Anda di halaman 1dari 1

IRENE RATNASARI

1102010131
EVIDENCE BASED MEDCINE
SKENARIO
Seorang wanita berusia 25 tahun mengalami demam sejak 6 hari yang lalu dan saat demam
didahului menggigil. Setelah menggigil demam turun hingga suhu normal lalu pasien
berkeringat sampai terasa basah seluruh tubuhnya. Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala.
Kira kira 3 minggu sebelumnya pasien berkunjung ke daerah Kalimantan. Pemeriksaan fisik,
TD 100/70, nadi 120x/menit, nafas 30x/menit, suhu 39C, Rumple leed menimbulkan 7
ptekie. Hasil pemeriksaan lab Hb 8 gr%, leukosit 4000/m3. Prerparat darah menunjukkan
Plasmodium. Dokter mendiagnosis pasien terkena Malaria. Dokter lalu memberikan terapi
artemysin dan membandingkan keefektifan dengan terapi Artesunat
FOREGROUND QUESTION
Apakah terapi artemysin lebih efektif dibandingkan dengan terapi artesunat ?
PICO
P
: Wanita dengan diagnosis Malaria
I

: Terapi Artemysin

: Terapi Artesunat

: Terapi artemysin lebih efektif dibandingkan dengan terapi asrtesunat

TYPE OF QUESTION

: Treatment

KEYWORD

: malaria AND treatment AND comparison AND artemysin

PEMILIHAN SITUS

: www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed

HASIL ARTIKEL

: 365 artikel

JURNAL TERPILIH

: A Randomized Comparison of Dihydroartemisinin


Piperaquine and Artesunate-Amodiaquine CombinedWith
Primaquine for Radical Treatment of Vivax Malaria in
Sumatera, Indonesia

PENGARANG

: Ayodhia Pitaloka Pasaribu,1,2 Watcharee Chokejindachai,1,3


Chukiat Sirivichayakul,1 Naowarat Tanomsing,1 Irwin Chavez,1
Emiliana Tjitra,4 Syahril Pasaribu,2 Mallika Imwong,1 Nicholas J.
White,1,5 and Arjen M. Dondorp1,5