salah perilaku berdasarkan fakta yang nampak dari luar.

NAMA: ISMY NANDA JUWITA


NIM: 06141281419024
PRODI: PAUD14

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAHASA, MORAL DAN AGAMA ANAK


USIA 4-8 TAHUN
KB 1. PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 4-8 TAHUN
1. Teori Noam Chomsky
Chomsky menyatakan bahwa bahasa adalah bentuk komunikasi, entah itu lisan, tertulis
atau tanda, yang didasarkan pada sistem simbol. Secara biologis, anak-anak sudah disiapkan
untuk belajar bahasa saat mereka berinteraksi dengan lingkungannya. Adapun penguasaan
bahasa akan mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan diri individu itu sendiri
yang dipengaruhi oleh faktor biologis dan faktor lingkungan.
Teori "Nativist" oleh Chomsky", mengutarakan bahwa bahasa sudah ada di dalam diri

anak. Saat seorang anak dilahirkan, ia telah memiliki serangkaian kemampuan berbahasa
yang disebut "Tata Bahasa Umum" atau "Universal Grammar". Anak tidak sekadar meniru
bahasa yang ia dengarkan, tapi ia juga mampu menarik kesimpulan dari pola yang ada. Ini
karena anak memiliki sistem bahasa yang disebut Perangkat Penguasaan Bahasa (Language
Acquisition Devise/LAD). Menurut teori ini, anak perlu mendapatkan model pembelajaran
bahasa sejak dini. Anak akan belajar bahasa dengan cepat, terutama untuk bahasa kedua,
sebelum usia 10 tahun. Chomsky merupakan penganut nativisme. Menurutnya, bahasa hanya
dapat dikuasai oleh manusia, binatang tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia.
Kemampuan berbahasa seorang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa fator intern
diantaranya:
1. Faktor genetik
2. Faktor Kemampuan Anak
3. Faktor pertumbuhan Anak

2. Teori Jalonggo
kemampuan membaca dan menulis anak terbentuk dari kemampuan mendengar dan
berbicara. Kemampuan membaca permulaan merupakan bentuk demonstrasi kemampuan
anak untuk memahami pesan oral dalam bentuk mendengar dan bentuk respon yang
berkelanjutan (Jalongo, 2007:158). Penjelasan tersebut menunjukkan pengertian bahwa
kemampuan sebelum baca-tulis permulaan dipengaruhi oleh kemampuan mendengar dan
berbicara. Pentingnya kemampuan mendengar oleh Jalongo juga dijelaskan bahwa mendengar
adalah dasar untuk berbicara, membaca dan menulis pada anak. Pernyataan ini dengan catatan
terjadi pada anak tanpa gangguan pendengaran (2007:81).
3.Keterampilan Berbahasa
Perkembangan kemampuan berbahasa anak merupakan suatu proses yang secara
berturut-turut dimulai dari mendengar, selanjutnya, berbicara, membaca dan menulis. Adapun
perkembangan dari setiap kemampuan pada anak usia TK (4 6 tahun) adalah sebagai
berikut:
1.Kemampuan Mendengar
Kemampuan mendengar anak-anak harus dikembangkan karena berkenaan dengan

upaya memahami lingkungan mereka. Agar mereka belajar untuk mengembangkan


kemampuan tersebut, mereka harus menerima masukan informasi dan mengolahnya. Menurut
Cassel dan Jalongo (Seefeldt dan Wasik 2008: 353), mendengarkan dan memahami informasi
adalah langkah inti dalam memperoleh pengetahuan.
2.Perkembangan Berbicara
Untuk belajar bahasa, menurut Dickinson dan Snow (Seefeldt dan Wasik 2008:
354), anak-anak memerlukan kesempatan untuk bicara dan didengarkan.

Pada usia 4 6

tahun anak sudah mulai mampu berperan serta dalam percakapan yang panjang. Sebagain dari
anak-anak ada yang bisa mendominasi pembicaraan.
3.Perkembangan Membaca
Pembelajaran membaca secara formal belum dilaksanakan pada pendidikan di Taman
Kanak-kanak. Apa yang dilakukan di lembaga pendidikan tersebut adalah pengembangan
keterampilan agar anak siap untuk belajar membaca

KB 2. PERKEMBANGAN MORAL & AGAMA PADA ANAK USIA 4-8


TAHUN

A. PERKEMBANGAN MORAL

1. Jean piaget
Piaget memfokuskan pada aspek cara berpikir anak kelompok usia 4-12 tahun yang
terlibat dalam suatu permainan. Ia mempelajari anak menggunakan aturan. Anak berpikir
tentang moralitas dalam 2 cara/tahap, yaitu:
Tabel Tahap Perkembangan Moral Piaget
Tahap heteronomous

Tahap Autonomous

(tahap realisme moral)

(tahap independensi moral)

Anak usia <12 tahun


Anak usia >12 tahun
Diberi label tahap moralitas kendala
Diberi label tahap moralitas kerjasama
Aturan dipandang sebagai paksaan dari Aturan dipandang sebagai hasil kesepakatan
orang yang lebih dewasa
Menilai perilaku moral

bersama
berdasarkan Menilai perilaku moral berdasarkan niat

konsekuensinya
pelakunya
Hukuman dipandang sebagai konsekuensi Hukuman dipandang sebagai sesuatu hal yang
otomatis dari pelanggaran

tidak serta merta, namun dipengaruhi oleh


niat pelakunya

2. Kholberg
Teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg merupakan pengembangan teori
struktural-kognitif yang telah dilakukan Piaget sebelumnya. Di atas bangunan teori Piaget itu,
Lawrence Kohlberg mengusulkan suatu teori perkembangan pemikiran moral (teori
development-kognitif). Teori ini menyatakan bahwa setiap individu melalui sebuah "urutan
berbagai tahapan" (invariant sequence of stages) moral. Tiap-tiap tahap ditandai oleh struktur
mental khusus (distinctive) yang diekspresikan dalam bentuk khusus penalaran moral
(Kneller,1984: 110).
NAMA: ISMY NANDA JUWITA
NIM: 06141281419024
PRODI: PAUD14
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA 4-8
TAHUN
1. Emosi Menurut Pandangan Sigmund Freud
Freud berpendapat bahwa masa anak (usia 0 5 tahun) atau usia pregenital
mempunyai peranan yang sangat dominan dalam membentuk kepribadian seseorang. Dia
berkata bahwa the child is the father of man", yang artinya anak adalah ayah manusia.
Berdasarkan hal ini, maka hampir semua masalah kejiwaan pada usia selanjutnya, faktor
penyebabnya dapat ditelusuri pada usia pregenital ini.
Lebih lanjut Freud membagi struktur kepribadian ke dalam tiga komponen, yaitu id,
ego, dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara ketiga komponen
tersebut.
1. Id (Das Es, aspek biologis kepribadian) merupakan komponen kepribadian yang
primitif, instinktif dan rahim tempat ego dan superego berkembang

2. ego merupakan manajer dari kepribadian yang membuat keputusan tentang instinkinstink mana yang akan dipuaskan dan bagaiman caranya; atau sebagai sistem
kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan berorientasi kepada prinsip realitas.
3. Superego merupakan komponen moral kepribadian yang terkait dengan standar atau
norma masyarakat mengenai baik dan buruk, benar dan salah.
2. Emosi dari Pandangan Daniel Goleman
a. Pengertian Emosi
Emosi menurut Goleman (2005: 7) pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak,
rencana seketika untuk mengatasi masalah yang telah ditanamkan secara berangsur-angsur
oleh evolusi. Akar kata emosi adalah movere, kata kerja dalam Bahasa Latin adalah
menggerakkan atau bergerak. Kecenderungan bergerak merupakan hal mutlak dalam emosi.
Emosi memancing tindakan, emosi menjadi akar dorongan untuk bertindak terpisah dari
reaksi-reaksi yang tampak di mata

4. Kategori kecerdasan emosi


Adapun ciri-ciri seseorang dikatakan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi apabila
ia secara sosial mantap, mudah bergaul dan jenaka. Tidak mudah takutatau gelisah, mampu
menyesuaikan diri dengan beban stres.Memiliki kemampuan besar untuk melibatkan diri
dengan orang-orang atau permasalahan, untuk mengambil tanggung jawab dan memiliki
pandangan moral. Kehidupan emosional mereka kaya, tetapi wajar, memiliki rasa nyaman
terhadap diri sendiri, orang lain serta lingkungannya (Goleman, 2005: 60-61).
Goleman (2002:513-514) membagi kecerdasan emosional kedalam 5 (lima)
komponen yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial.
1.

Kesadaran diri adalah mengetahui apa yang dirasakan pada suatu saat dan

2.

menggunakannya untuk memandu pengambilan keputusan diri sendiri


Pengaturan diri adalah menguasai emosi diri sedemikian sehingga berdampak
positif, kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda
kenikmatan sebelum tercapainya sesuatu sasaran dan mampu pulih kembali dari

tekanan emosi.
3. Motivasi menggunakan hasrat yang paling dalam untuk menggerakkan dan
menuntun seseorang menuju sasaran.

4. Empati adalah merasakan yang dirasakan orang lain, mampu memahami


persepektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan
5.

diri dengan berbagai macam orang.


Keterampilan sosial adalah dapat menangani emosi dengan baik ketika
berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat membaca situasi dan jaringan
sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan keterampilan-keterampilan ini
untuk mempengaruhi dan memimpin, dan menyelesaikan perselisihan dan untuk
bekerja sama dan bekerja dalam tim.

NAMA : ISMY NANDA JUWITA


NIM : 06141281419024
PRODI : PAUD

KB 1
Teori Perkembangan Kreativitas Renzulli
Menurut Renzulli (dalam Munandar, 2002) kreativitas adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru, kemampuan untuk memberi gagasan-gagasanbaru yang
dapat diterapkan dalam pemecahan masalah atau sebagai kemampuanuntuk melihat
hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah adasebelumnya.
KB 2
Teori Perkembangan Kreativitas Hurlock
Hurlock dalam Basuki, 2010. Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan
sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau
susunan yang baru.

KB 3
Teori Perkembangan Kreativitas Conny R Semiawan
Menurut Conny R Semiawan (2009: 44) kreativitas adalahmodifikasi sesuatu yang

sudah ada menjadi konsep baru. Dengan katalain, terdapat dua konsep lama yang
dikombinasikan menjadi suatukonsep baru.
Menurut Conny R Semiawan (2009: 136) ciri-ciri kreativitas adalah:
1) Berani mengambil resiko
2) Memainkan peran yang positif berfikir kreatif
3) Merumuskan dan mendefinisikan masalah
4) Tumbuh kembang mengatasi masalah
5) Toleransi terhadap masalah ganda (ambigutiy)
6) Menghargai sesama dan lingkungan sekitar

NAMA : ISMY NANDA JUWITA


NIM : 061412814190
PRODI : PAUD

Teori Belajar Matematika


1.

Teori Belajar Menurut Van Hiele

Teori ini menyatakan bahwa :Tiga unsur utama dalam pengajaran geometri, yaitu waktu,
materi pengajaran dan metode pengajaran yang diterapkan, jika secara terpadu akan dapat
meningkatkan kemapuan berfikir siswa kepada tingkatan berfikir yang lebih tinggi.
Van Hiele menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar siswa dalam belajar geometri,
yaitu :
a.

Tahap Pengenalan
Pada tahap ini siswa mulai belajar mengenal suatu bangun geometri secara

keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bangun geometri yang
dilihatnya.
b.

Tahap Analisis
Pada tahap ini siswa sudah mulai mengenal sifat-sifat yang dimiliki bangun geometri

yang diamatinya.
c.

Tahap Pengurutan
Pada tahap ini siswa sudah mengenal dan memahami sifat-sifat suatu bangun

geometri serta sudah dapat mengurutkan bangun-bangun geometri yang satu sama yang

lainnya saling berhubungan.


d.

Tahap Deduksi
Pada tahap ini siswa telah mampu menarik kesimpulan secara deduktif, yaitu menarik

kesimpulan yang bersifat umum dan menuju ke hal yang bersifat khusus serta dapat
mengambil kesimpulan.
e.

Tahap Akurasi
Pada tahap ini siswa mulai menyadari pentingnya ketepatan prinsip-prinsip dasar

yang melandasi suatu pembuktian. Tahap berfikir ini merupakan tahap berfikir yang paling
tinggi, rumit, dan kompleks, karena di luar jangkauan usia anak-anak SD sampai tingakat
SMP.

Brunner mengemukakan bahwa dalam proses belajar siswa melewati 3 tahap yaitu :
a.

Tahap Enaktif
Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.Yaitu

dengan menggunakan benda-benda yang konkrit atau peritiwa yang biasa terjadi.
Contoh

: Budi mempunyai 2 pinsil, kemudian ibunya memberikannya lagi 3 pinsil.


Berapa banyak pinsil Budi sekarang ?

b.

Tahap Ikonik
Dalam tahap ini kegiatan dilakukan siswa berhubungan dengan mental, di mana siswa

mengubah, menandai, dan menyimpan peristiwa atau benda dalam bentuk bayangan
mental.Misalnya dengan membayangkan dalam pikirannya tentang benda atau peristiwa yang
dialaminya, walaupun benda tersebut tidak ada dihadapannya lagi atau dengan menggunakan
gambar.
Contoh :
!! + !!! =
c.

Tahap Simbolik
Dalam tahap ini anak dapat mengutarakan bayangan mental tersebut dalam bentuk

simpul dan bahasa.Anak tidak terikat lagi dengan objek-objek pada tahap sebelumnya dan
sudah mampu menggunakan notasi tanpa ketergantungan terhadap objek real.
Contoh : 2 pinsil + 3 pinsil = pinsil

1. Bagaimana pendapat Anda jika seorang anak pada usia 5 tahun belum bisa berbicara
dengan jelas?
2. Bagaimana keterkaitan antara pertumbuhan dan perkembangan? jelaskan dan
berikan contoh?
3. Bagaimana hubungan belajar dengan kematangan? Jelaskan dan berikan contoh?

A. Essay
1. langkah pertama yaitu identifikasi penyebab anak belum bisa bicara dengan jelas
pada usia 5 tahun. Setelah mengetahui penyebabnya konstultasikan pada psikiater.
2. Pertumbuhan dan perkembangan saling berkaitan. Jika pertumbuhan anak baik maka
perkembangan anak akan baik pula. Contoh : ketika anak baru dilahirkan akan sulit
mengenggam, namun setelah beberapa bulan kemudian ketika pertumbuhan jari-jari
anak sudah matang, anak sudah bisa memegang benda. perkembangan otot jari-jari
anak akan setara dengan pertumbuhan anak.
3. Hubungan belajar dengan kematangan yaitu jika masa kematangan pada anak sudah
mulai maka dalam proses belajar akan lebih cepat mengerti.

NAMA : ISMY NANDA JUWITA


NIM : 06141281419024
PRODI : PAUD

Teori-teori Perkembangan Kognitif


Anak Usia 4-8 Tahun
KEGIATAN BELAJAR I
Teori perkembangan kognitif Piaget
A. Latar Belakang Piaget
Piaget (baca: Piase) yang nama lengkapnya Jean Piaget adalah seorang ahli biologi
yang lahir di Neuchatel, Swiss pada tahun 1896. Ia tertarik mempelajari secara luas dan
beragam jawaban-jawaban anak yang berkaitan dengan masalah yang mereka hadapi. Secara
khusus, Piaget ingin mengetahui mengenai sifat-sifat pengetahuan dan cara anak-anak
memperolehnya.
KEGIATAN BELAJAR 2
Teori perkembangan kognitif Dienes
A. Latar Belakang Dienes
Dienes adalah seorang matematikawan yang bernama lengkap Zoltan Paul Dienes.
Hungaria adalah tempat bersejarah bagi Dienes, kerena di tempat tersebut beliau dilahirkan
pada tahun 1916. Tahun 1932 ketika berusia 16 tahun Dienes pindah ke Inggris dan
melanjutkan pendidikan di sana
B. Pengertian Teori Belajar Z. P. Dienes

Dienes (dalam Ruseffendi, 1992) berpendapat bahwa pada dasarnya matematika


dapat dianggap sebagai studi tentang struktur, memisah-misahkan hubungan-hubungan di
antara struktur-struktur dan mengkategorikan hubungan-hubungan diatara struktur-struktur.

C. Konsep Matematika
Menurut Dienes, ada tiga jenis konsep matematika yaitu konsep murni matematika,
konsep notasi, dan konsep terapan.
1. Konsep murni matematis
Konsep matematis murni berhubungan dengan klasifikasi bilangan-bilangan dan hubunganhubungan antar bilangan, dan sepenuhnya bebas dari cara bagaimana bilangan-bilangan itu
disajikan..
2. Konsep notasi
Sifat-sifat bilangan yang merupakan akibat langsung dari cara penyajian bilangan. Fakta
bahwa dalam basis sepuluh, 275 berarti 2 ratusan ditambah 7 puluhan ditambah 5 satuan
merupakan akibat dari notasi nilai tempat dalam menyajikan bilangan-bilangan yang
didasarkan pada sistem pangkat dari sepuluh
3. Konsep terapan
Konsep-konsep terapan hendaknya diberikan kepada siswa setelah mereka
mempelajari konsep matematika murni dan notasi sebagai prasyarat. Contoh: Siswa yang
membuat kesalahan manipulasi simbol seperti 3x + 2 = 4 maka x + 2 = 4 3, = x, a2 x a3 =
a6, dan = x + berusaha menerapkan konsep murni dan konsep notasi yang tidak cukup
mereka kuasai.
KEGIATAN BELAJAR 3

Teori perkembangan kognitif Vigotsky


A. Latar Belakang Vigotsky
Nama lengkapnya adalah Lev Semyonovich Vygotsky. Ia dilahirkan di salah
satu kota tsarist Russia, tepatnya pada 17 november 1896 dan berketurunan yahudi. Ia
tertarik pada psikologi saat berusia 28 thn.
Awalnya ia mnjadi guru sastra disebuah sekolah, namun pihak sekolah juga
memintanya untuk mengajarkan psikolog. Padahal, ia sama sekali tidak pernah mengenyam
pendidikan formal di fakultas psikologi sebelumnya. Namun, inilah sekenario yang
membuatnya menjadi tertarik untuk menekuni psikologi, hingga akhirnya ia melanjutkan
kuliah deprogram studi psikologi Moscow institute of psychology pada tahun 1925. Judul
disertasinya mengenai psychology of art.
B. Teori Perkembangan Kognitif Vygotsky
Teori psikologi yang dipegang oleh vygotsky lebih mengacu pada kontruktivisme.
Karena ia lebih menekan pada hakikat pembelajaran sosiokultural. Dalam analisisnya,
perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif,
juga ditentukan oleh lingkungan social secara aktif
C. Tingkat pengetahuan (scaffolding) menurut Vygotsky
Teori Vygotsky adalah penekanan pada hakikat pembelajaran sosiakultural. Inti teori
Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran
dan penekanannya pada lingkungan social pembelajaran. Karena menurutnya, funsi kognitif
manusia berasal dari interaksi social masing-masing individu dalam konteks budaya.
KEGIATAN BELAJAR 4
Teori perkembangan kognitif Bloom
A. Latar Belakang Bloom
Benjamin S Bloom lahir pada 21 Februari 1913 di Lansford Pennsylvania, dan meninggal
pada tanggal 13 September 1999. Dia menerima gelar sarjana dan gelar master dari
Pennsylvania State University of Vchicago Maret 1942. Ia menjadi anggota staff Board of

Examinations di University of Chicago pada tahun 1940 dan bertugas sampai 1959. Ia juga
adalah seorang guru, penasehat pendidikan dan psikologi pendidikan.

KEGIATAN BELAJAR 5
Teori perkembangan kognitif Bruner
A. Latar Belakang Bruner
Bruner yang memiliki nama lengkap Jerome S.Bruner seorang ahli psikologi (1915)
dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, telah mempelopori aliran psikologi kognitif yang
memberi dorongan agar pendidikan memberikan perhatian pada pentingnya pengembangan
berfikir
B. Teori Belajar Bruner
Bruner menyatakan belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan
manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya.
KEGIATAN BELAJAR 6
Teori perkembangan kognitif Flavell
A. Latar Belakang Flavell
John H. Flavell (lahir 9 Agustus 1928 di Rockland, Massachusetts) adalah seorang
psikolog perkembangan Amerika yang mengkhususkan diri dalam perkembangan kognitif
anak-anak. Setelah melayani di Angkatan Darat Amerika Serikat selama dua tahun dari 19451947, John H. Flavell terdaftar di Northeastern University di mana ia meraih gelar sarjana di
bidang psikologi. Setelah lulus ia mengakui ke program psikologi klinis di Clark University
dan Harvard University. John H. Flavell memperoleh gelar MA dari Universitas Clark pada
tahun 1952 dan pada tahun 1955 ia meraih gelar Ph.D. [1] Melalui penemuan fenomena
perkembangan baru dan analisis teori Jean Piaget, Flavell bergeser ke arah psikologi
perkembangan di Amerika Serikat.
B. Perkembangan Kemampuan Metakognitif Anak

Kemampuan metakognitif tumbuh dan berkembang seiring dengan pertambahan usia.


Secara umum, kemampuan metakognitif mulai berkembang pada usia sekitar 5 hingga 7

tahun (Woolfolk, 2008. Perkembangan ini merupakan proses fundamental dimana tiap elemen
dari pembelajaran sebagai fungsi dari perkembangan secara keseluruhan.

SOAL
1. Seorang anak berusia 5 tahun melihat kupu-kupu terbang.karena selama ini dia hanya
mengetahui bahwa yang terbang adalah burung maka ia mengatakan kupu-kupu yang
terbang itu juga burung .keadaan ini mengacu pada proses?
Jawab:
Asimilasi karena dalam keadaan tersebut anak mencocokkan

pengalaman

baru(melihat kupu-kupu terbang) dengan pengalaman yang sudah dimilikinya (yang


terbang adalah burung).
2. Mengapa vigotsky menggunakan istilah zone of proximal development(ZPD)?
Jawab:
Karena untuk mengambarkan suatu jarak atau ruang antara perkembangan
aktual(yang diperlihatkan melalui kemampuan dalam memecahkan masalah secara
mandiri)dengan tingkat perkembangan potensial lebih tinggi yang dapat dicapai
anak(yang hanya dapat dicapai oleh anak dengan bantuan orang dewasa atau
berkolaborasi dengan teman sabaya yang mampu).
3. Apa saja tahapan belajar menurut diens?
Jawab:
1. Permainan Bebas (Free Play)
2. Permainan yang Menggunakan Aturan (Games)
3. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for communalities)
4. Permainan Representasi (Representation)
5. Permainan dengan Simbolisasi (Symbolization)
6. Permainan dengan Formalisasi (Formalization)

NAMA : ISMY NANDA JUWITA


NIM : 06141281419024
PRODI : PAUD
Bermain sebagai sarana berbagai aspek perkembangan
Teori Montessori
KB 1
Bermain untuk Anak Usia Dini
1. Pengertian bermain

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa bermain adalah


berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati ( dengan menggunakan alat-alat
tertentu atau tidak ).

Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa


mempergunakan alat, yang menghasilkan pengertian dan memberikan
informasi, memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak.

Maria Motessori, menekankan bahwa ketika anak bermain, dia akan mempelajari
dan menyerap segala sesuatu yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Oleh karena itu,
perencanaan dan persiapan lingkungan belajar anak harus dirancang dengan seksama
sehingga

segala

sesuatu

dapat

menjadi

kesempatan

belajar

yang

sangat

menyenangkan.
Teori Montessori menyatakan bahwa lingkungan atau alam sekitar yang
mengundang anak untuk menyenangi pembelajarannya
Manfaat Bermain dan Memilih Permainan
Dalam bukunya Essensial Montessori, Elizabeth Hainstock menyatakan bahwa
metode Montessori tetap relevan digunakan untuk saat ini maupun masa yang akan
datang. Hal ini disebabkan konsep Montessori, yang menjadikan kelas sebagai
laboratorium, melakukan pengujian terhadap berbagai ide baru maupun perbaikannya
demi perkembangan anak. Oleh karena itu, kebutuhan anak selalu berubah sesuai
dengan hasil penelitiannya.
2. Prinsip pelaksanaan metode montessori

a. Pendidikan anak usia dini ( early childhood )


Perhatikan segala pembiasaan dan pengetahuan dasar yang dibutuhkan dasar
yang dibutuhkan anak sesuai dengan perkembangannya. Cara pembelajarannya
juga disesuaikan dengan cara belajar anak yang khas, spontan tanpa tekanan,
melalui bermain.
b. Lingkungan pembelajaran ( the learning environment )
Usahakan lingkungan belajar sama dengan keadaan dan lingkungan anak, yaitu
rumah. Montessori mengajak anak untuk melakukan pekeraan rumah seperti
mencuci baju, mencuci perabot, atau memandikan boneka.
c. Peran guru ( the role of the teacher )
Guru adalah fasilitator. Dalam proses pembelajaran, lingkungan diciptakan untuk
menarik perhatian dan minat anak sehingga berkesan bagi anak. Dengan
timbulnya kesan tersebut keingintahuan anak akan muncul sehingga banyak
berkomunikasi dengan guru. Dalam hal ini guru mengikuti kebutuhan anak.

3. Aspek metode montessori


Aspek 1: Pentingnya Kebebasan (Concept Of Freedom)
Aspek 3: Realistis Dan Alami
Aspek 4: Keindahan Dan Nuansa
Aspek 5: Alat Bermain Montessori (Montessori Materials)

SOAL ESSAY:
1. Apa pengertian dari bermain menurut anda ?
2. Sebutkan 9 tahapan masa peka dalam teori Montessori ?

3. Sebutkan dan jelaskan prinsif pelaksanaan metode montessori ?


JAWABAN:
1. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa
mempergunakan alat, yang menghasilkan pengertian dan memberikan
informasi, memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi anak.
2. prinsif pelaksanaan metode montessori
a. Pendidikan anak usia dini ( early childhood )
Perhatikan segala pembiasaan dan pengetahuan dasar yang
dibutuhkan dasar yang dibutuhkan anak sesuai dengan perkembangannya.
Cara pembelajarannya juga disesuaikan dengan cara belajar anak yang
khas, spontan tanpa tekanan, melalui bermain.
b. Lingkungan pembelajaran ( the learning environment )
Usahakan lingkungan belajar sama dengan

keadaan

dan

lingkungan anak, yaitu rumah. Montessori mengajak anak untuk


melakukan pekeraan rumah seperti mencuci baju, mencuci perabot, atau
memandikan boneka.
c. Peran guru ( the role of the teacher )
Guru adalah fasilitator. Dalam proses pembelajaran, lingkungan
diciptakan untuk menarik perhatian dan minat anak sehingga berkesan
bagi anak. Dengan timbulnya kesan tersebut keingintahuan anak akan
muncul sehingga banyak berkomunikasi dengan guru. Dalam hal ini guru
mengikuti kebutuhan anak.

NAMA : ISMY NANDA JUWITA


NIM : 06141281419024
PRODI : PAUD

KB 1
Teori Perkembangan Kreativitas Renzulli
Menurut Renzulli (dalam Munandar, 2002) kreativitas adalah kemampuan

untuk menciptakan sesuatu yang baru, kemampuan untuk memberi gagasangagasanbaru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah atau sebagai
kemampuanuntuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah
adasebelumnya.
KB 2
Teori Perkembangan Kreativitas Hurlock
Hurlock dalam Basuki, 2010. Kreativitas adalah suatu proses yang
menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu objek
dalam suatu bentuk atau susunan yang baru.

KB 3
Teori Perkembangan Kreativitas Conny R Semiawan
Menurut Conny R Semiawan (2009: 44) kreativitas adalahmodifikasi sesuatu
yang sudah ada menjadi konsep baru. Dengan katalain, terdapat dua konsep lama
yang dikombinasikan menjadi suatukonsep baru.
Menurut Conny R Semiawan (2009: 136) ciri-ciri kreativitas adalah:
1) Berani mengambil resiko
2) Memainkan peran yang positif berfikir kreatif
3) Merumuskan dan mendefinisikan masalah
4) Tumbuh kembang mengatasi masalah
5) Toleransi terhadap masalah ganda (ambigutiy)
6) Menghargai sesama dan lingkungan sekitar

KB 4
Karakteristik Individu Kreatif
Shallcross ( 1981 ) telah mengumpulkan dan menyusun sifat sifat umum
karakteristik individu kreatif sebagai berikut :
1. Terbuka untuk pengalaman
2. Mandiri

3. Percaya diri
4. Berani menghadapi resiko
5. Humoris dan selalu gembira
6. Tekun
7. Memiliki pribadi yang berani
8. Jujur
9. Yakin terhadap kemampuan diri
10. Bermotivasi
SOAL:
1. Apa pengertian perkembangan kreativitas Renzulli ?
2. Apa pengertian Perkembangan Kreativitas menurut Hurlock ?
3. Sebutkan ciri-ciri kreativitas menurut Conny R Semiawan ?

JAWABAN:
1. Menurut Renzulli (dalam Munandar, 2002) kreativitas adalah kemampuan
untukmenciptakan sesuatu yang baru, kemampuan untuk memberi
gagasan-gagasanbaru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah
atau sebagai kemampuanuntuk melihat hubungan-hubungan baru antara
unsur-unsur yang sudah adasebelumnya.
2.

Hurlock dalam Basuki, 2010. Kreativitas adalah suatu proses yang


menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu
objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru.

3. Menurut Conny R Semiawan (2009: 136) ciri-ciri kreativitas adalah:


1) Berani mengambil resiko
2) Memainkan peran yang positif berfikir kreatif
3) Merumuskan dan mendefinisikan masalah
4) Tumbuh kembang mengatasi masalah
5) Toleransi terhadap masalah ganda (ambigutiy)
6) Menghargai sesama dan lingkungan sekitar