Anda di halaman 1dari 14

1.

^ Abu Zahra (1990)


2. ^ Hadits riwayat Muttafaq alaih dengan lafal Muslim
3. ^ Umar bin Sawad mengatakan bahwa Imam Syafii rahimahullah berkata kepadanya, Apa
yang Allah berikan kepada para nabi maka hal itu pun diberikan kepada Nabi Muhammad
saw...
4. ^ Perbedaan Mukjizat, Irhasat dan Khawariq di www.Scribd.com
5. ^ Ibnu Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyyah, 1: 293. Makna dari nama Muhammad adalah
"Orang yang sering dipuji" atau "Orang yang layak dipuji."
6. ^ Ramadan (2007). hal 34
7. ^ Bihar Al-Anwar, XV, Bab 3, ms 231-248.
8. ^ a b c Beberapa irhasat (petanda-petanda) kebangkitan seorang rasul telah berlaku
beberapa ketika, sebelum kelahiran Rasulullah, di antaranya runtuhan empat belas anjung
dewan Kisra Parsi, terpadamnya api yang disembah penganut agama majusi, robohnya
gereja-gereja di sekitar Romawi yang sebelum ini penuh sesak dengan para pengunjung,
danau dan sawah mengering. (Kisah ini diriwayatkan oleh al- Baihaqi).
9. ^ Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa ibu Rasulullah (s.a.w) menceritakan: " Ketika ku
melahirkannya, satu cahaya telah keluar dari farajku, menerangi mahligai-mahligai di
negeri Syam", periwayatannya hampir sama dengan apa yang diriwayatkan oleh al-Irbadh
bin Sariah.
10.^ Rasulullah SAW bersabda: Di antara kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepadaku
adalah, aku dilahirkan dalam keadaan sunah dikhitan, karena itu tidak ada orang yang
melihat aurat/kemaluanku. (HR. al- Thabrani, Abu Nuaym, al Khatib dan ibn Asakir)
(diriwayatkan dari Ibn Abbas, Ibn Umar, Anas, Abu Hurairah. menurut Diya^ al Maqdisi,
hadits ini shahih. Al Hakim selain menilai shahih, juga mengatakan mutawatir. Lihat al
Khasa^is al kubra, Jlid.1, hal. 90-91)
11.^ Kisah dari Ibnu Adiy dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas, al Dhiya al Maqdisi dari Abbas Ibnu
Abdul Muthalib dan Ibnu Asakir dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW lahir dalam keadaan
tali pusar sudah putus. (Hadist ini tidak sepopuler dan sekuat hadits yang menceritakan
kalau Beliau SAW terlahir dalam keadaan sunah dikhitan)
12.^ Kauma (2000), hal 42
13.^ Ramadan (2007). hal 35
14.^ "Halimah kemudian mengambil Muhammad dan dibawanya pergi bersama2 dgn
teman2nya ke pedalaman. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu, ia merasa
mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk2 dan susunya pun bertambah. Tuhan telah
memberkati semua yg ada padanya." Sejarah Hidup Muhammad, karangan Muhammad
Husain Haekal, bab III, Muhammad: Dari Kelahiran sampai Perkawinannya, hal 57.
15.^ Kauma (2000), hal 43
16.^ Menurut pendapat mayoritas pakar sejarah, saat itu Muhammad berusia empat atau lima
tahun. Namun, Ibnu Ishaq berpendapat bahwa usia Muhammad saat itu adalah tiga tahun
17.^ Ramadan (2007). hal 42
18.^ Ibnu Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyyah, 1: 302.
19.^ Ramadan (2007), hal 43
20.^ Ramadan (2007). hal 46
21.^ Ibnu Hisyam, Al-Sirah Al-Nabawiyyah, 1: 319 : Ibnu Hisyam dalam bukunya menuturkan
bahwa "Stempel Kenabian" adalah tanda yang terdapat pada setiap nabi yang tertulis
dalam kitab Pendeta Bahira
22.^ Dalam kitab as-Sab'iyyatun fi Mawadhil Bariyyat. Kejadian ini berlangsung selama
perjalanan dari Syiria ke pulang ke Mekkah, ketika Muhammad diperintahkan Maysarah
membawakan suratnya kepada Khadijah saat perjalanan masih 7 hari dari Mekkah. Namun,
Muhammad sudah sampai di rumah Khadijah tidak sampai satu hari. Allah memerintahkan
pada malaikat Jibril, Mikail, dan mendung untuk membantu Muhammad. Jibril diperintahkan
untuk melipat tanah yang dilalui unta Muhammad dan menjaga sisi kanannya sedangkan
Mikail diperintahkan menjaga di sisi kirinya dan mendung diperintahkan menaungi
Muhammad. Kauma (2000), hal 90-91
23.^ [http://teladan98.tripod.com/teladan168.htm Nabi Muhammad Pulang Ke Makkah.
24.^ Books.Google.com Benarkah Nabi Muhammad & Umatnya Lebih Istimewa hal 39 By AlImam Al Hafidz Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani. (Lihat Syahru Mawahibil Laduniyyah,
V/206)
25.^ Diriwayatkan oleh Ibn Adiy, al Baihaqy dan Ibnu Asakir dari Aisyah RA mengisahkan
bahwa Rasululloh SAW dapat melihat dalam keadaan gelap maupun terang(lihat AlKhasais al-Kubra Karya al-Suyuti jilid1, hal.104)
26.^ Aisyah berkata bahwa: "Ketika aku sedang menjahit baju pada waktu sahur (sebelum
subuh) maka jatuhlah jarum dari tanganku, kebetulan lampu pun padam, lalu masuklah
Rasulullah SAW. Ketika itu juga aku dapat mengutip jarum itu kerana cahaya wajahnya, lalu
aku berkata, "Ya Rasulullah alangkah bercahayanya wajahmu! Seterusnya aku bertanya:
"Siapakah yang tidak akan melihatmu pada hari kiamat?" Jawab Rasulullah SAW: "Orang

yang bakhil." Aku bertanya lagi: "Siapakah orang yang bakhil itu?" Jawab baginda: "Orang
yang ketika disebut namaku di depannya, dia tidak mengucap shalawat ke atasku."
27.^ Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: Ada dua orang sahabat Nabi SAW meninggalkan Nabi
SAW. Ditengah malam yang gelap gulita keduanya berjalan dengan ada dua sinar yang
menerangi perjalanan keduanya yang ada di depannya. Tatkala keduanya berpisah
diperempatan jalan, masing-masing setiap orang ditemani sebuah sinar yang membimbing
mereka pulang ke rumah." (Sahih Bukhari, Juz 1, Buku8, no 454).
28.^ Dari Anas bin Malik RA: Nabi biasa memasuki rumah Ummu Sulaim dan tidur di atas
kasurnya sedangkan Ummu Sulaim sedang pergi. Anas berkata: "Pada suatu hari Rasulullah
SAW datang dan tidur di atas kasur Ummu Sulaim, kemudian Ummu sulaim dipanggil dan
dikatakan padanya: Ini adalah Nabi SAW tidur di rumahmu dan di atas kasurmu. Anas
berkata : Ummu Sulaim datang dan Nabi sedang berkeringat, lalu keringatnya tersebut
dikumpulkan di atas sepotong kulit kemudian Ummu Sulaim membuka talinya dan mulai
meyerap keringat tersebut lalu memerasnya ke dalam bejana, maka Nabi kaget dan
berkata: Apa yang kamu lakukan Ummu Sulaim? Ummu Sulaim berkata: Wahai Rasulullah
kami mengharapkan berkahnya bagi anak-anak kami" Beliau berkata: Engkau benar. (HR
Muslim 4/1815)
29.^ Dikisahkan oleh Abu Juhaifah.
30.^ Diriwayatkan Jabir r.a. (Hadits sahih Bukhari,Volume 5, Book 59, Number 427).
31.^ Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, part 1, page 391.
32.^ Uthbah dan Uthaibah pergi kerumah Rasulallah dengan membawa kedua putri beliau.
Meraka berkata kepada Rasul, "Wahai Muhammad! Aku ceraikan putrimu dan aku menjauhi
agamamu dan aku tidak akan mengikutimu selama-lamanya!" Melihat kelakuan mantan
menantunya yang tidak sopan itu beliau kemudian berdoa, "Semoga mereka mati dengan
cara dimakan binatang buas."
33.^ Diriwayatkan daripada Anas r.a daripada Ummu Sulaim katanya: Wahai Rasulullah! Aku
menjadikan Anas sebagai khadammu, tolonglah berdoa untuknya. Rasulullah SAW pun
berdoa: Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya dan berkatilah apa yang diberikan
kepadanya. Berkata Anas: "Demi Allah, harta bendaku memang banyak dan anak begitu
juga anak dari anakku memang banyak sekali dan sekarang sudah berjumlah lebih dari 100
orang. (Hadits sahih Bukhari, Muslim, kitab kelebihan para sahabat).
34.^ Shahih Al-Bukhari dan Muslim.
35.^ Shahih Al-Bukhari dan Muslim.
36.^ "Aku dan Abu Jahm pernah berkomplot untuk membunuh Rasulallah SAW. Maka aku atur
rencana jahat itu bersama Abu Jahm, dan kami sepakati pembunuhan dilaksanakan pada
malam hari. Pada suatu malam, berangkatlah kami menuju rumah Rasulallah SAW. Setelah
mendengar ketokan kami, pintu segera dibuka oleh beliau sambil membaca surah alHaqqah. Rasulallah SAW. menatap kami dengan tajam, tiba-tiba Abu Jahm memukul
lenganku seraya berkata, 'Selamatkanlah dirimu dengan segera.' Akhirnya kami berdua lari
terbirit-birit." (Dikisahkan oleh Umar bin al-Khaththab). Peristiwa yang dialami oleh Umar
tersebut termasuk salah satu perkara yang menyebabkan dirinya masuk Islam. 50 mukjizat
Rasulullah oleh Fuad Kauma, hal. 13-15.
37.^ Hadits riwayat Imam Bukhari.
38.^ Kauma (2000), hal 23-25
39.^ Ibid, hal 185-187
40.^ Ibid, hal 28
41.^ Gempa pertama di Mekkah, Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibnu
Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya dari Utsman bin Affan bahwa dia berkata, Apakah
kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Mekkah. Bersama beliau;
Abu Bakar, Umar dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan.
Maka Rasulullah menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah Tsabir! Yang ada di
atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang Syahid. (Hadits riwayat Tirmidzi,
Ibnu Kuzaimah, ad-Daruquthni, dan lainnya)
42.^ Gempa kedua di Madinah, hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari
Anas bin Malik, dia berkata: Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar dan Utsman.
Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: Tenanglah
Uhud! Yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq dan dua orang syahid. Di antara
pelajaran besar dalam dua riwayat di atas bahwa ternyata gunung tidak layak berguncang
saat ada 4 manusia terbaik ada di atasnya. Nabi harus menghentakkan kaki dan
mengeluarkan perintah kepada gunung untuk menghentikan guncangan tersebut. (Hadits
riwayat Bukhari dan Muslim)
43.^ Diriwayatkan oleh Anas bin Malik. (Sahih Bukhari, Volumn 002, Bukukan 017, Hadith
Nomor;Jumlah 143).
44.^ Diriwayatkan oleh Anas: Pernah lama Madinah tidak turun hujan, sehingga terjadilah
kekeringan yang bersangatan. Pada suatu hari Jumat ketika Rasulullah SAW sedang
berkotbah Jumat, lalu berdirilah seorang Badui dan berkata: "Ya Rasulullah, telah rusak
harta benda dan lapar segenap keluarga, doakanlah kepada Allah agar diturunkan hujan

atas kita. Berkata Anas: Mendengar permintaan badui tersebut, Rasulullah mengangkat
kedua tangannya ke langit (berdoa). Sedang langit ketika itu bersih, tidak ada awan
sedikitpun. Tiba-tiba berdatanganlah awan tebal sebesar-besar gunung. Sebelum Rasulullah
SAW turun dari mimbarnya, hujan turun dengan selebat-lebatnya, sehingga Rasulullah SAW
sendiri kehujanan, air mengalir melalui jenggot Beliau. Hujan tidak berhenti sampai Jumat
yang berikutnya, sehingga kota Madinah mengalami banjir besar, rumah-rumah sama
terbenam. Maka datang Orang Badui berkata kepada Rasulullah SAW, Ya Rasulullah, sudah
tenggelam rumah-rumah, karam segala harta benda. Berdoalah kepada Allah agar hujan
diberhentikan di atas kota Madinah ini, agar hujan dialihkan ketempat yang lain yang masih
kering. Rasulullah SAW kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit berdoa:
Allahuma Hawaaliinaa Wa laa Alainaa (Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan ditempat-tempat
yang ada disekitar kami, jangan atas kami). Berkata Anas: Diwaktu berdoa itu Rasulullah
SAW menunjuk dengan telunjuk beliau kepada awan-awan yang dilangit itu, seakan-akan
Beliau mengisyaratkan daerah-daerah mana yang harus didatangi. Baru saja Rasulullah
menunjuk begitu berhentilah hujan di atas kota Madinah. (Sahih Bukhari, juz 8 no 115).
45.^ Peristiwa tertahannya matahari tenggelam tidak pernah terjadi kecuali satu atau dua kali
saja. Sebagaiman dikisah oleh Abdullah ibn Mas^ud, ia Berkata: "Kami bersama Rasulullah
SAW dalam satu peperangan, sampai akhirnya merasa kelelahan, hingga nampak wajah
yang pucat dan lesu pada pasukan kaum muslimin dan wajah gembira pada kelompok
munafik." Setelah melihat kondisi seperti ini Beliau berkata: "Demi Allah, matahari tidak
akan tenggelam sampai kalian ke daerah Ruzaq." Utsman tahu bahwa Allah dan Rasul-Nya
tidak bohong, Beliau lalu membeli 14 ekor unta sekaligus makanannya. 9 ekor di antaranya
diberikan kepada Nabi SAW, wajah kaum muslimin langsung berseri-seri, sebaliknya wajah
kaum munafik merunyam. Lalu Rasulullah mengangkat tangannya sampai terlihat putih
ketiaknya.Beliau berdoa mendoakan kebaikan untuk Utsman. (Hadits riwayat al Baihaqy)
(lihat Mu^jam Kabir karya al Tabarani, hadist no: 7255). Kisah lainnya adalah sebagai
berikut Tercegahnya matahari dari terbenam. Waktu beliau melakukan perjalanan pulang
dari Isra, beliau berjumpa dengan rombongan kafilah; dan ini diberitahukan kepada orangorang musyrik bahwa rombongan kaiilah itu akan tiba pada hari anu. Tetapi ketika hari yang
disebutkan beliau itu tiba, rombongan tersebut masih juga belum datang, padahal matahari
sudah hampir tenggelam. Maka dengan izin Allah, matahari itu bertahan, hingga akhirnya
rombongan kalilah yang disebutkan oleh beliau itu datang. Matahari kembali muncul
sesudah tenggelam. Peristiwa ini terjadi berkata doa Nabi s.a.w. untuk Ali bin Abi Thalib r.a.
agar Ali dapat menunaikan salat Ashar pada waktunya.
46.^ "Telah hampir saat (qiamat) dan telah terbelah bulan." (Quran, 54:1). Berita tentang
terbelahnya bulan pada zaman Nabi SAW banyak diriwayatkan oleh para Shahabat,
sehingga hadis tentang terbelahnya bulan adalah hadis Muthawatir. Diriwayatkan oleh
Abdullah bin Masud: "Pada masa hidup Nabi SAW, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi
SAW bersabda: "Saksikanlah!" (Sahih Bukhari, juz 4 no 830). Diriwayatkan oleh Anas:
"Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah SAW untuk menunjukkan mukjizat, maka
Nabi menunjukkan bulan yang terbelah." (Sahih Bukhari, juz 4 no 831). Diriwayatkan oleh
Ibnu Abbas: "Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi SAW." (Sahih Bukhari, juz 4
no 832). Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: "Orang-orang Mekah meminta Nabi SAW untuk
menunjukkan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukkan bulan yang terbelah menjadi dua
bagian, sehingga gunung Hira' itu dapat mereka lihat di antara dua belahannya."(Sahih
Bukhari, juz 5 no 208). Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Diwaktu kami bersama-sama
Rasulullah SAW di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang
gunung, maka sabda Rasulullah SAW: "Saksikanlah! " Saksikanlah!"(Sahih Bukhari, juz 5 no
209). Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas: "Pada masa hidup Nabi SAW bulan terbelah
menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 210). Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Bulan terbelah
menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 211). Lihat juga di:(Sahih Bukhari, juz 6 no 350)
(Sahih Bukhari, juz 6 no 387) (Sahih Bukhari, juz 6 no 388) (Sahih Bukhari, juz 6 no 389)
(Sahih Bukhari, juz 6 no 390) (Sahih Bukhari, juz 6 no 391)
47.^ (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6721) (Sahih
Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar juz 039 no 6724) (Sahih Muslim, Kitab
Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar, juz 039 no 6725) (Sahih Muslim, Kitab Sifat AlQiyamah wa'l Janna wa'n-Nar, juz 039 no 6726) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l
Janna wa'n-Nar juz 039 no 6728) (Sahih Muslim, Kitab Sifat Al-Qiyamah wa'l Janna wa'n-Nar
juz 039 no 6729) (Hadits sahih Muslim, juz 039 no 6730). Hadits riwayat Muslim No.5010,
5013, 5015
48.^ Wanita Yahudi yang memberi racun di daging kambing bernama Zainab binti Hrits, Dari
Ibnu Syihb, ia mengatakan , Dahulu Jbir radhiyallhu'anhu menceritakan bahwa ada
seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar yang meracuni seekor kambing bakar.
Kemudian menghadiahkannya kepada Rasulullh Shallallhu 'Alaihi Wasallam". Rasulullh
Shallallhu 'Alaihi Wasallam pun mengambil paha kambing itu dan memakannya. Beberapa
Sahabat pun juga ikut makan bersama Beliau. Tiba-tiba Rasulullh Shallallhu 'Alaihi
Wasallamberkata kepada para Sahabat, "Jangan kalian makan !." Lalu Rasulullh

Shallallhu 'Alaihi Wasallam mengutus seseorang untuk memanggil wanita (yang memberi
kambing) itu dan wanita itu pun datang.Rasulullh Shallallhu 'Alaihi Wasallam pun segera
bertanya kepadanya, "Apakah kamu telah meracuni kambing ini?" Wanita itu menjawab,
"Siapa yang telah memberitahumu?" Rasulullh Shallallhu 'Alaihi Wasallam menjawab,
"Paha kambing ini yang telah mengabariku." Wanita itu berkata, "Ya" (aku telah
meracuninya). Rasulullh Shallallhu 'Alaihi Wasallam bertanya lagi, "Apa yang kamu
kehendaki dari perbuatanmu ini?" Wanita itu berkata dalam hati, "Jika dia seorang nabi,
makanan pasti itu tidak akan membahayakannya. Dan jika dia bukan seorang nabi, maka
kami akan selamat dari gangguannya." Selanjutnya Rasulullh Shallallhu 'Alaihi Wasallam
memaafkan wanita itu dan tidak menghukumnya. Majalah As-Sunnah Edisi 10/Thn.
XIII/Muharram 1431H/Januari 2010M.
49.^ Diriwayatkan oleh Abdullah: "Sesungguhnya kami mendengar makanan yang dimakan
Rasulullah SAW mengagungkan nama Allah." (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).
50.^ Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah katanya: Semasa parit Khandak digali, aku
melihat keadaan Rasulullah SAW dalam keadaan sangat lapar. Maka akupun segera kembali
ke rumahku dan bertanya kepada isteriku, apakah engkau mempunyai sesuatu (makanan)?
Kerana aku melihat Rasulullah SAW tersangat lapar. Isteriku mengeluarkan sebuah beg
yang berisi satu cupak gandum, dan kami mempunyai seekor anak kambing dan beberapa
ekor ayam. Aku lalu menyembelihnya, manakala isteriku menumbuk gandum. Kami samasama selesai, kemudian aku memotong-motong anak kambing itu dan memasukkannya ke
dalam kuali. Apabila aku hendak pergi memberitahu Rasulullah SAW, isteriku berpesan:
Jangan engkau memalukanku kepada Rasulullah SAW dan orang-orang yang bersamanya.
Aku kemudiannya menghampiri Rasulullah SAW dan berbisik kepada Baginda: Wahai
Rasulullah! Kami telah menyembelih anak kambing kami dan isteriku pula menumbuk satu
cupak gandum yang ada pada kami. Karena itu, kami menjemput baginda dan beberapa
orang bersamamu. Tiba-tiba Rasulullah SAW berseru: Wahai ahli Khandak! Jabir telah
membuat makanan untuk kamu. Maka kamu semua dipersilakan ke rumahnya. Rasulullah
SAW kemudian bersabda kepadaku: Jangan engkau turunkan kualimu dan jangan engkau
buat roti adonanmu sebelum aku datang. Aku pun datang bersama Rasulullah SAW
mendahului orang lain. Aku menemui isteriku. Dia mendapatiku lalu berkata: Ini semua
adalah karena kamu, aku berkata bahawa aku telah lakukan semua pesananmu itu. Isteriku
mengeluarkan adonan roti tersebut, Rasulullah SAW meludahinya dan mendoakan
keberkatannya. Kemudian Baginda menuju ke kuali kami lalu meludahinya dan mendoakan
keberkatannya. Setelah itu Baginda bersabda: Sekarang panggillah pembuat roti untuk
membantumu dan cedoklah dari kualimu, tapi jangan engkau turunkannya. Ternyata kaum
muslimin yang datang adalah sebanyak seribu orang. Aku bersumpah demi Allah, mereka
semua dapat memakannya sehingga kenyang dan pulang semuanya. Sementara itu kuali
kami masih mendidih seperti sediakala. Demikian juga dengan adonan roti masih tetap
seperti asalnya. Sebagaimana kata Ad-Dahhak: Masih tetap seperti asalnya. (Sahih Bukhari,
Muslim, kitab Minuman).
51.^ Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Abu Talhah telah berkata kepada
Ummu Sulaim: Aku mendengar suara Rasulullah SAW begitu lemah. Tahulah aku baginda
dalam keadaan lapar. Apakah engkau mempunyai sesuatu? Ummu Sulaim menjawab: Ya!
Kemudiannya dia menghasilkan beberapa buku roti dari gandum dan setelah itu,
mengambil kain tudungnya dan membungkus roti itu dengan separuh kain tudung, lalu
disisipkan di bawah bajuku, sedangkan yang separuh lagi diselendangkan kepadaku.
Selepas itu pula dia menyuruhku pergi ke tempat Rasulullah SAW. Akupun berangkat
membawa roti yang dibungkus kain tudung itu. Aku mendapatkan Rasulullah SAW yang
sedang duduk di dalam masjid bersama orang-ramai dan berada di sisi mereka. Rasulullah
SAW bertanya: Abu Talhah yang mengutusmu? Aku menjawab: Ya, benar! Rasulullah SAW
bertanya lagi: Untuk makanan? Aku menjawab: Ya! Rasulullah SAW bersabda kepada orangramai yang bersama baginda: Bangunlah kamu sekalian! Rasulullah SAW lalu berangkat
diiringi para sahabat dan aku berjalan di antara mereka untuk segera memberitahu Abu
Talhah. Maka Abu Talhah berkata: Wahai Ummu Sulaim! Rasulullah SAW telah datang
bersama orang yang ramai, padahal kita tidak mempunyai makanan yang mencukupi untuk
mereka. Dia menjawab: Allah dan RasulNya lebih tahu. Lalu Abu Talhah menjemput
Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW pun masuk bersamanya. Rasulullah SAW bersabda:
Bawakan ke sini apa yang ada di sisimu wahai Ummu Sulaim! Ummu Sulaim terus
membawa roti tersebut kepada baginda kemudian memerah bekas lemaknya untuk
dijadikan lauk dimakan dengan roti. Kemudian Rasulullah SAW mendoakan makanan itu.
Setelah itu baginda bersabda: Izinkan sepuluh orang masuk! Abu Talhah memanggil
sepuluh orang Sahabat. Mereka makan sehingga kenyang kemudian keluar. Rasulullah SAW
menyambung: Biarkan sepuluh orang lagi masuk. Sepuluh orang berikutnya pun masuk dan
makan sehingga kenyang lalu keluar. Rasulullah SAW kemudian bersabda lagi: Suruhlah
sepuluh orang lagi masuk. Demikian berlaku terus-menerus sehingga semua orang dapat
makan hingga kenyang, padahal jumlah mereka adalah lebih kurang tujuh puluh atau
delapan puluh orang. (Sahih Bukhari, Muslim, kitab Minuman).

52.^ Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar bahwa: ketika kami sedang bersama
Rasulullah dengan jumlah seratus tiga puluh orang.Nabi SAW bertanya : Apakah ada yang
mempunyai makanan? ternyata ada sekitar satu sha^ bersama seorang laki-laki, maka
makanan itu dijadikan adonan, lalu datanglah seorang musyrik tinggi dengan rambut
berantakkan yang membawa domba-domba yang sedang digiring. Apa domba-domba ini
untuk dibeli atau diberi? Orang itu menjawab: untuk dijual, maka Rasulullah SAW membeli
seekor domba, kemudian domba itu dimasak dan Rasulullah memerintahkan supaya hati
domba itu dipanggang. Abdurrahman berkata: Demi Allah, setiap seratus tiga puluh orang
sahabat diberi sepotong dari hati domba itu, jika dia hadir maka diberikannya. Jika tidak
hadir maka disimpan bagiannya.Abdurrahman berkata: Daging itu ditempatkan di dua
bejana dan kami makan dari keduanya hingga kenyang, dan tersisa daging di dalam dua
bejana itu sehingga saya meletakkannya di punggung unta. (Hadits sahih Bukhari, Muslim,
kitab Minuman).
53.^ Diriwayatkan daripada Abdul Rahman bin Abu Bakar katanya Mereka yang disebut
Ashaab As-Suffah adalah orang-orang miskin. Rasulullah SAW pernah bersabda suatu
ketika: Siapa mempunyai makanan untuk dua orang, dia hendaklah mengajak orang yang
ketiga dan sesiapa mempunyai makanan untuk empat orang, dia hendaklah mengajak
orang kelima, keenam atau seperti diriwayatkan dalam Hadis lain. Abu Bakar r.a datang
dengan tiga orang. Nabi pula pergi dengan sepuluh orang dan Abu Bakar dengan tiga orang
yaitu aku, ibu dan bapaku. Tetapi aku tidak pasti adakah dia berkata: Isteriku dan
khadamku berada di antara rumah kami dan rumah Abu Bakar. Abdul Rahman berkata lagi:
Abu Bakar makan malam bersama Nabi SAW dan terus berada di sana sehinggalah waktu
Isyak. Selesai sembahyang, dia kembali ke tempat Nabi SAW lagi, sehinggalah Rasulullah
SAW kelihatan mengantuk. Sesudah lewat malam, barulah dia pulang. Isterinya
menyusulinya dengan pertanyaan: Apa yang menghalang dirimu untuk pulang menemui
tetamumu? Abu Bakar berkata: Bukankah engkau telah menjamu mereka makan malam?
Isterinya menjawab: Mereka tidak mau makan sebelum engkau pulang, padahal anak-anak
sudah mempersilakan tetapi mereka tetap enggan. Akupun berundur untuk bersembunyi.
Lalu terdengar Abu Bakar memanggil: Hai dungu! Diikuti dengan sumpah-serapah.
Kemudian dia berkata kepada para tetamunya: Silakan makan! Barangkali makanan ini
sudah tidak enak lagi. Kemudian dia bersumpah: Demi Allah, aku tidak akan makan
makanan ini selamanya! Abdul Rahman meneruskan ceritanya: Demi Allah, kami tidak
mengambil satupun kecuali sisanya bertambah lebih banyak lagi, sehinggalah apabila kami
sudah merasa kenyang, makanan itu menjadi bertambah banyak daripada yang sedia ada.
Abu Bakar memandangnya ternyata makanan itu tetap seperti sedia atau bahkan lebih
banyak lagi. Dia berkata kepada isterinya: Wahai saudara perempuanku! Bani Firas apakah
ini? Isterinya menjawab: Tidak! Demi cahaya mataku, sekarang ini makanan tersebut
bertambah tiga kali ganda lebih banyak daripada sediakala. Lalu Abu Bakar makan dan
berkata: Sumpahku tadi adalah dari syaitan. Dia makan satu suap, kemudian membawa
makanan tersebut kepada Rasulullah SAW dan membiarkannya di sana hingga pagi hari.
Pada waktu itu di antara kami (kaum muslimin) dengan suatu kaum akan dilangsungkan
satu perjanjian. Apabila tiba waktunya, kamipun menjadikan dua belas orang sebagai ketua
saksi, masing-masing mengepalai beberapa orang. Hanya Allah yang tahu berapa orangkah
sebenarnya yang diutuskan bersama mereka. Cuma yang pastinya Rasulullah SAW
memerintah agar dipanggilkan mereka kesemuanya. Lalu kesemuanya makan dari
makanan yang dibawa oleh Abu Bakar atau sebagaimana yang diriwayatkan dalam riwayat
yang lain. (Sahih Bukhari, Muslim, Kitab Minuman).
54.^ Hadits riwayat Muslim.
55.^ Diceritakan oleh Jabir (Sahih Bukhari,Volume 007, Book 067, Hadith Number 402).
56.^ Kauma (2000), hal 98-102
57.^ Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugerah Allah,
tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai
Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi SAW
bersabda: "Bawalah kemari air yang tersisa!" orang-orang membawa kantung yang berisi
sedikit air. Nabi SAW memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata,
"Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah." Aku melihat air memancar
dari sela-sela jemari tangan Rasulullah SAW." (Sahih Bukhari, juz 5 no 779).
58.^ Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: "Semangkuk air dibawa kehadapan Nabi SAW di Al
Zawra. Nabi SAW memasukkan kedua telapak tangannya kedalam mangkok itu dan air
memancar dari jari-jemarinya. Semua orang berwudhu dengan air itu. Qatadah berkata
kepada Anas, "Berapa orang yang hadir pada waktu itu?" Anas menjawab, "Tiga ratus
orang atau mendekati tiga ratus orang." (Sahih Bukhari, juz 4 no 772). Lihat juga: (Sahih
Bukhari juz 4 no 777) (Sahih Bukhari juz 1 no 340)
59.^ Hadits riwayat Muslim No.4224, (Sahih Muslim, Book 030, no 5656; Sahih Muslim, Book
030, no 5657; Sahih Muslim Book 030, no 5658; Sahih Muslim, Book 030, no 5659)
60.^ Mu'adz bin Jabal menceritakan: Membuat Oase dari air jari-jemari Nabi (Sahih Muslim,
Book 030, Number 5662).

61.^ Imran menceritakan: Wadah air yg penuh air dituangkan sampai habis tetapi tetap penuh
kembali membuat sekampung masuk Islam (Sahih Bukhari, Volume 1, Book 7, Number
340).
62.^ HISTORICAL EVENTS OF MAKKAH Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London) Nabi
Muhammad (SAW) menghindar dari Khalid bin Walid menuju tempat yang tidak terdapat
air. Beliau menemukan sebuah sumur yang masih ada bekas jejak air di dasarnya. Beliau
masukkan sedikit air ke mulut beliau lalu disemburkannya kedalam sumur, lalu beliau
minta salah seorang sahabat untuk membidikkan anak panah beliau (SAW) ke dasar sumur.
Para sahabat pun kemudian menyaksikan air memancar dari dasar sumur itu sampai
setinggi bibir sumur. Maka rombongan Muslimin pun mengisi penuh tempat-tempat air
mereka dan mendirikan salat Dzuhur. Khalid bin Walid berkata kepada pasukannya, Kita
telah menyia-siakan kesempatan emas. Seharusnya tadi kita serang mereka selagi mereka
sibuk salat. Kita akan serang mereka di waktu mereka mengerjakan salat berikutnya. Pada
waktu itu Allah (SWT) pun mewahyukan petunjuk-Nya kepada Muslimin perihal tata-cara
mendirikan salat sewaktu dalam keadaan bahaya semisal perang. Salat semacam ini
disebut Salatul-Khauf.
63.^ Satu mukjizat dari Rasulullah SAW diawal-awal kenabian adalah ada mata air yang keluar
dari bawah kakinya. Seperti dikisahkan dalam kitab al-Khasa^ish, suatu ketika Rasulullah
SAW berjalan bersama pamannya Abu Thalib. ketika sampai di daerah Dzi al Majaz, Abu
Thalib merasa haus padahal mereka tidak membawa air. Rasulullah SAW yang melihat
pamannya kehausan menanyakan hal itu untuk memastikan, Abu Thalib membenarkan
bahwa dirinya haus. Rasulullah SAW kemudian mengorek-ngorek tanah yang dipijaknya, tak
lama kemudian keluarlah air dari tanah itu dan Beliau SAW mempersilahkan pamannya
untuk minum.
64.^ Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: demi Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, (kadangkadang) aku tidur di atas tanah dengan perut lapar dan (kadang-kadang) aku ikatkan
sebuah batu ke perutku untuk menahan lapar. Suatu hari aku duduk di jalan yang biasa
dilalui mereka (Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya). Ketika Abu Bakar lewat aku
memintanya membacakan untukku sebuah ayat alquran dan aku memintanya hanya
dengan maksud barangkali ia dapat menghilangkan rasa laparku, tetapi ia lewat begitu
saja. Kemudian Umar lewat didepanku dan aku memintanya membacakan untukku sebuah
ayat dari kitab Allah dan aku memintanya hanya dengan maksud barangkali ia dapat
menghilangkan rasa laparku, tetapi ia lewat begitu saja. Akhirnya Abul Qasim (Nabi
Muhammad Saw) lewat dan ia tersenyum ketika melihatku karena ia tahu maksudku hanya
dengan melihat wajahku. NabiMuhammad Saw bersabda, Wahai Abu Hirr! aku menjawab,
Labbaik ya Rasulullah. Nabi Muhammad Saw bersabda kepadaku, Ikuti aku. Nabi
Muhammad Saw pergi dan aku berjalan dibelakangnya, mengikutinya. Kemudian Nabi
Muhammad Saw masuk kedalam rumahnya dan aku meminta izin masuk kerumahnya dan
diizinkan. Nabi Muhammad Saw melihat semangkuk susu dan berkata, Darimana ini?
mereka berkata, Itu hadiah dari si fulan untukmu. Nabi Muhammad Saw bersabda,
Wahai Abu Hirr! aku menjawab, Labbaik ya Rasulullah. Nabi Muhammad Saw bersabda,
Panggillah orang-orang shuffah Orang-orang shuffah adalah tamu-tamu Islam yang tidak
memiliki keluarga, uang atau seseorang yang dapat mereka mintai pertolongan dan setiap
kali objek sedekah diberikan kepada Nabi Muhammad Saw, Nabi Muhammad Saw akan
memberikannya kepada mereka sedangkan Nabi Muhammad Saw sendiri sama sekali tidak
menyentuhnya. Dan setiap kali hadiah apapun diberikan kepada Nabi Muhammad Saw,
Nabi Muhammad Saw akan memberikannya sebagian untuk mereka dan sebagian untuk
diri Nabi Muhammad Saw. Perintah Nabi Muhammad Saw itu membuatku kecewa dan aku
berkata kepada diriku sendiri, Bagaimana mungkin susu semangkuk cukup untuk orangorang Shuffah? menurutku susu itu hanya cukup untuk diriku sendiri. Nabi Muhammad
Saw menyuruhku memberikan susu itu kepada mereka. Aku akan takjub seandainya masih
ada sisa untukku. Tetapi bagaimanapun aku harus taat kepada perintah Allah dan RasulNya. Maka aku pergi menermui orang-orang Shuffah itu dan memanggil mereka. Mereka
pun berdatangan dan meminta izin masuk kedalam rumah. Nabi Muhammad Saw memberi
mereka izin. Mereka duduk di dalam rumah itu. Nabi Muhammad Saw bersabda, Wahai
Abu Hirr! aku menjawab, Labbaik ya Rasulullah. Nabi Muhammad Saw bersabda,
Bawalah susu ini dan berikan kepada mereka. Maka aku membawa semangkuk susu itu
kepada mereka satu persatu dan setiap mereka mengembalikannya kepadaku setelah
meminumnya, mangkuk susu itu tetap penuh. Setelah mereka semua selesai minum dari
mangkuk susu itu aku memberikannya kepada Nabi Muhammad Saw yang memegang
mangkuk itu seraya tersenyum jenaka dan berkata kepadaku, Wahai Abu Hirr! aku
menjawab, Labbaik ya Rasulullah. Nabi Muhammad Saw bersabda, Masih cukup untuk
engkau dan aku, aku berkata, Engkau berkata benar ya Rasulullah! Nabi Muhammad
Saw bersabda, Duduklah dan minumlah aku duduk dan meminumnya. Nabi Muhammad
Saw berkali-kali memintaku untuk meminumnya hingga aku berkata, Tidak, demi Zat yang
mengurusmu sebagai pembawa kebenaran, perutku sudah sangat kenyang. Nabi
Muhammad Saw bersabda, Berikan kepadaku. Ketika kuberikan mangkuk itu kepadanya,

Nabi Muhammad Saw memuji dan menyebut nama Allah dan meminum sisa susu itu.
(Hadits riwayat Sahih Bukhari).
65.^ Diriwayatkan daripada Anas bin Malik katanya: Sesungguhnya beberapa orang dari
daerah Urainah datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW mereka telah mengidap
sakit perut yang agak serius. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada mereka: Sekiranya
kamu mau, keluarlah dan carilah unta sedekah, maka kamu minumlah susu dan air
kencingnya. Lalu mereka meminumnya, dan ternyata mereka menjadi sehat. Kemudian
mereka pergi kepada sekumpulan pengembala lalu mereka membunuh pengembala yang
tidak berdosa itu dan mereka telah menjadi murtad (keluar dari Islam.) Mereka juga telah
melarikan unta milik Rasulullah SAW, kemudian peristiwa itu diceritakan kepada Rasulullah
SAW. Lalu baginda memerintahkan kepada para Sahabat agar menangkap mereka. Setelah
ditangkap lalu mereka dihadapkan kepada baginda SAW. Maka Rasulullah SAW pun
memotong tangan dan kaki serta mencungkil mata mereka. Kemudian baginda
membiarkan mereka berada di al-Harrah (sebuah daerah di Madinah yang terkenal penuh
dengan batu hitam) sehingga mereka meninggal dunia. (Sahih Bukhari, Muslim, kitab
qishas dan diyat).
66.^ Prophethood for Teens, Bukti (11c): Mukjizat Rasulullah saw. Seorang bayi berumur satu
hari ditanya oleh Nabi Muhammad saw., Siapakah aku? dan dia menjawab, Engkau
adalah nabi Allah. Sejak saat itu, dia dapat berbicara. (Diriwayatkan oleh Khatib)
67.^ Prophethood for Teens, Bukti (11c): Mukjizat Rasulullah saw. Seorang penyembah berhala
wanita, yang sering mencaci maki Nabi Muhammad saw, bertemu Nabi saw. dengan bayi
berumur dua tahun di pundaknya. Bayi tersebut memberi salam kepadanya, mengejutkan
ibunya yang penyembah berhala. Ketika ditanya, bayi tersebut menjawab bahwa dia telah
diberitahu oleh Tuhan segala alam tentang Nabi Muhammad saw.
68.^ Abi said al-Khudri berkisah, ketika seorang penggembala sedang menggembalakan
dombanya, tiba-tiba ada seekor serigala yang berusaha memangsa dombanya. sang
penggembala itupun segera mencegahnya. Setelah gagal memangsa domba, serigala itu
akhirnya duduk dan berkata kepada si penggembala, apa kah engkau tidak takut kepada
Allah swt? engkau telah menghalangiku untuk mengambil rezekiku. Si penggembala
berkata aneh, ada serigala yang bias berbicara seperti manusia. Si serigala
berkata ,Engkau ini yang lebih aneh. Engkau sibuk menggembala domba-dombamu dan
meniggalkan seorang nabi yang tidak pernah ada nabi yang lebih agung yang diutus Allah
swt melebihi dirinya. Baginya telah dibukakan pintu-pintu sorga dan para penghuni sorga
yang mulia menyaksikan perbuatan sahabat-sahabat beliau . padahal antara dirimu dengan
Nabi hanya dibatasi oleh lembah ini. Sang penggembala domba ini berkata, lantas siapa
yang akan menjaga domba ini sampai aku kembali? Serigala itu menjawab, aku yang
akan menjaga nya sampai kau kembali, Sang penggembala itu kemudian menyerahkan
penjagaan dombanya kepada serigala dan ia pun berangkat menuju ke tempat rasulullah
saw. setelah sampai, iapun menceritakan kejadian yang dialaminya itu kepada rasulullah.
Setelah ia masuk islam dan mendapatkan ilmu dari rasulullah, beliau memberi perintah
kepada penggembala itu, kembalilah kepada gembalamu, niscaya engkau dapati
gembalaanmu masih dalam keadaan lengkap. Ia pun segera kembali dan mendapati
hewan gembalaanya dalam keadaan lengkap tak berkurang seekor apapun. setelah itu ia
pun menyembelih seekor dombanya untuk serigala tadi. Kitab Anwarul muhammadiyah
oleh Assayyid Alhabib Muhammad Rafiq Bin Luqman Alkaff Gathmyr. Hadits sahih Bukhari
Juz 3 no 517.
69.^ Mukjizat nabiku Muhammad, hal.29. By Muhammad Ash-Shayyim.
70.^ Prophethood for Teens, Bukti (11c): Mukjizat Rasulullah saw. Suatu hari seorang Arab
berkata, Siapa ini? Rasulullah, jawab mereka. Demi Latta dan Uzza, Jawab orang
tersebut, Kau adalah musuh terbesarku, dan agar kaumku tidak menyebutku lamban,
kubunuh kau. Berimanlah, kata Nabi saw. Orang Arab tersebut melempar kadal hijau
dari lengan bajunya, dan berkata, Aku tidak akan beriman sampai kadal ini beriman. Tibatiba kadal itu dalam bahasa Arab yang elok berseru, Wahai hiasan dari semua yang akan
dikumpulkan pada hari pembalasan, kau akan memimpin orang-orang yang ikhlas ke
surga. kepada siapa kamu menyembah? kata Nabi saw.. Kadal tersebut menjawab,
kepada Tuhan yang menguasai melebihi segala, Yang Maha Tahu, dan telah menjadikan
api sebagai alat penghukumnya. Siapa aku? Muhammad saw. melanjutkan. Kadal
tersebut menjawab, Engkau adalah utusan Tuhan semesta alam, dan penutup para nabi.
Bahagialah orang yang mengenalmu, dan tiada harapan orang yang mengingkarimu.
Tidak ada bukti yang lebih jelas daripada ini, Kata orang Arab tersebut, dan walaupun
aku datang ke sini menganggapmu musuh terbesarku, aku sekarang mencintaimu lebih
dari hidupku, ayahku, atau ibu. Kemudian dia mengulangi syahadatnya, menjadi Muslim,
dan kembali ke Bani Salim, asalnya, kemudian lebih membawa seribu orang lebih untuk
memeluk Islam.
71.^ Diriwayatkan oleh Abu Na'im di dalam kitab 'Al-Hilyah' bahwa seorang lelaki lewat di sisi
Nabi SAW. dengan membawa seekor kijang yang ditangkapnya, lalu Allah Taala (Yang
berkuasa menjadikan semua benda-benda berkata-kata) telah menjadikan kijang itu

berbicara kepada Nabi SAW: "Wahai Pesuruh Allah, sesungguhnya aku mempunyai
beberapa ekor anak yang masih menyusu, dan sekarang aku sudah ditangkap sedangkan
mereka sedang kelaparan, oleh itu haraplah perintahkan orang ini melepaskan aku supaya
aku dapat menyusukan anak-anakku itu dan sesudah itu aku akan kembali ke mari."
Bersabda Rasulullah SAW. "Bagaimana kalau engkau tidak kembali kesini lagi?" Jawab
kijang itu: "Kalau aku tidak kembali ke mari, nanti Allah Ta'ala akan melaknatku
sebagaimana Ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat bagi engkau apabila
disebut nama engkau disisinya. "Lalu Nabi SAW. pun bersabda kepada orang itu: "Lepaskan
kijang itu buat sementara waktu dan aku jadi penjaminnya. "Kijang itu pun dilepaskan dan
kemudian ia kembali ke situ lagi. Maka turunlah malaikat Jibril dan berkata: "Wahai
Muhammad, Allah Ta'ala mengucapkan salam kepada engkau dan Ia (Allah Ta'ala)
berfirman: "Demi KemuliaanKu dan KehormatanKu, sesungguhnya Aku lebih kasihkan umat
Muhammad dari kijang itu kasihkan anak-anaknya dan Aku akan kembalikan mereka
kepada engkau sebagaimana kijang itu kembali kepada engkau."
72.^ Ketika itu kami bersama Nabi besar Muhammad Saw tengah berada dalam sebuah
peperangan.Tiba-tiba datang seekor unta mendekati beliau, lalu untu tersebut berbicara,
"Ya Rasulullah, sesungguhnya si fulan (pemilik unta tersebut) telah memanfaatkan
tenagaku dari semenjak muda hinga usiaku telah tua seperti sekarang ini. Kini ia malah
hendak menyembelihku. Aku berlindung kepadamu dari keinginan si fulan yang hendak
menyembelihku." Mendengar pengaduan sang unta, Rasulullah Saw memanggil sang
pemilik unta dan hendak membeli unta tersebut dari pemiliknya. Orang itu malah
memberikan unta tersebut kepada beliau..Unta itu pun dibebaskan oleh Nabi kami
Muhammad Saw.
73.^ Juga ketika kami tengah bersama Muhammad Saw, tiba-tiba datang seorang Arab
pedalaman sambil menuntun untanya. Arab baduy tersebut meminta perlindungan karena
tangannya hendak dipotong, akibat kesaksian palsu beberapa orang yang berkata bohong.
Kemudian unta itu berbicara dengan Nabi kami Muhammad Saw, "Wahai Rasulullah,
sesungguhnya orang ini tidak bersalah. Para saksi inilah yang telah memberikan
pengakuan palsu karena mereka telah dipaksa. Sebenarnya pencuriku adalah seorang
Yahudi."
74.^ Muhammad berbicara dengan seekor unta pembawa hadiah raja Habib bin Malik untuk
membuktikan bahwa hadiah tersebut bukan untuk Abu Jahal melainkan untuk Muhammad.
75.^ Sejarah Hidup Muhammad karya Syaikh Shafiyyur Rahman Al-Mubarakfury, Robbani
Press, Jakarta, 2002, halaman 126. Keesokan harinya Abu Jahal mengambil batu. Kemudian
duduk menanti Rasulullah. Rasulullah SAW pun datang dan melakukan salat. Ketika
Rasulullah SAW sedang sujud, Abu Jahal mengangkat batu, kemudian menuju kearah
beliau. Ketika sudah mendekati beliau, Abu Jahal berbalik ketakutan dengan muka pucat,
dan kedua tangannya tidak kuat lagi menahan batu tersebut sehingga ia lemparkan. Abu
Jahal kemudian didatangi oleh tokoh-tokoh Qurasih dan mereka bertanya, Wahai Abul
Hakam, apa yang terjadi padamu? Abu Jahal menjawab, ...setelah aku mendekatinya,
tampak kepadaku didekatnya seekor unta jantan. Aku sama sekali belum pernah melihat
unta jantan seperti itu, baik kepala, pangkal leher dan taringnya. Dia hampir menerkamku.
Ibnu Ishaq berkata, Disebutkan kepadaku bahwa Rasulullah SAW bersabda, Itu adalah
Jibril alahis salam . Seandainya dia mendekat, pasti akan diterkamnya.
76.^ "Bahwa ada seekor burung bersedih karena kehilangan anaknya. Burung itu
mengepakkan sayapnya di atas kepala Nabi dan berbicara dengannya. Lalu beliau
bersabda, 'Siapakah di antara kalian yang telah membuat burung ini kehilangan anaknya?'
Seorang lelaki menjawab: 'Saya.' Beliau bersabda, "Kembalikanlah anaknya." (Hadits ArRazi) Kami pernah bersama Nabi SAW dalam suatu perjalanan. Beliau keluar dari
rombongan untuk suatu keperluan. Lalu kami melihat seekor burung humarah (berwarna
merah) bersama dua anaknya. Maka kami mengambil kedua anaknya itu. Burung humarah
itu terbang mendekat kebumi pada saat Nabi SAW datang. Beliau bersabda, "Siapakah
yang telah membuat burung ini sedih karena kehilangan anaknya? Kembalikanlah anaknya
kepadanya."(Diriwayatkan oleh Abu Dawud). Benarkah Nabi Muhammad & Umatnya Lebih
Istimewa, hal 27-28 By Al-Imam Al Hafidz Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani.
77.^ Diriwayatkan oleh Jabir: Sewaktu Bapakku meninggal, ia masih mempunyai utang yang
banyak. Kemudian, aku mendatangi Rasulullah SAW untuk melaporkan kepada Beliau
mengenai utang bapakku. Aku berkata kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, bapakku telah
meninggalkan banyak hutang. Aku sendiri sudah tidak mempunyai apa-apa lagi kecuali
yang keluar dari pohon kurma. Akan tetapi pohon kurma itu sudah dua tahun tidak
berbuah. Hal ini sengaja aku sampaikan kepada Rasulullah agar orang yang memiliki
piutang tersebut tidak berbuat buruk kepadaku. Kemudian Rasulullah mengajakku pergi ke
kebun kurma. Sesampainya disana beliau mengitari pohon kurmaku yang dilanjutkan
dengan berdoa. Setelah itu beliau duduk seraya berkata kepadaku, "Ambillah buahnya."
Mendengar perintah Rasulullah SAW tersebut, aku langsung memanjat pohon kurma untuk
memetik buahnya yang tiba-tiba berbuah. Buah kurma itu kupetik sampai cukup jumlahnya
untuk menutupi utang bapakku, bahkan sampai lebih. (Hadits sahih Bukhari Juz 4 no 780).

78.^ Ratapan batang pohon kurma kepada Rasulullah SAW. dan tangisannya dengan suara
keras yang bisa didengar seluruh orang yang berada di masjid beliau. Itu terjadi setelah
Rasulullah SAW. meninggalkannya. Sebelumnya Rasulullah SAW. berkhutbah di atas batang
tersebut sebagai mimbar beliau. Ketika beliau telah dibuatkan mimbar, dan tidak naik lagi
ke atas batang kurma tersebut, batang tersebut meratap menangis dan rindu kepada
Rasulullah SAW. Suara tangisnya seperti tangis unta yang hamil sepuluh bulan. Batang
pohon kurma tersebut tidak berhenti menangis hingga Rasulullah SAW. datang padanya,
dan meletakkan tangannya yang mulia di atasnya. Ia pun berhenti menangis.
79.^ Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah, "Sang nabi sering berdiri dekat sebuah pohon palem
kurma. Ketika sebuah tempat duduk disediakan baginya, kami mendengar pohon itu
menangis bagaikan unta betina hamil sampai sang nabi jongkok dan memeluk pohon itu.
Hadits shahih riwayat Imam Bukhari vo.II no.41.
80.^ Dikisahkan oleh Ibnu Umar, "Sang nabi sering berkutbah sambil berdiri dekat batang
pohon kurma. Ketika dia dibuatkan tempat duduk, dia lebih memilih duduk. Pohon kurma
itu mulai menangis dan sang nabi menghampirinya, mengelusnya dengan tangannya (agar
pohon itu berhenti menangis). (Hadits shahih riwayat Imam Bukhari vo.IV no.783).
81.^ Nabi saw telah memberi Qatadah bin Nu'man r.a. sebuah tandan kurma, setelah salat
Isya berjamaah bersamanya pada malam yang gelap gulita. Beliau bersabda, "Pulanglah
dengan membawa tandan ini. Ia akan menyinarimu dari kedua tanganmu sepuluh kali
telapak tanganmu. Jika memasuki rumah, kamu akan melihat sesuatu berwarna hitam,
maka pukullah dia hingga keluar, karena dia itu adalah setan." Maka Qatadah pulang dan
tandan kurma itu menyinari hingga dia masuk kedalam rumahnya dan menemukan warna
hitam lalu dipukulnya hingga keluar. (Hadits riwayat Abu Na'im dari buku berjudul
"Benarkah Nabi Muhammad & Umatnya Lebih Istimewa," hal 17-18, By Al-Imam Al Hafidz
Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani).
82.^ Kisahnya, orang Arab dusun mendekat kepada beliau, kemudian beliau bersabda kepada
orang Arab Dusun tersebut, Hai orang Arab dusun, engkau akan pergi ke mana? Orang
Arab dusun tersebut menjawab, Pulang ke rumah. Rasulullah SAW. bersabda, Apakah
engkai ingin kebaikan? Orang Arab dusun tersebut berkata, Kebaikan apa? Rasulullah
SAW. bersabda, Engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Rasul-Nya.
Orang Arab dusun tersebut berkata, Siapa yang menjadi saksi atas apa yang engkau
katakan? Rasulullah SAW bersabda, Pohon ini. Beliau bersabda begitu sambil menunjuk
ke arah salah satu pohon di tepi lembah. Kemudian pohon tersebut berjalan hingga berdiri
di depan beliau. Beliau meminta pohon tersebut bersaksi hingga tiga kali, dan pohon
tersebut pun bersaksi seperti sabda Rasulullah SAW.
83.^ Pohon berpindah tempat. Dikisahkan pula oleh Ibnu Abbas. Seorang Arab Badui datang
kepada Muhammad dan berkata, "Bagaimana aku bisa tahu bahwa engkau seorang nabi?"
Rasul menjawab, "Dengan kesaksian pohon kurma itu bahwa saya adalah Rasul Allah." Si
Arab Badui setuju. Rasul kemudian memanggil pohon kurma itu dan pohon itu bergerak
menghampiri Nabi Saw. lalu merunduk dihadapannya. Setelah itu, Rasul menyuruh pohon
tersebut untuk kembali lalu ia pun kembali ke tempatnya. Si Arab Badui memeluk Islam
saat itu juga dan disitu juga. (Hadits riwayat Tirmidzi).
84.^ Dalam perjalan, Beliau ingin membuang hajat. Diceritakan dari Jabir ibn Abdillah RA, ia
bercerita: "Pada suatu hari saya berjalan bersama Rasulullah SAW, kami tiba dilembah yang
luas, tiba-tiba Rasulullah ingin buang hajat. Saya mengikutinya dengan membawakannya
air, Rasulullah SAW melihat ke kanan dan kiri ternyata tidak ada yang dapat dijadikan tirai
(penghalang) kecuali dua pohon yang berjauhan di pinggir lembah. Rasulullah SAW
kemudian berjalan menuju kearahnya dan memetik batangnya sambil berkata: 'Ikut aku
dengan izin Allah.' Rasulullah berjalan menuju pohon yang satunya melakukan hal yang
sama. Kedua pohon tadi berjalan bersama Rasulullah SAW dan menjadi tirai bagi Rasulullah
SAW. Tak lama kemudian saya mendengar suara orang yang datang, ternyata Rasulullah
SAW dan saya melihat pohon itu sudah kembali ke tempat asalnya." (Lihat Sahih Muslim,
hadits nomor 5328)
85.^ Suatu hari sekelompok orang Yahudi menemui Rasulullah saw., Malik bin as-Sayf, satu
dari mereka, berkata Engkau meyatakan dirimu adalah Utusan Allah, namun aku tidak
percaya pada misimu hingga permadani yang aku duduki menyaksikan kenabianmu.
Sedangkan Abu Lababah, seorang Yahudi yang lain dalam kelompok tersebut, menyatakan
bahwa ia tidak akan percaya hingga cemeti yang ia pegang di tangannya memberikan
kesaksian yang serupa. Seorang Yahudi yang lain Kaab bin al-Asyraf menyatakan hal yang
serupa dengan rekan-rekannya hingga keledainya menyaksikan kebenaran Nabi. Rasulullah
saw. bersabda: Tidaklah bagi hamba Yang Maha Tinggi, setelah bukti mukjizat misi mereka
telah dikaruniakan pada mereka, untuk menganggap diri mereka sendiri menunjukkan bukti
seperti yang kamu inginkan. Sebaliknya, mereka harus merendah pada Tuhan dan
menaatiNya, dan ridha dengan apa yang ingin Ia Karuniakan pada mereka. Namun
bukankah penjelasan tentang aku dan kenabianku yang ada dalam Taurat, Injil dan suhuf
Ibrahim cukup untuk meyakinkanmu kebenaran pernyataanku? Dan tidakkah kamu
menemukan bukti dalam kitab-kitab tersebut bahwa Ali bin Abi Thalib adalah saudaraku,

penerusku, khalifah dan ciptaan terbaik setelah aku? Tidakkah cukup bagimu bahwa Allah
telah menganugerahkan kepadaku suatu mukjizat yang demikian jelas sepeti Quran yang
seluruh manusia bersama-sama tidak ada yang mampu membuat (serupa dengan Quran)?
Saya tidak berani memohon pada Tuhanku untuk memberikan keinginan-keinginanmu
yang tidak masuk akal, namun aku tegaskan bahwa bukti-bukti mukjizat misiku yang Ia
telah kehendaki terwujud, adalah cukup memuaskanku dan meyakinkanmu. Jika sekarang
Ia berkehendak menganugerahkan apa yang engkau minta, itu adalah dari
ketakterhinggaan karuniaNya padaku dan padamu! Jika Ia tidak memenuhi keinginankeinginanmu, itu adalah karena hal tersebut adalah sia-sia, terutama karena Ia telah
membawakan bukti yang lengkap bagi keimanan. Rasulullah saw. belum lama selesai
menyelesaikan sabdanya, maka kemudian dengan kekuatan Ilahiah, permadani yang
diduduki oleh Malik bin as-Sayf berbicara dan berkata: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
selain Satu Tuhan Yang Maha Indah, yang tidak memiliki sekutu, (namun) Sendiri dalam
mencipta dan mengatur segala sesuatu. Kepadanya seluruh maujud bergantung,
sedangkan Ia bebas dari ketergantungan terhadap apa pun. Baginya perubahan dan
kerusakan adalah mustahil. Ia tak memiliki istri, tak memiliki anak, dan tiada yang
menemaniNya dalam kerajaanNya (KekuasaanNya). Dan aku bersaksi bahwa engkau, wahai
Muhammad, adalah hambaNya dan utusanNya yang telah Ia utus sebagai petunjuk agama,
dan nabi dari keimanan yang benar, dan yang Ia ingin menangkan di atas seluruh agama
lain, walaupun orang-orang yang musyrik tidak menyukainya. Dan aku juga bersaksi bahwa
Ali bin Abi Thalib adalah saudaramu, penerusmu dan khalifah ummatmu, dan makhluk
terbaik setelahmu. Barangsiapa mencintainya mencintaimu, dan musuhnya adalah juga
musuhmu. Barangsiapa menaatinya menaatimu, barangsiapa melawannya melawanu, dan
barangsiapa menaatimu menaati Allah, dan layak memperoleh kebahagiaan dan
keridhaanNya. Barangsiapa tidak menaatimu, tidak menaati Allah dan akan memperoleh
siksa neraka yang paling pedih.Menyaksikan permadani tersebut bersaksi seperti itu,
orang-orang Yahudi tersebut tercengang. Namun mereka mengatakan bahwa kejadian
tersebut hanyalah sihir yang nyata. Pernyataan tersebut membuat permadani tersebut naik
dan membuang orang-orang Yahudi yang duduk di atasnya, dan dengan kekuatan Ilahiah
kembali permadani tersebut berbicara dan berkata: Yang Maha Tinggi mengaruniakan
kepadaku bahwa aku adalah sebuah permadani, dan Ia membuatku bersaksi atas
KetunggalanNya dan KeagunganNya, dan bersaksi bahwa NabiNya Muhammad adalah Nabi
yang paling utama, dan utusan bagi semua makhluk dan dibangkitkan dalam keadilan dan
kebenaran bersama hamba-hamba Allah. (Ia membuatku) juga bersaksi atas imamah
saudaranya, penerusnya dan wazirnya, dan diciptakan dari cahayanya, temannya,
kepercayaannya, dan pengemban amanahnya, pelaksana janji-janji Muhammad, penolong
teman-temannya, dan menakluk musuh-musuhnya. Aku taat pada ia yang Muhammad
telah menunjuknya sebagai Imam, dan membenci musuhnya. Oleh karena itu, tidaklah
layak orang-orang kafir menginjakku dan duduk di atasku, tidak ada yang layak melakukan
itu padaku kecuali mereka yang beriman pada Allah, rasulNya dan penerusnya. Maka Nabi
saw. memerintahkan pada Salman, Abu Dzar, Miqdad, dan Amir duduk di atas permadani
tersebut, dan berkata, Engkau telah beriman pada apa yang elah disaksikan olehnya.
Kemudian Ia Yang Maha Tinggi berturut membuat cemeti di tangan Abu Lababah maupun
keledai Kaab bin al-Asyraf berbicara dan bersaksi atas KetuggalanNya, kenabian Rasulullah
Muhammad saw. dan imamah Imam Ali bin Abi Thalib as.. Namun mereka semua tetap
tidak beriman pada kebenaran Rasulullah saw! Setelah orang-orang Yahudi tersebut pergi
maka turunlah ayat: Sesungguhnya orang-orang kafir (ingkar) sama saja bagi mereka
kamu peringatkan atau tidak kauperingatkan, mereka tak beriman. (Al-Baqarah:6)
86.^ Diriwayatkan oleh Ibn Umar: Rasulullah SAW naik keatas mimbar dan berkotbah. Sedang
Rasulullah SAW berkotbah, Rasulullah SAW mendengar mimbar itu menangis seperti
tangisan anak kecil, sehingga seakan-akan mimbar itu mau pecah. Lalu Rasulullah SAW
turun dari mimbar dan merangkul mimbar itu sehingga tangisnya berkurang sampai
mimbar itu diam sama sekali. Rasulullah SAW berkata, "Mimbar itu menangis mendengar
ayat-ayat Allah dibacakan di atasnya." (Sahih Bukhari juz 4 no 783).
87.^ Jabar bin Samra RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, Aku bisa
mengenal batu-batu yang biasa mengucapkan salam kepadaku, bahkan ketika aku belum
menjadi Rasul. Bahkan sekarangpun aku bisa mengenalinya. Hadits riwayat Muslim
88.^ Ucapan salam dari pohon dan batu. Ali bin Abu Thalib meriwayatkan, "Saya sedang
bersama nabi Saw di Mekkah. Setiap gunung dan pohon yang dilewatinya mengucapkan,
'As-Salaamu 'alayka yaa Rasulallah' (Semoga keselamatan selalu menyertaimu, wahai
Rasulallah),'" (Hadits Muslim dalam Misykat). 300 Mukjizat Muhammad Saw. oleh Badr A
Zimbadani.
89.^ Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdul Malik bin Ubaidillah bin Abu Sufyan bin Al-Ala' bin Jariyah
Ats-Tsaqafi berkata kepadaku dan ia mendengar dari beberapa orang berilmu," Jika
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam -ketika Allah berkehendak memuliakannya dan
memberikan kenabian kepadanya- ingin keluar untuk buang hajat, beliau pergi ke tempat
yang jauh hingga rumah-rumah tidak terlihat olehnya dan berhenti di syi'ab (jalan di antara

dua bukit) Makkah, dan lembah-lembahnya. Setiap kali beliau berjalan melewati batu dan
pohon, pasti keduanya berkata, 'As-Salaamu Alaika ya Rasulullah.' Rasulullah Shallallahu
Alaihi wa Sallam menoleh ke sekitarnya; kanan, kin, dan belakang, namun tidak melihat
apa-apa kecuali pohon dan batu. Itulah yang terjadi pada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa
Sallam dalam jangka waktu tertentu; bermimpi dan mendengar salam hingga Jibril datang
kepada beliau dengan membawa kemuliaan dari Allah ketika beliau berada di Gua Hira'
pada bulan Ramadhan." Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam. Jilid 1 : 196.
90.
91.^ Abu Dzar ra. ia berkata, "Saya pernah hadir dalam sebuah pertemuan disisi Nabi saw.
Saya melihat beberapa batu kerikil yang dipegang beliau mengucapkan tasbih. Saat itu di
antara kami ada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka semua yang hadir dipertemuan
itu mendengar tasbih benda tersebut. Kemudian batu-batu kerikil itu oleh Nabi saw.
diserahkan kepada Abu Bakar yang dapat didengar oleh semua orang yang hadir
dipertemuan itu. Ketika diberikan lagi kepada beliau kerikil itupun masih tasbih ditangan
beliau, kemudian beliau menyerahkan kepada Umar dan batu kerikil itu pun mengucapkan
tasbih ditangannya yang bisa didengar oleh semua orang yang hadir dipertemuan.
Kemudian Nabi saw. menyerahkan kepada Utsman dan ia pun mengucapkan tasbih
ditangannya. Tetapi ketika oleh Nabi batu kerikil itu diserahkan kepada kamu, ia tidak mau
bertasbih bersama seorang pun di antara kami. (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam buku
haditsnya Al-Mu'jamul Ausath nomor 1244 dan oleh Abu Nu'man dalam Dalaa'ilun
Nubuwwah I/404.)
92.^ Ikrimah bin Abu Jahal ra. Dia berkata, "Jika kamu memang benar seorang Nabi, maka
panggilah batu yang ada diseberang itu agar berenang dan tidak tenggelam." Lalu nabi
mengisyaratkan tangannya dan batu itu pun terlepas dari tempatnya dan mengapung di
atas air hingga sampai kepada Nabi saw. Begitu menyaksikan itu Ikrimah bersaksia atas
kerasulannya, Nabi berkata kepadanya, "Ini cukup bagimu." Ikrimah berkata, "Batu itu
kembali lagi hingga tempatnya semula."
93.^ Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas'ud katanya: Ketika Nabi SAW memasuki Mekah
terdapat sebanyak tiga ratus enam puluh buah berhala di persekitaran Kaabah. Lalu Nabi
SAW meruntuhkannya dengan menggunakan tongkat yang berada di tangannya seraya
bersabda: Bermaksud: Telah datang kebenaran dan musnahlah kebatilan karena
sesungguhnya kebatilan itu, adalah sesuatu yang pasti musnah. Bermaksud: Kebenaran
telah datang dan yang batil itu tidak akan bermula dan tidak akan berulang. Ibnu Abu Umar
menambah: Peristiwa itu terjadi pada masa pembukaan Kota Mekah. (Sahih Bukhari, kitab
Jihad).
94.^ Kisah dari Abu Hurayrah.
95.^ "Sejarah Hidup Muhammad", karya Dr. Muhammad Husain Haekal.
96.^ Abu Hurairah mengeluh kepada Rasulullah SAW bahwa dia terlalu pelupa. Lalu Rasulullah
SAW membentangkan kainnya di atas tanah, lalu memegang-megang kainnya dengan
tangan beliau. Abu Hurairah disuruh Rasulullah memeluk kain itu. Sejak itu Abu hurairah
tidak pernah lupa-lupa lagi. Dan beliau terkenal paling banyak menghafal hadis. (Hadits
sahih Imam Bukhari dan Imam Muslim).
97.^ Rasulullah SAW bersabda pada saat peristiwa penaklukkan Khaibar, "Esok hari aku (Nabi
SAW) akan memberikan bendera kepada seorang yang akan diberikan kemenangan oleh
Allah swt melalui tangannya, sedang ia mencintai Allah dan Rasulnya, dan Allah dan
Rasulnya mencintainya". Maka semua orangpun menghabiskan malam mereka seraya
bertanya-tanya di dalam hati, kepada siapa di antara mereka akan diberi bendera itu.
Hingga memasuki pagi harinya masing-masing mereka masih mengharapkannya.
Kemudian Rasulullah SAW bertanya: "Ke mana Ali?" lalu ada yang mengatakan kepada
beliau bahwa Ali sedang sakit kedua matanya. Lantas Rasulullah SAW meniup kedua mata
Ali seraya berdoa untuk kesembuhannya. Sehingga sembuhlah kedua mata Ali seakan-akan
tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Lalu Rasulullah SAW memberikan bendera itu
kepadanya. Hadits sahih Bukhari.
98.^ Ludah Rasulullah SAW tidaklah sama dengan ludah manusia biasa, ludah beliau harum
baunya dan kadang dijadikan sebagai obat penyembuh berbagai penyakit seperti penawar
racun sebagaimana yang pernah terjadi pada diri Abu Bakar di goa Hiro, atau penyembuh
pada mata Ali Bin Abi Thalib yang hampir buta di Perang Khaibar, atau mata seorang
sahabat lainnya pada perang uhud. Wail Ibn Hajar bercerita: " Rasulullah SAW pernah
disodorkan wadah berisi air, Beliau meminumnya, lalu meludah di wadah itu, kemudian air
dalam wadah dituangkan ke dalam sumur, tiba-tiba dari sumur merebak bau wangian yang
harum. (Hadits riwayat Ahmad)
99.^ Dalam riwayat lain, tentang peristiwa yang dialami oleh Abu Bakar RA sewaktu bersama
Rasulullah SAW di goa Tsur untuk sembunyi, kaki Abu Bakar digigit binatang yang ada di
lubang yang terdapat di dalam goa tersebut. Akan tetapi Abu Bakar tidak bergerak supaya
Rasulullah SAW yang sedang tidur dipangkuannya tidak terbangun. Hanya air matanya
yang membasahi wajah Rasulullah SAW, dan Beliau terbangun lau bertanya : "Ada apa
wahai Abu Bakar?" Dia menjawab : "Kaki saya digigit hewan yang ada dalam lubang.

Semoga Ayah dan Ibuku menjadi tebusan bagimu". lalu Rasulullah meludahi gigitan itu dan
sembuhlah kaki Abu Bakar. (lihat : al-Rahiq al-Makhtum, Hal.149)
100.
^ Muhammad bin Hathib pernah berkata, "Ketika masih kanak-kanak, sebuah periuk
tumpah mengenai tubuhku dan seluruh kulit tubuhku terbakar, lalu ayahku membawaku
kepada Rasulallah saw, kemudian beliau meludahi kulit yang terbakar seraya berdoa,
'Jauhkanlah penyakit wahai Tuhan sekalian manusia,' maka akupun menjadi sehat tidak
merasakan apa-apa. (Hadits riwayat Imam Nasa'i). Keterangan: Muhammad bin Hathib bin
Harits bin Mu'ammar al-Jamhi al-Kufi, adalah seorang sahabat kecil. Ia lahir di atas perahu
sebelum rombongan orang mukmin sampai ke Habasyah. Ia adalah orang paling pertama
dalam Islam diberi nama Muhammad. Para ulama berselisih pendapat tentang gelarnya,
apakah Abu Qasim atau Abu Ibrahim. Ia telah meriwayatkan hadits dari Nabi saw, Ali dan
ibunya Ummu Janil. Meninggal pada tahun 94H atau sebagian berpendapat tahun 86H.
Lihat Syarhul Mawabil Laduniyyah, V/192.
101.
^ Umar bin Maymun, ia berkata, "Orang-orang kafir telah membakar Amar bin Yadir,
kemudian Nabi saw melewainya dan mengusapkan tangannya pada kepala Amar lalu
bersabda, "Wahai api, jadilah kamu dingin dan jadilah kamu keselamatan bagi Amar,
seperti kamu dulu pada Ibrahim." (Hadits riwayat Ibnu Sa'ad dari Umar bin Maymun)
102.
^ Dalam kitab al Khasais, dikisahkan suatu ketika Rasulullah SAW didatangi seorang
ibu yang menggendong anaknya yang bisu. Si ibu ini menceritakan: Anakku ini belum
pernah bicara sejak ia dilahirkan. Rasulullah SAW bertanya: siapakah saya? Anak itu tibatiba bisa bicara dan menjawab: Engkau adalah Rasulullah. (Hadits riwayat Al Baihaqi)
103.
^ Riwayat lain, Fudayk bercerita bahwa ayahnya datang menemui Rasulullah SAW
mengeluhkan matanya yang putih, dan tidak bisa melihat. Rasulullah bertanya apa yang
menyebabkannya? Beliau menjawab: Aku pernah menginjak telur ular, pecah dan
mengenai mataku hingga akhirnya buta. Rasulullah SAW meniup mata Abu Fudayk dan dia
bisa melihat kembali. (Hadits riwayat Ibn Abi Syaibah, Ibn Sakan, al Baghawi, dan Abu
Nuaim serta at Tabari)
104.
^ Ummu Aiman RA pernah bercerita: Suatu ketika Rasulullah SAW menginap di
rumah. Ketika malam Beliau SAW bangun dan buang air di bejana. Tak lama kemudian saya
terbangun dan mencari minum karena kehausan. Saya mendapatkan air di bejana dan saya
langsung meminumnya. Esok paginya, Rasulullah SAW berkata kepada saya:"Wahai Ummu
Aiman, tolong buangkan air yang ada di bejana". Saya pun menjawab: "Wahai Rasulullah
demi Zat yang telah mengutusmu dengan haq, saya sudah minum air yang ada di
dalamnya". Rasulullah SAW tertawa sampai terlihat giginya lalu bersabda "Sungguh
perutmu tidak akan sakit lagi setelah ini." Semenjak kejadian itu tidak pernah Rasulullah
SAW menyuruh sahabatnya minum air kencingnya. (Lihat Nisa^ hawl al Rasul, hal 45-46)
105.
^ "Bahwa istri Mu'adz bin 'Afra' menderita kusta lalu melaporkannya kepada
Rasulallah saw, lalu beliau mengusapnya dengan sebuah tongkat maka Allah
menghilangkan penyakit kusta itu darinya. (Disebutkan oleh Ar-Razi) Benarkah Nabi
Muhammad & Umatnya Lebih Istimewa hal 32, By Al-Imam Al Hafidz Ahmad bin Muhammad
Al Qasthalani.
106.
^ Benarkah Nabi Muhammad & Umatnya Lebih Istimewa, By Al-Imam Al Hafidz
Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani Sekelompok Sahabat Nabi melewati tenda Ummu
Mabad di padang pasir, dan berusaha membeli daging dan kurma darinya, tetapi wanita
itu sama sekali tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan. Lalu Nabi menunjuk kepada satusatunya domba yang sedang berbaring di pojok, dan bertanya: Apakah ia mempunyai
susu? Dia berkata: Ia terlalu lemah. Nabi bertanya: Apakah Engkau mengizinkan aku
untuk memerah susunya? Dia berkata: Engkau yang lebih kusayangi daripada ayah dan
ibu, jika aku tahu ia mempunyai susu maka aku pasti telah memerahnya sebelumnya. Lalu
Rasul Allah memanggil domba itu, dan meletakkan tangannya pada kantung susu domba,
dan menyerukan nama Allah, serta berdoa untuk wanita itu dan dombanya. Tiba-tiba
domba itu menegakkan kakinya ke arahnya, dan susu mulai mengalir. Nabi meminta
sebuah wadah untuk susu itu, dan memerah banyak susu ke dalamnya. Lalu dia
memberikannya kepada wanita itu agar diminum hingga kenyang, dan dia memberikannya
kepada para sahabatnya sampai perut mereka kenyang, dan dia sendiri minum paling
akhir. Setelah mereka memuaskan rasa dahaga, Nabi memerah susu sekali lagi sampai
wadah itu penuh, dan dia meninggalkannya dan mereka meneruskan perjalanan. Beberapa
lama kemudian suami wanita itu, Abu Mabad, tiba dengan menuntun beberapa ekor
kambing lapar yang rupanya sangat menyedihkan dan yang sumsumnya hampir kering.
Ketika dia melihat susu itu, dia terkejut dan bertanya kepadanya: Dari mana engkau
dapatkan susu ini, Ummu Mabad? Sebab domba itu telah kering dan tidak ada ternak
perah di rumah ini. Wanita itu berkata: Benar, tapi seorang pria mulia telah melewati
tempat ini dan begini, begitu. Dia berkata: Lukiskan penampilannya, Umm Mabad!?
Wanita itu berkata: Aku melihat seorang pria yang sangat bersih, dengan wajah
cemerlang, dengan sopan santun sempurna. Dia tidak kurus dan tidak botak; lemah lembut
dan anggun; matanya hitam legam, dengan bulu mata melengkung, suaranya merdu dan
lehernya bersinar, janggutnya tebal, alis matanya melengkung indah. Ketika dia diam,

kemuliaan melingkupinya, dan ketika dia berbicara dia tampak berwibawa, dan
kecemerlangan cahaya mengelilinginya. Seorang pria yang paling tampak dan bercahaya
dari jauh, dan yang paling manis dan lembut hati dari dekat.
107.
^ Al-Barzanji mengungkapkan mukjizat ini dalam shalawat al-Barzanji Natsar bab
XVI.
108.
^ Dikisahkan sebuah kisah seorang lelaki yang berkata kepada Nabi saw, "Saya tidak
akan beriman kepadamu sehingga kamu mampu menghidupkan putriku untukku." Dalam
kisah itu disebutkan bahwa Nabi mendatangi kuburannya lalu berkata, "Wahai fulanah."
Lalu anak itu berkata, "Aku sambut panggilanmu dan dengan setia menerima perintahmu
serta semoga kebahagiaan senantiasa dilimpahkan kepada baginda Rasulallah." (Dala'ilun
Nubuwwah karya Imam Bayhaqi, dari buku berjudul "Benarkah Nabi Muhammad & Umatnya
Lebih Istimewa" hal32, By Al-Imam Al Hafidz Ahmad bin Muhammad Al Qasthalani).
109.
^ "Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Peperangan Badar, padahal kamu
adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya
kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin,
"Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang
diturunkan (dari langit)?" Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang
menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu
malaikat yang memakai tanda." (Ali 'Imran 3:123-125)
110.
^ Rasulullah SAW dapat mengetahui kejadian yang tidak disaksikan ataupun yang
tersembunyi atas izin Allah SWT. Jika kejadian ini itu sudah terjadi atau sedang terjadi,
disebut ikhbar. jika hal itu baru akan terjadi, dikenal dengan istilah nubu^at. Semua ikhbar
dipastikan benar adanya, dan semua nubu^at pasti akan terjadi. Hanya saja waktunya
yang tidak dapat dipastikan oleh manusia seperti kita, kapan hal itu akan terjadi. Dalam
kitab Nubu^at al Rasulullah SAW karya Muhammad Waliyullah al Nadawi memuat 188
Nubu^at baik yang sudah terjadi sekarang atau belum. di antaranya Peristiwa kedatangan
seorang yang bernama Uways. Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya akan datang
kepada kalian seorang yang bernama Uways, tinggal di yaman, tidak ada yang tinggal
bersamanya kecuali ibunya.(dalam riwayat lain, dia sangat berbakti kepada orang tuanya,
dan berpenyakit belang, dia berdoa kepada Allah SWT dan Allah menyembuhkan penyakit
dari badannya kecuali ada sisa sebesar kepingan Dinar atau Dirham. Barangsiapa di antara
kalian yang bertemu dengan dia, mintalah dia untuk memohonkan ampunan atas kalian.
(Hadits riwayat Muslim)
111.
^ Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Suatu hari Rasulullah saw. salat mengimami
kami. Usai salat beliau bersabda: Hai Fulan! Mengapa kamu tidak membuat salatmu bagus?
Tidakkah orang yang salat merenungkan bagaimana salatnya? Sesungguhnya ia salat
untuk dirinya sendiri. Demi Allah, sungguh aku dapat melihat belakangku, sebagaimana
aku melihat didepanku. (Hadits riwayat Muslim)
112.
^ Anas Bin Malik RA berkata : Suatu hari Rasulullah SAW salat bersama kami, seusai
salat Beliau menghadapkan wajahnya kepada kami, dan bersabda : Wahai Manusia, aku
berada di depan kalian, janganlah mendahuluiku dalam ruku dan jangan pula dalam sujud.
Sesungguhnya aku melihat kalian baik yang berada di depan maupun kalian yang
dibelakang. Selain itu, ketika Beliau tidur mata terpejam namun hati tetap terjaga.
113.
^ Dari Abu Dzar menceritakan, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku
melihat apa yang tidak kalian lihat, dan aku mendengar apa yang tidak kalian dengar,
getaran dan goncangan langit dan sungguh langit ada goncangannya, dan tidak ada ruang
lebih dariempat jari kecuali ada malaikat yang sujud kepada Allah SWT. Demi Allah jikalau
kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih
banyak menangis, dan kalian juga akan sedikit bermesraan dengan wanita (lawan jenis) di
atas ranjang, dan kalian pasti akan keluar ke jalan-jalan untuk bersujud kepada Allah. Dan
aku berharap kalaulah aku hanya sebuah pohon yang terpotong. (Hadits riwayat al Tirmidzi,
Ibnu Majah dan Abu Nuaym) (al Tirmidzi berkata hadits ini hasan gharib)/(lihat al Khasa^is
karya al Suyuti hal. 113)
114.
^ Rasulullah adalah dapat mengetahui kondisi penghuni kubur tertentu. Beliau dapat
mengetahui penghuni kubur dalam keadaan disiksa atau sedang istirahat bak di kebun
surga. Beliau juga dapat menceritakan masa lalu orang tersebut dengan ganjaran atau
balasan yang diberikan. Hadits riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah
melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayat ini
sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dulu senang
mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air
kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua.
Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan, dan yang satunya
lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan
siksanya, selama belum kering.(Hadits riwayat Bukhari, Muslim)
115.
^ Hadits riwayat Bukhari
116.
^ Hadits diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Ibnu Abbas.
117.
^ Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah.

118.
^ Hadits diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Ibnu Abbas.
119.
^ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ummatku akan terpecah
belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan.
Hadits riwayat At-Tirmidzi.
120.
^ "Saya sedang memangku Imam Husain as. Ketika Nabi saw. datang dan
memandangnya sambil menitikkan air mata. Saya bertanya kepada beliau mengapa
menangis. Rasul saw. mengungkapkan bahwa Jibril telah memberitahunya bahwa para
pengikutnya akan membunuh cucunya, Husain ra." (Baihaqi meriwayat dari Ummu alFadhl).
121.
^ Hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud ra. ia berkata: Aku menemui Rasulullah saw.
ketika beliau dalam keadaan kurang sehat. Aku mengusap beliau dengan tanganku. Aku
katakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau benar-benar terjangkit
demam yang sangat parah." Rasulullah saw. bersabda: "Apa yang aku rasakan sekarang ini
adalah sama seperti yang dialami oleh dua orang di antara kamu." Aku berkata: "Kalau
begitu engkau memperoleh dua pahala kali lipat." Rasulullah saw. bersabda: "Benar."
Kemudian Rasulullah saw. bersabda: "Setiap muslim yang ditimpa musibah sakit dan
lainnya, maka Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya, seperti daun yang rontok
dari pohonnya." (Hadits riwayat Muslim)