Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PERANAN MEDIA MASSA DALAM


PEMBINAAN BAHASA INDONESIA
MATA KULIAH PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA
INDONESIA
Dosen : Siti Jubei, M.Pd.

1.
2.
3.
4.
5.

Disusun Oleh :
Siti Nurul Halimah
(201421500263)
Nur Asmiati
(201421500311)
Siti Juniar Nurhaliza
(201421500314)
Danang Nugroho
(201421500258)
Yosefat Harmelin
(201421500300)
Kelompok 5 Kelas R2D

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAK AR TA
2015

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyusun dan menyelesaikan laporan yang diberi judul Makalah Peranan
Media Massa dalam Pembinaan Bahasa Indonesia. Adapun penulisan makalah
ini dilakukan sebagai salah satu penyelesaian tugas mata kuliah Pembinaan dan
Pengembangan Bahasa Indonesia.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, baik dari segi materi maupun penyajian. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun dari semua pihak sangat kami perlukan, demi
kesempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang senantiasa
memberikan arahan dan bimbingan kepada kami. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat, khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca.

Jakarta, Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................
KATA PENGANTAR..........................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN.............................................................................
1.1
1.2
1.3
1.4

Latar Belakang Masalah.............................................................


Perumusan Masalah....................................................................
Tujuan Penulisan ........................................................................
Manfaat Penulisan ......................................................................

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................

BAB III

2.1

Kedudukan Bahasa Indonesia dalam Media Massa................

2.2

Peranan Media Massa dalam Pembinaan Bahasa Indonesia. .

PENUTUP.........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
3

1.1

Latar Belakang
Perkembangan pengetahuan, budaya, dan teknologi dapat tersebar dengan

cepat dan pesat karena adanya sarana atau alat yang digunakan untuk
menyebarluaskan. Salah satu sarana tersebut adalah bahasa. Dengan kata lain,
bahasa sebagai salah satu alat komunikasi yang mempunyai peranan penting
dalam penyebarluasan itu. Melalui bahasa, orang dapat menyampaikan segala
gagasan atau idenya.
Sebagai salah satu sarana atau alat untuk berkomunikasi, bahasa juga
memerlukan media sebagai sarana penyebarluasannya. Salah satu media yang
dapat digunakan sebagai penyebarluasan bahasa tersebut adalah media massa,
baik media cetak maupun elektronik. Dapat dikatakan bahwa media massa dan
bahasa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, perkembangan
bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi juga tidak dapat dipisahkan dengan
keberadaan media massa.

1.2

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka kami merumuskan

permasalahan dalam makalah ini adalah :

1. Bagaimana kedudukan bahasa Indonesia dalam media massa ?


2. Bagaimana peranan media massa dalam pembinaan bahasa Indonesia ?

1.3

Tujuan Penulisan
Berdasarkan perumusan masalah yang ditulis, maka yang menjadi tujuan

dari pembahasan makalah ini adalah :


1. Untuk mengetahui dan memahami kedudukan bahasa Indonesia dalam
media massa
2. Untuk mengetahui dan memahami peranan media massa dalam
pembinaan bahasa Indonesia

1.4

Manfaat Penulisan
Makalah ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Sebagai bahan latihan untuk menulis karya ilmiah;
2. Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman dalam upaya
pengembangan

ilmu

pengetahuan

khususnya

dalam

bidang

pendidikan.
3. Untuk referensi dan data perbandingan sebagai bahan masukan yang
dapat diinterprestasikan secara lebih mendalam dalam rangka
penulisan lebih lanjut.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA DALAM MEDIA


MASSA

Media massa merupakan sarana penyampaian informasi pesan kepada


masyarakat langsung secara luas. Dalam penyampaian informasi dalam media
massa, hendaknya para wartawan atau penulis berusaha agar bahasa yang
digunakan bisa menarik perhatian pembaca, sehingga mereka bisa memahami
maksud informasi yang ada di media massa tersebut. Wartawan dalam media
massa harus menghindari adanya penulisan kata atau istilah yang sering rancu
sehingga menimbulkan salah kaprah. Hendaknya penulisan istilah atau kata
tersebut berdasarkan standardisasi bahasa Indonesia yang baik dan benar, menurut
pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Menurut Widminarko ada beberapa pedoman penggunaan bahasa ragam
jurnalistik yang dapat dijadikan pertimbangan dalam merumuskan standardisasi
Bahasa Indonesia di media massa :
1. Batasi penulisan akronim, kecuali yang sudah populer dimasyarakat.
Akronim yang belum populer harus dijelaskan kepanjangannya dalam
tanda kurung pada kesempatan pertama.
2. Jangan menghilangkan imbuhan kecuali dalam judul. Memenggal awalan
dapat dilakukan dalam penulisan judul, jika karena keterbatasan ruangan
(kolom) atau judul lebih atraktif (lebih hidup), sebagai contohnya boleh
ditulis Spanyol Tundukkan Jerman 2-1 namun dalam berita atau
artikel ditulis menundukkan.
3. Tulis kalimat-kalimat dalam berita secara pendek-pendek, namun jelas
mana unsur S, P, O, dan K. Jadikan pedoman atau gagasan dalam satu
kalimat.

4. Jauhkan dari penulisan ungkapan klise yang sering digunakan dalam


transisi berita atau penggantian alenia. Contoh : Sementara itu, dapat
ditambahkan, perlu diketahui.
5. Hindari penulisan kata mubadzir.
6. Hindari kata asing dari istilah yang terlalu teknis-ilmiah dalam kalimat
berita, kalau terpaksa kata itu harus disertai penjelas.
7. Pemilihan dan penggunaan kata atau istilah harus disesuaikan dengan
logika. Contoh : - Kapan digunakan kata atau istilah demilian ujarnya
atau ungkapnya. - Kapan digunakan kata-kata demikian kilahnya.
8. Penulisan kata-kata dalam kalimat langsung dapat disesuaikan dengan
kata-kata lisan yang diucapkan narasumber. Namun, jika dalam kata-kata
narasumber itu ada yang salah dari kaidah bahasa yang benar, penyunting
berhak memperbaikinya.

Dalam Pasal 39 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera,


bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan (selanjutnya disebut UU No.
24 Tahun 2009), ditetapkan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam
informasi melalui media massa. Pengaturan tentang penggunaan bahasa Indonesia
oleh media massa menjadi penting karena media massa menceritakan peristiwaperistiwa dan mengkonstruksikan realitas dari berbagai peristiwa tersebut hingga
menjadi artikel atau wacana yang bermakna. Dalam proses rekonstruksi realitas,
bahasa adalah unsur yang utama. Bahasa merupakan instrumen pokok untuk
menceritakan realitas, alat konseptualisasi, dan alat narasi.

Selain itu, pendapat Giles dan Wiemann bahwa bahasa mampu menentukan
konteks, sehingga melalui bahasa (pilihan kata dan cara penyajiannya) seseorang
(dalam hal ini para wartawan/wartawati) bisa mempengaruhi orang lain
(menunjukkan kekuasannya). Posisi media massa yang mampu membangun
pengaruh melalui penentuan konteks dan konstruksi peristiwa berperan penting
dalam upaya pembinaan bahasa Indonesia, terutama jika bahasa pengantar yang
dipakai adalah bahasa Indonesia. Dalam Penjelasan Pasal 41 ayat (2) UU No. 24
Tahun 2009, ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan pembinaan bahasa adalah
upaya meningkatkan mutu penggunaan bahasa melalui pembelajaran bahasa di
semua jenis dan jenjang pendidikan serta pemasyarakatan bahasa ke berbagai
lapisan masyarakat. Selain itu, pembinaan bahasa juga dimaksudkan untuk
meningkatkan kedisiplinan, keteladanan, dan sikap positif masyarakat Indonesia
terhadap bahasa Indonesia.

2.2

PERANAN

MEDIA MASSA DALAM

PEMBINAAN

BAHASA INDONESIA
Peranan media massa khususnya media tertulis perlu ditingkatkan.
kesadaran dan taggung jawab para wartawan terhadap Bahasa Indonesia dan
Berbahasa Indonesia harus ditingkatkan. Peran serta media massa tidak dapat
disangkal bahwa media massa memberikan andil dalam pembinaan dan
pengembangan Bahasa Indonesia. Kata dan istilah baru, baik bersumber dari

bahasa daerah maupun dari bahasa asing, pada umumnya lebih awal dipakai oleh
media massa.
Media massa memang memiliki kelebihan. Disamping memiliki jumlah
pembaca yang banyak, media memiliki pengaruh besar dikalangan masyarakat.
Oleh karena itu, media massa merupakan salah satu mitra kerja yang penting
dalam pelancaran dan penyebaran informasi tentang bahasa. Seiring dengan itu,
pembinaan Bahasa Indonesia dikalangan media massa mutlak dipergunakan untuk
menangkal informasi yang menggunakan kata dan istilah yang menyalahi kaidah
kebahasaan. Kalangan media massa harus diyakinkan bahwa mereka juga
pembinaan bahasa seperti kita.
Peran media

massa dalam hubungannya

pengembangan Bahasa Indonesia dapat terlihat

dengan pembinaan

dan

dalam penggalian dan

penyebarluasan bahasa dari bahasa daerah, sehingga penggalian bahasa daerah


kedalam bahasa indonesia itu akan memperkaya kosa kata bahasa asing selama
pengungkapan bahasa daerah tersebut belum terdapat dalam kosa kata Bahasa
Indonesia. Pengambilan kosa kata bahasa daerah tersebut akan memperkaya
Bahasa Indonesia. Misalnya : Kata ngaben , kahanan, gambut, mandau, pura, dan
galungan. Dengan kata lain media massa memiliki peran penting dalam
pengayaan kosa kata Bahasa Indonesia sekaligus menyebarluaskan ke masyarakat
Indonesia luar wilayah.
Media massa menggunakan Bahasa Indonesia sebagai sarana untuk
menyampaikan berita, informasi, iklan, opini dan artikel ke masyarakat pembaca.
Secara tidak langsung, media massa merupakan media pendidikan bagi warga

masyarakat dalam Berbahasa Indonesia . Misalnya : Kata anda yang digunakan


untuk memperkaya kata ganti orang kedua.
Dalam pembinaan, media massa menjadi guru bagi masyarakat pembacanya
terutama dalam pembiasaan diri menggunakan Bahasa Indonesia. Media
memainkan peran dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia khususnya
dalam kegiatan berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Media massa
menyajikan berita dalam Bahasa Indonesia secara tidak langsung mengharuskan
masyarakat untuk belajar Bahasa Indonesia. Mengingat peranan yang sangat
strategis tersebut media massa diharapkan menggunakan Bahasa Indonesia yang
baik dan benar dengan tetap melihat pada standardisasi dalam penulisan di media
massa. Informasi yang diperoleh melalui berbagai media massa memegang
peranan sangat penting dalam membentuk sikap mental masyarakat agar dapat
berperan secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan umumnya dan terhadap
kesadaran untuk aktif menjaga kelestarian Bahasa Indonesia

BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Peranan media massa dalam pembinaan bahasa Indonesia yakni sebagai
berikut :

10

Salah satu mitra kerja yang penting dalam pelancaran dan


penyebaran informasi tentang bahasa

Memperkaya kosakata Bahasa Indonesia penggunaan kosakata


daerah

Sebagai media pendidikan bagi warga masyarakat dalam


Berbahasa Indonesia.

Sebagai media pembelajaran bagi warga masyarakat dalam


berkomunikasi melalui Bahasa Indonesia

B. SARAN

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang ada maka dapat ditarik


sebuah saran bagi pembaca pada rekan-rekan mahasiswa perlunya
pembahasan lebih banyak lagi yaitu dengan beberapa referensi guna
penyempuraan kedepannya.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar Rosihan. Bahasa Indonesia dan Media Massa Elektronika.


Makalah Munas V dan Semloknas I HPBI, Padang panitia penyelenggara,
1991

11