Anda di halaman 1dari 17

PROGRAM TAHUNAN

Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Tahun Ajaran
Semester

No.

1.

1.

SMA/MA
Geografi
XII/1
20... 20...

Materi Pokok/Kompetensi Dasar


Penginderaan Jauh untuk Tata Guna Lahan dan Transportasi
Menganalisis citra penginderaan jauh untuk perencanaan
3.1
kajian tata guna lahan dan transportasi.
4.1

2.

:
:
:
:

Alokasi Waktu

Keterangan

6 mgg x JP

Mencoba menginterpretasi citra penginderaan jauh untuk


perencanaan tata guna lahan dan transportasi.

Pemetaan dan Sistem Informasi Geografis untuk Pembangunan


Menganalisis pemanfaatan peta dan Sistem Informasi
Geografis (SIG) untuk inventarisasi sumberdaya alam,
perencanaan pembangunan, kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana.

6 mgg x JP

3.2

4.2

2.

3.

Interaksi Spasial Desa dan Kota


Menganalisis pola persebaran dan interaksi spasial antara
3.3
desa dan kota untuk pengembangan ekonomi daerah.
4.3

4.

4.5

6 mgg x JP

Mengomunikasikan konsep wilayah dan pewilayahan


dalam perencanaan pembangunan nasional dalam bentuk
narasi, tabel, peta, grafik, dan atau peta konsep.

Kajian Regional dan Interaksi antara Negara Berkembang dan


Negara Maju
3.5

6 mgg x JP

Membandingkan pola persebaran dan interaksi spasial


antara desa dengan kota dengan menggunakan peta
tematik.

Percepatan Pertumbuhan Wilayah


Menyusun konsep wilayah dan pewilayahan dalam
3.4
perencanaan pembangunan nasional.
4.4

5.

Menyajikan contoh hasil analisis penerapan dasar-dasar


pemetaan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam
kehidupan sehari-hari.

6 mgg x JP

Menyusun kajian regional negara maju dan negara


berkembang untuk terjalinnya hubungan yang saling
menguntungkan.
Membuat rancangan kerjasama saling menguntungkan
antara negara maju dan negara berkembang dalam bentuk
artikel ilmiah, makalah, atau bahan publikasi lainnya.
Jumlah

Mengetahui,

30 mgg x JP

............................., 20 ........

Kepala Sekolah .............................

Guru Mata Pelajaran

_________________________

_______________________

NIP.

NIP.

Perangkat Kegiatan Belajar Mengajar Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

PROGRAM SEMESTER
Mata Pelajaran

Perangkat Kegiatan Belajar Mengajar Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

No.
1
2
3

Konsep/Subkonsep

Alokasi
Waktu

: Geografi

Satuan Pelajaran

: SMA/MA

Kelas/Semester

: XII/1

Tahun Pelajaran

: 20 ....... /20......
Bulan

Juli

Agustus

September

Oktober

November

Desember

Keterangan

Penginderaan Jauh
Peta dan pemetaan
Sistem Informasi Geografis

Mengetahui,

............................., 20 ........

Kepala Sekolah .............................

Guru Mata Pelajaran

_________________________

_______________________

NIP.

NIP.

RINCIAN MINGGU EFEKTIF

I.

Satuan Pendidikan

SMA/ MA

Mata Pelajaran

Geografi

Kelas/Semester

XII/1

Tahun Ajaran

20... 20...

Jumlah minggu dalam semester 1.

No.

Bulan

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jumlah Minggu

Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah total

II. Jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1.

No.

Bulan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jumlah Minggu

Libur awal bulan puasa


Libur Hari Raya Idul Fitri
Kegiatan tengah semester
Latihan Ulangan Semester 1
Ulangan Semester 1
Persiapan Penerimaan Rapor
Libur Semester 1

III. Jumlah minggu efektif dalam semester 1 :


Jumlah minggu dalam semester 1 - jumlah minggu tidak efektif dalam semester 1.

Mengetahui,

............................., 20 ........

Kepala Sekolah .............................

Guru Mata Pelajaran

_________________________

_______________________

NIP.

NIP.

Perangkat Kegiatan Belajar Mengajar Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

SILABUS SMA

Silabus Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran
: Geografi
Kelas/Semester
: XII
Kompetensi Inti
:
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.
Alokasi
Sumber
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Pembelajaran
Indikator
Penilaian
waktu
Belajar
1.1 Menghayati keberadaan
dirinya sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa
untuk mendalami kajian
ilmu dan teknologi
Penginderaan Jauh,
peta, serta Sistem
Informasi Geografis
(SIG).
2.1 Menunjukkan sikap
proaktif dalam praktek
pemanfaatan citra
penginderaan jauh
untuk kajian tata guna
lahan dan transportasi
2.2 Menunjukkan perilaku
jujur dan bertanggung
jawab dalam menyajikan
contoh hasil analisis
penerapan informasi
geografis melalui peta
dasar dan peta tematik
serta Sistem Informasi
Geografis (SIG).

Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis citra
penginderaan jauh untuk
perencanaan kajian tata
guna lahan dan
transportasi.
4.1 Mencoba
menginterpretasi citra
penginderaan jauh untuk
perencanaan tata guna
lahan dan transportasi.

Materi Pokok
PENGINDERAAN
JAUH UNTUK
TATA GUNA
LAHAN DAN
TRANSPORTASI
Konsep
penginderaan
jauh (jenis,
aspek
interpretasi,
manfaat dan
keunggulan
penginderaan
jauh)
-

Silabus Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

Penginderaan
jauh untuk tata
guna lahan
Penginderaan
jauh untuk
pengembangan
jaringan
transportasi
Tata kelola dan
lembaga
penginderaan
jauh di
Indonesia

Pembelajaran

Indikator

Mengamati
Peserta didik diminta untuk
mengamati citra foto dan atau citra
digital penginderaan jauh, membaca
buku teks dan laporan di media
masa dan internet, untuk
mendapatkan pengetahuan tentang
kajian penginderaan jauh dikaitkan
dengan tataguna lahan, jaringan
transportasi, serta tata kelola dan
lembaga penginderaan jauh.
Peserta didik ditugasi untuk
menyaksikan pemutaran video
tentang perkembangan teknologi
penginderaan jauh.
Peserta didik ditugasi untuk
berkunjung ke intansi atau kantor
badan perencanaan daerah.
Menanya
Peserta didik diminta untuk
mengajukan pertanyaan atau
hipotesis tentang efektivitas
pemanfaatan penginderaan jauh
dalam tata guna lahan dan
transportasi dalam pembangunan di
Indonesia.
Peserta didik mengajukan kritik
terhadap tata kelola dan lembaga
penginderaan jauh untuk
pengembangan yang lebih baik.
Mengeksperimenkan/ mengeksplorasi/
mengumpulkan data:
Peserta didik mencoba
menginterpretasi citra foto udara
atau citra digital untuk mendapatkan
informasi ciri objek kaitannya dengan
tataguna lahan dan transportasi
serta tata kelola dan lembaga
penginderaan jauh.
Peserta didik mendiskusikan dan
mengerjakan proyek pengelohan
citra digital untuk tata guna lahan
dan transportasi.

Setelah mempelajari materi ini,


diharapkan siswa dapat:
- mengamati citra foto dan atau
citra digital penginderaan
jauh, membaca buku teks
dan laporan di media masa
dan internet, untuk
mendapatkan pengetahuan
tentang kajian penginderaan
jauh dikaitkan dengan
tataguna lahan, jaringan
transportasi, serta tata kelola
dan lembaga penginderaan
jauh
- menyaksikan pemutaran
video tentang perkembangan
teknologi penginderaan jauh
- berkunjung ke intansi atau
kantor badan perencanaan
daera
- mengajukan pertanyaan atau
hipotesis tentang efektivitas
pemanfaatan penginderaan
jauh dalam tata guna lahan
dan transportasi dalam
pembangunan di Indonesia
- mengajukan kritik terhadap
tata kelola dan lembaga
penginderaan jauh untuk
pengembangan yang lebih
baik
- menginterpretasi citra foto
udara atau citra digital untuk
mendapatkan informasi ciri
objek kaitannya dengan
tataguna lahan dan
transportasi serta tata kelola
dan lembaga penginderaan
jauh
- mendiskusikan dan
mengerjakan proyek
pengelohan citra digital untuk
tata guna lahan dan
transportasi

Penilaian
Tugas:
Membuat
interpretasi citra
penginderaan jauh
untuk tata guna
lahan dan jaringan
transportasi.

Alokasi
waktu
6 mgg x
JP

Observasi:
Mengamati kegiatan
peserta didik dalam
menginterpretasikan
citra penginderaan
jauh dan ekspose
laporan hasil diskusi
analisis tentang
penginderaan jauh
untuk tataguna
lahan dan
transportasi

Portofolio:
Menilai semua
tugas dan pekerjaan
peserta didik
selama proses
pembelajaran.
Tes:
menilai kemampuan
peserta didik dalam
penguasaan konsep
penginderaan jauh
untuk tata guna
lahan dan
transportasi.

Sumber
Belajar
Buku teks
Geografi
kelas XII,
Citra foto
dan digital
Jurnal
ilmiah,
Informasi
berkala
instansi
yang terkait
Media audio
visual
Peta tematik
penggunaan
lahan dan
jaringan
transportasi
situs terikat
di internet
dan lain-lain

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Silabus Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

Mengasosiasi
Peserta didik menyimpulkan hasil
analisisnya tentang pola sebaran
tata guna lahan dan jaringan
transportasi kaitannya dengan
konsep serta pendekatan geografi
yang terdapat dalam citra tersebut.
Peserta didik menerapkan prinsip
dan konsep geografi dalam
menganalisis sebaran tata guna
lahan dan transportasi dari citra
penginderaan jauh.
Mengomunikasikan
Peserta didik mengomunikasikan
hasil analisis citra digital melalui lisan
dan tulisan yang dilengkapi gambar,
grafik, atau animasi yang dibantu
dengan teknologi informasi dan
komunikasi.
Peserta didik mempublikasikan hasil
analisis penginderaan jauh melalui
artikel yang dicetak atau diunggah di
jaringan internet.
3.2 Menganalisis
pemanfaatan peta dan
Sistem Informasi
Geografis (SIG) untuk
inventarisasi
sumberdaya alam,
perencanaan
pembangunan,
kesehatan lingkungan,
dan mitigasi bencana.
4.2 Menyajikan contoh hasil
analisis penerapan
dasar-dasar pemetaan
dan Sistem Informasi
Geografis (SIG) dalam
kehidupan sehari-hari.

PEMETAAN DAN
SISTEM
INFORMASI
GEOGRAFIS
UNTUK
PEMBANGUNAN
Dasar-dasar
peta dan
pemetaan
Prinsip Sistem
Informasi
Geografiis
Sumber data
dan basis data
Sistem
Informasi
Geografis
(SIG).

Mengamati
Peserta didik diminta mengamati
peta, globe, atlas, peta digital hasil
olahan SIG, dan membaca referensi
dari berbagai sumber untuk
memahami dasar-dasar peta dan
pemetaan, prinsip Sistem Informasi
Geografis, sumber data dan basis
data SIG, pemanfaatan untuk
inventarisasi sumber daya alam,
perencanaan pembangunan, kajian
kesehatan lingkungan, dan mitigasi
bencana alam.
Peserta didik diminta untuk membuat
kliping yang selanjutnya dipajang di
kelas sehingga peserta didik dapat
saling tukar informasi tentang
teknologi penginderaan jauh.

Indikator
menyimpulkan hasil
analisisnya tentang pola
sebaran tata guna lahan dan
jaringan transportasi
kaitannya dengan konsep
serta pendekatan geografi
yang terdapat dalam citra
tersebut
- menerapkan prinsip dan
konsep geografi dalam
menganalisis sebaran tata
guna lahan dan transportasi
dari citra penginderaan jauh
- mengomunikasikan hasil
analisis citra digital melalui
lisan dan tulisan yang
dilengkapi gambar, grafik,
atau animasi yang dibantu
dengan teknologi informasi
dan komunikasi
- mempublikasikan hasil
analisis penginderaan jauh
melalui artikel yang dicetak
atau diunggah di jaringan
internet
Setelah mempelajari materi ini,
diharapkan siswa dapat:
- mengamati peta, globe, atlas,
peta digital hasil olahan SIG,
dan membaca referensi dari
berbagai sumber untuk
memahami dasar-dasar peta
dan pemetaan, prinsip
Sistem Informasi Geografis,
sumber data dan basis data
SIG, pemanfaatan untuk
inventarisasi sumber daya
alam, perencanaan
pembangunan, kajian
kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam.
- membuat kliping yang
selanjutnya dipajang di kelas
sehingga peserta didik dapat
saling tukar informasi tentang
teknologi penginderaan jauh.

Penilaian

Alokasi
waktu

Sumber
Belajar

6 mgg x
JP

- Buku teks
Geografi
SMA kelas
XII,
- peta,
- globe,
- atlas,
- citra
penginderaan jauh.
- Jurnal
ilmiah,
- Informasi
berkala
instansi
yang terkait
- Media audio
visual
- situs terikat
di internet
- dan lain-lain

Tugas:
Menyelenggarakan
pameran peta dan
produk SIG
Observasi:
Mengamati aktivitas
peserta didik dalam
mengomunikasikan
hasil diskusi melalui
media TIK
Portofolio:
Menilai kumpulan
tulisan,kliping koran,
peta tematik yang
dibuat peserta didik
sebagai contoh SIG

Kompetensi Dasar

Materi Pokok
-

pemanfaatan
SIG untuk
inventarisasi
sumber daya
alam dan
perencanaan
pembangunan.
Pemanfaatan
SIG untuk
kajian
kesehatan
lingkungan dan
mitigasi
bencana

Pembelajaran

Silabus Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1


9

Menanya
Peserta didik mengajukan
pertanyaan atau hipotesis, tentang
pemanfaatan peta. Sistem Informasi
Geografis, untuk inventarisasi
sumber daya alam, kajian kesehatan
lingkungan, dan mitigasi bencana
alam.
Peserta didik diminta untuk
mengkritiksi atau menanggapi
tanggapan tentang inventarisasi
sumber daya alam, perencanaan
pembangunan, kajian kesehatan
lingkungan, dan mitigasi bencana
alam tanpa menggunakan SIG.
Mengeksperimenkan/
mengeksplorasi/mengumpulkan data:
Peserta didik mengidentifikasi dan
memanipulasi data serta mengoverlay-kan peta tematik untuk
mendapatkan informasi keruangan
tentang inventarisasi sumber daya
alam, perencanaan pembangunan,
kajian kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam.
Peserta didik menganalisis data hasil
SIG dalam inventarisasi sumber
daya alam, perencanaan
pembangunan, kajian kesehatan
lingkungan, dan mitigasi bencana
alam.
Mengasosiasi
Peserta didik menelaah teori yang
dikaitkan dengan fakta dan sumber
referensi lainnya untuk merumuskan
simpulan tentang efektivitas
pemetaan dan sistem informasi
geografi dalam inventarisasi sumber
daya alam dan perencanaan
pembangunan serta kajian
kesehatan lingkungan dan mitigasi
bencana alam.
Peserta didik dapat menyimpulkan
urgensi SIG dalam proses
pembangunan.

Indikator
-

mengajukan pertanyaan atau


hipotesis, tentang
pemanfaatan peta.
mengkritiksi atau
menanggapi tanggapan
tentang inventarisasi sumber
daya alam, perencanaan
pembangunan, kajian
kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam tanpa
menggunakan SIG.
mengidentifikasi dan
memanipulasi data serta
meng-overlay-kan peta
tematik untuk mendapatkan
informasi keruangan tentang
inventarisasi sumber daya
alam, perencanaan
pembangunan, kajian
kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam.
menganalisis data hasil SIG
dalam inventarisasi sumber
daya alam, perencanaan
pembangunan, kajian
kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam.
menelaah teori yang
dikaitkan dengan fakta dan
sumber referensi lainnya
untuk merumuskan simpulan
tentang efektivitas pemetaan
dan sistem informasi geografi
dalam inventarisasi sumber
daya alam dan perencanaan
pembangunan serta kajian
kesehatan lingkungan dan
mitigasi bencana alam.
menyimpulkan urgensi SIG
dalam proses pembangunan.
mengomunikasikan hasil
analisis melalui lisan dan
tentang pemanfaatan SIG
melalui teknologi informasi
dan komunikasi sehingga
dapat diunggah di internet

Penilaian
Tes:
Menilai kemampuan
siswa dalam
penguasaan konsep
tentang pemetaan
dan SIG.

Alokasi
waktu

Sumber
Belajar

10

Kompetensi Dasar

Materi Pokok

Pembelajaran

Silabus Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

Mengomunikasikan
Peserta didik mengomunikasikan
hasil analisis melalui lisan dan
tentang pemanfaatan SIG melalui
teknologi informasi dan komunikasi
sehingga dapat diunggah di internet
atau gagasannya dapat disampaikan
kepada intansi terkait.
Peserta didik menyelenggarakan
pameran tentang produk-produk peta
dan SIG yang telah dikerjakannya.

Mengetahui,

Indikator

Penilaian

Alokasi
waktu

Sumber
Belajar

atau gagasannya dapat


disampaikan kepada intansi
terkait.
menyelenggarakan pameran
tentang produk-produk peta
dan SIG yang telah
dikerjakannya.

............................., 20 ........

Kepala Sekolah .............................

Guru Mata Pelajaran

_________________________

_______________________

NIP.

NIP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Nama Sekolah

Mata Pelajaran

Geografi

Kelas/Program

XII

Jilid

Program Tahun

20.../20...

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati keberadaan dirinya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa untuk mendalami kajian ilmu dan teknologi
Penginderaan Jauh, peta, serta Sistem Informasi Geografis (SIG).
2.1 Menunjukkan sikap proaktif dalam praktek pemanfaatan citra penginderaan jauh untuk kajian tata guna lahan dan
transportasi
2.2 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab dalam menyajikan contoh hasil analisis penerapan informasi
geografis melalui peta dasar dan peta tematik serta Sistem Informasi Geografis (SIG).
3.1 Menganalisis citra penginderaan jauh untuk perencanaan kajian tata guna lahan dan transportasi.
4.1 Mencoba menginterpretasi citra penginderaan jauh untuk perencanaan tata guna lahan dan transportasi.
C. Indikator
Setelah memelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:
- mengamati citra foto dan atau citra digital penginderaan jauh, membaca buku teks dan laporan di media masa dan
internet, untuk mendapatkan pengetahuan tentang kajian penginderaan jauh dikaitkan dengan tataguna lahan,
jaringan transportasi, serta tata kelola dan lembaga penginderaan jauh
- menyaksikan pemutaran video tentang perkembangan teknologi penginderaan jauh
- berkunjung ke intansi atau kantor badan perencanaan daera
- mengajukan pertanyaan atau hipotesis tentang efektivitas pemanfaatan penginderaan jauh dalam tata guna lahan dan
transportasi dalam pembangunan di Indonesia
- mengajukan kritik terhadap tata kelola dan lembaga penginderaan jauh untuk pengembangan yang lebih baik
- menginterpretasi citra foto udara atau citra digital untuk mendapatkan informasi ciri objek kaitannya dengan tataguna
lahan dan transportasi serta tata kelola dan lembaga penginderaan jauh
- mendiskusikan dan mengerjakan proyek pengelohan citra digital untuk tata guna lahan dan transportasi
- menyimpulkan hasil analisisnya tentang pola sebaran tata guna lahan dan jaringan transportasi kaitannya dengan
konsep serta pendekatan geografi yang terdapat dalam citra tersebut
- menerapkan prinsip dan konsep geografi dalam menganalisis sebaran tata guna lahan dan transportasi dari citra
penginderaan jauh
- mengomunikasikan hasil analisis citra digital melalui lisan dan tulisan yang dilengkapi gambar, grafik, atau animasi
yang dibantu dengan teknologi informasi dan komunikasi
- mempublikasikan hasil analisis penginderaan jauh melalui artikel yang dicetak atau diunggah di jaringan internet
D. Alokasi Waktu
6 mgg x JP
E. Materi Pembelajaran
A. Penginderaan Jauh
Penginderaan jauh dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari istilah remote sensing dalam bahasa Inggris,
sedangkan di Prancis lebih dikenal dengan istilah teledetection, di Jerman disebut farnerkundung, dan di Spanyol
disebut perception remota. Meskipun masih tergolong pengetahuan yang relatif masih baru, pemakaian penginderaan
jauh ternyata cukup pesat. Pemakaian penginderaan jauh antara lain untuk mendapatkan informasi yang tepat untuk
berbagai keperluan, seperti mendeteksi sumber daya alam, daerah banjir, kebakaran hutan, dan sebaran ikan di laut.
Penginderaan jauh atau disingkat inderaja adalah ilmu, seni, dan teknologi untuk mendapatkan informasi tentang
suatu objek, daerah, atau gejala di permukaan Bumi dengan menggunakan suatu alat tanpa kontak langsung dengan
objek, daerah, atau gejala yang dikaji.

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

11

B. Komponen Penginderaan Jauh


Komponen-komponen penginderaan jauh meliputi berikut ini.
1. Sumber Tenaga
Proses penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga radiasi Matahari pada siang hari disebut sistem
pasif, sedangkan proses penginderaan jauh dengan menggunakan sumber tenaga buatan yang dilakukan pada
malam hari disebut sistem aktif. Hal ini dikarenakan perekaman objek pada malam hari diperlukan bantuan
sumber tenaga yang diaktifkan oleh manusia.
2. Atmosfer
Atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang sehingga hanya sebagian kecil tenaga elektromagnetik
dari radiasi sinar matahari yang dapat mencapai permukaan bumi dan dimanfaatkan untuk penginderaan jauh.
Bagian spektrum elektromagnetik yang mampu melalui atmosfer dan dapat mencapai permukaan bumi disebut
jendela atmosfer (atmospheric window).
3. Interaksi Tenaga dengan Objek
Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam penginderaan jauh seperti atmosfer, biosfer, hidrosfer,
dan litosfer. Interaksi antara tenaga atau radiasi dengan objek yang terdapat di permukaan Bumi dapat
dikelompokkan menjadi tiga bentuk, yaitu sebagai berikut.
a. Absorption (A), yaitu proses diserapnya tenaga oleh objek.
b. Transmission (T), yaitu proses diteruskannya tenaga oleh objek.
c. Reflection (R), yaitu proses dipantulkannya tenaga oleh objek.
Interaksi antara tenaga atau energi dengan objek-objek di permukaan Bumi akan menghasilkan pancaran sinyal
dan pantulan yang bersifat sangat selektif. Jika karakteristik objek di permukaan bumi bertekstur halus,
permukaan objek akan bersifat seperti cermin sehingga hampir semua energi dipantulkan dengan arah yang
sama atau disebut specular reflection. Adapun jika permukaan objek memiliki tekstur kasar, maka hampir semua
tenaga dipantulkan ke berbagai arah atau disebut difuse reflection.
4. Sensor dan Wahana
a. Sensor
Sensor adalah alat yang digunakan untuk melacak, mendeteksi, dan merekam suatu objek dalam daerah
jangkauan tertentu. Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spektrum elektromagnetik.
Kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil disebut resolusi spasial. Semakin kecil objek yang dapat
direkam oleh sensor, semakin baik kualitas sensor itu dan semakin baik resolusi spasial dari citra yang
dihasilkan.
Ada dua macam sensor dalam sistem penginderaan jauh, yaitu:
1) Sensor aktif adalah sensor yang dilengkapi dengan alat pemancar dan alat penerima pantulan
gelombang.
2) Sensor pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima pantulan gelombang.
b. Wahana
Kendaraan yang membawa alat pemantau dinamakan wahana. Berdasarkan ketinggian peredaran atau
tempat pemantauannya, wahana di angkasa dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
1) Pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft), dengan ketinggian antara 1.000
meter sampai 9.000 meter dari permukaan bumi. Citra yang dihasilkan ialah citra foto (foto udara).
2) Pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft), dengan ketinggian sekitar 18.000 meter dari permukaan
bumi. Citra yang dihasilkan yaitu foto udara dan multispectral scanners data.
3) Satelit, dengan ketinggian antara 400 km sampai 900 km dari permukaan bumi. Citra yang dihasilkan
ialah citra satelit.
5. Perolehan Data
Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan interpretasi secara visual. Dapat pula dengan
cara numerik atau cara digital, yaitu dengan menggunakan komputer. Foto udara pada umumnya diinterpretasi
secara manual, sedangkan data hasil penginderaan jauh secara elektronik dapat diinterpretasi secara manual
maupun secara digital atau numerik.
6. Pengguna Data
Pengguna data (perorangan, kelompok, badan, atau pemerintah) merupakan komponen paling penting dalam
penginderaan jauh. Para penggunalah yang dapat menentukan diterima atau tidaknya hasil penginderaan jauh
tersebut. Data penginderaan jauh dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Data penginderaan jauh yang
memiliki kerincian dan keandalan sangat dibutuhkan oleh pengguna data. Data yang dihasilkan antara lain
mencakup wilayah dan sumber daya alam suatu negara yang merupakan data yang sangat penting untuk
kepentingan orang banyak.
C. Hasil Penginderaan Jauh
Proses penginderaan jauh memberikan keluaran atau hasil yang disebut citra, yaitu gambaran yang tampak dari suatu
objek yang sedang diamati sebagai hasil liputan atau rekaman oleh suatu alat pemantau. Citra dalam bahasa Inggris
dikenal dengan istilah image atau imagery. Menurut Hornby, citra adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau
alat sensor lain. Adapun menurut Simonett, citra adalah gambar rekaman suatu objek (biasanya berupa gambaran
pada foto) yang didapat dengan cara optik, elektrooptik, optik-mekanik, atau elektromekanik.
D. Interpretasi Citra Penginderaan Jauh
Menurut Este dan Simonett, interpretasi citra merupakan perbuatan mengkaji foto udara atau citra dengan maksud
untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut. Adapun unsur-unsur interpretasi pada citra
atau foto udara terdiri atas sembilan macam, yaitu sebagai berikut.

12

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

1.
2.
3.
4.
5.

Rona dan warna


Tekstur (Texture)
Bentuk (Shape)
Ukuran (Size)
Pola (Pattern)

6.
7.
8.
9.

Situs (Site)
Bayangan (Shadow)
Asosiasi (Association)
Konvergensi bukti

E. Tahapan Interpretasi Citra


Langkah-langkah yang ditempuh untuk mendapatkan data geografi dari hasil normal penginderaan jauh antara lain
sebagai berikut,
1. Deteksi
Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Di dalam
deteksi, ditentukan ada tidaknya suatu objek. Misalnya objek berupa tumbuhan, bangunan, lapangan, dan
sebagainya. Tingkatan informasi pada tahap deteksi ini bersifat global.
2. Identifikasi
Identifikasi adalah kegiatan untuk mengenali objek yang tergambar pada citra. Objek ini dapat dikenali
berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor dengan menggunakan alat stereoskop.
Dalam identifikasi ada tiga ciri utama yang dapat dikenali yaitu ciri spektral, ciri spasial, dan ciri temporal.
a. Spektral
Spektral adalah ciri yang dihasilkan oleh interaksi antara tenaga elektromagnetik dengan objek. Ciri spektral
dinyatakan dengan rona dan warna.
b. Spasial
Spasial adalah ciri yang terkait dengan ruang permukaan bumi. Ciri spasial dapat dikenali dengan
menggunakan unsur-unsur interpasi yang meliputi rona, bentuk pola, ukuran, bayangan, asosiasi, dan tekstur.
c. Temporal
Temporal adalah ciri yang terkait dengan kondisi benda pada saat perekaman.
3. Pengenalan
Pengenalan adalah pengklasifikasian terhadap objek yang tampak secara langsung berdasarkan pengetahuan
lokal atau pengetahuan tertentu.
4. Analisis
Analisis merupakan proses untuk menunjukkan kelompok-kelompok yang memunyai kekhususan tersendiri.
5. Deduksi
Objek yang tampak langsung pada foto udara menjadi bukti-bukti yang mengarah ke suatu titik. Proses tersebut
merupakan tahap deduksi yang akan menghasilkan hipotesis kerja.
6. Klasifikasi
Klasifikasi meliputi deskripsi dari kenampakan yang dibatasi. Hal ini merupakan interpretasi citra karena pada
tahap inilah kesimpulan dan hipotesis dapat diambil.
7. Idealisasi
Idealisasi merupakan pekerjaan kartograf, yaitu menyajikan hasil interpretasi citra ke dalam bentuk peta yang siap
pakai.
F. Manfaat Penginderaan Jauh
Manfaat suatu citra, antara lain sebagai berikut.
1. Citra dapat memberikan informasi mengenai keadaan dan perubahan lahan sehingga dapat membantu dalam
perencanaan pembangunan.
2. Citra dapat membantu dalam menganalisis perairan darat maupun laut.
3. Citra dapat membantu dalam menganalisis keadaan cuaca dan iklim beserta prediksinya.
4. Citra dapat menyajikan model, relief, dan kemiringan lereng suatu lahan.
5. Citra dapat memberikan gambaran atau pemetaan daerah bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, tsunami,
dan daerah letusan gunung api sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses pencegahan dan evakuasi.
F. Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi, praktik
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah 1 :
kegiatan awal (apersepsi)
- doa
- absensi
- motivasi dengan mengarahkan siswa pada situasi pembelajaran
Langkah 2 :
kegiatan inti
Mengamati
- Peserta didik diminta untuk mengamati citra foto dan atau citra digital penginderaan jauh, membaca
buku teks dan laporan di media masa dan internet, untuk mendapatkan pengetahuan tentang kajian
penginderaan jauh dikaitkan dengan tataguna lahan, jaringan transportasi, serta tata kelola dan
lembaga penginderaan jauh.
- Peserta didik ditugasi untuk menyaksikan pemutaran video tentang perkembangan teknologi
penginderaan jauh.
- Peserta didik ditugasi untuk berkunjung ke intansi atau kantor badan perencanaan daerah.
Menanya
- Peserta didik diminta untuk mengajukan pertanyaan atau hipotesis tentang efektivitas pemanfaatan
penginderaan jauh dalam tata guna lahan dan transportasi dalam pembangunan di Indonesia.

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

13

Peserta didik mengajukan kritik terhadap tata kelola dan lembaga penginderaan jauh untuk
pengembangan yang lebih baik.
Mengeksplorasi
- Peserta didik mencoba menginterpretasi citra foto udara atau citra digital untuk mendapatkan
informasi ciri objek kaitannya dengan tataguna lahan dan transportasi serta tata kelola dan lembaga
penginderaan jauh.
- Peserta didik mendiskusikan dan mengerjakan proyek pengelohan citra digital untuk tata guna lahan
dan transportasi.
Mengasosiasi
- Peserta didik menyimpulkan hasil analisisnya tentang pola sebaran tata guna lahan dan jaringan
transportasi kaitannya dengan konsep serta pendekatan geografi yang terdapat dalam citra tersebut.
- Peserta didik menerapkan prinsip dan konsep geografi dalam menganalisis sebaran tata guna lahan
dan transportasi dari citra penginderaan jauh.
Mengomunikasikan
- Peserta didik mengomunikasikan hasil analisis citra digital melalui lisan dan tulisan yang dilengkapi
gambar, grafik, atau animasi yang dibantu dengan teknologi informasi dan komunikasi.
- Peserta didik mempublikasikan hasil analisis penginderaan jauh melalui artikel yang dicetak atau
diunggah di jaringan internet.
Langkah 3 :
kegiatan akhir (penutup)
- rangkuman
- penilaian proses
- penugasan
H. Sumber belajar
- Bagja, Waluyo.2009. Memahami Geografi SMA/MA untuk Kelas XII Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Danang, Endarto, Sarwono, dan Singgih Prihadi. 2009. Geografi 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Eko, Titis Prasongko dan Rudi Hendrawansyah. 2009. Geografi untuk Siswa Menengah Atas-Madrasah Aliyah Kelas
XII. Jakarta :Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Eni, Anjayani dan Tri Haryanto. 2009. Geografi untuk Kelas XII SMA/MA. Jakarta :Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
- Gatot Harmanto. 2006. Geografi SMA KTSP. Bandung: Yrama Widya.
- Hartono.2009. Geografi 3: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas XII SMA/MA Program Imu Pengetahuan
Sosial. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- K. Wardiyatmoko. 2006. Geografi SMA Kelas 3. Jakarta: Erlangga.
- L. Iskandar. 2009. Geografi 3 SMA Kelas XII SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional.
I. Penilaian
- tugas
- observasi
- portofolio
- tes
SOAL INSTRUMEN
1. Apa yang dimaksud dengan penginderaan jauh menurut Curran?
2. Jelaskan klasifikasi citra foto berdasarkan wahana yang digunakan!
3. Sebutkan ciri-ciri foto pankromatik hitam putih!
4. Jelaskan jenis wahana yang digunakan pada penginderaan jauh!
5. Apakah yang dimaksud dengan resolusi spasial?

Mengetahui

.........................., 20.......

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

_____________________

_____________________

NIP.

NIP.

14

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Nama Sekolah

Mata Pelajaran

Geografi

Kelas/Program

XII

Jilid

Program Tahun

20.../20...

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran,
damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menghayati keberadaan dirinya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa untuk mendalami kajian ilmu dan teknologi
Penginderaan Jauh, peta, serta Sistem Informasi Geografis (SIG).
2.1 Menunjukkan sikap proaktif dalam praktek pemanfaatan citra penginderaan jauh untuk kajian tata guna lahan dan
transportasi
2.2 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab dalam menyajikan contoh hasil analisis penerapan informasi
geografis melalui peta dasar dan peta tematik serta Sistem Informasi Geografis (SIG).
3.2 Menganalisis pemanfaatan peta dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk inventarisasi sumberdaya alam,
perencanaan pembangunan, kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana.
4.2 Menyajikan contoh hasil analisis penerapan dasar-dasar pemetaan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam
kehidupan sehari-hari.
C. Indikator
Setelah memelajari materi ini, siswa diharapkan dapat:
- mengamati peta, globe, atlas, peta digital hasil olahan SIG, dan membaca referensi dari berbagai sumber untuk
memahami dasar-dasar peta dan pemetaan, prinsip Sistem Informasi Geografis, sumber data dan basis data SIG,
pemanfaatan untuk inventarisasi sumber daya alam, perencanaan pembangunan, kajian kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam.
- membuat kliping yang selanjutnya dipajang di kelas sehingga peserta didik dapat saling tukar informasi tentang
teknologi penginderaan jauh.
- mengajukan pertanyaan atau hipotesis, tentang pemanfaatan peta.
- mengkritiksi atau menanggapi tanggapan tentang inventarisasi sumber daya alam, perencanaan pembangunan,
kajian kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana alam tanpa menggunakan SIG.
- mengidentifikasi dan memanipulasi data serta meng-overlay-kan peta tematik untuk mendapatkan informasi
keruangan tentang inventarisasi sumber daya alam, perencanaan pembangunan, kajian kesehatan lingkungan, dan
mitigasi bencana alam.
- menganalisis data hasil SIG dalam inventarisasi sumber daya alam, perencanaan pembangunan, kajian kesehatan
lingkungan, dan mitigasi bencana alam.
- menelaah teori yang dikaitkan dengan fakta dan sumber referensi lainnya untuk merumuskan simpulan tentang
efektivitas pemetaan dan sistem informasi geografi dalam inventarisasi sumber daya alam dan perencanaan
pembangunan serta kajian kesehatan lingkungan dan mitigasi bencana alam.
- menyimpulkan urgensi SIG dalam proses pembangunan.
- mengomunikasikan hasil analisis melalui lisan dan tentang pemanfaatan SIG melalui teknologi informasi dan
komunikasi sehingga dapat diunggah di internet atau gagasannya dapat disampaikan kepada intansi terkait.
- menyelenggarakan pameran tentang produk-produk peta dan SIG yang telah dikerjakannya.
D. Alokasi Waktu
6 mgg x JP
E. Materi Pembelajaran
A. Pengertian Peta
Peta merupakan alat utama dalam ilmu geografi, selain foto udara dan citra satelit. Melalui peta, seseorang dapat
mengamati ketampakan permukaan Bumi lebih luas dari batas pandang manusia. Istilah peta diambil dari bahasa
Inggris yaitu map. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja.
peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil dengan menggunakan skala dan digambar
dengan bidang datar sebagai kenampakan jika dilihat dari atas dan ditambah dengan tulisan sebagai identitas.

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

15

B. Komponen-Komponen Peta
Komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta, yaitu sebagai berikut,
1. Judul peta
Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data daerah mana yang tergambar
dalam peta. Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Sebab, biasanya sebelum membaca isi peta,
para pengguna pasti terlebih dahulu membaca judul peta. Judul peta hendaknya memuat atau mencerminkan
informasi sesuai isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta. Judul
peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta atau dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan
tidak mengganggu ketampakan dari keseluruhan peta.
2. Garis tepi peta (border)
Garis tepi atau border adalah garis yang terletak di bagian tepi peta dan ujung-ujung tiap garis bertemu dengan
ujung garis yang berdekatan. Biasanya garis ini dibuat rangkap dua dan tebal. Garis tepi berguna untuk
membantu saat menggambar pulau, kota, ataupun wilayah yang dimaksud tepat di tengah-tengahnya.
3. Orientasi (petunjuk arah)
Petunjuk arah adalah tanda pada peta yang menunjukkan arah utara, timur, selatan, atau barat daerah yang
digambar. Petunjuk arah dapat diletakkan di sembarang tempat asal tidak mengganggu makna peta, tetapi masih
berada dalam garis tepi. Tanda arah pada peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk arah utara atau
hanya diberi huruf N (north) yang artinya utara.
4. Garis Bujur dan Garis lintang
Garis bujur dan garis lintang disebut juga dengan garis astronomi. Garis astronomi berguna untuk menentukan
lokasi suatu tempat. Garis bujur (meridian atau altitude) adalah garis yang menghubungkan Kutub Utara dan
Kutub Selatan. Garis-garis tersebut berupa garis setengah lingkaran yang sama besar. Adapun garis lintang
(paralel atau latitude) adalah garis yang sejajar dengan ekuator. Garis-garis tersebut membentuk lingkaranlingkaran yang besarnya tidak sama.
5. Peta Inset
Merupakan upaya untuk memberikan tekanan terhadap sesuatu yang ada dalam peta. Inset peta bertujuan untuk:
a. menunjukkan lokasi yang penting, tetapi kurang jelas dalam peta, dan
b. mempertajam atau memperjelas salah satu bagian peta.
Inset terdiri atas dua jenis, yaitu inset lokasi dan inset pembesaran. Inset lokasi memberikan gambaran global
wilayah di sekitar daerah yang dipetakan. Contoh peta Provinsi Riau memerlukan inset peta Sumatra atau
Indonesia. Sedangkan inset pembesaran digunakan untuk menggambarkan wilayah yang kecil.
6. Simbol Peta
Fenomena alam dan budaya tidak mungkin digambarkan pada peta sama persis dengan keadaan sebenarnya di
permukaan bumi. Untuk memberi tanda fenomena yang terdapat pada suatu wilayah, dipergunakan lambang
tertentu yang memiliki makna dan mudah dipahami oleh banyak orang (pengguna peta). Lambang tersebut
dinamakan simbol peta.
7. Sumber dan Tahun Pembuatan peta
Sumber peta berguna untuk mengetahui asal peta tersebut diperoleh sehingga ada kepastian bahwa peta
tersebut bukan peta fiktif. Lembaga yang biasa menerbitkan peta adalah Bakosurtanal, Jawatan Topografi
Angkatan Darat, dan Badan Pertanahan Nasional. Tahun pembuatan penting untuk diketahui terutama oleh
pengguna agar diketahui kapan data dalam peta tersebut dibuat, sehingga dapat diketahui datanya masih layak
atau sudah tidak berlaku.
8. Legenda
Legenda yaitu keterangan dari simbol-simbol peta yang digunakan agar mudah dibaca dan dipahami. Legenda
biasanya dibatasi kotak dan diletakkan dalam garis peta di sebelah kiri, kanan, ataupun bawah dari peta yang
digambar.
9. Lettering
Lettering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf
kecil, kombinasi huruf kapital kecil, tegak (roman), dan miring (italic).
10. Skala peta
Skala peta adalah perbandingan jarak horizontal pada peta dengan jarak yang sebenarnya di muka bumi. Skala
peta juga berarti perbandingan antara jari-jari globe dengan jari-jari bumi (spheroid). Skala peta berfungsi
memberi keterangan mengenai besarnya pengecilan atau redusi peta tersebut dari yang sesungguhnya.
C. Pemetaan
Pemetaan adalah proses, cara, atau perbuatan membuat peta. Berikut hal-hal penting mengenai pemetaan.
1. Syarat Pembuatan Peta
Ada beberapa syarat yang harus kita perhatikan dalam membuat peta agar dapat dibawa dan dipergunakan
sesuai dengan tujuan. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut.
a. Arahnya benar dan tepat. Biasanya arah utara ditempatkan pada bagian atas.
b. Jarak yang benar, sesuai dengan skala yang telah ditetapkan.
c. Bentuk yang benar, mendekati atau konform dengan yang sesungguhnya.
d. Luasnya benar atau sama (mendekati) dengan luas yang sesungguhnya.
e. Ada keterangan singkat (legenda) mengenai keadaan peta tersebut.

16

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

2. Prinsip Pokok Membuat Peta


Dalam pembuatan peta ada beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip pokok yang
dimaksud adalah sebagai berikut.
a. Menentukan daerah yang akan dipetakan.
b. Membuat peta dasar (base map), yaitu peta yang belum diberi simbol.
c. Mencari dan mengklasifikasikan (menggolongkan) data sesuai dengan kebutuhan.
d. Membuat simbol-simbol yang mewakili data.
e. Menempatkan simbol pada peta dasar.
f. Membuat legenda (keterangan).
g. Melengkapi peta dengan tulisan (lettering) secara baik dan benar.
D. Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah cara untuk menggambarkan bentuk permukaan bumi dari bidang lengkung ke bidang datar.
Sistem proyeksi inilah yang merupakan kegiatan memindahkan ruang muka bumi ke bidang datar atau memindahkan
dari bentuk bola (globe) ke bidang datar (peta).
Penggambaran muka bumi yang bulat serupa bola (elipsoid) ke bidang datar akan menyebabkan terjadinya
penyimpangan-penyimpangan dari bentuk aslinya. Penyimpangan-penyimpangan ini disebut distorsi. Distorsi dari bola
bumi ke peta pada bidang datar antara lain tidak sama luas, tidak sama bentuk, tidak sama jarak, dan tidak sama
arahnya. Ahli pembuat peta (kartograf) secara matematis membuat proyeksi dengan tujuan untuk memperkecil
distorsi.
E. Definisi Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis merupakan sejenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pemasukan,
penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan menghasilkan informasi geografi beserta atribut-atributnya.
F. Komponen-Komponen Sistem Informasi Geografis
SIG merupakan sistem sehingga terdapat komponen-komponen yang saling berkaitan dan mendukung. Pada
dasarnya komponen-komponen tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak,
tetapi peran manusia sebagai pengelola sangat penting, sehingga komponen SIG secara lengkap terdiri atas
perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia.
1. Perangkat keras (hardware)
Perangkat keras atau hardware adalah perangkat fisik berupa komputer beserta instrumen pendukungnya. Secara
garis besar perangkat keras dalam SIG dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Alat masukan (input) yaitu alat untuk memasukkan data ke dalam jaringan komputer. Misalnya scanner,
digitizer, CD-ROM, disket, hard disk, dan pita magnetis.
b. Alat pemrosesan yaitu alat dalam sistem komputer yang berfungsi mengolah, menganalisis, dan menyimpan
data yang masuk sesuai kebutuhan. Misalnya Central Processing Unit (CPU), tape drive, dan disk drive.
c. Alat keluaran (output) yaitu alat yang berfungsi menayangkan informasi geografis dalam proses SIG.
Misalnya Visual Display Unit (VDU), plotter, dan printer.
2. Perangkat lunak
Perangkat lunak digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisis, memvisualkan data-data baik
data spasial maupun non-spasial. Software ini memiliki elemen yang dibagi menjadi lima kelompok utama dan
bertugas mengatur hardware agar dapat bekerja seefisien mungkin.
3. Kemampuan manusia (brainware)
Komponen yang sangat menentukan dalam SIG adalah komponen manajemen yang meliputi sumber daya
manusia atau intelegensi manusia (brainware) dan metode yang digunakannya. Brainware merupakan
kemampuan manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan SIG secara efektif dan efisien. Manusia merupakan
subjek (pelaku) yang mengendalikan seluruh sistem sehingga sangat dituntut kemampuan dan penguasaan
terhadap ilmu dan teknologi yang berhubungan dengan SIG. Selain itu, diperlukan pula kemampuan untuk
memadukan metode pengelolaan dengan pemanfaatan agar SIG dapat digunakan secara efektif dan efisien
sehingga informasi yang dihasilkannya tepat dan akurat.
G. Tahapan Kerja Sistem Informasi Geografis (SIG)
Dalam melakukan suatu kegiatan dengan SIG ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan-tahapan tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Input Data
Tahapan kerja SIG yang pertama adalah data masukan, yaitu suatu tahapan pada SIG yang dapat digunakan
untuk memasukkan dan mengubah data asli ke dalam bentuk yang dapat diterima oleh komputer. Data-data yang
masuk tersebut membentuk database (data dasar) di dalam komputer yang dapat disimpan dan dipanggil kembali
untuk dipergunakan atau untuk pengolahan selanjutnya.
2. Pengelolaan basis data
Sistem manajeman basis data merupakan gabungan dari data yang saling berinteraksi dengan sekumpulan
program yang mengakses data-data tersebut.
3. Keluaran Data (output)
Data yang sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipakai
sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hard copy), rekaman
(soft copy), dan tayangan (display). Dengan SIG setiap orang dapat membuat peta dan kemudian mengubah atau
memodifikasinya dengan cepat kapan saja. Di samping itu, pengguna SIG juga dapat memroses ulang
pembuatan peta dengan tingkat ketelitian tinggi kapan saja. Sebagai contoh dalam pembuatan peta Amerika
Selatan berdasarkan berbagai informasi atau tema yang tersedia.

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

17

H. Manfaat Sistem Informasi Geografis


1. Manajemen tata guna lahan
2. Inventarisasi sumber daya alam
3. Merencanakan pola pembangunan wilayah
4. Untuk pengawasan daerah bencana alam
5. Bidang sosial
F. Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi, praktik
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Langkah 1 :
kegiatan awal (apersepsi)
- doa
- absensi
- motivasi dengan mengarahkan siswa pada situasi pembelajaran
Langkah 2 :
kegiatan inti
Mengamati
- Peserta didik diminta mengamati peta, globe, atlas, peta digital hasil olahan SIG, dan membaca
referensi dari berbagai sumber untuk memahami dasar-dasar peta dan pemetaan, prinsip Sistem
Informasi Geografis, sumber data dan basis data SIG, pemanfaatan untuk inventarisasi sumber daya
alam, perencanaan pembangunan, kajian kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana alam.
- Peserta didik diminta untuk membuat kliping yang selanjutnya dipajang di kelas sehingga peserta
didik dapat saling tukar informasi tentang teknologi penginderaan jauh.
Menanya
- Peserta didik mengajukan pertanyaan atau hipotesis, tentang pemanfaatan peta. Sistem Informasi
Geografis, untuk inventarisasi sumber daya alam, kajian kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana
alam.
- Peserta didik diminta untuk mengkritiksi atau menanggapi tanggapan tentang inventarisasi sumber
daya alam, perencanaan pembangunan, kajian kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana alam
tanpa menggunakan SIG.
Mengeksplorasi
- Peserta didik mengidentifikasi dan memanipulasi data serta meng-overlay-kan peta tematik untuk
mendapatkan informasi keruangan tentang inventarisasi sumber daya alam, perencanaan
pembangunan, kajian kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana alam.
- Peserta didik menganalisis data hasil SIG dalam inventarisasi sumber daya alam, perencanaan
pembangunan, kajian kesehatan lingkungan, dan mitigasi bencana alam.
Mengasosiasi
- Peserta didik menelaah teori yang dikaitkan dengan fakta dan sumber referensi lainnya untuk
merumuskan simpulan tentang efektivitas pemetaan dan sistem informasi geografi dalam inventarisasi
sumber daya alam dan perencanaan pembangunan serta kajian kesehatan lingkungan dan mitigasi
bencana alam.
- Peserta didik dapat menyimpulkan urgensi SIG dalam proses pembangunan.
Mengomunikasikan
- Peserta didik mengomunikasikan hasil analisis melalui lisan dan tentang pemanfaatan SIG melalui
teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat diunggah di internet atau gagasannya dapat
disampaikan kepada intansi terkait.
- Peserta didik menyelenggarakan pameran tentang produk-produk peta dan SIG yang telah
dikerjakannya.
Langkah 3 :
kegiatan akhir (penutup)
- rangkuman
- penilaian proses
- penugasan
H. Sumber belajar
- Bagja, Waluyo.2009. Memahami Geografi SMA/MA untuk Kelas XII Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta :Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Danang, Endarto, Sarwono, dan Singgih Prihadi. 2009. Geografi 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta :Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Eko, Titis Prasongko dan Rudi Hendrawansyah. 2009. Geografi untuk Siswa Menengah Atas-Madrasah Aliyah Kelas
XII. Jakarta :Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Eni, Anjayani dan Tri Haryanto. 2009. Geografi untuk Kelas XII SMA/MA . Jakarta :Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
- Gatot Harmanto. 2006. Geografi SMA KTSP. Bandung : Yrama Widya.
- Hartono.2009. Geografi 3: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas XII SMA/MA Program Imu Pengetahuan
Sosial. Jakarta :Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- K. Wardiyatmoko. 2006. Geografi SMA Kelas 3. Jakarta : Erlangga.
- L. Iskandar. 2009. Geografi 3 SMA Kelas XII SMA dan MA . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional.

18

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII - Jilid 1

I.

Penilaian
- tugas
- observasi
- portofolio
- tes
Soal Instrumen
1. Apa yang dimaksud dengan peta secara umum?
2. Sebutkan fungsi pembuatan peta!
3. Apa fungsi perangkat lunak dalam sistem informasi geografis?
4. Sebutkan keuntungan adanya manajemen basis data dalam sistem informasi geografis!
5. Jelaskan klasifikasi perangkat keras dalam sistem informasi geografis!

Mengetahui

.........................., 20.......

Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

_____________________

_____________________

NIP.

NIP.

RPP Geografi SMA/MA Kelas XII Jilid 1

19