Anda di halaman 1dari 39

MOVEMENT DISORDER

Pembimbing : dr. Samino, Sp.S


Disusun Oleh:
Erlyn Yulita Cendykia (2011730028)
Yossey Pratiwi (2010730117)
Sumarni Aprilia (2011730106)
Yudianto Eko Prayogi T (2010730117)
Dyah Rachmayanti A (2011730027)
Annisa Anggaraini (2011730012)
Ikrom Mullah (2011730041)
PROGRAM STUDI KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
1

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA


2015

DEFINISI
Penyakit parkinson adalah suatu kondisi

degeneratif yang terutama mengenai jaras


ekstrapiramidal yang mengandung
neurotransmiter dopamin.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia,

jumlah penderita
Pria : wanita = 3 : 2
5 10 % orang yang terjangkit penyakit

parkinson, gejala awalnya muncul sebelum


usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang
penderita pada usia 65 tahun. Secara
keseluruhan, pengaruh usia pada
umumnya mencapai 1 % di seluruh dunia
dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 %
pada usia 60 64 tahun sampai 3,5 % pada
usia 85 89 tahun.

ETIOLOGI
IDIOPATIK 90 %
Pasca infeksi
Arteriosklerotik batang otak
Keracunan mangan, karbon disulfida,

karbonmonoksida, heroin sintetis.


Cedera kepala

DASAR DIAGNOSA
Diagnosis Parkinson dapat
pemeriksaan fisik, berupa:

diketahui

1. TRAP

Tremor terlihat saat istirahat dan


memegang benda
Rigiditas fleksi dan ekstensi berulang
Akinesia/Bradikinesia
Postural instabilitas
5

dari

Kriteria Diagnostik (Kriteria Hughes):


- Possible : terdapat salah satu gejala utama yaitu tremor
istirahat, rigiditas, bradikinesia, kegagalan reflex
postural.
- Probable : bila terdapat 2 gejala utama
- Definite : bila terdapat kombinasi tiga dari empat
gejala.

STADIUM PENYAKIT
Skala menurut Hoehn dan Yahr merupakan skala penilaian yang paling
sering digunakan untuk menggambarkan progresifitas penyakit

0 Tidak tampak tanda-tanda penyakit


I.
TRAP unilateral
II. TRAP bilateral
III. Terdapat gangguan keseimbangan
IV. Pasien butuh bantuan untuk
aktivitas sehari-hari
V. Pasien hanya dapat berada di kursi
atau tempat tidur bila tidak dibantu
wheelchair bound
9

FARMAKOLOGIS: (Pada Pasien)


1. levodopa :
(dikombinasikan dengan karbidopa)
Merupakan pengobatan utama untuk
Parkinson
Diberikan bersama karbidopa untuk
meningkatkan efektivitasnya & mengurangi
efek sampingnya
Mulai dengan dosis rendah, yg selanjutnya
ditingkatkan sampai efek terbesar diperoleh.
Setelah beberapa tahun digunakan,
efektivitasnya bisa berkurang
10

2. bromokriptin atau pergolid:


Pada awal pengobatan seringkali ditambahkan
pada pemberian levodopa untuk
meningkatkan kerja levodopa atau diberikan
kemudian ketika efek samping levodopa
menimbulkan masalah baru.
Jarang diberikan sendiri

11

3. SELEGILIN:
Merupakan monoamin oksidase B inhibitor
yang terkadang digunakan sebagai tambahan.
Meningkatkan respon levodopa.
4. Obat antikolinergik (benztropin &
triheksifenidil), obat anti depresi tertentu,
antihistamin (difenhidramin):
Pada stadium awal penyakit bisa diberikan
tanpa levodopa, pada stadium lanjut diberikan
bersamaan dengan levodopa, mulai diberikan
dalam dosis rendah.
Bisa menimbulkan beberapa efek samping
12

5. COMT Inhibitor

Entacapone (Comtan), Tolcapone


(Tasmar).Untuk mengontrol fluktuasi motor
pada pasien yang menggunakan obat
levodopa.
efek samping diare, fulminant hepatic
failure pada Tolcapone.
6. Amantadine
Pada pasien dengan gejala ringan tetapi tanpa
disabilitas dapat diobati dengan amantadine.
Berguna untuk perawatan akinesia,
dyskinesia, kekakuan, tremor.
13

FISIOTERAPI
Mengatasi kaku pada anggota

gerak
Memperbaiki sikap tubuh
Cara melangkah &
melenggangkan tangan

14

Chorea

15

Definisi
Korea berasal dari bahasa yunani yang
berarti menari, pada korea gerak otot
berlangsung cepat, sekonyong-konyong,
aritmik dan kasar yang dapat melibatkan
satu ekstremitas, separuh badan atau
seluruh badan. Hal ini dengan khas terlihat
pada anggota gerak atas (lengan dan
tangan) terutama bagian distal. Pada
gerakan ini tidak didapatkan gerakan yang
harmonis antara otot-otot pergerakan, baik
antara otot yang sinergis maupun
antagonis.

Etiologi
Kelainan pada ganglia basalis antara lain karena :
Herediter
Gangguan neurometabolik
Infeksi
Lesi desak ruang : Tumor, Malformasi arteri vena
obat: Anti konvulsan, Obat antiperkinson, Kokain,
Amfetamin, Anti depresan trisiklik
toksin : Intoksikasi alcohol dan penghentian, Anoksia,
Monoksida karbon
Gangguan metabolic sistemik : Hipertiroidisme,
Hipoparatiroidisme, Kehamilan
Cerebral palsy
Vascular : Infark
16

Gejala
Gerak korea melibatkan jari-jari dan tangan,

17

diikuti secara gradual oleh lengan dan


menyebar ke muka dan lidah. Bicara menjadi
cadel. Bila otot faring terlibat dapat menjadi
disfagia dan kemungkinan pneumonia oleh
aspirasi. Sensibilitas normal.
Gerakan yang terjadi secara tiba-tiba dan tak
terduga, dan akan berkurang atau menghilang
jika penderita tertidur, tetapi akan bertambah
buruk jika melakukan aktivitas atau mengalami
tekanan emosional.
Pasien yang menderita korea tidak sadar akan
pergerakan yang tidak normal, kelainan
mungin sulit dipisahkan. Pada beberapa pasien

Chorea Huntington (Chorea Mayor)


Merupakan gangguan herediter yang bersifat autosomal

dominan, onset pada usia pertengahan dan berjalan


progresif sehingga menyebabkan kematian dalam waktu
10 12 tahun. Dapat terjadi pada usia muda (tipe
juvenile) dimana gejalanya kurang tampak dan didominasi
oleh gejala negative (rigiditas).
Chorea Sydenham (Chorea Minor)
Onset akut, berhubungan dengan infeksi streptokokus.
Lebih sering terdapat pada anak-anak. Terdapat gejala
rematoid lain (jantung)
Chorea Gravidarum
Onset saat kehamilan, merupakan reaktivasi chorea
Sydenham.
18

Tatalaksana
Kategori obat : Antipsikotik

Haloperidol(berfungsi sebagai antagonis


dopamin dan mempunyai efek sebagai
anti spasmodik)
Kategori obat : Agen depleting dopamin
agen ini mengurangi kadar dopamin pada
sistem saraf pusat.
Kategori obat : Benzodiazepin

19

Mengurangi kadar konsentrasi GABA dalam


kauda, putamen, substansia nigra dan
globus pallidus. Dengan analogi
peningkatan aktivitas GABA mungkin

DISTONIA
kelainan gerak dimana kontraksi otot
yang terus menerus gerakan berputar
dan berulang / sikap tubuh yang
abnormal.
Gerakan
tersebut
tidak
disadari dan terkadang menimbulkan
rasa nyeri, bisa mengenai satu otot,
sekelompok otot (misalnya otot lengan,
tungkai atau leher) atau seluruh tubuh.

Etiologi
kelainan di beberapa daerah di otak

(ganglia basalis, thalamus, korteks


serebri)dimana
beberapa
pesan
untuk memerintahkan kontraksi otot
diolah.
Terdapat kerusakan pada kemampuan
tubuh untuk mengolah sekumpulan
bahan
kimia
yang
disebut
neurotransmiter, yang membantu selsel didalam otak untuk berkomunikasi
satu sama lain.

Cedera ketika lahir (terutama karena

kekurangan oksigen)
Infeksi tertentu
Reaksi terhadap obat tertentu, logam
berat atau keracunan karbon monoksida
Trauma
Stroke

Gejala klinis

Kemunduran dalam
menulis

Kram kaki

Leher berputar /tertarik

kesulitan berbicara

tremor

Berdasarkan bagian tubuh yang terkena:


Distonia generalisata, mengenai sebagian

besar atau seluruh tubuh


Distonia fokal, terbatas pada bagian tubuh
tertentu
Distonia multifokal, mengenai 2 atau lebih
bagian tubuh yang tidak berhubungan
Distonia segmental, mengenai 2 atau lebih
bagian tubuh yang berdekatan
Hemidistonia, melibatkan lengan dan
tungkai pada sisi tubuh yang sama,
seringkali merupakan akibat dari stroke.

Beberapa pola distonia memiliki gejala yang khas:

Distonia torsi
Tortikolis spasmodik atau

tortikolis
Blefarospasme
Distonia kranial
Distonia oromandibuler
Disfonia spasmodik
Sindroma Meige
Kram penulis
Distonia dopa-responsif

PENATALAKSANAAN
triheksifenidil, benztropin dan prosiklidin

HCl
( kadar neurotransmiter asetilkolin)
diazepam, lorazepam, klonazepam dan
baklofen
levodopa/karbidopa dan bromokriptin
( dopamin)
adalah reserpin atau tetrabenazin
( dopamin)
Mengendalikan epilepsi karbamazepin


Racun
botulinum disuntik di otot yang
Pembedahan

distonia
fokal blefarospasme
terkena
Terapi fisik,
pembidaian,
Racun
menghentikan
penatalaksanaan
streskejang
dan otot
menghambat
neurotransmiter
biofeedback pelepasan
juga bisa membantu
asetilkolin.
penderita distonia jenis tertentu.
Efeknya bertahan selama beberapa bulan
sebelum suntikan ulangan dilakukan.

PROGNOSIS
Dapat remisisi
Dystonia dapat menyebar pada

kelompok otot yang lainnya.

ATETOSIS
kinetic kerusakan perinatal
dan
korpus
striatal,
icterus
atau
hiperbilirubenemia.

Gerakan involunter menjadi lambat


dengan kecenderungan untuk ekstensi
berlebihan dari ekstremitas bagian perifer.
Tampak
sebagai kekacauan gerakan
dengan tingkat pergerakan chorea dan
dystonia. Gejala ini melibatkan organ
tangan, kaki dan sisi wajah. Umumnya
disertai cerebral palsi.
Gangguan

MIOKLONUS
Istilahdeskriptifuntuk suatu kelainan kontraksi

otot bersifat involunter, gerakannya acak, dan


berlangsung dalam waktu sangat singkat.
Mioklonus berbagai otot, terutama padaunit
motoriktunggal dan menyerupaifasikulasi, atau
pada
kelompok
otot
yang
menggantikan
ekstremitas/ mengubah gerakan yang disadarinya.
Jika mioklonus berupa gejala yang terjadi pada
jenis gangguansyarafdanmetabolikumum secara
kolektif, maka akan disebut mioklonia.

Mioklonuspascahipoksia: sindrom mioklonik

khusus yang terjadi sebagai gejala kedua dari


otakyang kekuranganoksigen(anoksia) secara
singkat.

32

Etilogi
Mioklonus penyakit penyimpanan lipid,

ensefalopati metabolikkegagalan
sistem pernafasan gagal ginjal kronis,
kegagalan fungsi hati, ketidak
seimbangan elektrolit dalam tubuh.
Drug induced mioklonus :antikonvulsan,
levodopa, penicillin.
trauma

Berdasarkan distribusi mioklonus : fokal,

segmental, general.
Berdasarkan neurofisiologi : kortikal, batang
otak, spinal.
Berdasarkan waktu : ireguler, ritmik, osilatori,
mioklonus bisa saat istirahat atau bekerja.
Mioklonus bisa reflektoris atau sensitive
terhadap stimulus sensoris atau suara.
Marsdens mebagi mioklonus : fisologik,
esensial, epileptic, simptomatik.

penatalaksanaan

medika mentosa

Klonazepam : 4-10 mg/hari


Sodium valproate : 250-4500 mg/hari
Lisirude
Asetazolamide
Karbamazepin
Pada post hipoksia mioklonus bisa di

tambahkan 5-hidroksi-tryptophan dan carbidopa


Asteriksis (negative mioklonus) bisa dipakai
ethosuximide dan koreksi metabolit.

Pemeriksaan
penunjang
EMG

untuk menentukan aktifitas


otot segmental
SSEP
MRI otak, Spinal
Elektron mikroskop pada kulit ,
konjungtiva dan otot.

KESIMPULAN
Gangguan gerak merupakan kondisi yang menyulitkan aktivitas

seseorang. Sebagai contoh penyakit Parkinson yang merupakan


gangguan neurodegenerative progresif yang disebabkan karena
proses degenerasi spesifik neuron-neuron dopaminergic ganglia
basalis terutama disubstansia nigra pars kompakta yang
disertai inklusi sitoplasmik eosinifilik (lewy body).
Penyakit Parkinson adalah tipe tersering dari suatu keadaan
parkinsonisme, lebih kurang 80 % dari seluruh kasus. Selain itu
penyakit Parkinson juga merupakan penyakit neurodegerative
tersering kedua setelah demensia Alzheimer. Terdapat empat
manifestasi motoric pada penyakit Parkinson ; tremor saat
istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Selain
itu, pada penyakit Parkinson juga terdapat gejala non motoric
yang termasuk didalamnya adalah gangguan sensoris dan
psikosis.

37

Sumber
Diagnosis Topik Neurologi , DUUS ,Edisi ke-

38

4 , Tahun 2010 Penerbit : EGC , hal 301303.


Clarke CE, Moore AP. Parkinsons Disease.
http://www.aafp.org/afp/ 20061215/2046.ht
ml
, 3 Juni 2008.
Mekanisme terjadinya Parkinson disease.
www.parkinson.com/PD-ama-schematic/GIF.
3
Juni 2008.
https://www.scribd.com/doc/207735501/Mo
vement-Disorder

TERIMA KASIH

39