Anda di halaman 1dari 20

Sirosis hepatis

By: hairul anam


125070218113024

Pengertian
Istilah Sirosis hati diberikan oleh Laence
tahun 1819, yang berasal dari kata
Khirros yang berarti kuning orange
(orange yellow), karena perubahan
warna pada nodul-nodulyang terbentuk.
Sirosis hepatis adalah penyakit kronis
pada hepar dengan inflamasi dan
fibrosis hepar yang mengakibatkan
distorsi struktur hepar dan hilangnya
sebagian besar fungsi hati
Dari beberapa pengertian di atas bisa
disimpulakn bahwa penyakit sirosis
hepatis atau orange yellow merupakan
penyakit kronis pada hepar ditandai
dengan inflamasi pada hepar yang
mengakibatkan distruksi struktur hepar
dan hilangnya sebagian fungsi hati

Epidemiologi
Insidensi sirosis hepatis di Amerika diperkirakan 360 per
100.000 penduduk. Penyebabnya sebagian besar akibat
penyakit hepar alkoholik dan infeksi virus kronik.
Penderita sirosis hepatis lebih banyak dijumpai pada
laki-laki jika dibandingkan dengan wanita sekitar 1,6 : 1
dengan umur rata-rata terbanyak antara golongan umur
30 59 tahun dengan puncaknya sekitar 40 49 tahun .
Insidensi penyakit ini disebutkan sangat meningkat
sejak perang dunia II, sehingga merupakan sebagai
penyebab kematian paling menonjol. Peningkatan ini
sebagian disebabkan oleh insidensi hepatitis virus yang
meningkat, namun lebih bermakna karena asupan
alkohol yang sangat meningkat. Alkoholisme merupakan
satu-satunya penyebab terpenting sirosis.

Etiologi

1. Alkoholisme

2. Sirosis Kriptogenik, (idiopatik)


3. Hepatitis Virus Yang Kronis hepatitis B atau hepatitis C

virus menginfeksi hati bertahun-tahun


4. Heredity (bawaan atau genitik)
5. Autoimun atau biliary sirosis
6. Penyebab lain:
- obat-obatan
- dan juga gagal jantung kronis (cardiac cirrhosis).
- Pada bagian-bagian tertentu dari dunia (terutama
Afrika bagian utara), infeksi hati dengan suatu parasit
(schistosomiasis) adalah penyebab yang paling
umum dari penyakit hati dan sirosis.

Klasifikasi
Berdasarkan penyebabnya yaitu:
Sirosis laennec. Serosis ini disebabkan oleh
alkoholisme dan malnutrisi. Namun pada tahap akhir,
hepar mengecil dan nodular
Sirosis pasca nekrotik. Terjadi nekrosis yang berat
pada serosis ini karena hepatotoksin biasanya berasal
dari hapatitis virus. Hepar mengecil dengan banyak
nodul dan jaringan fibrosa
Sirosis bilier. Penyebabnya adalah obstruksi empedu
dalam hepar dan koledukus komunis (duktus sistikus).
Sirosis jantung. Penyebabnya adalah gagal jantung
sisi kanan (gagal jantung kongestif).

Berdasarkan morfologi Sherlock membagi Sirosis hati atas 3 jenis,


yaitu
Mikronodular
Ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur, di dalam septa
parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil yang merata.
Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm, sedangkan
sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular
sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular.
Makronodular
Sirosis makronodular ditandai dengan terbentuknya septa dengan
ketebalan bervariasi, mengandung nodul yang besarnya juga
bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan
parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim.
Campuran(yang memperlihatkan gambaran mikro-dan
makronodular)

Secara Fungsional Sirosis terbagi atas :


Sirosis hati kompensata. Sering disebut
dengan Laten Sirosis hati. Pada stadium
kompensata ini belum terlihat gejala-gejala
yang nyata. Biasanya stadium ini
ditemukan pada saat pemeriksaan
screening.
Sirosis hati Dekompensata Dikenal dengan
Active Sirosis hati, dan stadium ini
Biasanya gejala-gejala sudah jelas,
misalnya : ascites, edema dan ikterus.

Faktor resiko
Penyalahgunaan alkohol kronis: Sedikitnya dua minuman per

hari untuk wanita atau empat gelas per hari untuk pria, yang
telah dikonsumsi lebih dari 10 tahun, dapat menyebabkan
sirosis. Penyakit hati alkoholik menyebabkan 12.000
kematian per tahun di Amerika Serikat. Sayangnya, banyak
pasien menunjukkan gejala setelah penyakit hati yang parah
telah terjadi.
Hubungan seksual yang tidak aman: Hepatitis B dan C
infeksi mudah menular melalui hubungan seksual tanpa
pelindung.
Penggunaan obat intravena: Transmisi Hepatitis B dan C juga
umum melalui penggunaan narkoba dengan suntikan.
Penyakit hati kronis karena keturunan atau didapat setelah
lahir: Hemokromatosis, penyakit Wilson, dan hepatitis
autoimun merupakan faktor risiko kuat untuk sirosis

Komplikasi
Hipertensi Portal
Asites
Peritonitis Bakterial Spontan. Komplikasi ini paling sering

dijumpai yaitu infeksi cairan asites oleh satu jenis bakteri


tanpa ada bukti infeksi sekunder intra abdominal
Varises esophagus dan hemoroid. Varises
Ensefalopati Hepatik. Rnsefalopati hepatic merupakan
kelainan neuropsikiatri akibat disfungsi hati.
Sindroma Hepatorenal. Pada sindrom hepatorenal, terjadi
gangguan fungsi ginjal akut berupa oligouri, peningkatan
ureum, kreatinin, tanpa adanya kelainan organic ginjal.
Kerusakan hati lanjut menyebabkan penurunan perfusi
ginjal yang berakibat pada penurunan filtrasi glomerulus.

Manifestasi klinis
Gejala yang biasa

dialami penderita sirosis


dari yang paling ringan
yakni lemah tidak nafsu
makan, hingga yang
paling berat yakni
bengkak pada perut,
tungkai, dan penurunan
kesadaran. Pada
pemeriksaan fisik pada
tubuh penderita
terdapat palmar eritem,
spider nevi.

Beberapa dari gejala-gejala dan tanda-tanda sirosis yang


lebih
umum termasuk:
Kulit yang menguning (jaundice) disebabkan oleh
akumulasi bilirubin dalam darah
Asites, edema pada tungkai
Hipertensi portal
Kelelahan
Kelemahan
Kehilangan nafsu makan
Gatal
Mudah memar dari pengurangan produksi faktor-faktor
pembeku darah oleh hati yang sakit.

Pemeriksaan diagnostik
Pemeriksaan lboratorium
Bilirubin terkonjugasi dan tak terjkonjugasi

(meningkat)
Urobilinogen urine meningkat
Masa protrombin (memanjang)
Trombosit, eritrosit, leukosit (menurun)
Hipokalemia
Hiponatremia
Enzim-enzim serum: ALT, AST, LDH dan alkalin
fosfatase (meningkat)
CT scan

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Sirosis Kompensata Bertujuan untuk mengurangi
progresi
Kerusakan hati, meliputi :
Menghentikan penggunaan alkohol dan bahan atau obat yang
hepatotoksik
Pemberian asetaminofen, kolkisin, dan obat herbal yang dapat
menghambat kolagenik
Pada hepatitis autoimun, bisa diberikan steroid atau imunosupresif
Pada hemokromatosis, dilakukan flebotomi setiap minggu sampai
konsentrasi besi menjadi normal dan diulang sesuai kebutuhan.
Pada penyakit hati non alkoholik, menurunkan berat badan akan
mencegah terjadinya sirosis
Pada hepatitis B, interferon alfa dan lamivudin merupakan terapi utama.
Lamivudin diberikan 100 mg secara oral setiap hari selama satu tahun.
Interferon alfa diberikan secara suntikan subkutan 3MIU, 3x1 minggu
selama 4-6 bulan.
Pada hepatitis C kronik, kombinasi interferon dengan ribavirin merupakan
terapi standar. Interferon diberikan secara subkutan dengann dosis 5 MIU,
3x1 minggu, dan dikombinasi ribavirin 800-1000 mg/hari selama 6 bulan
Diberikan antifibrotik, dalam hal ini lebih mengarah untuk keradangan dan
tidak terhadap fibrosis.

Penatalaksanaan Sirosis Dekompensata


Asites
Tirah baring
Diet rendah garam : sebanyak 5,2 gram atau 90

mmol/hari
Diuretic : spiroolakton 100-200 mg/hari. Respon
diuretic bisa dimonitor dengan penurunan BB 0,5
kg/hari (tanpa edem kaki) atau 1,0 kg/hari
(dengan edema kaki).
Parasentesis dilakukan bila asites sangat besar (46 liter), diikuti dengan pemberian albumin.
tindakan memasukkan suatu kanula ke dalam
rongga peritoneum untuk mengeluarkan cairan
asites

Varises Esofagus
Sebelum dan sesudah berdarah, bisa diberikan obat penyekat

beta (propanolol)
Waktu perdarahan akut, bisa diberikan preparat somatostatin,
diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi
Ensefalopati Hepatik
Laktulosa untuk mengeluarkan ammonia
Neomisin, untuk mengurangi bakteri usus penghasil ammonia
Diet rendah protein 0,5 gr/kgBB/hari, terutama diberikan yang

kaya asam amino rantai cabang


Sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk SHR.

Oleh karena itu, pencegahan terjadinya SHR harus mendapat


perhatian utama berupa hindari pemakaian diuretic agresif,
parasentesis asites, dan restriksi cairan yang berlebihan.
Pada sirosis hepatis yang berat dapat dilakukan transplantasi
hepar.

Thanks

Anda mungkin juga menyukai