Anda di halaman 1dari 4

CT Scan adalah salah satu peralatan radiodiagnostik dengan menggunakan sinar-x.

pada dasarnya gambar yang dihasilkan merupakan pemetaan dari penyerapan


objek terhadap sinar-x .
http://radiodiagnostik2.blogspot.com/2010/02/ct-scan.html
Pemindai CT-scan atau CT-scanner (computerized tomography scanner) adalah
mesin sinar-x khusus yang mengirimkan berbagai berkas pencintraan secara
bersamaan dari sudut yang berbeda. Berkas-berkas sinar-X melewati tubuh dan
kekuatannya diukur dengan algoritma khusus untuk pencitraan. Berkas yang telah
melewati jaringan kurang padat seperti paru-paru akan menjadi lebih kuat,
sedangkan berkas yang telah melewati jaringan padat seperti tulang akan lemah.
Sebuah komputer dapat menggunakan informasi ini untuk menampilkan sebagai
gambar dua dimensi pada monitor.
http://kamuskesehatan.com/arti/ct-scan/

INDIKASI PEMERIKSAAN USG


Indikasi merupakan salah satu prasyarat penting yang harus dipenuhi sebelum pemeriksaan USG
dilakukan. Pemeriksaan USG janganlah dilakukan secara rutin atau setiap melakukan
pemeriksaan pasien, terutama bila pasien hamil. Banyak panduan yang telah diterbitkan,
misalnya dari AIUM (American Institute of Ultrasound in Medicine). Untuk mempermudah
memilah indikasi pemeriksaan, penulis menyarankan pembagian indikasi tersebut atas indikasi
obstetri, ginekologi onkologi, endokrinologi reproduksi, dan indikasi non obstetri ginekologi.
Dalam bidang obstetri, indikasi yang dianut adalah melakukan pemeriksaan USG begitu
diketahui hamil, penapisan USG pada trimester pertama (kehamilan 10 14 minggu), penapisan
USG pada kehamilan trimester kedua (18 20 minggu), dan pemeriksaan tambahan yang
diperlukan untuk memantau tumbuh kembang janin. Dalam bidang ginekologi onkologi
pemeriksaannya diindikasikan bila ditemukan kelainan secara fisik atau dicurigai ada kelainan
tetapi pada pemeriksaan fisik tidak jelas adanya kelainan tersebut.
Dalam bidang endokrinologi reproduksi pemeriksaan USG diperlukan untuk mencari kausa
gangguan hormon, pemantauan folikel dan terapi infertilitas, dan pemeriksaan pada pasien
dengan gangguan haid. Sedangkan indikasi non obstetrik bila kelainan yang dicurigai berasal
dari disiplin ilmu lain, misalnya dari bagian pediatri, rujukan pasien dengan kecurigaan
metastasis dari organ ginekologi dll. Berikut ini diberikan contoh indikasi yang dikeluarkan oleh
NIH 1.
National Institute of Health (NIH), USA (1983 1984) menentukan indikasi untuk dilakukannya
pemeriksaan USG pada bidang obstetric dan ginekologi sebagai berikut :
1. Menentukan usia gestasi secara lebih tepat pada kasus yang akan menjalani seksio
sesarea berencana, induksi persalinan atau pengakhiran kehamilan secara elektif.

2. Evaluasi pertumbuhan janin, pada pasien yang telah diketahui menderita insufisiensi
uteroplasenter, misalnya preeklampsia berat, hipertensi kronik, penyakit ginjal kronik,
atau diabetes mellitus berat; atau menderita gangguan nutrisi sehingga dicurigai terjadi
pertumbuhan janin terhambat, atau makrosomia.
3. Perdarahan per vaginam pada kehamilan yang penyebabnya belum diketahui.
4. Menentukan bagian terendah janin bila pada saat persalinan bagian terendahnya sulit
ditentukan atau letak janin masih berubah-ubah pada trimester ketiga akhir.
5. Kecurigaan adanya kehamilan ganda berdasarkan ditemukannya dua DJJ yang berbeda
frekuensinya atau tinggi fundus uteri tidak sesuai dengan usia gestasi, dan atau ada
riwayat pemakaian obat-obat pemicu ovulasi.
6. Membantu tindakan amniosentesis atau biopsi villi koriales.
7. Perbedaan bermakna antara besar uterus dengan usia gestasi berdasarkan tanggal hari
pertama haid terakhir.
8. Teraba masa pada daerah pelvik.
9. Kecurigaan adanya mola hidatidosa.
10. Evaluasi tindakan pengikatan serviks uteri (cervical cerclage).
11. Suspek kehamilan ektopik.
12. Pengamatan lanjut letak plasenta pada kasus plasenta praevia.
13. Alat bantu dalam tindakan khusus, misalnya fetoskopi, transfusi intra uterin, tindakan
shunting, fertilisasi in vivo, transfer embrio, dan chorionic villi sampling (CVS).
14. Kecurigaan adanya kematian mudigah / janin.
15. Kecurigaan adanya abnormalitas uterus.
16. Lokalisasi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
17. Pemantauan perkembangan folikel.
18. Penilaian profil biofisik janin pada kehamilan diatas 28 minggu.
19. Observasi pada tindakan intra partum, misalnya versi atau ekstraksi pada janin kedua
gemelli, plasenta manual, dll.
20. Kecurigaan adanya hidramnion atau oligohidramnion.

21. Kecurigaan terjadinya solusio plasentae.


22. Alat bantu dalam tindakan versi luar pada presentasi bokong.
23. Menentukan taksiran berat janin dan atau presentasi janin pada kasus ketuban pecah
preterm dan atau persalinan preterm.
24. Kadar serum alfa feto protein abnormal.
25. Pengamatan lanjut pada kasus yang dicurigai menderita cacat bawaan.
26. Riwayat cacat bawaan pada kehamilan sebelumnya.
27. Pengamatan serial pertumbuhan janin pada kehamilan ganda.
28. Pemeriksaan janin pada wanita usia lanjut (di atas 35 tahun) yang hamil.
http://kuliahbidan.wordpress.com/tag/usg/

banyak hal yang dapat diperiksa melalui USG, antara lain:

Memastikan usia kehamilan dan taksiran persalinan

Memastikan jumlah janin

Menentukan ukuran (biometri) janin. Berat janin sudah dapat diketahui.

Memeriksa kondisi janin lewat pengamatan aktivitasnya

Menentukan letak janin apakah sungsang atau terlilit tali pusat

Melihat adanya kemungkinan kelainan bawaan (kongenital) misalnya kelainan bentuk


jantung, otak dan tulang belakan (Sistem Saraf Pusat (SSP) misal melihat ada tidaknya
kelainan di otak, hidrosephalus, . Kelainan katarak pada bola mata, kelainan pada alat
gerak (tangan dan kaki), kelainan pada perut dan organ dalam.

Menentukan lokasi dan kondisi plasenta.

Menilai kondisi dan jumlah air ketuban

Mengukur panjang serviks

Melihat kemungkinan adanya tumor pada kandungan (mioma/kista).

http://www.peralatankedokteran.com/2013/03/usg-obstetri-ginekologi.html