Anda di halaman 1dari 38

IPBA

KELOMPOK 1

Presentasi Ilmu pengetahuan bumi


dan antarikasa
1. Fenomena hari, tahun, musim,
fase bulan gerhana dan pasang
2. Pengaruh gravitasi terhadap
pegerakan benda langit
3. Solar system and orbit of planet
4. Lunar(moon of earth) dan
satellite buatan
5. Latitude dan longitude

Soeharto
Fitria Arifiyanti

Sumbu rotasi bumi


North pole

equato
r

South pole

Gambar penampakan relatif


matahari, bumi dan bulan
dari
atas

sejajar

Hari, bulan
dan tahun
1 hari = 1 kali bumi berotasi
pada porosnya
1 bulan = 1 kali bumi berevolusi
terhadap bumi
1 tahun = 1 kali bumi dan bulan
berevolusi terhadap matahari

Phases of the Moon


(fase-fase bulan)

1. The Moon is spherical in shape


(bentuk bulan yang bulat).
2. The Moon is not self-luminous, but
rather reflects the light of the
distant Sun (bulan tidak
memancarkan cahayanya sendiri
tetapi memantulkan cahaya dari
matahari)
3. The Moon circles the Earth once per
month (bulan mengelilingi bumi

Fase-fase bulan

1 = konjugasi, terbentuknya
bulan baru
2,3,4,5 = bulan sabit
5 = oposisi, terbentuknya bulan
purnama

Catatan
Konjugasi adalah , Matahari, Bulan, dan Bumi terletak
pada satu bidang dan Bulan diantara Bumi dan Matahari
Oposisi adalah Matahari, Bulan, dan Bumi terletak pada
satu bidang dan Bulan berada di belakang Bumi

Season
(musim)

Belahan Bumi secara


bergantian condong ke arah
Matahari atau
menjauhi Matahari, sehingga
mengakibatkan terjadinya 4

Hanya saat Matahari


berada di khatulistiwa
langit, siang dan malam
sama panjang (12 jam).

Brief
explanation
of seasons

Eclipse (Gerhana)

Solar
eclipse(gerh
ana
matahari)
Lunar
eclipse(gerh
ana bulan)

Gerhana Matahari

Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dan membentuk


bayangan di Bumi
Hanya akan menutupi 0,5 % permukaan bumi

Umbra porsi yang paling gelap (>< Penumbra)

Seri: Smart learning in


digital era

Tim UB

Gerhana Bulan

Bumi berada di antara Bulan dan Matahari, chy Mt tertutup Bumi


Hanya akan menutupi 0,5 % permukaan bumi

Umbra porsi yang paling gelap (>< Penumbra)

Seri: Smart learning in


digital era

Tim UB

Tide(pasang-surut)
Fenomena pasang surut diartikan sebagai
naik turunnya muka laut secara berkala
akibat adanya gaya tarik benda-benda
angkasa terutama matahari dan bulan
terhadap massa air di bumi (Pariwono,1989 )
Pasang surut laut merupakan suatu fenomena
pergerakan naik turunnya permukaan air laut
secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi
gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari
benda-benda astronomi terutama oleh matahari,
bumi dan bulan (Dronkers, 1964)

Teori Pasang Surut

Teori
Kesetimbangan
(Equilibrium
Theory)

Teori Pasut Dinamik


(Dynamical Theory)
o
o

o
o

Diperkenalkan oleh Sir Isaac


Newton (1642-1727)
Menyatakan bahwa naikturunnya permukaan laut
sebanding dengan gaya
pembangkit pasang surut

o Menerangkan sifat-sifat
pasut secara kualitatif
o

Teori terjadi pada bumi ideal


yang seluruh permukaannya

pertama kali dikembangkan oleh Laplace


(1796-1825)
Pond dan Pickard (1978) menyatakan
bahwa dalam teori ini lautan yang
homogen masih diasumsikan menutupi
seluruh bumi pada kedalaman yang
konstan, tetapi gaya-gaya tarik periodik
dapat membangkitkan gelombang dengan
periode sesuai dengan konstituekonstituennya.
Menurut teori dinamis, gaya pembangkit
pasut menghasilkan gelombang pasut (tide
wive) yang periodenya sebanding dengan
gaya pembangkit pasut.

Jenis gelombang pasang


Pasang
semi

Pasang
penuh

Hukum Gravitasi Universal Newton


Tiap-tiap benda di alam semesta
melakukan gaya tarik-menarik.
Besar gaya berbanding lurus dengan
perkalian massa ke dua benda dan
berbanding terbalik dengan kuadrat
m
m
jarak ke dua benda tersebut
r
m1 m2
F G 2
Rumus
r
1

G = 6,67 10-11 N m2/kg2 : konstanta gravitasi universal

Gravitasi matahari terhadap bumi


menyebabkan bumi berevolusi
mengelilingi matahari

LUNAR

Satelite
Satelit buatan

Satelit
komunikasi

Satelit navigasi

Satelit obsevasi
Satelit cuaca

Lintasan orbit satelit buatan


Polar
Satellites

Geostationa
ry Satellites

How do satellite work?


Asatellite worksby
receiving radio signals
sent from the Earth and
resending the radio
signals back down to the
Earth. In a simple
system, a signal is
reflected, or "bounced,"
off thesatellite. For
example, it is possible to
bounce a signal off the
surface of the Moon back
down to Earth

ROTASI BUMI
Perputaran Bumi pada porosnya mengakibatkan adanya pembagian waktu pada
permukaan Bumi, terjadinya pergantian siang dan malam , penggelembungan ekuator
dan pemepatan kutub bumi serta terjadinya angin pasat yang semula merupakan
angin Utara dan angin Selatan angin-angin itu menjadi angin Barat Laut dan
Tenggara.
Pembagian tempat di Bumi berdasarkan satu tata koordinat menimbulkan hubungan
antara jarak dan waktu. Kedudukan Matahari terhadap permukaan Bumi tidak
sama, hal ini erat kaitannya dengan bentuk Bumi bulat. Pembagian waktu pada
permukaan Bumi didasarkan pada pembagian koordinat Bumi. Oleh sebab itu kita
sering mendapat informasi dari Arab Saudi pagi hari (pukul 06.00) di kita Pulau Jawa
siang hari (pukul 10.00).

TATA KOORDINAT BUMI


Diameter Bumi: sekitar 13.000 km
Untuk mengkomunikasikan letak suatu tempat
di permukaan bumi digunakan istilah
ORDINAT, yang terdiri dari:
Garis Lintang
Garis Bujur

Garis lintang adalah sebuah garis khayal yang


digunakan untuk menentukan lokasi di Bumi terhadap
garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang
biasanya dinotasikan dengan simbol huruf Yunani . Posisi
lintang merupakan penghitungan sudut dari 0 di
khatulistiwa sampai ke +90 di kutub utara dan -90 di
kutub selatan. Lintang Utara Lintang Selatan menyatakan
besarnya sudut antara posisi lintang dengan garis
Khatulistiwa. Garis Khatulistiwa sendiri adalah lintang 0
derajat.
Bujur kadangkala dinotasikan oleh abjad Yunani ,
menggambarkan lokasi sebuah tempat di timur atau barat
Bumi dari sebuah garis utara-selatan yang disebut
Meridian Utama. Garis bujur diberikan berdasarkan
pengukuran sudut yang berkisar dari 0 di Meridian Utama
ke +180 arah timur dan 180 arah barat. Tidak seperti
lintang yang memiliki ekuator sebagai posisi awal alami,
tidak ada posisi awal alami untuk bujur. Oleh karena itu,

Typical Graph
This is an example of
a typical graph.
It is made up of points
that are connected by
a line.

Typical Graph
Y axis

Each point has two values:


An X value that runs along
the horizontal X axis
and.......
A Y value that runs along
the vertical Y axis
Each point is expressed as an X value and a Y
value with the X value written first. For example...
and...........

X axis

7,5)

Typical Graph
Y
(-X,+Y)

(+X,+Y)
X

(-X,-Y)

(+X,-Y)

Graphs may be divided


into quadrants with the
X and Y values being
either positive (+) or
negative (-) depending
on the quadrant in which
they are located.
Now lets apply the same
principles to latitude and
longitude.

Pada peta garis horizontal


adalah garis lintang dan
garis vertikal adalah garis
bujur
Sumbu X adalah garis
ekuator
Ekuator

Dan sumbu Y yang melalui


Greenwhich, Inggris
adalah the Meridian Utama.
Meridian Utama

Garis lintang di sebelah utara garis khatulistiwa adalah

LINTANG UTARA

Garis lintang di sebelah selatan garis khatulistiwa adalah

LINTANG SELATAN

Garis bujur yang berada di sebelah barat meridian utama adalah


BUJUR BARAT

Garis bujur di sebelah timur meridian utama adalah BUJUR TIMUR

90LU
Garis Lintang adalah jarak
dari garis khatulistiwa
sepanjang sumbu y dan
dinyatakan dalam derajat.
Kutub Utara 90 LU
Kutub Selatan 90 LS
Ekuator sebesar 0
90LS

Garis bujur adalah jarak


dari
meridian
utama
sepanjang sumbu X.
Garis bujur dinyatakan
dalam derajat.
Meridian Utama sebesar 0
180

180

PERBEDAAN WAKTU HANYA


BERLAKU PADA GARIS BUJUR
karena bumi berotasi dari barat
ke timur. Perbedaan waktu di
bumi itu disebabkan oleh
perbedaan
posisi
matahari
terhadap
bumi
yang
merupakan akibat dari rotasi.

SETIAP JAM,
BUMI BEROTASI
15

(360/24jam)

GARIS BUJUR MEMBAGI 24 ZONA WAKTU DENGAN


PERBEDAAN 15 DERAJAT DAN MERIDIAN UTAMA YANG
MELEWATI KOTA GREENWICH MENJADI
DASAR/PATOKAN UNTUK PEMBAGIAN ZONA WAKTU.

Garis bujur yang jauhnya 15 derajat atau kelipatan 15


derajat disebelah barat atau timur dari garis 0 derajat,
dapat dipakai sebagai bujur standar. Waktu pada bujur
standar adalah waktu standar atau waktu lokal. Waktu
yang ditunjukkan oleh bujur standar yang lebih ke
barat lebih kecil daripada waktu yang ditunjukkan oleh
bujur standar yang lebih ke timur. Batas penanggalan
internasional ialah tempat-tempat yang terletak pada
bujur 180 derajat, dimana tempat di timur dan di barat
bujur ini akan berbeda waktu satu hari.