Anda di halaman 1dari 14

33

BAB 3
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Desain penelitian adalah hal yang amat penting dalam penelitian, yang
memungkinkan pemaksimalan kontrol beberapa faktor yang bisa mempengaruhi
akurasi suatu hasil. Istilah desain digunakan dalam dua hal pertama, desain penelitian
merupakan suatu strategi penelitian dalam mengidentifikasi permasalahan sebelum
perencanaan akhir pengumpulan data; kedua, desain penelitian digunakan untuk
mendefenisikan struktur dimana penelitian dilaksanakan (Nursalam, 2003).
Desain penelitian yang digunakan adalah metode Cross - sectional. Penelitian
Cross Sectional adalah jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran /
observasi data variabel independent dan dependen hanya satu kali, pada suatu saat
(Nursalam, 2003) Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan
dan sikap perawat sebagai variabel (Independen) tentang standar asuhan keperawatan
terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan sebagai variabel (dependen).

3.2 Kerangka Kerja


Kerangka kerja adalah kerangka hubungan antara konsep yang ingin diteliti
atau diamati melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2002).

33

34

Kerangka Kerja

Populasi perawat
di Penyakit Dalam

Purposive sampling
Sampel perawat di ruang
Penyakit Dalam sesuai
dengan kriteria inklusi

Pengumpulan data
Varibel Independen :
1. Pengetahuan
2. Sikap
Variabel Dependen :
- Pelaksanaan Standar
Asuhan
Keperawatan
Analisa data
dengan uji
Spearman rho
Penyajian hasil

Gambar 3.1 : Kerangka kerja penelitian hubungan tingkat pengetahuan dan sikap
perawat tentang standar asuhan keperawatan dengan penerapan standar
asuhan keperawatan di Ruang Penyakit Dalam RSUD dr. Doris
Sylvanus Palangka Raya.

3.3 Populasi, Sampel dan sampling

35

3.3.1 Populasi
Populasi adalah setiap subjek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan
(Nursalam, 2003). Populasi penelitian adalah setiap subyek atau obyek dengan
karakteristik tertentu yang akan diteliti (Alimul, 2003). Populasi dalam penelitian ini
adalah semua perawat yang memberikan asuhan keperawatan di Ruang Penyakit
Dalam RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
3.3.2 Sampel
Sampel terdiri dari bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan
sebagai subyek penelitian melalui sampling (Nursalam, 2003). Maka digunakan
rumus :

Keterangan :
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d = Tingkat signifikan (0,05)

3.3.3 Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili
populasi. Teknik sampling merupakan cara-cara yang ditempuh dalam pengambilan
sampel, agar memperoleh sampel yang benar-benar sesuai dengan keseluruhan
subyek penelitian (Nursalam 2003).

36

Penelitian ini menggunakan cara purposive sampling yaitu penetapan sample


sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Kriteria inklusi
dalam penelitian ini adalah:
1. Perawat pelaksana di Ruang Penyakit Dalam RSUD dr. Doris Sylvanus
Palangka Raya.
2. Pendidikan SPK atau D III keperawatan
3. Bersedia menjadi responden.

3.4. Identifikasi variabel


Variabel adalah suatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang
dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang konsep pengertian sesuatu.
(Notoatmojo.s, 2002).

3.4.1

Variabel Independen
Variabel independen, adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain

(Nursalam, 2003). Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat


pengetahuan dan sikap perawat tentang standar asuhan keperawatan.

3.4.2

Variabel Dependen
Variabel dependen adalah adalah variabel yang nilainya ditentukan variabel

lain (Nursalam, 2003). Variabel dependent dalam penelitian ini adalah pelaksanaan
asuhan keperawatan.

37

3.5

Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari

sesuatu yang didefinisikan, yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi


atau pengukuran secara cermat terhadap suatu obyek atau fenomena yang kemudian
dapat diulangi oleh orang lain (Nursalam, 2002).
Adapun perumusan definisi operasional dalam penelitian ini akan diuraikan
dalam tabel berikut :

38

38

39

39

40

3.6

Pengumpulan data dan Pengolahan data

3.6.1 Instrumen Penelitian


Untuk melakukan pengumpulan data peneliti membuat 3 item kuisioner,
kuisioner yang pertama yaitu diperuntukan untuk data umum (data demografi)
perawat, kuisioner kedua yaitu kuisioner untuk mengevaluasi pengetahuan perawat
tentang standar asuhan keperawatan, kuisioner yang ketiga menggunakan skala likert
untuk mengetahui sikap perawat terhadap standar asuhan keperawatan dan lembar
observasi bagi perawat dalam melaksanakan standar asuhan keperawatan.

3.6.2 Lokasi dan waktu penelitian


1. Lokasi Penelitian
- Ruang Penyakit Dalam RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.
2

Waktu Penelitian.
Lama penelitian 6 bulan dengan rincian :
(1) Persiapan dan penyusunan proposal
(2) Pengumpulan data
(3) Analisa dan penulisan hasil
(4). Penyajian

3.6.3

Prosedur Penelitian
Prosedur pengumpulan data dalam penelitan ini, diawali dengan penjelasan

maksud dan tujuan peneliti kemudian kepada perawat akan diberikan kuesioner
beserta petunjuk pengisisan yang diberitahukan oleh peneliti, kuesioner diberikan
kepada responden setelah mendapat persetujuan kesediaan untuk menjadi responden

41

dan telah menandatangani lembar persetujuan. Dalam pengisian kuisioner oleh


responden yang bertugas jaga diruangan, baik kuisioner sikap maupun pengetahuan.
Peneliti secara langsung memberikan kuisioner dan menunggu perawat dalam
pengisian.

Pengumpulan data untuk

pelaksanaan asuhan keperawatan yang

dilakukan oleh perawat pelaksana yang telah bersedia menjadi responden akan
dibantu oleh Kepala ruang perawatan penyakit dalam.
3.6.4 Analisa data
Menurut Arikunto (2002) Langkah pertama setelah data terkumpul adalah
melakukan pengolahan data, dengan tahapan sebagai berikut :
1.

Editing dimaksudkan untuk melihat apakah data yang diperoleh sudah terisi
lengkap atau kurang lengkap.

2.

Coding,

yaitu

mengklasifikasikan

jawaban

dari

responden

menurut

macamnya. Pemberian kode dilakukan hanya pada data demografi, yaitu sebagai
berikut:
1)

Jenis kelamin, kode : 1 = Pria, 2 = Wanita

2)

Umur Responden, kode :1 = 20 - 30 th, 2 = 31 40 th, 3 = 41-50 th, 4


= >50 th

3)

Tingkat pendidikan terakhir, kode : 1 = SPK, 2 = Akper

4)

Status Perkawinan, kode : 1 = Menikah, 2 = Belum Menikah,

5)

Agama, kode : 1 = Islam, 2 = Kristen, 3 = Katolik, 4 = Hindu, 5 =


Budha

6)

Status Kepegawaian, kode : 1 = PNS, 2 = Honorer

42

7)

Masa Kerja, kode : 1 = 1 - 5 th, 2 = 5 - 10 th, 3 = 11 15 th, 4 = > 16


th

3. Scoring, pertama dilakukan pada pertanyaan tentang pengetahuan perawat tentang


standar asuhan keperawatan kuisioner untuk mengevaluasi pengetahuan yang
terdiri dari 10 pertanyaan dengan penilaian Baik = > 76, Cukup = 56 - 75, dan
Kurang = < 55 dengan menggunakan skala data ordinal, dalam mengevaluasi
sikap terdiri dari 10
pertanyaan berbentuk skala likert dengan pilihan SS = Sangat Setuju 3, S = Setuju
2, TS = Tidak setuju 1, STS = Sangat tidak setuju 0. Sistem penilaian akhir yaitu
dengan cara menjumlahkan seluruh item pertanyaan kemudian dikalikan dengan
skor tertingginya dan diklarifikasi dalam 76 - 100% = Baik, 56-75% = Cukup, 40
- 55% = Kurang untuk mengevaluasi sikap dengan menggunakan skala data
ordinal.
Langkah kedua dengan melakukan analisa data yang dimulai dengan
melakukan tabulasi selanjutnya dianalisa dengan menggunakan tekhnik statistik
dengan taraf signifikasi p 0,05 berarti ada hubungan yang bermakna antara dua
variable yang diukur yaitu tingkat pengetahuan dan sikap perawat tentang standar
asuhahan keperawatan dengan penerapan asuhan keperawatan. Setelah data dari
kuisioner terkumpul diperiksa ulang untuk mengetahui kelengkapan isinya, setelah
data lengkap terkumpul dan ditabulasi berdasarkan sub variabel yang di teliti
kemudian dilakukan perhitungan menggunakan bantuan komputer dengan uji
Spearman rho untuk mengetahui tingkat signifikan. Untuk membuktikan kuat atau
lemahnya suatu hubungan/pengaruh, maka digunakan pedoman sebagai berikut :

43

untuk interval koefisien 0,00 0,199 menandakan tingkat hubungan yang sangat
rendah, 0,20 0,399 menandakan tingkat hubungan yang rendah, 0,40 0,599
menandakan tingkat hubungan yang sedang, 0,60 0,799 menandakan tingkat
hubungan yang kuat dan 0,80 1,000 menadakan hubungan yang sangat kuat
(Sugiyono, 2002).

3.7

Etik penelitian
Sebelum melakukan penelitian ini, peneliti terlebih dahulu mendaptkan

rekomendasi dari Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan FK Unair dan mengajukan
ijin kepada Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, dengan disertai
tembusan kepada Kepala Bidang Keperawatan untuk mendapatkan persetujuan dari
pihak rumah sakit selaku lokasi penelitian. Penelitian dimulai dengan melakukan
beberapa prosedur yang berhubungan dengan etik penelitian meliputi :
3.7.1

Lembar persetujuan menjadi responden


Lembar persetujuan diberikan kepada subyek yang akan diteliti. Peneliti akan

menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan serta dampak
yang mungkin terjadi selama pengumpulan data, jika responden bersedia untuk
diteliti maka responden harus menandatangani lembar persetujuan. Responden berhak
untuk menolak diteliti, maka peneliti tidak boleh memaksa dan menghormati hakhaknya.
3.7.2

Anonimity (tanpa nama)

44

Kerahasiaan responden harus dijaga, oleh karena itu responden hanya


menuliskan inisial nama pada lembar pengumpulan data (kuesioner) dan peneliti
cukup memberi kode pada masing-masing lembar tersebut.

45

3.7.3 Confidentiality
Kerahasiaan informasi responden dijamin oleh peneliti oleh karena adanya
kelompok data tertentu saja yang akan disajikan atau laporkan sebagai hasil
penelitian.

3.8

Keterbatasan penelitian
(Menurut Burns & Groive, 1991:121) dikutip dari Nursalam & Siti Pariani

(2001) Keterbatasan adalah kelemahan atau hambatan dalam penelitian. Mengingat


keterbatasan waktu penelitian, maka akan mempengaruhi dalam metode penelitian
yang akan digunakan seperti :
1)

Jumlah sampel yang diteliti yaitu jumlah yang minimal sehingga


kemungkinan

untuk

melakukan

generalisasi

hasil

penelitian

belum

memungkinkan.
2)

Keterbatasan waktu dan tempat area menyebabkan hasil penelitian belum


dapat digeneralisasikan.

3)

Penelitian tidak melakukan evaluasi secara mendalam terhadap faktor-faktor


perancu yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian.

4)

Instrument pengumpulan data yang dirancang oleh peneliti sendiri tanpa


melakukan uji coba, oleh karena itu validitas dan realibilitasnya masih belum
teruji.

46