Anda di halaman 1dari 100

Pertemuan ke-1

Riset Operasi
Ir. Bambang SA, MSi
Ir. Kawiji, MP
Asri Nursiwi, STP., MSc
Siswanti, STP., MSc

Buku
Riset Operasi oleh : Hamdy A.Taha, Edisi
Ke-5 Jilid 1, Binarupa Aksara, 1996.
Pengantar Riset Oprerasi, oleh Gerald J
Lieberman dkk, edisi 5, Jilid 1 Penerbit
Erlangga 1994.
Teori dan Soal Operations Research (Seri
Buku Schaums) oleh : Richard Bronson

Riset Operasi
Riset Operasi adalah metode untuk
memformulasikan dan merumuskan
permasalahan sehari-hari baik mengenai
bisnis, industri, ekonomi, sosial maupun
bidang lainnya ke dalam pemodelan
matematis untuk mendapatkan solusi
yang optimal.

Riset Operasi
RO sebagai metode ilmiah yang memungkinkan
para manajer mengambil keputusan mengenahi
kegiatan yang mereka tangani dengan dasar
kuantitatif (Morse dan Kimball)
RO sebagai aplikasi metode-metode, teknikteknik, dan peralatan-peralatan ilmiah dalam
menghadapi masalah yang timbul dalam operasi
perusahaan dengan tujuan ditemukannya
pemecahan yang optimum (Churchman, Arkoff
dan Arnoff)

Riset Operasi
RO berkenaan dengan pengambilan
keputusan optimal dalam penyusunan
model dari sistem-sistem baik
deterministik maupun probabilistik yang
berasal dari kehidupan nyata (Subagyo,
Asri dan Handoko)

Silabi
Pendahuluan
Pemrograman matematis (LP, bentuk standar,
penyelesaian: grafik dan simplek)
Dualitas
Pemrograman bilangan bulat : algoritma
pencabangan, algoritme pemotongan, algoritme
transportasi)
Penjadwalan dan penugasan
Analisis jaringan
Pohon keputusan
Teori antrian

Pendahuluan
Kontrak perkuliahan : pengajar, buku,
sistem penilaian, silabi
Apa itu RO
Menerangkan fungsi tujuan dan kendala
dengan memberikan contoh kasus
(tukang kayu dan pembuat minuman)

Tahapan Kajian RO
Merumuskan masalah
Membuat model matematis untuk
menggambarkan sistem yang akan
dipelajari
Menyelesaikan model
Menguji model
Menentukan kendali atas penyelesaian
model tersebut
Menjalankan penyelesaiannya

Linear Programing (LP)


Suatu model umum yang dapat digunakan
dalam pemecahan masalah pengalokasian
sumber-sumber daya yang terbatas
sehingga diperoleh hasil yang optimal.
Masalah tersebut timbul apabila seseorang
diharuskan untuk memilih atau
menentukan tingkat setiap kegiatan yang
akan dilakukannya dimana masing-masing
kegiatan membutuhkan sumber yang
sama sedangkan jumlahnya terbatas

Tukang kayu
Seorang tukang kayu akan membuat
perabot dua model yaitu I dan II. Bahan
yang tersedia 8 potong kayu dan waktu 28
jam. Model I membutuhkan 2 potong kayu
dan waktu 7 jam dan model II membutuhkan
1 potong kayu dan waktu 8 jam.
Keuntungan yang diperoleh untuk model I
120 ribu dan model II 80 ribu.

Pembuat minuman
Seorang pemasok minuman menerima
pesanan 500 galon minuman campuran
dengan spek min 20 % air jeruk, 10 % air
anggur dan 5 % air trawbery.
Bahan baku yang

Pertemuan II

Fungsi dalam LP
Tujuan (Z) : fungsi yang menggambarkan tujuan
sasaran dalam model LP yang berkaitan dengan
penganturan secara optimal sumber daya
sumber daya untuk memperoleh keuntungan
maksimal atau biaya minimal.
Fungsi Batasan : merupakan bentuk penyajian
secara matematis batasan-batasan kapasitas
yang tersedia yang akan dialokasikan secara
optimal ke berbagai kegiatan

Linear Programming
Tujuan :

Z f ( x1 , x2 ,..., xn )
Kendala :
g1(x1, x2, , xn)
g2(x1, x2, , xn)
..
..
gn(x1, x2, , xn)

b1
b2
.
.
bn

Asumsi LP
Proportionality : Naik turunnya nilai Z dan
penggunaan sumber atau fasilitas yang tersedia
akan berubah secara sebanding dengan
perubahan tingkat kegiatan
Additivity : Nilai tujuan setiap kegiatan tidak
saling mempengaruhi,
Divisibility : output dari setiap kegiatan dapat
berupa bilangan pecahan, demikian juga nilai
tujuan
Diterministic : semua parameter yang terdapat
dalam model LP dapat diperkirakan dengan
tepat meskipun belum tentu benar

Penyelesaian dengan Grafik


Maks : Z = 120 X1 + 80 X2
Kendala 2 X1 + X2 8
5 X1 + 8 X2 20
Buat grafik sumbu hirizontal X1 dan Vertikal
X2 dengan garis-garis dari fungsi kendala

Untuk kendala 1
Jika X1 = 0, maka X2 = 8

(0,8)

X2 = 0, maka X1 = 4

(4,0)

Untuk kendala 2
Jika X1 = 0, maka X2 = 3.5
X2 = 0, maka X1 = 4

(0,3.5)
(4,0)

Untuk tujuan, dimisalkan Z = 240


Jika X1 = 0, maka X2 = 3
(0,3)
X2 = 0, maka X1 = 2

(2,0)

X2
10

Titik (0,3.5),
kalu
dimasukan
ke Z = 280

Titik (4,0),
kalu
dimasukan
ke Z = 480

10

X1

Maksimumkan Z = 3 X1 + 5 X2
Kendala :
2X1
8
3X2 15
6X1 + 5X2

30

X2
10
2X1 8

Titik D (5/6,5)
kalu
dimasukan
ke Z = 27,5

3X2 15
6

Titik D (4,6/5)
kalu
dimasukan
ke Z = 18

Daerah
Fiasible
(4, 6/5)
2

6X1 + 5X2 30

10

X1

Latihan soal
Maks Z = 2x1 + x2
Kendala x1 + 5x2 10
x1 + 3x2 6
2x1 + 2x2 8

Min Z = 5x1 + 2x2


Kendala 6x1 + x2 10
4x1 + 3x2 12
x1 + 2x2 4

Maks Z = 2x1 + x2
Kendala x1 + 5x2 10
x1 + 3x2 6
2x1 + 2x2 8

X2
10

6
2X1 + 2X2 8
X1 + 3X2 6
2
Daerah
Fiasible
2

X1+5x2 10
6

10

Min Z = 5x1 + 2x2


Kendala 6x1 + x2 10
4x1 + 3x2 12
x1 + 2x2 4

X2
10

6
6x1 + x2

10

Daerah
Fiasible

4x1 + 3x2 12
2

x1 + 2x2 4
2

10

Metode Simplek : Bentuk Standar


Persyaratan :
n
1.
aij x j bi

bi tidak boleh negatif

j 1

2. Menghilangkan kendala lebih atau kurang


dengan menambahkan variabel kurang atau
lebih (slag atau surplus)
3. Sudah adakah pemecahan awal yang layak
atau belum ? Bila sudah, langkah berhenti
disini dan bila belum, langkah dilanjutkan ke-4.
Pemecahan awal layak jika semua variabel
keputusan bernilai positif atau nol

4. Tambahkan variabel lain sebagai biaya


hukuman (penalty cost). Karena
penambahan variabel ini akan mengubah
kendala, maka penambahan pada fungsi
tujuan harus diikutkan dengan konstanta
bernilai. Untuk tujuan maks, maka
ditambahkan nilai negatif yang besar
sekali (-M) dan untuk tujuan min, maka
ditambahkan nilai positif yang besar
sekali (M)

Contoh 1: bentuk standar


Tujuan : Z = X1 + X2
Kendala : X1 + 5X2 5
2X1 + X2 4
1. Semua nilai bn sudah positif
2. Hilangkan tanda kurang dan lebih

Tujuan : Z = X1 + X2 + 0X3 + 0X4


Kendala : X1 + 5X2 + X3 = 5
2X1 + X2 + X4 = 4

3. Apakah sudah ada pemecahan awal


yang layak
Dimisalkan, X1 dan X2 = 0, maka X3 = 5
dan X4 = 4
Jadi sudah ada pemecahan awal yang layak

Contoh 2 : bentuk standar


Tujuan Min Z = x1 + 2x2 + 3x3
Kendala : 3x1 +

4x3 5

5x1 + x2 + 6x3 = 7
8x1 +

9x3 2

Langkah 1 : bn positif ?
Tujuan Min Z = x1 + 2x2 + 3x3
Kendala : 3x1 +

4x3 5

5x1 + x2 + 6x3 = 7
8x1 +

9x3 2

Langkah 2 : Variabe + dan Tujuan Min Z = x1 + 2x2 + 3x3 + 0x4 + 0x5


Kendala : 3x1 +

4x3 + x4 = 5

5x1 + x2 + 6x3
8x1 +

=7

9x3 - x5 = 2

Langkah 3 : Apakah sudah ada


pemecahan awal yang layak ?
Tujuan Min Z = x1 + 2x2 + 3x3 + 0x4 + 0x5
Kendala : 3x1 +

4x3 + x4 = 5

5x1 + x2 + 6x3
8x1 +

=7

9x3 - x5 = 2

Misalkan : x1, x3 = 0, maka x2 = 7, x4 = 5 dan x5 = -2


Jadi belum ada pemecahan awal yang layak karena
masih ada variabel yang bernilai bukan positif atau nol

Langkah 4 : Tambah pinalty cost


Tujuan Min Z = x1 + 2x2 + 3x3 + 0x4 + 0x5 + Mx6
Kendala : 3x1 +

4x3 + x4

5x1 + x2 + 6x3
8x1 +

=5
=7

9x3 - x5 + x6 = 2

Misalkan : x1, x3, x5 = 0, maka x2 = 7, x4 = 5 dan x6 = 2


Jadi sudah ada pemecahan awal yang layak

Contoh 3 dan 4 : bentuk standar


Tujuan Min Z = 2x1 - x2 + 4x3
Kendala : 5x1 + 2x2 - 3x3 -7
2x1 - 2x2 + x3 8
Tujuan Min Z = 10x1 + 2x2 + 3x3 + x4
Kendala : 2x1 + 7x2

5x1 + 8x2 +
x1 +

2x4 = 10
x3

= 11

Contoh 3 : bentuk standar


Tujuan Min Z = 2x1 - x2 + 4x3 + 0x4 + 0x5
Kendala : (5x1 + 2x2 - 3x3 -7)x-1
-5x1 - 2x2 + 3x3 + x4 = 7
2x1 - 2x2 + x3 + x5 = 8
Jadi pemecahan awal yang layak x1, x2, x3 = 0,
x4 = 7 dan x5 = 8

Contoh 4 : bentuk standar


Tujuan Min Z = 10x1 + 2x2 + 3x3 + x4 + M x5
Kendala : 2x1 + 7x2 + x5
5x1 + 8x2 +
x1 +

=7
2x4 = 10

x3

= 11

Jadi pemecahan awal yang layak x1, x2,= 0,


x3= 11, x4 = 5 dan x5 = 7

Kuis 1.
Ubah LP dibawah ini kedalam bentuk standar

1. Min Z = 5x1 + 2x2 + x3 + 0x4 +0x5 +0x6 +0x7


Kendala : 2x1 + 3x2 + x3 + x4 = 20
6x1 + 8x2 + 5x3 + x5 = 30
7x1 + x2 + 3x3 + x6 = 40
x1 + 2x2 + 4x3 + x7 = 50
x1, x2, x3 = 0 x4 =20, x5=30, x6=40, x7 = 50

Kuis 1.
Ubah LP dibawah ini kedalam bentuk standar

2. Maks Z = 20w1 + 30w2 +40w3 + 50w4+


0w5 + 0w6 Mw7 Mw8
Kendala : 2w1 + 6w2 + 7w3 + w4 + w5 = 5
3w1 + 8w2 + w3 + 2w4 + w7 = 2
w1 + 5w2 + 3w3 + 4w4 - w6 + w8 = 1
w1, w2, w3, w4, w6 =0, w5 = 5, w7 = 2, w8 = 1

Kuis 1.
Ubah LP dibawah ini kedalam bentuk standar

1. Min Z = 5x1 + 2x2 + x3 + 0x4 + 0x5 + 0x6 + Mx7


+ Mx8 + Mx9
Kendala : 2x1 + 3x2 + x3 x4 + x7 = 20
6x1 + 8x2 + 5x3 x5 + x8 = 30
7x1 + x2 + 3x3
x1 + 2x2 + 4x3 + x6

+ x9 = 40
= 50

X1, x2, x3, x4, x5 = 0, x7 = 20, x8 = 30, x9


= 40 dan x6 = 50

Pertemuan ke-3

Metode Simplek
Optimasi :
Z = CT X
Dengan kendala : AX = B
dan X 0

Bentuk tabel Simplek maks :


XT
CT
Xo Co

-(CT CToA) CTo B

Tujuan : Maks Z = x1 + 9x2 + x3


Kendala : x1 + 2x2 + 3x3 9
3x1 + 2x2 + 2x3 15
Tujuan : Maks Z = x1 + 9x2 + x3 + 0x4 + 0x5
Kendala : x1 + 2x2 + 3x3 + x4 = 9
3x1 + 2x2 + 2x3 + x5 = 15
Misalkan x1, x2, x3 = 0, maka x4 = 9
dan x5 = 15, jadi sudah ada pemecahan awal
yang layak

Tujuan : Maks Z = x1 + 9x2 + x3 + 0x4 + 0x5


Kendala : x1 + 2x2 + 3x3 + x4 = 9
3x1 + 2x2 + 2x3 + x5 = 15
1 2 3 1 0
A

3
2
2
0
1

9
B
15

C 1 9 1 0 0
T

x x1 x2 x3 x4 x5
T

0
C0
0

x4
x0
x5

Tabel Simplek
x1
1

x2
9

x3
1

x4
0

x5
0

x4

0 1

x5

0 3

15

-1

-9

-1

Tabel simplek dikatakan optimal bila semua nilai


pada baris terakhir sama dengan 0 atau positif

Penyelesaian Tabel Simplek


Penyelesaian dikatakan optimal bila nilai
elemen pada baris paling bawah (kecuali
kolom terakhir) semua positif atau nol

Langkah : Simplek
1.

2.

Tentukan letak bilangan yang paling negatif dalam


baris terbawah dari tabel simplek, dengan
mengabaikan kolom terakhir. Namakan kolom yang
terdapat bilangan paling negatif tadi dengan kolom
kerja. Jika terdapat lebih dari satu, pilih salah satu
Bentuklah nilai-nilai banding dengan membagi setiap
bilangan positif dalam kolom terakhir, dengan elemen
dalam baris yang sama pada kolom kerja, dimana
baris terakhirnya diabaikan. Namakan elemen dalam
kolom kerja ini yang menghasilkan nilai-banding
terkecil sebagai elemen pasak (pivot element). Jika
terdapat lebih dari satu elemen, pilih salah satunya.
Jika tidak ada elemen dalam kolom kerja yang positif,
maka programnya tdk memiliki pemecahan.

Langkah : Simplek
3. Gunakan operasi-operasi baris
elementer untuk mengubah elemen pivot
menjadi 1 dan kemudian reduksikan
semua elemen lainnya dalam kolom
kerja ini menjadi 0
4. Gantikan variabel-x dalam baris pivot
dan kolom pertama dengan variabel-x
dalam baris pertama dan kolom pivot.

Langkah : Simplek
5.
6.

Ulangi langkah 1 sampai dengan 4 hingga tidak


terdapat lagi elemen negatif dalam baris terakhir,
dengan tidak mamasukkan kolom terakhir.
Pemecahan optimal diperoleh dengan menetapkan
untuk tiap-tiap variabel dalam kolom pertama nilai
dalam baris dan kolom terakhir yang bersangkutan.
Semua variabel yang lainnya ditetapkan bernilai nol.
Nilai fungsi tujuan adalah bilangan yang terdapat
dalam baris terakhir dan kolom terakhir untuk program
maksimasi dan negatifnya untuk program minimasi

Tentukan kolom kerja dan baris kunci


x1
1

x2
9

x3
1

x4
0

x5
0

x4

0 1

2*

9/2

x5

0 3

15/2

-1

-9

-1

Lakukan operasi matrik elementer


x1
1

x2
9

x3
1

x4
0

x5
0

x4

0 1/2

3/2

1/2

9/2

x5

0 3

15

-1

-1

Baris baru = baris lama (koefisien pada


kolom kerja x nilai baru baris kunci)
x1
1

x2
9

x3
1

3/2

1/2

9/2

-1

-1

7/2

25/2

9/2

81/2

x2

0 1/2

x5

3-(2x1/2)

2-(2x3/2)

x4
0

x5
0

0-(2x1/2)
1-(2x0)

Jadi nilai optimal X2 = 9/2 dan Z = 81/2

Latihan
Maks Z = 2x1 + x2
Kendala x1 + 5x2 10
x1 + 3x2 6
2x1 + 2x2 8

Contoh Soal
Maks Z = x1 + x2
Kendala : x1 + 5x2 5
2x1 + x2 4
Maks Z = 3x1 + 4x2
Kendala : 2x1 + x2 6
2x1 + 3x2 9

Maks Z = 6x1 - x2 + 3X3


Kendala : 7 x1 + 11 x2 + 3 X3 25
2 x1 + 8 x2 + 6 X3 30
6 x1 + x2 + 7 X3

35

Pertemuan VI
Metode Simplek dengan variabel
buatan tak NOL (M)

Contoh 2 :
Metode Simplek dengan variabel
buatan tak NOL (M)
Tujuan Min Z = 80x1 + 60x2
Kendala 0,2 x1 + 0,32 x2 0,25
x1 +

x2 = 1

Contoh 2 : Metode Simplek


Tujuan Min Z = 80x1 + 60x2 + 0x3 + Mx4
Kendala 0,2 x1 + 0,32 x2 + x3 = 0,25
x1 +

x2 + x4 = 1

Langkah penyelesaian
1. Baris terakhir diuraikan menjadi dua baris,
dimana yang pertama mengandung suku-suku
yang tidak ada M dan yang suku yang ada nilai
M. Tulis koefisiennya saja.
2. Langkah 1 dari metode implek diterapkan pada
baris terakhir, diikuti langkah 2, 3, dan 4,
hingga baris ini tidak mengandung elemen
negatif. Selanjutnya, langkah 1 4 metode
simplek juga diterapkan pada baris di atasnya.
Sampai diperoleh solusi yang optimal.

Pertemuan VI
Pertemuan ke-4
KD1

Tabel Simplek
x1
80
x3

0 0,2

x4 M 1
80
-1

x2
60

x3
0

x4
M

0,32

0,25

60
-1

0
0

0
0

0
-1

Langkah penyelesaian
3. Setiap saat sebuah variabel buatan
bukan merupakan suatu variabel dasar
yakni, ia dihilangkan dari kolom 1 dari
tabel sebagai hasil dari langkah 4, maka
ia dicoret dari baris teratas tabel dan
begitu pula seluruh kolom dibawahnya.
4. Baris terakhir dapat dicoret dari tabel
apabila semua elemennya nol

Tabel Simplek
x1
80

x2
60

0,12

0,05

x1 M

0
0

-20
0

0
0

0
0

x3

x3
0

x4
M

-80
0

Langkah penyelesaian
5. Jika variabel-variabel buatan yang tak
nol terdapat dalam himpunan elemen
dasar terakhir, maka programnya tidak
memiliki pemecahan. Sebaliknya
variabel-variabel buatan yang berharga
nol dapat muncul sebagai variabel dasar
dalam pemecahan akhir apabila salah
satu atau lebih dari persamaan kendala
adalah mubadir.

Tabel Simplek
x1

x2

x3

80

60

0,12

0,05

x1 M

-20

-80

x3

Tabel Simplek
x1
80

x2
60

x3
0

8,33

0,416

x1 M

-8,33

0,583

166,7

-71,67

x2

Jadi nilai optimal Z = 71,67 dan x1 = 0,583


dan x2 = 0,416

Contoh 2
Maks Z = 2X1 + 3X2
Dengan kendala X1 + 2X2 2
6X1 + 4X2 24

Tabel 1

X3 0
X5 -M

x1
2

x2
3

x3
0

x4
0

x5
-M
0

2
24

-1

-2

-3

-6

-4

0
-24
-24M

-2-6M -3-4M

Tabel 1

X1 0
X5 -M

x1
2

x2
3

x3
0

x4
0

x5
-M
0

2
12

-8

-6

-1

4
-12

Contoh 3
Maks Z = 5X1 + 2X2
Dengan kendala 6X1 + X2 6
4X1 + 3X2 12
X1 + 2X2 4

Tabel 1
x1
5

x2
2

x3
0

x4
0

x5
0

x6 x7 x8
-M -M -M

X6 -M

-1

X7 -M

-1

12

X8 -M

-1

-5
-11

-2
-6

0
1

0
1

0
1

0
0

0
0

0
0

0
-22

Tabel 2
x1
5

x2
2

x3
0

x4
0

X1

1/6

-1/6

X7

2,33

0,67

-1

X8

1,83

0,167 0

-1

0
0

-1,167 -0,83
-4,16 -0,83

0
1

0
0

0
0

5
-11

0
1

x5 x7 x8
0 -M -M

Tabel 3
x1
5

x2
2

x3
0

x4
0

x5
0

x7
-M

X1

-0,18

0,09

0,727

X7

0,45

-1

1,27

4,181

X2

0,09

-0,54

1,637

0
0

0
0

-0,73
-0,45

0
1

-0,64
-1,27

0
0

6,910
-4,180

Tabel 4

X1
X5

x1
5

x2
2

x3
0

-0,214

x4
0
0,0714

x5
0
0

0,428
3,284

0,357

-0,785

1
3,429

X2
0

0,286

-0,4286

-0,5000

-0,5001

-0,0002

0,0001

9,001
0,0005

Tabel 5

X4
X5

x1
5

x2
2

x3
0

-0,214

x4
0
0,0714

x5
0
0

0,428
3,284

0,357

-0,785

1
3,429

X2
0

0,286

-0,4286

-0,5000

-0,5001

9,001

Tabel 6
x1
5

x2
2

x3
0

x4
0

x5
0

X4

14

-3,001

6,000

X5

11

-2,000

7,997

X2

-1,000

6,001

7,001

-2,001

12,00

Contoh 3
Min Z = X1 + 2X2
Dengan kendala X1 + 3X2 11
2X1 + X2 9
Maks Z = -X1 - X2
Dengan kendala X1 + 2X2 5000
5X1 + 3X2 12000

Contoh Soal
Min Z = x1 + 2x2
Kendala : x1 + 3x2 11
2x1 + x2 9
Maks Z = -x1 - x2
Kendala : x1 + 2x2 5
5x1 + 3x2 12

Dual-dual tak simetris


Primal
Dual
Min : Z = CT X
Maks : Z = BT W
Dengan kendala : AX = B Dengan kendala : ATW C
dan X 0
Primal
Maks : Z = CT X
Dengan kendala : AX = B
dan X 0

Dual
Min : Z = BT W
Dengan kendala : ATW C

Min Z = 5x1 + 2x2 + x3


Kendala : 2x1 + 3x2 + x3 20
6x1 + 8x2 + 5x3 30

Primal

7x1 + x2 + 3x3 40
x1 + 2x2 + 4x3 50
Semua variabel tak negatif

Maks Z = 20w1 + 30w2 +40w3 + 50w4


Kendala : 2w1 + 6w2 + 7w3 + w4 5
3w1 + 8w2 + w3 + 2w4 2
w1 + 5w2 + 3w3 + 4w4 1
Semua variabel tak negatif

Dual

Contoh Soal :
Maks Z = 2x1 + x2
Kendala : x1 + 5x2 10
x1 + 3x2 6
2x1 + 2x2 8
Semua variabel tak negatif
Min Z = 10w1 + 30w2 + 40w3
Kendala : w1 + w2 + 2w3 2
5w1 + 3w2 + 2w3 1
Semua variabel tak negatif

Bentuk standar
Maks Z = 2x1 + x2 +0x3 + 0x4 + 0x5
Kendala : x1 + 5x2 + x3 = 10
x1 + 3x2 + x4 = 6
2x1 + 2x2 + x5 = 8
Semua variabel tak negatif

Tabel simplek
x1
2

x2
1

x3
0

x4
0

x5
0

x3

10

x4

x5 0

-2

-1

Bentuk standar
Min Z = 10w1 + 30w2 + 40w3+ 0w4 + 0w5 +
Mw6 + Mw7
Kendala :

w1 + w2 + 2w3 w4 + w6 = 2
5w1 + 3w2 + 2w3 w5 + w7 = 1

Semua variabel tak negatif

Tabel simplek
w1
10

w2
6

w3
8

w6 M 1

-1

w7 M 5

-1

6
-4

8
-4

0
1

0
1

0
0

0
0

0
-3

10
-6

w 4 w5 w6
0
0 M

w7
M

Latihan Soal

Contoh
Permasalahan RO

Perusahaan Minuman
Sebuah perusahaan minuman untuk memenuhi
permintaan pelanggannya akan membuat lima
buah jenis minuman campuran. Masing-masing
jenis minuman memiliki spesifikasi standar sendiri
sesuai yang disyaratkan konsumennya. Tersedia
10 buah bahan pembuat minuman dengan harga
masing-masing dan jumlahnya juga terbatas.
Perusahaan juga harus memenuhi jumlah
pesanan. Permasalahan yang dihadapi oleh pihak
menejemen adalah berapa jumlah masing-masing
minuman yang harus dibuat agar semua kendala
terpenuhi.

Produsen baja
Permalahan yang dihadapi adalah polusi udara
pabriknya. Perusahaan memiliki dua sumber polusi
yaitu tanur tinggi dan tanur terbuka. Para ahlinya
memutuskan bahwa metode yang dapat digunakan
ada tiga cara yaitu menaikkan tinggi tanur, memakai
alat filter dalam cerobongnya dan memakai bahan
bakar yang lebih bersih dan bermutu. Semua
metode memiliki batas emisi sejauh mana polusi
dapat dikurangi. Standar emisi juga telah ditentukan
oleh pihak berwenang. Data biaya dan kapasitas
penggunaan tanur ada.

Transportasi
Perusahaan pengalengan kacang polong
memiliki beberapa pabrik. Perusahaan juga
memiliki beberapa agen distribusi di
beberapa wilayah. Manajemen tahu bahwa
biaya transportasi termasuk yang tinggi
dalam komponen biaya produksi. Maka
pihak manejemen memutuskan untuk
mencari pengurangan biaya yang optimal
untuk pengirimannya. Biaya pengiriman dari
pabrik dan agen sudah dihitung.

Model Teori Antrian


Sebuah perusahaan pergudangan melayani
semua jenis barang untuk dapat disimpan
digudang miliknya. Bila waktu sepi,
karyawan yang bertugas cukup 1 orang.
Namun bila suasana ramai, karyawan
kewalahan untuk menangani konsumen.
Maka pihak manejer memerlukan tambahan
karyawan lagi. Saat kapan tambahan
diperlukan dan berapa jumlahnya

Antrian
Sebuah perusahaan memakai 10 mesin
yang identik dibagian produksinya. Karena
mesin mudah macet, maka diputuskan untuk
menempatkan operator mesin dalam jumlah
tertentu pada 8 buah mesinnya. Distribusi
sebuah mesin mengalami kerusakan dan
distrubusi perbaikan dapat dicari.
Perusahaan ingin menambah operator agar
perusahaan berjalan baik. Kapan dan
berapa orang