Anda di halaman 1dari 2

Peristiwa Tanjungpriok 1984 (Sebuah Kajian Sejarah Sosial)

umi kholisya

Abstrak

ABSTRAK

Kholisya, Umi. 2010. Peristiwa Tanjungpriok 1984 (Sebuah Kajian Sejarah Sosial).
Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Malang.
Pembimbing: (I) Dr. Abd.Latif Bustami M.Si (II) Drs. Marsudi M. Pd.

Kata Kunci: Peristiwa Tanjungpriok, Sejarah Sosial.

Indonesia merupakan negara yang berdasarkan Pancasila. Pemerintah Orde Baru


pada era tahun 1980-an menginginkan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi di
Indonesia sehingga pemerintah saat itu mensosialisasikan Rancangan UndangUndang (RUU) no 5/1985 tentang pemberlakuan asas tunggal Pancasila. Selain itu
indonesia juga dikenal sebagai negara hukum. namun kenyataannya, penegakan
hukum di Indonesia masih lemah. Hal ini dapat dilihat dari kasuskasus pelanggaran
HAM yang belum mampu ditangani oleh pemerintah khususnya kasus-kasus pada
masa Orde Baru. Salah satu kasus tersebut adalah Peristiwa Tanjungpriok 1984.
Penelitian ini mengangkat tema Peristiwa Tanjungpriok 1984 (Sebuah Kajian Sejarah
Sosial) sebagai objek penelitian. mengingat peristiwa ini merupakan salah satu
kasus pelanggaran HAM yang dampaknya berkelanjutan hingga saat ini. Peristiwa
Tanjungpriok 1984 berhubungan dengan (RUU) no 5/1985 .Peristiwa ini sebenarnya
banyak menarik minat penelitian terdahulu. Namun kajian Peristiwa Tanjungpriok
1984 dikaji dari sudut pandang kajian sejarah sosial nampaknya belum banyak
digali.

Rumusan masalah dalam penelitian adalah 1. Bagaimana gambaran umum daerah


Tanjungpriok pada tahun 1984? 2. Bagaimana Peristiwa Tanjungpriok 1984? 3.
Bagaimana Dampak Peristiwa Tanjungpriok tahun 1984 terhadap masyarakat
Tanjungpriok ? Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah deskriptif analisis
yang terdiri dari beberapa tahap yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber

(heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan


adalah sumber lisan dan sumber tertulis.

Hasil penelitian ini merupakan Peristiwa Priok 1984 merupakan sebuah peristiwa
yang diawali dengan hubungan antara negara dan Islam yang pada saat itu kurang
sehat. Gambaran umum wilayah Tanjungpriok mengenai daerah Tanjungpriok
sebagai salah satu daerah penting di Jakarta yang dengan segala persoalan
kompleks yang telah memanas karena berbagai persoalan yang dihadapi
masyarakat yaitu keadaan sosial ekonomi yang susah didukung oleh taraf
pendidikan rendah dan kondisi keagamaan yang minim namun digerakkan oleh para
mubaligh yang bersikap radikal serta watak masyarakat pelabuhan yang tercermin
pada masyarakat Tanjungpriok sehingga solidaritas keberagamaan menjadi solid
dalam menghadapi masalah keagamaan. Pada pembahasan selajutnya merupakan
sebuah ringkasan Peristiwa Priok 1984. Dalam penelitian ini diterangkan mengenai
kelanjutan kasus peristiwa Priok hingga saat ini dengan segala tindakan
penyelesaiannya secara hukum sampai adanya perjanjian damai atau Ishlah.
Pemaknaan sejarah bagi para korban juga menjadi pembahasan dalam penelitian
ini. Untuk membedakan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya, terdapat
diskusi hasil penelitian. Peristiwa Priok 1984 tidak terlepas dengan yang disebutkan
dalam teori strukturasi Anthony Giddens sebagai sebuah dualitas struktruk. Dimana
antara agen yang menghasilkan tindakan dengan struktur sebagai sebuah aturan
tidak dapat dipisahkan melainkan saling ketergantungan. Begitu pula dengan
peristiwa Priok 1984 merupakan sebuah dualitas struktur yang saling berkaitan
antara masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengajian Tanjungpriok
sebagai agen yang menghasilkan tindakan perlawanan kepada struktur pemerintah.
Untuk penelitian selanjutnya mengenai Peristiwa Tanjungpriok 1984 diharapkan
lebih pada pembahasan mengenai komponen-komponen yang terkait pada
Peristiwa Tanjungpriok 1984 secara lebih dalam. Masih minimnya sumber primer
pada penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan pada penelitian
selanjutnya demi mendapatkan keobyektifan berbagai sudut pandang mengenai
Peristiwa Tanjungpriok 1984.