Anda di halaman 1dari 7

A VARIABLE & AN OPERATIONAL DEFINITION : THE NURSING RESEARCH

PERSPECTIVE
Introduction (pengantar) :
Bagian penting dari sebuah penelitian yang adalah menentukan apakah penulis adalah jelas
dan konsisten mengenai:
1. Bagaimana konsep dalam rangka digunakan dalam desain penelitian
2. Bagaimana konsep yang dioperasionalkan menjadi variabel
Contohnya bila berpikir tentang binatang. Binatang itu luas sangat banyak sangat umum da
belum spesifik. Kemudian bila kita mengarah lagi binatang dispesifikan menjadi ikan, ikan
dispesifikan jadi hiu.
1. Constructs
Merupakan sebuah gambaran mental dari fenomena. Artinya constructs masih abstrak,
sangat abstrak dari sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan sebagai tema, oleh sebab itu
dari sini peneliti mulai memikirkan apa yang akan diteliti, lalu selanjutnya memikirkan apa
konsepnya dan akhirnya memikirkan tentang variabe, apa yang menjadi variabelnya.
2. Concepts
Konsep yaitu berkisar dari yang sangat abstrak menjadi sangat konkret ( artinya konsep
masih abstrak, dan perlu di spesifikkan lagi menjadi variabel).
Abstrak: kecemasan
Kecemasan di ukur dari ekspresi wajah, sehingga masih abstrak.
Concrete: suhu tubuh, jantung berdebar-debar, yang artinya

secara

nyata

menggambarkan kecemasan dari hasil pemeriksaan.


3. Variables
Variabel adalah karakteristik, sifat, properti, atau kondisi yang terukur yang
bervariasi antara orang-orang, tempat, atau benda yang sedang dipelajari. Contohnya lingkup
peneliti keperawatan yang berhubungan dengan bagian yang berkaitan tentang respon
manusia. "variabel" adalah karakteristik terukur yang dapat mengambil nilai yang berbeda.
Contoh:
1. Symptom distress
Construct nya adalah symptom distress
Konsep dari symptom distress adalah (pain /nyeri dan vomiting).
Variable pain (nyeri) adalah (respon terhadap perilaku) dan variabel dari vomiting
(muntah) adalah (amount of vomiting)
2. Cardiovascular health
Construct nya yaitu (cardiovascular health),
Konsepnya seperti (hypertensi dan hypercholesterol emeia
Variabelnya hypertensi adalah (tekanan darah) dan variabel hypercholesterol emeia
adalah (lipid levels).
TIPE VARIABEL

Variabel memiki berbagai tipe,

yaitu dilihat berdasarkna jumlah, berdasar sifat

hubungan, dan berdasar skala pengukur variabel,


1. Tipe variabel berdasarkan jumlah :
Berdasar jumlah maka varibel terdiri dari variabel monovariat, variabel bivariat, dan
variabel polivariat.
a. Variabel monovariat : contohnya: penelitian yang meneliti suatu gambaran, deskriptif,
eksplorasi
b. Variabel bivariat : contohnya : penelitian yang meneliti suatu hubungan antara a dan b.
c. Variabel polivariat/multivariat : contohnya: penelitian yang meneliti suatu hubungan
antara a, b dan c
2. Variabel didasarkan sifat hubungan
Variabel berdasarkan hubungan yaitu terdiri dari variabel dependent, variabel
independen, variabel intervening, variabel extraneous, dan ada lebih banyak lagi seperti
variabel eksogen, variabel endogen dan seterusnya tetapi untuk satandar s1 hanya
(variabel dependent, variabel independen, variabel intervening, variabel extraneous) yang
akan diajarkan/ diperkenalkan.
Sebagai contoh judul/tema penelitian :
1. adakah pengaruh terapi kompres hangat dengan penurunan suhu tubuh pasien
typoid ?
Judul/tema diatas bila dilihat variabelnya berdasarkan sifat hubungannya maka
yang merupakan:
a. Variabel dependent : suhu tubuh
b. Variabel independent : kompres hangat
c. Variabel intervening : pemberian kompres (lama, kualitas, frekuensi
pemberian)
d. Variabel extraneous: suhu lingkungan, pakaian, (di luar intervening)
2. Hubungan antara usia dengan kecelakaan kerja
Didasar pada tema di atas maka dapat didapatkan dijabarkan seperti :
-

Dapatkah penggunaan alat pelindung yang berbeda-beda menjelaskan antara


huubungan usia dengan kecelakaan kerja ? ( merupakan variabel intervening)

Apakah pengaruh jenis-jenis pekerjaan ? ( merupakan variabel confounding /


penyerta/ pelengkap tidak di ukur)

Apakah pekerja lansia cenderung mengalami kecelakaan kerja pada tahun-tahun


pertama ? (merupakan variabel modifier)

Mempelajari/ membahas tentang pembagian variabel berdasarkan sifat hubungan


merupakan hal yang sangat penting karena untuk: menggambarkan kerangka konsep dan
mengembangkan kerangka analisis.

Kerangka konsep adalah lebih ke operasiaonal, beda denga kerangka teori yang
berdasarkan teori. Dalam kerangka konsep dibahas tentang input, proses dan output, atau
misalnya variabel depvenden ke variabel indevenden.
Variabel itu sendiri biasanya dipilih atas dasar relevansinya dengan pertanyaan
penelitian, tujuan penelitian dan hypotesis penelitian.
3. Tipe variabel berdasarkan skala pengukuran variabel
Variabel berdasarkan skala pengukuran variabel dibedakan menjadi variabel
katgorikal/kualitatif dan variabel kontinyu/ kuantitatif.
Variabel kategorikal / kualitatif dibedakan menjadi dua yaitu variabel nominal dan
variabel ordinal. Sedangkan variabel kontinu/ kuantitatif juga dibedakan menjadi dua yaitu
variabel interval dan variabel rasio yang didapat dari hasil pengukuran dan perhitungan.
Untuk memperjelas maka akan dibahas satu-persatu yaitu:
1. Variabel kategorikal
Variabel kategorikal / kualitatif terdiri atas nominal dan ordinal atau disebut
sebagai rengking. Variabel kategorikal adalah mereka/sesuatu yang dibuat untuk
masuk ke dalam kategori (deskrit) dan apabila suatu nilai tidak dapt dinyatakan
kedalam nilai pecahan. Variabel ini dibedakan menjadi variabel dikotomi dan
variabel polytomi. Variabel dikotomi, misalnya: jenis kelamin, status perkawinan,
dan sebagainya. Variabel polytomi, misalnya: jumlah anak, pendidikan,
pendapatan, dan sebagainya.
Contoh variabel kategorikal :
- Umur bisa ditentukan sebagai variabel kategori, misalnya, 1 = muda (<30 y.o),
-

2 = tua (> 31 y.o).


Kebiasaan merokok bisa ditetapkan sebagai variabel kategori, misalnya, 1 =

non perokok, 2 = perokok.


2. Continuous variables
Variabel kontinu adalah mereka yang ditetapkan sebagai rentang nilai sepanjang
kontinum, artinya variabel kontinu yakni variabel yang dapat di tentukan nilainya
dengan jarak, misanya berat badan, tinggi badan, pendapatan, dan sebagainya.
Yang terdiri dari variabel interval dan variabel rasio yang didapat dari hasil
pengukuran dan perhitungan.
Sebagai contoh:
- Umur bisa ditentukan sebagai variabel kontinu, misalnya, setiap tahun
-

kehidupan mulai sepanjang umur subjek.


Kebiasaan merokok bisa ditetapkan sebagai variabel kontinu, misalnya: berapa
bungkus/batang hari/ tahun.

Jadi variabelnya dibedakan tergantung dibuat skala jenis apa yang sesuai tujuan.
Bisa dengan (ya atau tidak) atau (rendah, tinggi, sedang) atau (ringan sedang
berat).
SKALA UKUR :
1. Nominal
Skala ukur nominal merupakan skala ukur yang paling rendah dari empat tingkat
pengukuran. Kategori yang tidak lebih atau kurang tetapi berbeda satu sama lain dalam
beberapa cara. Kategori saling eksklusif & lengkap. Misalnya: jenis kelamin, latar
belakang etnis. Contoh:

(ya, tidak), jenis kelamin (laki-laki, perempuan), (tinggi,

rendah), (panas, dingin).


2. Ordinal
Lebih tinggi dari skala nominal tetapi punya sifat nominal sehingga ordinal bisa
dinominalkan. Tetapi nominal tidak dapat diordinalkan. Dengan syarat kategori harus
eksklusif dan lengkap, jumlah atribut dapat diidentifikasi. Hal ini tidak dapat
menunjukkan bahwa interval yang sama: interval yang tidak sama. Banyak skala dalam
penelitian keperawatan adalah skala ordinal. Beberapa dapat disebut sebagai skala
ordinal metrik yang diperlakukan sebagai skala interval jika interval dianggap memiliki
beberapa kemerataan. Contoh : tingkat stress (ringan, sedang, berat), atau < 40 (tidak
stress) dan > 40 (stress).
Rating scale:
Misalnya : seberapa sering anda merasa memegang kendali hidup anda (tidak pernah,
jarang , sering , hampir selalu) jenis perilaku dalam hidup.
Scaling:
Penilaian pertimbangan - seri kategori variabel didasarkan pada kontinum yang
mendasarinya. Tidak pernah, kadang-kadang, sering, sering. Skala likert : sangat setuju,
setuju, netral, tidak setuju, sangat tidak setuju. Contoh : perawat diperboleh ijin pada
iklim yang ekstrim. Perawta diberi kuestioner dengan skala likert: setuju, sangat setuju
atau tidak setuju, sangat tidak setuju.
3. Interval scale
Skala yang paling tinggi. Seperti pada skala ordinal tetapi himpunan tersebut dapat
memberikan nilai interval atau jarak antara urutan kelas yang bersangkutan. Kelebihan
dari skala ini adalah bahwa jarak nomor yang sama menunjukan juga jarak nomor yang
sama menunjukan juga jarak yang sama dari sifat yang diukur. Dalam hal ini, jarak
antara nilai kategori sama karena ada beberapa satuan fisik diterima pengukuran. Contoh:
pada termometer fahrenheit, naik merkuri dalam interval yang sama disebut derajat.

Namun, titik nol tidak ada, karena daniel fahrenheit sebagai penemu, memutuskan bahwa
titik nol pada skala ini akan menjadi 32 derajat di bawah titik beku air.
Karena unit dalam interval yang sama, adalah mungkin untuk menambah dan
mengurangi melintasi skala interval. Contoh : anda dapat mengatakan bahwa 1000 f
lebih hangat dari 500, tetapi anda tidak bisa mengatakan bahwa 1000 f adalah dua kali
lebih panas 500 f.
Jadi ciri khas ciri khas dari skala interval tidak punya nol mutlak/absolut dan
kelebihan dari skala ini adalah bahwa jarak nomor yang sama menunjukkan
menunjukkan juga jarak yang sama dari sifat yang diukur. Contoh lama sekolah:
kurang dari 6 tahun, 6-9 tahun, 10-12 tahun, di atas 12 tahun.
4. Ratio
Variabel yang mempunyai perbandinagn yang sama, lebih besar atau lebih keci.
Skala tertinggi untuk pengukuran, memiliki nilai continum, t/mutlak, itik nol absolut.
Variabelnya seperti panjang, berat, volume, angka agregasi adalah variabel ration.
Contoh:
- Apabila sekarung beras beratnya 1 kuintal, maka 5 karung beras beratnya 5 kuintal
-

(ratio 1:5).
Satu ornag dokter di indonesia menlayani 20.000 penduduk, artinya ratio dokter/
penduduk adalah 1: 20.000.

Rasio (barat badan), bila diordinalkan (kurus, obesitas, over waight), bila dinominalkan
(gemuk, tidak gemuk).
Pembagian variabel berdasarkan skala pengukurannya dikembangkan sebagai
bahan pertimbangan dalam mengkaji status metode analisis data. Setiap skala variabel
yang berbeda mempunyai konsekuensi sifat analisis teknik analisis yang berbeda.

Latihan :
1. Status ispa (nominal)
2. Suhu badan (interval)
3. Cakupan imunisasi (nominal)
4. Tingkat pendidikan (ordinal)
5. Prevalensi tb paru (ratio)
6. Bor ( rasio)
7. Los (rasio)
8. Jenis malaria (nominal)
9. Biaya pelayanan kesehatan(rasio)
10. Status imunisasi (ordinal)
11. Status gizi (ordinal)
12. Status sosial (ordinal)
13. Status ekonomi (ordinal)

14. Persepsi terhadap dhf (ordinal)


15. Status anc (ordinal)
16. Kadar hb (rasio)
17. Jenis hepatitis (nominal)
18. Morbiditas penyakit diare (rasio)
19. Cara pembayaran pelayanan kesehatan (nominal)
20. Paritas (rasio)
21. Jumlah peneriamaan tablet besi (rasio)
22. Pengetahuan ibu tentang larutan gula garam (ordinal)
VARIABEL PENELITIAN OPERASIONALISASI
Definisi konseptual: arti abstrak dari variabel yang biasanya didasarkan pada teori.
Definisi operasional: sebuah cara untuk mendefinisikan variabel yang membuatnya terukur
atau dimanipulasi di dunia nyata.
1. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah bagaimana peneliti mendefinisikan variabel dalam hal
terukur. Yang dilakukan oleh penelitinya dan ditentukan oleh penelitinya.
Sebagai contoh:
a. Konsep tekanan darah diastolik.
Konsep tekanan darah diastolik terdapat metode yang berbeda untuk mendistorsi
definisi, dan hasilnya seperti :
- Tekanan darah diastolik didefinisikan oleh auskultasi sebagai suara korotkoff 4
-

atau 5, atau
Tekanan darah diastolik didefinisikan oleh nadi dikrotik dengan gelombang

tekanan arteri langsung itu ? atau


Tekanan darah diastolik juga bisa didefinisikan sebagai tekanan arteri di mana
EKG menunjukkan puncak ventrikel repolarisasi listrik ?
Denyut jantung adalah sebuah konsep didefinisikan dalam istilah intelektual

sebagai frekuensi bahwa siklus kontraktil jantung yang berulang satu demi satu.
Peneliti dapat menemukan cara-cara yang berbeda untuk mengukur denyut jantung, di
antaranya beberapa cara yang lebih canggih daripada yang lain:
- Palpasi denyut nadi arteri perifer [merasa]
- Auskultasi atau doppler [mendengarkan]
- Visual dengan pengamatan echocardiographic [melihat]
- Ecg [langsung]
- Osilasi photomagnetic [langsung]
Definisi operasional dari denyut jantung akan harus diubah jika itu penting untuk
menjelaskan pengamatan di mana jumlah atrium dan ventrikel kontraktil siklus per
unit waktu tidak sesuai.
b. Konsep cinta dan konsep kebahagiaan.

Cinta dan kebahagiaan adalah konsep yang hampir semua orang dapat
mengidentifikasi, namun tidak dapat menyetujui bagaimana mengukur.
- Dapatkah sejauh mana orang mencintai orang lain berubah ?
- Apakah kebahagiaan orang berbeda-beda dan berfungsi sebagai penyebab atau
akibat dari keadaan ? [jika ya, maka mereka adalah variabel]
Jika anda ingin mempelajari mereka secara kuantitatif,

anda

harus

mengoperasionalkan cinta dan kebahagiaan dalam hal terukur. Setiap ide untuk
bagaimana cara melakukan itu?
2. Cara mengoperasionalisasikan variabel :
- Hindari istilah dalam kamus / tekstual
- Mendefinisikan dalam makna kontekstual
- Hindari pernyataan dalam bentuk negatif
- Apa yang didefinisikan tidak boleh masuk dalam definisi
- Tidak dinyatakan dalam bahasa yang kabur (ambigous)
3. Alasan mendefinisikan variabel penelitian
- Agar tidak menimbulkan kekaburan fokus penelitian dan menghilangkan salah
-

penafsiran terhadap obyek yang menjadi fokus penelitian


Mempersempit fokus target populasi dan wilayah penelitian
Memudahkan pembuatan instrumen penelitian
Memberi makna kontekstual terhadap masalah yang menjadi focus

Summary
Construct
Concept
Variables
Operational Definition
Indicators
Measurement