Anda di halaman 1dari 7

A.

Pengertian Kadaster
Kadaster secara etimologis berasal dari bahasa yunani yaitu katastikhon ()
yang kurang lebih bermakna daftar publik yang memperlihatkan rincian kepemilikan dan
nilai suatu tanah yang dibuat untuk keperluan perpajakan. Dalam bahasa perancis ; cadastro
sedangkan dalam bahasa italia; catastro. Dari definisi diatas terdapat kata kunci yang menjadi
roh dari kadaster, yaitu: daftar publik, tanah, kepemilikan, nilai tanah dan pajak(atau
penerimaan negara).
Tanah memiliki peran penting dalam kehidupan karena manusia berasal dari tanah
dan akan kembali ke tanah pula. Syarat berdirinya suatu negara yang berdaulat adalah
memiliki wilayah, yang lebih sering dibaca sebagai tanah. Tanah memiliki nilai yang sangat
berarti bagi manusia sehingga dalam beberapa wilayah di republik dan di belahan dunia lain,
kepemilikan atas tanah mencerminkan status sosial seseorang. Bahkan perebutan tanah sudah
menjadi salah satu sumber konflik yang abadi.
Daftar publik yang berkaitan dengan kadaster dapat berwujud form atau daftar isian,
daftar tabel, dan bahkan peta. Daftar publik berarti dapat diketahui oleh publik yang
berkepentingan sesuai dengan kompetensinya. Semua daftar tersebut dapat menjelaskan
hubungan antara orang (pribadi ataupun badan hukum) dengan tanah yang dimilikinya. Siapa
memiliki apa, letaknya dimana dan apa jenis kepemilikannya. Penyelenggaraan Pendaftaran
Tanah di Indonesia mengenal 4 (empat) jenis daftar umum, yaitu Peta Pendaftaran, Daftar
Tanah, Surat Ukur dan Daftar Nama.
Undang-undang Pokok Agraria menyatakan bahwa hubungan tanah dengan Bangsa
Indonesia bersifat abadi. Hubungan manusia dengan tanah memiliki nilai sosio religius yang

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


1

sulit dipadankan dengan kepemilikan benda lainnya. Kepemilikan atas tanah berbeda dengan
kepemilikan atas hak cipta, pengetahuan ataupun keterampilan. Kepemilikan atas tanah pun
masih memiliki perbedaan dibandingkan dengan kepemilikan atas benda seperti kendaraan,
emas, dan barang lainnya. Hal ini disebabkan oleh Tanah memiliki beberapa jenis nilai
seperti nilai jual, nilai produksi, nilai lokasi, nilai sentimental dan nilai lainnya.
Sekedar tambahan informasi, makna dari kata "nilai" adalah kegiatan manusia yang
menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain untuk mengambil keputusan. Menurut
Kimball Young; Nilai adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar
penting.Menurut A.W. Green; Nilai adalah kesadaran yang secara relative berlangsung
disertai emosi terhadap objek. Sedangkan Menurut Woods; nilai merupakan petunjukpetunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan
dalam kehidupan sehari hari.
Pengertian Tanah menurut UUPA adalah permukaan bumi yang ada di daratan dan
permukaan bumi yang berada di bawah air, termasuk air laut. Dalam Peraturan Pemerintah
tentang Pendaftaran Tanah, Bidang tanah adalah sebagian permukaan bumi yang merupakan
satuan bidang yang berbatas. Penekanan tanah disini lebih fokus kepada permukaan bumi.
Pembatasan tanah terbatas pada permukaan bumi ini berbeda dengan negara lain yang
menganut asas hukum: "Cuius est solum eius est usque ad coelum et ad inferos" yang
menyatakan bahwa "barang siapa memiliki tanah, maka dia memiliki segala apa yang ada di
atasnya sampai ke surga, dan segala apa yang ada di bawahnya sampai ke pusat bumi.
Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, kelompok manusia bahkan
bagi bangsa Indonesia, maka Pemerintah menyelenggarakan pendaftaran tanah di seluruh
wilayah Indonesia. Kegiatan pendaftaran tanah meliputi pengukuran, perpetaan dan

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


2

pembukuan tanah; pendaftaran hak-hak tanah atas tanahdan peralihan hak-hak tersebut; serta
pemberian surat-surat tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat.
Penyelenggaraan Pendaftaran Tanah bertujuan untuk:

memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang


haksuatu bidang tanah, satuan rumah susun dan dan hak-hak lain yang
terdaftar

menyediakan informasi mengenai perbuatan hukum atas bidang tanah kepada


pihak-pihak yang berkepentingan, serta

mewujudkan tertib adminisrasi pertanahan (Hidayat Farid, 2009)

B. Kadaster 2014

Kadaster 2014 adalah publikasi yang dihasilkan oleh Jurg Kaufmann dan Daniel
Steudler, Ketua dan Sekretaris Kelompok Kerja 7.1 dari Komisi 7 FIG. Publikasi ini
menyajikan visi kadaster di masa depan. Publikasi ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur
keberhasilan (benchmark) di dunia dalam mengukur reformasi dan pengembangan sistem
kadasternya. Indonesia sebagai salah satu anggota FIG juga sepatutnya menggunakan
bencmark Kadaster 2014 dalam menilai posisi pengembangan sistem kadaster kita.
Kadaster 2014 secara umum menghasilkan 6 (enam) pernyataan yang terkenal tentang
visi kadaster dunia pada tahun 2014. Secara umum keenam pernyataan tersebut meliputi
missi, organisasi, pengembangan teknis, privatisasi, dan pengembalian biaya dari suatu
sistem kadaster.

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


3

Pernyataan pertama: Kadaster 2014 menyajikan semua hak dan aspek hukum
yang melekat diatas tanah secara lengkap termasuk hak publik dan batasan
penggunaan tanah.
Mengingat jumlah tanah yang terbatas, maka seiring dengan bertambahnya penduduk
kebutuhan akan tanah pun akan terus meningkat. Untuk itu pembatasan hak atas tanah yang
selama ini seringkali bersifat absolut untuk kepentingan publik akan juga semakin meningkat.
Dengan demikian, untuk memberikan kepastian hukum atas tanah, seluruh fakta hukum yang
terkait dengan tanah harus secara gamblang disajikan dalam suatu sistem kadaster.
Dari pernyataan tersebut secara jelas terlihat bahwa sistem kadaster di tahun 2014
akan memperluas cakupannya dari sekedar menyajikan data bidang tanah dan data hak atas
tanah dalam hukum privat seperti pertama kali diperkenalkan sebagai fungsi kadaster
tradisional. Mengapa hal ini diperlukan, dengan keterbatasan akan suplay tanah membawa
kita pada penggunaan tanah secara intensifikasi. Perlindungan terhadap sumber daya alam
termasuk tanah dari eksploitasi besar-besaran, kerusakan atau kehancuran mulai didefinisikan
melalui zona atau kawasan lindung yang ditetapkan oleh Negara. Jika tanah yang berbatas
disebut bidang tanah, maka zona atau kawasan yang ditetapkan untuk membatasi penggunaan
tanah dalam kadaster 2014 ini disebut obyek tanah legal.
Kawasan atau obyek tanah legal tersebut biasanya ditetapkan dalam suatu keputusan
politik berbentuk peraturan perundangan. Kawasan tersebut jelas sekali memberi dampak
kepada kepemilikan atau penguasaan atas suatu bidang tanah. Saat ini meskipun .
Pernyataan kedua: Pemisahan antara peta dan buku tanah akan berakhir.
Sebelumnya, sistem administrasi pertanahan pada umumnya terpisah antara Kadaster
yang menangani peta dengan pendaftaran tanah yang mengadministrasikan buku tanah. Hal

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


4

tersebut terjadi lebih karena kendala teknologi dimana penggunaan teknologi manual
berbasis kertas dan pena tidak memungkinkan adanya solusi lain.
Badan Pertanahan Nasional sendiri telah mulai melakukan pembangunan database pertanahan
secara elektronik pada tahun 1999 melalui kegiatan Komputerisasi kantor Pertanahan (LOC).
Diharapkan kedepan, seluruh Kantor Wilayah, serta Kantor Pertanahan diseluruh Indonesia dapat
menerapkan sistem komputerisasi secara online. Layanan online yang dimaksudkan adalah layanan
online antara masing-masing Kantor Pertanahan dengan Kantor BPN Pusat, antara Kantor Pertanahan
dengan Publik (masyarakat dan PPAT) dan antara Kantor Pertanahan dengan Instansi Lain (Dirjen
Pajak dan Tata Kota)
Dalam rangka pelaksanaan agenda BPN tahun 2007-2009 mengenai pembangunan Sistem
Informasi dan Manajemen Pertanahan Nasional (SIMTANAS) dan Sistem Pengamanan Dokumen
Pertanahan (SPDP) kegiatan yang dilakukan antara lain document scanning/imaging, pembangunan
database tekstual (digitalisasi dan validasi), pembangunan database spasial (digitalisasi dan validasi).
Hal ini sesuai pula dengan Keputusan Presiden No.34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional di
Bidang Pertanahan khususnya Pasal 1 yang menyatakan bahwa pembangunan SIMTANAS meliputi
antara lain penyusunan basis data tanah-tanah di seluruh Indonesia dan penyiapan aplikasi tekstual
dan spasial dalam pelayanan pendaftaran tanah.
Kegiatan BPN dalam rangka mendukung SIMTANAS dan SPDP antara lain penerapan Local
Office Computerization (LOC) dan Stand Alond System (SAS) dalam pelayanan pertanahan.
keduanya dititikberatkan pada kegiatan-kegiatan pelayanan pertanahan.

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


5

Pernyataan ketiga adalah Pemetaan Kadaster akan mati, Modelling akan


bertahan
Di masa datang, peta harus bukan lagi tempat untuk menyimpan informasi. Peta lebih
akan berfungsi untuk menyajikan informasi yang tersimpan pada basis data. Atau lebih tepat
lagi peta merupakan adalah output dari menggunakan plotter.
Surveyor yang pada masa lalu melakukan dua kegiatan utama kadastral yaitu:
pengukuran untuk menentukan lokasi suatu obyek dan melakukan menyimpannya melalui
proses pemetaan yaitu penggambaran obyek tersebut di atas peta. Dalam modelling, setelah
dilakukan penentuan lokasi suatu obyek dilakukan penghitungan koordinat dan pembuatan
model dari obyek sesuai dengan model data yang diterapkan. Hasil dari permodelan obyek
tersebut disimpan dalam suatu sistem informasi.
Pernyataan keempat: Kadaster yang menggunakan kertas dan pensil akan
punah
Penggunaan teknologi komputer akan terus meningkat termasuk dalam kadaster.
Untuk pencatatan tekstual, hal ini telah teruji dengan ahampir semua pembukuan di dunia
telah mulai menggunakan komputer. Meskipun untuk penanganan data spasial masih
memerlukan perangkat lunak yang lebih canggih, di masa datang pun komponen spasial tidak
akan lebih dari sekerda atribut yang menjelaskan posisi dan bentuk suatu obyek.
Pernyataan kelima: Kadaster 2014 akan lebih banyak diprivatisasi. Kerja sama
sektor swasta dan pemerintah akan semakin erat.
Trend yang terjadi di bidang lain menunjukkan banyak unit pemerintah yang
dialihkan ke swasta atau bumn sehingga dapat bekerja dengan lebih fleksibel dan memenuhi
tuntutan pelanggan. Demikian pula dalam kadaster. Kita lihat bahwa seringkali kegiatan

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


6

pengukuran dapat dilakukan oleh swasta dengan hasil yang baik. Bahkan seringkali lebih
baik dibanding pemerintah. Kebanyakan pekerjaan dalam pembangunan dan pemeliharaan
kadastral dapat dilakukan oleh pihak swasta. Namun demikian bukan berarti pemerintah
kehilangan fungsi. Pemerintah tetap wajib menjamin keamanan legal dari sistem administrasi
pertanahan. Pemerintah juga masih berkewajiban melakukan monitoring dan pengendalian
terhadap sistem yang berlangsung.
Pernyataan keenam: Kadaster 2014 akan menjadi swadana
Selama ini kadaster terbatas penggunaanya hanya untuk keperluan pendaftaran tanah
dan transaksi jual beli tanah. Dengan demikian informasi yang ada hanya dinikmati oleh
segelintir orang yang akan bertransaksi dengan tanah. Pada saatnya nanti informasi kadaster
selain memuat data pendaftaran tanah juga memuat seluruh informasi lain yang terkait
dengan tanah. Peminat informasi akan semakin beragam tidak terbatas pada pendaftaran
tanah. Dengan tingginya permintaan akan informasi tersebut, diprediksi bahwa fee/biaya
yang dikenakan untuk memperoleh informasi dapat mengembalikan biaya pembangunan dan
pemeliharaan kadaster itu sendiri.

Referensi
Eleveners.wordpress.com
Jurnal Identification of 3-Dimensional Cadastre Model for Indonesian Purpose oleh S.
HENDRIATININGSIH, Irawan SOEMARTO, Bambang Edhie LAKSONO, Iwan
KURNIAWAN, Novi Kristina DEWI and Nanin SOEGITO,

TUGAS KADASTER MENGENAI KADASTER 2014


7