Anda di halaman 1dari 18

ZAKAT & HAJI

Annisa Anggit
Milza Narazeki

PENGERTIAN ZAKAT

Zakat ( )adalah jumlah harta tertentu


yang wajib dikeluarkan oleh orang yang
beragama Islam dan diberikan kepada
golongan yang berhak menerimanya (fakir
miskin dan sebagainya).Menurut ketentuan
yang telah ditetapkan oleh syaiat Islam .
Zakat merupakan salah satu rukun islam dan
menjadi salah satu unsur pokok bagi
tegaknya syariat islam.Oleh sebab itu hukum
zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap
muslim yang telah memenuhi syarat-syarat
tertentu.

JENIS ZAKAT

Zakat fitrah

Zakat maal (harta)

ZAKAT FITRAH
Secara bahasa, zakat fitrah berarti zakat kesucian.
Menurut istilah, zakat fitrah adalah zakat yang wajib karena telah
berbuka dari puasa Ramadhan.
Nabi Muhammad saw. Bersabda :







:





( )

Artinya ;
Dari ibnu Abas dia berkata : Rasulullah saw. Mewajibkan zakat
fitrah untuk menyucikan orang-orang yang berpuasa dari
perkataan dan perbuatan yang keji. ( HR Abu Daud dan Ibnu
Majah)
Yang dipergunakan berzakat fitrah adalah bahan makanan pokok
yang mempunyai sifat mengenyangkan. Besar zakat fitrah yang
harus dikeluarkan dalam setiap jiwa adalah satu sa atau 3,5 liter
= 2,5 kg. (beras) atau uang yang seharga bahan makanan pokok
tersebut untuk satu jiwa.

Syarat-syarat orang yang mengeluarkan zakat (


Muzakki )
1)Beragama Islam
2)Apabila ia seorang bayi dia sudah lahir sebelum
matahari terbenam pada hari terakhir bulan
Ramadhan.
3) Mampu membayar zakat fitrah, artinya dia
mempunyai kelebihan harta untuk mencukupi
kebutuhan keluarganya pada saat hari raya Idul Ftri.

Rukun zakat fitrah


1) Niat
2) Adanya Muzakki ( orang yang berzakat fitrah )
3)Adanya mustahiq ( orang yang menerima zakat fitrah )
4) Adanya harta yang dipergunakan berzakat fitrah

Waktu dan hukum untuk membayar zakat fitrah bagi umat


Islam ada 5 yaitu ;

1)Waktu Tajil ( waktu yang diperbolehkan ), yaitu semenjak bulan


Ramadhan tiba hingga hari terakhir bulan Ramadhan sebelum
Magrib ( waktu berbuka ).
2)Waktu wajib, yaitu hari terakhir di bulan Ramadhan semenjak
matahari terbenam ( Salat Magrib ) sampai sebelum salat Subuh.
3)Waktu lebih utama ( Afdal ), yaitu sejak selesai salat Subuh
sampai sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri di tempat kita
tinggal.
4)Waktu makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah salat Idul
Fitri, sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut di atas.
5)Waktu haram yaitu membayar zakat fitrah setelah salat Idul Fitri
sampai terbenam matahari pada tanggal 1 Syawal.

MANFAAT ZAKAT FITRAH


a. Bagi Muzakki
1)Menyucikan dosa bagi yang berpuasa
2)Menyempurnakan puasa seseorang, karena
dosa kecil
b.Bagi Mustahiq
1) Dapat memberi makan kapada orang-orang
miskin.
2) Dapat menyelamatkan iman dan Islam
seseorang.

ZAKAT MAL
Zakat mal adalah membersihkan sebagian harta yang
dimiliki kepada orang-orang yang berhak menerimanya
dengan kadar dan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Hukum zakat adalah wajib ain. Hal ini dijelaskan
dalam Al Quran surat At Taubah:103.



(103: )







Artinya :
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan
zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan
mereka, dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya
do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi
mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. ( QS At Taubah [9]: 103 ).

HARTA YANG WAJI DIZAKATI


a. Emas atau perak
b. Harta perniagaan atau harta dagangan
c. Peternakan (hewan ternak)
d. Hasil pertanian ( Makanan pokok ) setiap kali
panen
e. Barang temuan ( Rikaz )
Harta rikaz adalah harta-harta yang terpendam atau
tersimpan
f. Harta lain yang wajib dikeluarkan zakatnya
Harta lain yang wajib dizakati antara lain usaha
perikanan, tanaman hias, peternakan unggas dan
profesi.

Allah SWT telah menentukan siapa saja yang


berhak mendapatkan saluran dana zakat itu. Di
dalam Al-Quran Al-Karim Allah SWT menjelaskan
bahwa zakat itu disalurkan kepada 8 kategori
atau yang sering disebut dengan 8 ashnaf.
Lengkapnya ayat itu adalah: Sesungguhnya
zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang
fakir, [2] orang-orang miskin, [3] penguruspengurus zakat, [4] para mu'allaf yang dibujuk
hatinya, [5] untuk budak, [6]orang-orang yang
berhutang, [7] untuk jalan Allah dan untuk [8]
mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai
suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksan .
(QS. At-Taubah : 60).

MANFAAT ZAKAT
Bagi Muzakki ( orang yang mengeluarkan zakat )
1) dapat menumbuhkan rasa bersyukur kepada Allah
2) dapat membersihkan diri dari sifat kikir dan menumbuhkan sifat dermawan
3) membersihkan diri dari bercampurnya dengan harta haram
4) dapat mendorong semangat bekerja

b. Bagi mustahik ( orang yang menerima zakat )


1) dapat meringankan beban kehidupannya
2) dapat menumbuhkan semangat beragama
3) dapat menumbuhkan semangat hidup, karena ternyata orang-orang kaya
mau peduli terhadap orang-orang yang kekurangan.

c. Bagi masyarakat atau bangsa dan negara


1) dapat menghilangkan kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin
2) dapat mempererat hubungan kasih sayang antara yang kaya dengan yang
miskin
3) dapat memperkuat sendi-sendi bangunan Islam
4) dapat membina rasa sosial dan kemanusiaan yang sejati
5) dapat mengsukseskan program pemerintah, dan
6) dapat mewujudkan keamanan dan kedamaian.

PENGERTIAN HAJI

Haji (bahasa arab: ;transliterasi: Hajj) adalah rukun (tiang


agama) Islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat dan
puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan
yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu
(material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan
melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab
Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan
Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa
dilaksanakan sewaktu-waktu.
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah ketika
umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang
Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir setelah melempar
jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10
Zulhijah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya
Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan
perayaan ibadah haji ini.

DEFINISI
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju
dan mengunjungi.
Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai
arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja.
Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah
dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan
amalan-amalan ibadah tertentu pula.
Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam
definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i),
juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud
dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang
dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama
bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah
thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar
jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain

JENIS JENIS IBADAH HAJI


Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud. [1]
Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila
sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun
menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji.
Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut
berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai,
maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan
umrah.
Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai
dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain
bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan
ibadah haji, pada tahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti
melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama,
tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau
menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau
menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji
qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan
melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun
mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan
haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.

RUKUN HAJI
Rukun haji ialah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan dalam
pelaksanaan ibadah haji. Jika rukun haji tidak terpenuhi
maka ibadah hajinya dinyatakan tidak sah.
1. Ihram : niat mulai mengerjakan haji/umrah dengan
memakai kain ihram.
2. Wukuf di Arafah : hadir di Arafah pada waktu tergelincir
matahari tanggal 9 sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah.
3. Tawaf Ifadah : tawaf yang apabila tidak dilaksanakan
hajinya tidak sah. Tawaf adalah berjalan mengelilingi
Kabah sebanyak tujuh keliling.
4. Sai : berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah sebanyak
tujuh kali.
5. Bercukur : mencukur atau menggunting rambut minimal
tiga helai rambut.
6. Tertib

WAJIB HAJI
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Niat ihram dari miqat


Mabit (bermalam) di Muzdalifah
Mabit di Mina
Melontar Jamrah Ula, Wusta dan Aqabah.
Jamrah adalah melontar marma (dasar
bawah tugu) di Mina dengan batu kerikil
pada Hari Tasyrik
Tidak melakukan perbuatan yang
diharamkan pada waktu ibadah haji
Tawaf Wada : tawaf penghormatan terakhir
kepada Baitullah sebelum meninggalkan
Mekah.

KEGIATAN IBADAH HAJI


Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk
melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat
Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian
haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian
berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus
bermalam di Mina.
9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah
melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini
hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan
bermalam Muzdalifah.
10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk
melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali
ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut
atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau
bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua,
dan tugu ketiga.
12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua,
dan tugu ketiga.
Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada'
(thawaf perpisahan).

Ibadah haji memiliki makna simbolik di samping


merupakan ibadah khusus.
Ibadah haji yang dilakukan secara bersama-sama di
satu tempat memiliki makna perlunya kebersamaan
dan kesatuan di kalangan umat islam sebagai
implementasi tauhid. Kebersamaan melahirkan
persaudaraan dan persamaan tanpa memangdang ras
dan asal-usul.
Ihram dengan pakaian tanpa jahitan melambangkan
kesadaran akan kematian dan hari akhir. Seorang
muslim disentuh kesadarannya bahwa hidup di dunia
dengan segala atribut yang disandangnya suatu hari
akan berakhir. Manakala menghadap Allah atribut itu
ditanggalkan tanpa harga. Hanya ketakwaan yang
akan diperhitungkan di hadapan Allah.