Anda di halaman 1dari 15

EKMA4570

Penganggaran
Program Studi
Manajemen
Modul 8

Menara Kudus, Kudus, Jawa Tenga

Tinjauan Umum Modul 8


Secara umum, Modul 8 akan membahas tentang analisis keuangan dan akunting dalam peny
usunan anggaran.
Modul 8 terdiri dari dua kegiatan belajar:
Kegiatan Belajar 1 Penggunaan Analisis Keuangan untuk Penyusunan Anggaran;
Kegiatan Belajar 2 Kerancuan dalam Akunting.
Setelah mempelajari Modul 8, diharapkan mampu:
Menjelaskan penggunaan rasio keuangan untuk penyusunan anggaran;
Menganalisis masa resisi untuk penyusunan anggaran;
Menganalisis aktiva tak berwujud dan aktiva tetap tak berwujud;
Menganalisis kewajiban dan modal sendiri;
Menganalisis penghasilan dan pendapatan;
Menganalisis biaya dan beban;
Menganalisis biaya produksi dan biaya pabrik;
Menganalisis periode waktu dalam laporan keuangan.

Financial Ratio
Rasio menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lai
n.
Dengan menggunakan analisis rasio keuangan dapat menjelaskan tentang gambaran baik bu
ruk-nya keadaan keuangan perusahaan bila angka rasio tersebut dibandingkan dengan rasio
keuangan yang digunakan sebagai standar yang disebut dengan rasio rata-rata.

Financial Ratio
Penyusunan Anggaran
Data Ilustrasi:
a. Rasio utang dan modal
30%
b. Rasio cepat
100%
c. Perputaran aktiva
0.839161 kali
d. Periode pengumpulan piutang
30 hari
e. Margin laba kotor
40%
f. Perputaran sediaan produk jadi
8 kali
g. Perputaran sediaan produk dalam proses
10 kali
h. Perputaran sediaan bahan baku
8 kali
i. Rasio utang jangka panjang dengan modal
10%
j. Biaya bahan baku
Rp 30.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp 40.000
Saham biasa Rp 100.000
Laba ditahan Rp 10.000
Sediaan produk jadi awal
Rp 5.000
Sediaan produk dalam proses awal
Rp 4.000
4

Financial Ratio
Penyusunan Anggaran
a. Utang
= Rasio utang dan modal x (Saham biasa + Laba ditahan)
= 30% x (Rp 100.000 + Rp 10.000)
= Rp 33.000
b. Total pasiva
= utang + modal + total aktiva
= Rp 33.000 + Rp 100.000 + Rp 10.000
= Rp Rp 143.000
c.
Utang jangka panjang
= Rasio utang jangka panjang dengan modal x Modal
= 10% x (Rp 100.000 + Rp 10.000)
= Rp 11.000
Utang jangka pendek
= Utang utang jangka panjang
= Rp 33.000 Rp 11.000
= Rp 22.000
d. Kas + Piutang = Rasio cepat x Utang jangka pendek
= 100% x Rp 22.000
= Rp 22.000
e.
Jualan
= Perputaran aktiva x aktiva
= 0.8139161 x Rp 143.000
= Rp 120.000
5

Financial Ratio
Penyusunan Anggaran
f.

Piutang = (Jualan x Periode pengumpulan piutang) / 360


= (Rp 120.000 x 30) / 360
= Rp 10.000
g. Kas = Rp 12.000
h. Harga pokok jualan = Jualan - (Jualan x Margin laba kotor)
= Rp 120.000 (Rp 12.000 x 40%)
= Rp 72.000
i.
Sediaan produk jadi = Harga pokok jualan / perputaran sediaan produk jadi
= Rp 72.000 / 8
= Rp 9.000
j.
Sediaan bahan baku = Biaya bahan baku / perputaran sediaan bahan baku
= Rp 30.000 / 8
= Rp 3.750
k.
Harga pokok produk selesai dibuat = Harga pokok jualan + Sediaan produk jadi akhir
Sediaan produk jadi awal
= Rp 72.000 + Rp 9.000 Rp 5.000
= Rp 76.000
6

Financial Ratio
Penyusunan Anggaran
l.

m.

n.

o.

p.

Sediaan produk dalam proses = Harga pokok produk jadi/Perputaran sediaan produk dalam pro
ses
= Rp 76.000/10
= Rp 7.600
Biaya pabrik
= Harga pokok produk jadi + Sediaan produk dalam proses akhir
Sediaan produk dalam proses awal
= Rp 76.000 + Rp 7.600 Rp 4.000
= Rp 79.600
Biaya overhead pabrik
= Biaya pabrik (Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung)
= Rp 79.600 (Rp 30.000 + Rp 40.000)
= Rp 9.600
Aktiva lancar = Kas + Piutang + Sediaan produk jadi + Sediaan produk dalam proses +
Sediaan bahan baku
= Rp 12.000 + Rp 10.000 + Rp 9.000 + Rp 7.600 + Rp 3.750
= Rp 42.350
Aktiva tetap
= Aktiva Aktiva lancar
= Rp 143.000 Rp 42.350
= Rp 100.650
7

Financial Ratio
Anggaran Neraca

Anggaran Rugi-Laba

Financial Ratio
Anggaran Neraca

Kas
Rp 12.000

28%
Aktiva lancar Rp 42.350
Piutang
Rp 10.000
Rasio piutang

45%
Utang jangka pendek Rp 22.000
Aktiva lancar
Rp 42.350
Rasio lancar

193%
Utang jangka pendek Rp 22.000
Modal sendiri Rp 110.000
Struktur keuangan vertikal

333%
Utang
Rp 33.000
Modal sendiri Rp 110.000
Struktur keuangan horizontal

109%
Aktiva tetap Rp 100.650
Rasio kas

Recession Period
Dalam masa resesi, laba yang merupakan arus kas masuk akan mengalami penurunan dan
kemungkinan untuk memenuhi keperluan kas dari sumber lain sangat terbatas.
Hal yang perlu diperhatikan dan dianalisis oleh manajemen dalam masa resesi antara lain:
1. Memperkirakan berapa lama masa resesi tersebut akan terjadi;
2. Menentukan tingkat risiko yang dapat diterima pada masa resesi;
3. Menentukan kemampuan perusahaan dalam bersaing, baik dalam hal jualan maupun dal
am hal menekan biaya.

10

Recession Period
Penyusunan Anggaran

Perluasan perusahaan dilakukan dengan membeli mesin baru seharga Rp 100.000 pada 2011;
Masa resesi segera dimulai tahun 2012 dan berlangsung pada tahun 2012 dan 2013;
Jualan tahun 2011 diperkirakan Rp 300.000 namun pada 2012 diperkirakan turun 70% dari
jualan tahun 2011 dan pada 2013 turun 80% dari tahun 2011;
Harga pokok jualan (tidak termasuk depresiasi) pada tahun 2011, 2012, 2013 masing-masing
sebesar 60%, 70%, dan 65% dari jualan tahun itu;
Sediaan 25% dari harga pokok jualan; Depresiasi 10% dari nilai aktiva tetap bersih;
Piutang 15% dari jualan; Utang dagang 20% dari harga pokok jualan;
Beban usaha variabel 20% dari jualan;
Beban usaha tetap Rp 15.000 setahun (belum termasuk depresiasi);
Dividen akan dibayar tiap awal tahun akan datang sebesar Rp 10.000;
Pajak 10% dibayar tahun yang akan datang kecuali pajak tahun 2010 tela dibayar akhir tahun 2010;
Saldo kas awal dan akhir yang diinginkan Rp 2.000.
11

Recession Period
Penyusunan Anggaran
Anggaran Rugi-Laba

12

Recession Period
Penyusunan Anggaran
Anggaran Kas

13

Recession Period
Penyusunan Anggaran
Anggaran Neraca

14

Terima Kasih

Sampai Bertemu Lagi di Pertemuan Kedelapan

EKMA4570
Penganggaran
Program Studi
Manajemen
Modul 8

Menara Kudus, Kudus, Jawa Tenga