Anda di halaman 1dari 3

BAB I

AKUNTANSI UANG PERSEDIAAN


A. Definisi Uang Persediaan
Uang Persediaan adalah Kas di Bendahara Pengeluaran berupa saldo uang
persediaan yang dikelola oleh bendahara pengeluaran yang harus
dipertanggungjawabkan dalam rangka pelaksanaan pengeluaran satuan
kerja.
B. Jenis Transaksi Uang Persediaan
Transaksi Uang Persediaan terdiri dari:
1. Penyediaan Uang Persediaan, yaitu permintaan uang persediaan dari

Bendahara Umum Negara dengan


penerbitan SP2D oleh KPPN setempat.

mengajukan

SPM

UP/TUP,

serta

2. Penggantian Uang Persediaan, yaitu penggantian uang persediaan yang


telah digunakan dari Bendahara Umum Negara, dengan mengajukan SPM
GU dan penerbitan SP2D GU oleh KPPN setempat. Pada transaksi ini, tidak
terjadi mutasi saldo Kas di Bendahara Pengeluaran, namun hanya
mencatat/mengesahkan pengeluarannya saja.
3. Pengembalian Uang Persediaan, yaitu pengembalian uang persediaan ke
Bendahara Umum Negara dengan mengajukan SPM GU Nihil dan/atau
melakukan penyetoran sisa uang persediaan ke Kas Negara melalui Bank
Persepsi KPPN setempat.
C. Jurnal Uang Persediaan Menggunakan Aplikasi SAIBA
1. Penyediaan Uang Persediaan (SP2D UP/TUP)
Pada tanggal 2 Februari 2015, Perwakilan BPKP Provinsi Banten mengajukan
SPM UP sebesar Rp100.000.000,00, dan pada tanggal 3 Februari 2015 KPPN
Jakarta IV menerbitkan SP2D. Transaksi tersebut dijurnal dan dibukukan di
Buku Besar Akrual, sebagai berikut:
Akun

Uraian Akun

116111 Kas di Bendahara Pengeluaran


219511

Uang Muka dari KPPN

Debit
100.000.00
0

Kredit
100.000.00
0

2. Penggantian Uang Persediaan (SP2D GU)


Pada tanggal 2 April 2015, diajukan SPM GU ke KPPN Jakarta IV dan pada
tanggal yang sama diterbitkan SP2D, dengan pembebanan sebagai berikut:
Akun

Uraian Akun

Nilai

521111 Belanja Keperluan Kantor

12.000.000

522111 Belanja Langganan Listrik

11.250.000

523111 Belanja Pemeliharaan Gedung dan


Bangunan

2.350.000

Juknis Akuntansi Uang Persediaan

Akun

Uraian Akun

Nilai

524111 Belanja Perjalanan Biasa

72.250.000

Jumlah

97.850.000

Transaksi tersebut dijurnal dan dibukukan di Buku Besar Kas, sebagai


berikut (sesuai dengan akun yang tercantum dalam SP2D):
Akun

Uraian Akun

521111 Belanja Keperluan Perkantoran


522111 Belanja Langganan Listrik
523111 Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan
524111 Belanja Perjalanan Biasa
Ditagihkan ke Entitas Lain /Piutang kepada
313111
KUN

Debit
12.000.0
00
11.250.0
00
2.350.00
0
72.250.0
00

Kredit

97.850.000

Sedangkan pada Buku Besar Akrual dijurnal dan dibukukan, sebagai berikut:
Akun

Uraian Akun

521111 Beban Keperluan Kantor


522111 Beban Langganan Listrik
523111 Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan
524111 Beban Perjalanan Biasa
313111

Ditagihkan ke Entitas Lain

Debit
12.000.0
00
11.250.0
00
2.350.00
0
72.250.0
00

Kredit

97.850.000

3. Pengembalian Uang Persediaan (SP2D GU Nihil)


Pada tanggal 30 Juni 2015, diajukan SPM GU Nihil ke KPPN Jakarta IV dan
pada tanggal yang sama diterbitkan SP2D, dengan pembebanan sebagai
berikut:
Akun

Uraian Akun
Belanja
Barang
Non Operasional
521119
Lainnya
522112 Belanja Langganan Telepon
523121 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan
Mesin
524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota
Jumlah

Nilai
3.000.000
6.500.000
8.250.000
81.250.000
99.000.000

Transaksi tersebut dijurnal dan dibukukan di Buku Besar Kas, sebagai


berikut (sesuai dengan akun yang tercantum dalam SP2D):
Akun
Uraian Akun
521119 Belanja Barang Non Operasional Lainnya
522112 Belanja Langganan Telepon
523121 Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
524113 Belanja Perjalanan Dinas Dalam Kota
313111

Ditagihkan ke Entitas Lain

Debit
3.000.00
0
6.500.00
0
8.250.00
0
81.250.0
00

Kredit

99.000.00
0

Sedangkan pada Buku Besar Akrual dijurnal dan dibukukan, sebagai berikut:
Akun

Uraian Akun

Debit

Kredit

Juknis Akuntansi Uang Persediaan

Akun

Uraian Akun

522111 Beban Langganan Telepon


523111 Beban Pemeliharaan Peralatan dan
Mesin
524111 Beban Perjalanan Dinas Dalam Kota
313111

Ditagihkan ke Entitas Lain

219511 Uang Muka dari KPPN


111611

Kas di Bendahara Pengeluaran

Debit
6.500.00
0
8.250.00
0
81.250.0
00
99.000.0
00

Kredit

99.000.000
99.000.000

4. Pengembalian Uang Persediaan melalui penyetoran ke Kas Negara


Pada tanggal 30 Juni 2015, disetorkan ke Kas Negara sisa Uang Persediaan
sebesar Rp1.000.000,00 melalui Bank BRI Cabang Cut Mutiah. Transaksi
tersebut dijurnal dan dibukukan di Buku Besar Akrual, sebagai berikut:
Akun

Uraian Akun

Debit

219511 Uang Muka dari KPPN


111611

Kas di Bendahara Pengeluaran

1.000.00
0

Kredit
1.000.000

D. Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan


Permintaan penyediaan uang persediaan melalui SPM/SP2D UP ke KPPN
setempat menggunakan akun 825111, dan penyetoran sisa uang
persediaan tersebut ke Kas Negara menggunakan akun 815111.
Permintaan tambahan uang persediaan melalui SPM/SP2D TUP ke KPPN
setempat menggunakan akun 825511, dan penyetoran sisa uang
persediaan tersebut ke Kas Negara menggunakan akun 815511.

Juknis Akuntansi Uang Persediaan