Anda di halaman 1dari 1
gsm TAKA la WAWASAN HAM DALAM AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN i era sekarang, HAM dan Islam sudah tidak periu diperdebatkanl lagi ni tidak di maknai bahwa posisi HAM berada di atas Al-Qur’an dan Al-Hadits. Akan tetapi, hal itu lebih dititk-beratkan pada upaya penggalian kembali terhadap khasanah Islam. Dalam kontek ini, para cendekiawan Muslim sudah selayaknya melakukan “adaptasi” dan bahkan “integrasi” terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern yang di landasi oleh spiritualtas agama. Di sinlah posisi HAM menjadi elemen penting bagi kehidupan masyarakat Muslim modern, khususnya dalam dunia, pendidikan. Beranglat dari upaya penggalian khasanah Islam yang disertal dengan keprihatinan teramat dalam akan tindakan-tindakan tidak rmanusiawi di zaman modern, buku Al-lslam dan Ke-Muhamma- diyahan (AIK) berwawasan Hak Asasi Manusia ini hadir, Buku yang dituls oleh para guru dan dosen dari Perguruan Tingg) Muham- rmadiyah ini merupakan hasil kerja sama antara Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Maarif Institute for Culture and Humanity. Buku ini diterbitkan dalam dua bentuk, yakni; buku panduan untuk guru AIK, dan bul ajar uncuk siswa. Keduanya memifki Keter- ean aneara satu dengan lainaya. Dalam tararan konsep, buku ii ‘mengulas tentang ajaran Islam yang pro terhadap HAM, perlin- dungan HAM dalam tinjauan syariat, pentingnya pendidikan HAM untuk siswa, pemahaman terhadap HAM. Sementara, dalam aspek ‘metode, buku inijuga disertai pemahaman terkait dengan alur materi ‘memahami lima langkah materi, implementasi materi dalam KBM, bagaimana membangun suasana kelas serta cara melakukan evaluasi rater Gaya bahasa sederhana yang di sertal dengan desain grafs yang komunikatif menjadikan buku ini mudah di pahami oleh peserta didik, Pun juga demikian, dengan ilustrasi yang luwes, tidak kak ddan sangat memukau tentunya para peserta didk akan dapat lebih ‘menyukai buku in Dalam buku ini, peserta dik dikenalkan mengenai perindungan hhak beragama (hifzh ad-din), perlindungan jiwa (hifzh an-Nofi). per- lindungan kal (hfzh ol-Aq). perlindungan keturunan (hifzh an-Nas)) Judul Buku Ree ey Pa eo oe coud Preemie ara oceanic) See ey eer) Cevns perlindungan harta (hifth otMal) serta perlindungan lingkungan (hifzh «al-Biah). Sedangkan dalam buku Kemuhammadiyahan, peserta didik diajarkan untuk lebih mengenal Muhammadiyah beserta janji Pelajar Muhammadiyah, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam serta peran kebangsaan Persyarikatan, kiprah pendidikan Muham- rmadiyah dan keluarga sakinah, pemihakan Muhammadiyah terha- dap pelestarian lingkungan hidup, Muhammadiyah dalam seni dan budaya, sikap Muhammadiyah terhadap kelompok-kelompok fain dian juga tidak ketinggalan adalah topik mengenai Muhammadiyah dan pemberdayaan fakir miskin Karenanya, buku ini menjadi layak untuk di pelajari oleh semua pihak, tak terkecuall, para stake-holders pendidikan Muhamadlyah ‘Ada sebuah harapan yang sangat obsesif ketka buku ini di per- kenalkan dan dipelajari oleh peserta didik. Upaya pengenalan akan HAM terhadap peserta didik tentunya dapat mengeliminasi mun- culnya para “preman berseragam”, yang pada kurun waktu terakhir ini mulai mendominasi Namun demikian, buku ini baru menjadi mungkin dan fayak untuk di pelajari sebagai buku pendamping, bukannya buku pegangan wrajb guru dan siswa, Antara “waiib di pelajari” dengan “buku pegangan waj” tentunya memilki konotasi yang sangat jauh berbeda. Pen- canangan buku ini sebagai buku wajb yang harus i pelajari oleh semua siswa dan guru di seluruh Indonesia perlu dipahami sebagai bagian dari tugas manusia pembelajar. Hal itu tentunya bukan di fungsikan sebagai buku pegangan wai, melainkan walib di pelaari dan dipahami sebagai bahan materi tambahan! Sebaliknya, saya kurang sependapat jkalau buku ini benar-benar dipaksakan sebagai buku pegangan wajib siswa maupun guru di sekolah Muhammadiyah se Indonesia. Karena, dalam dunia yang sangat pluralis, sebagaimana terjadi saat sekarang, adalah penting. untuk dicatat, bahwa susah memaksakan satu standar paradigma atau world view, di mana paradigm itu mengkiaim orang fan salah ddan harus berubah mengikuti paradigma HAM. Pun juga demikian, apabila materi pokok AIK cenderung dipaksakan dalam perspektif| HAM, tentu saja pemahaman peserta didik akan AIK menjadi teralu ssempit. Masih banyak perspektif lain yang periu disampaikan melalui AIK. Bula ini juga baru mengajari peserta didik mengenai hak-hak dasar yang mereka milki dengan tanpa mengedepankan kewvajiban yang perlu dilakukan sebagai siswa Muhammadiyah.* Fal Setouo pnt Lene sere te Yqstaa a Sears HP OY SUARA MUHAMRDIYAN 28/99 [1-15 DeseweER 2008 | 43