Anda di halaman 1dari 3

Cara Mencegah dan Menolah Pelecehan

Seksual Anak

Pelecehan seksual adalah semua bentuk perlakuan yang


merendahkan

martabat

berkepanjangan.

Bentuk

anak

dan

perlakuan

menimbulkan

adalah

dengan

trauma
paksaan

(digerayangi, diperkosa, dicabuli dan digauli) dan tanpa paksaan


(incest). Dapat terjadi di lingkungan keluarga atau di lingkungan
masyarakat. Anak memiliki ketergantungan terhadap orang dewasa,
sehingga

anak

tidak

berdaya

apabila

diancam

untuk

tidak

memberitahu apa yang dialami.


Yang termasuk didalam pelecehan seksual pada anak adalah
menunjukkan alat kelamin ke anak, menunjukkan gambar atau
video

porno,

memanfaatkan

anak

untuk

hal

berbau

porno,

memegang alat kelamin, menyuruh anak memegang alat kelamin


orang dewasa, dan kontak mulut ke alat kelamin atau penetrasi ke
vagina atau anus anak baik dalam keadaan membujuk atau
memaksa.
Pada

tahun

2014,

Komisi

Nasional

Perlindungan

anak

mencatat, pada Januari-Juni 2014 tercatat 1.039 kasus dengan


jumlah korban sebanyak 1.896 anak yang didominasi 60 persen
diantaranya dalam kasus kejahatan seksual. Pada tahun 2013,
Komnas PA mencatat sebanyak 3.339 kasus kekerasan anak, 58
persen dari laporan tersebut merupakan kejahatan seksual. Tahun
2012, sebanyak 2.637 kasus dengan 41 persen kejahatan seksual
pada anak.
Dampak kekerasan seksual pada anak biasanya adalah
gangguan stress yang dialami korban pelecehan seksual dan
perkosaan disebut Gangguan Stres Paska Trauma (Post Traumatic
Stress Disorder atau PTSD). PTSD merupakan gangguan kecemasan
yang timbul setelah mengalami peristiwa yang mengancam jiwa
atau fisiknya. Bisa berupa kekerasan, bencana alam, kecelakaan, dll.

Gejalanya antara lain selalu teringat peristiwa yang menyedihkan,


adanya flashback, mimpi buruk dan reaksi emosional dan fisik yang
berlebihan. Kehilangan minat, susah tidur, susah berkonsentrasi,
menghindari aktivitas dan perasaan terasing dari orang lain juga
sering terjadi pada penderita.
Siapa saja yang beresiko menjadi korban pelecehan seksual?
Semua anak bisa menjadi korban, karena kasus ini tidak mengenal
tempat dan waktu. Kasus ini bisa terjadi dari orang dewasa ke anakanak atau bisa juga dari anak yang berusia lebih tua ke anak yang
berusia lebih muda dan bisa terjadi di semua tempat : sekolah,
rumah, kompleks, jalan raya, dll.
Untuk anak-anak harus selalu diingatkan 4 daerah tubuh
yamg tidak boleh disentuh orang lain, yaitu mulut, dada, diantara
lipatan paha (alat kemaluan), dan pantat. Namun harus diingatkan
juga bahwa bagian tubuh dapat sewaktu saat disentuh ketika
memeriksakan diri ke pasien, namun itu juga harus ditemani oleh
orang tua. Bisa juga dalam keadaan ketika orang tua memandikan
atau membersihkan ketika setelah BAB.
Cara pencegahan pelecehan seksual:

Jangan gunakan pakaian yang terbuka

Menanamkan rasa malu sejak dini dan tidak sembarangan


membuka baju di tempat terbuka, tidak buang air kecil selain
di kamar mandi

Jauhi film atau iklan porno

Harus selalu berada diantara orang yang sudah dikenal. Selalu


berhati-hati terhadap orang baru!

Jangan berbicara atau menerima pemberian dari orang asing

Ceritakan segala sesuatu, terutama kepada orang tua, apabila


ada sesuatu yang tidak dimengerti

Selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan dan orang


tua.

Awas penggunaan internet dan gadget!

DAFTAR PUSTAKA
http://www.kpai.go.id/berita/kpai-pelaku-kekerasan-terhadapanak-tiap-tahun-meningkat/
https://www.youtube.com/watch?v=Byvyu75uBRY