Anda di halaman 1dari 21

TEXT BOOK READING

MYELITIS
Dosen Pembimbing :
dr. Muttaqien Pramudigdo, Sp.S
Disusun oleh :
Anna Rumaisyah A G4A014015

Pendahuluan

a. Myelitis

Klasifikasi myelitis

Anatomi dan fisiologi medulla spinalis

Myelitis Transversa
Kelainan neurologis yang disebabkan inflamasi
dari sepanjang medulla spinalis.
Myelitis peradangan pada medulla spinalis
Transversa posisi peradangan sepanjang
medulla spinalis.

Etiologi myelitis transversa

Tanda dan gejala myelitis transversa

Kriteria diagnosis myelitis transversa

Gambaran MRI sindrom myelitis

Patofisiologi myelitis transversa


Virus (cth: herpes
simpleks, herpes
zoster, CMV, EBV, HIV,
Influenza, etc.)

Bakteri (cth:
mycoplasma,
tuberculosis,
etc.)

Reaksiautoimun

Vaskuler (cth: spinal


AVM, vaskulitis, etc.)

Gangguanalirandarah
sekresi mediator proinflamasi

Reaksiamtigen-antibodi
Oksigenasikejaringan
medulla spinalisterganggu

Iskemik jaringan

Reaksi inflamasi

Reaksi inflamasi terjadi di serabut saraf


medulla spinalis

Kerusakan myelin medulla spinalis

Transverse Myelitis

Penatalaksanaan
NINDS 2012

Poliomyelitis
Penyakit menular akut yang disebabkan oleh
virus dengan predileksi merusak sel anterior
sumsung tulang belakang dan batang otak
dengan akibat kelumpuhan otot-otot

Etiologi poliomyelitis
Infeksi

Klasifikasi poliomyelitis

Tanda dan gejala poliomyelitis

Patofisiologi poliomyelitis

Tata laksana
Tidak ada pengobatan spesifik terhadap poliomyelitis. Penatalalaksaan bersifat
simptomatis dan suportif
- Infeksi abortif : Istirahat sampai beberapa hari setelah temperatur normal. Kalau
perlu dapat diberikan analgetik, sedatif. Jangan melakukan aktifitas selama 2
minggu. 2 bulan kemudian dilakukan pemeriksaan neuro-muskulosketal untuk
mengetahui adanya kelainan.
- Non paralitik
Sama dengan tipe abortif. Pemberian analgetik 15-30 menit setiap 2-4 jam.
Fisioterapi dilakukan 3-4 hari setelah demam hilang. Fisioterapi bukan mencegah
atrofi otot yang timbul tapi dapat mengurangi deformitas yang ada.
- Paralitik
Harus dirawat di rumah sakit karena sewaktu-waktu dapat terjadi paralisis
pernapasan, dan untuk ini harus diberikan pernapasan mekanis. Bila rasa sakit
telah hilang dapat dilakukan fisioterapi pasif dengan menggerakkan kaki/tangan.

Kesimpulan
Myelitis adalah suatu keadaan neurologis dimana timbulnya proses
inflamasi pada medulla spinalis yaitu pada myelin yang menyebabkan
terjadinya gangguan terhadap jalur ascenden dan descenden sehingga
menimbulkan defisit fungsional secara parsial maupun komplit.
Tanda dan gejala myelitis transversa terdiri dari :
gejala sensorik yaitu nyeri yang terlokalisir di pinggang atu seperti tertusuk
dan tertembak yang menyebar ke kaki, gejala parastesia yang mendadak,
dan gejala motorik mengalami kelemahan pada kaki dan lengan serta gejala
otonom yang berupa gangguan fungsi kandung kemih.
Poliomyelitis, gejala klinisnya terdiri dari poliomyelitis asimtomatis
poliomyelitis abortif, poliomyelitis non paralitik , dan poliomyelitis paralitik
Penatalaksanaan dari myelitis transversa adalah lini pertama dengan
kortikosteroid , serta plasma exchange apabila dengan kortikosteroid tidak
adekuat. Sedangkan poliomyelitis adalah bersifat simptomatis dan suportif.

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai