Anda di halaman 1dari 3

Definisi

Metilfenidat adalah obat perangsang sistem saraf pusat derivate piperidine yang
pertama kali disintesis pada tahun 1944 dan dipasarkan oleh Perusahaan Farmasi Ciba-Geigy
sebagai Ritalin. Mekanisme metilfenidat adalah obat ini mengikat dopamine, norepinefrin,
dan transporter serotonin yang lebih rendah dan menghambat pengambilan kembali asam
amino ini ke ujung sinaps, sehingga merangsang reseptor mereka. Secara fungsional dan
farmakologis, obat ini mirip seperti amfetamin dan kokain. 1,2
Pada awalnya obat ini diindikasikan untuk berbagai kondisi seperti kelelahan kronis,
depresi, gangguan perilaku pikun, dan depresi denganp psikosis. Saat ini, Metilfenidat
terutama digunakan untuk mengobati Gangguan Penurunan Perhatian (GAP) atau yang
sering dikenal Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak-anak , remaja ,
dan, pada tingkat lebih rendah, gangguan tidur (misalnya kantuk yang berlebihan ,
narkolepsi). Ketika digunakan sesuai indikasi, obat stimulan ini ditoleransi dengan baik dan
sangat aman dengan profil efek samping yang minimal, terutama juga pada pengguna kokain
berkelanjutan. 1,2
Ritalin adalah salah satu nama dagang dari metilfenidat. Formula Sustained- atau
extended-release dari methylphenidate dijual sebagai Ritalin SR , Ritalin LA , Metadate ER ,
Metadate CD , Methylin ER , Focalin dan Concerta. Seiring waktu metilfenidat ditemukan
mampu meningkatkan aspek neurokognitif yang tinggi pada individu yang ketergantungan
kokain. Hal ini menunjukkan bahwa terapi metilfenidat berpotensi membalikkan perubahan
saraf dan defisit kognitif yang disebabkan dari penggunaan kokain lama. Sebuah penelitian
oleh perusahaan farmasi The Wake juga mengatakan bahwa metilfenidat mampu menjadi
terapi gangguan tidur pada pengguna kokain lama yang mengalami gejala putus obat akut.
Namun, seperti obat lainnya, metilfenidat dapat menimbulkan efek memperkuat dan
toleransi. Dengan demikian, obat ini juga memiliki potensi untuk penyalahgunaan dan
ketergantungan yang ditentukan oleh batas penggunaan. Biasanya penyalahgunaan ini terkait
dengan upaya untuk meningkatkan konsentrasi dan perhatian pada lingkungan akademik.1,2
Sejarah
Penggunaan psikostimulan dalam ilmu kedokteran sudah ada sejak 5000 tahun yang
lalu di Tiongkok, yaitu ma-huang yang berasal dari tanaman Ephedra trifurka. Banyak
tanaman yang lain yang mengandung senyawa psikostimulan, misalnya kopi yang

mengandung kafein, tembakau yang mengandung nikotin, daun koka yang mengandung
kokain, dan tanaman khas di Afrika yang mengandung katin (pseudonorepinefrin).1,3
Pada tahun 1887, Nagai menemukan bahwa zat aktif dalam mahuang adalah
efedrin. Amfetamin disintesis pertama kali oleh Edeleau pada tahun 1887 dan baru
dipasarkan pada tahun 1932 sebagai penekan nafsu makan. Pada tahun 1930-an banyak
disintesis derivat amfetamin, seperti amfetamin rasemik (Benzedrine), dekstroamfetamin
(Dexedrine), met-amfetamin, fentermin, fenmetrasin, metilfenidat, dan fenfluramin.1,3
Pertama disintesis pada tahun 1944, formula Ritalin ( pada waktu itu dikenal
sebagai MPH, dari Metilfenidat) yang dipatenkan pada tahun 1954. Pada 1957, Perusahaan
Obat Ciba Geigy mulai memasarkan MPH sebagai Ritalin untuk mengobati kelelahan kronis,
depresi, depresi disertai psikosis, narkolepsi, dan untuk mengimbangi efek penenang dari
obat lain. Obat ini telah digunakan dalam tahun 1960an untuk mencoba melawan gejala
overdosis barbiturate. 1,3
Penelitian tenatang nilai terapeutik Ritalin dimulai tahun 1950an, dan pada tahun
1960an mulai dipasarkan untuk pengobatan Sindrom Hiperkinetik yang kemudian disebut
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat,
penggunaan Ritalin dan obat stimulan lain untuk pengobatan ADHD terus meningkat di tahun
1970an dan awal tahun 1980an, tetapi antara tahun 1991 sampai 1999, penjualan Ritalin di
Amerika Serikat meningkat 500 persen. PBB melaporkan bahwa Amerika Serikat
memproduksi dan mengkonsumsi sebanyak 85 persen dari pasokan Ritalin di dunia.1,3

1. Kenneth M Dursteler. Clinical potential of methylphenidate in the treatment of


cocaine addiction : a review of the current evidence [online]. 2015 [cited 21 Juli
2015] . Available from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4476488/
2. Majid Mootaghinejad. Reduction of Methylphenidate induced anxiety, depression,
and cognition impairment by various doses of venlafaxine in Rat [online]. 2015 [cited
21 Juli 2015]. Available from
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4462776/

3. Juwana Satya. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif :
penyalahgunaan NAPZA/Narkoba. Edisi 2. Jakarta : EGC, 2005.hal11-3
.