Anda di halaman 1dari 13

Laporan Kasus

Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra


dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

IDENTITAS PASIEN
Nama

: An. NPA

Umur

: 2 tahun 4 bulan

Jenis Kelamin

: Perempuan

Agama

: Islam

Suku Bangsa

: Jawa

Alamat

: Ngemplak, Semarang

Nama Ayah

: Tn. PD

Umur

: 30 tahun

Pekerjaan

: Pegawai swasta

Pendidikan

: S1

Nama Ibu

: Ny. S

Umur

: 28 tahun

Pekerjaan

: Pegawai swasta

Pendidikan

: SMA

Bangsal

: Irna 4 dan ICU

Masuk RS

: 14 Februari 2015, masuk ICU tanggal 17 Februari 2015

No. CM

: 262771

DATA DASAR
ANAMNESIS
Alloanamnesis dengan ibu pasien dilakukan pada tanggal 17 Februari
2015 pukul 15.00 WIB di ruang ICU dan didukung dengan catatan medis.
Keluhan Utama : Kejang

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 1

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

Keluhan Tambahan
makan menurun.

: Demam, nyeri kepala, nyeri ulu hati, mual, nafsu

Riwayat Penyakit Sekarang


30 menit sebelum masuk IGD RSUD Kota Semarang pasien
mengeluh kejang saat demam tinggi. 1 hari SMRS ibu pasien mengatakan
anaknya demam tinggi yang timbul secara mendadak dan tidak berubah
sepanjang siang maupun malam. Sudah diberikan obat penurun panas
oleh ibu pasien, demam sempat turun sebentar namun naik lagi. Demam
juga disertai adanya keluhan nyeri kepala. Demam tidak disertai batuk
pilek, keringat dingin dan penurunan berat badan sejak pasien sakit
disangkal, tidak disertai keluhan nyeri menelan, BAK lancar, BAB lancar,
tidak ada riwayat gusi berdarah, perdarahan pada hidung, maupun
munculnya bercak-bercak merah pada tubuh pasien. Makan jadi sulit
semenjak pasien sakit. Pasien juga mengeluh adanya nyeri perut di
bagian epigastrium yang disertai mual namun tidak ada riwayat muntah.
30 menit SMRS pasien mengalami kejang dengan durasi lebih
kurang 1 menit. Waktu kejang badan pasien kaku, mata mendelik ke atas,
namun tidak keluar busa dari mulut pasien. Sehabis kejang pasien
langsung menangis dan ibu pasien segera membawa pasien ke IGD RSUD
Kota Semarang. Riwayat adanya trauma pada kepala disangkal.
Setelah masuk RS :
Hari Pertama
o Keluhan : Demam (+), kembung (+), mual (+), nafsu makan
menurun, muntah (-), kejang (-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda Vital : HR 126x/menit, RR 24x/menit, T 37,8C, N : i/t
cukup
Hari Kedua
o Keluhan : Demam (+), kembung (+), mual (+), nafsu makan
belum membaik, kejang (-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda vital : HR 96x/menit, RR 24x.menit, T 37,7C, N : i/t
cukup
Hari Ketiga
o Keluhan : Demam (+), kembung berkurang, mual (-), nafsu
makan mulai membaik, kejang (-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda vital : HR 92x/menit, RR 20x/menit, T 37,8C, N : i/t
cukup
Hari Keempat
o Keluhan : demam (+), kembung berkurang, nafsu makan
membaik, kejang (-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 2

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

o Tanda vital : HR 132x/menit, RR 24x/menit, T 38,0C, N : i/t


lemah, TD 80/60 mmHg, AD eks inf +/+
Hari Kelima
o Keluhan : demam (-), kembung (-), nafsu makan baik, kejang
(-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda vital : HR 128x/menit, RR 28x/menit, T 36,5C, N : i/t
lemah, TD 90/60 mmHg
Hari Keenam
o Keluhan : demam (-), kembung (-), nafsu makan berkurang,
kejang (-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda vital : HR 116x/menit, RR 24x/menit, T 36,5C, N i/t
cukup, TD 100/60 mmHg
Hari Ketujuh
o Keluhan : demam (-), nafsu makan baik, kejang (-)
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda vital : HR 104x/menit, RR 24x/menit, T 36,7C, N i/t
cukup, TD 100/70 mmHg
Hari Kedelapan
o Keluhan : demam (-), nafsu makan baik, kejang (-), BAK dbn
o Keadaan umum dan kesadaran : TSS/CM
o Tanda vital : HR 96x/menit, RR 20x/menit, T 36,5C, N i/t
cukup, TD 100/70 mmHg
Riwayat Penyakit Dahulu
PENYAKIT

UMUR

PENYAKIT

UMUR

Kejang

Pernah

ISK

Disangkal

ISPA

Disangkal

Diare

Disangkal

Otitis

Disangkal

Typhoid

Disangkal

TBC

Disangkal

Cacingan

Disangkal

Ginjal

Disangkal

Alergi

Disangkal

Campak

Disangkal

DBD

Pernah

Jantung

Disangkal

Darah

Disangkal

Menurut ibu pasien, ini adalah kali kedua pasien mengalami kejang.
Dulunya waktu pasien berumur 1 tahun, pasien pernah mengalami
keluhan serupa dan Kejangnya didahului demam. Saat demam tubuh
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 3

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

pasien selalu kaku, mata mendelik ke atas, dan tidak pernah keluar busa
dari mulut pasien dengan durasi kejang lebih kurang 1 menit.
Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyakit serupa

Riwayat Persalinan dan Kehamilan

Pasien merupakan anak perempuan yang lahir dari ibu P1A0, usia
kehamilan kurang lebih 38 minggu, lahir secara spontan ditolong
oleh bidan. Setelah lahir anak langsung menangis. Berat badan lahir
2900 gram, panjang badan, lingkar kepala dan lingkar dada saat
lahir ibu lupa. Bayi dirawat bersama ibu, setelah 2 hari dirawat, bayi
dan ibu diperbolehkan untuk pulang.

Kesan : neonatus aterm, v.baby, sesuai masa kehamilan, lahir


spontan.
Riwayat Pemeliharaan Prenatal

Ibu memeriksakan kehamilan secara teratur ke bidan. Mulai usia 2


bulan kehamilan hingga usia 7 bulan pemeriksaan dilakukan 1x
setiap bulan. Saat memasuki usia kehamilan 8 bulan, pemeriksaan
rutin dilakukan 2x setiap bulan sampai bayi lahir.

Selama hamil ibu mendapatkan suntikan TT 2x. Tidak pernah


menderita penyakit selama kehamilan, riwayat perdarahan selama
kehamilan disangkal, riwayat trauma selama kehamilan disangkal,
riwayat minum obat selain vitamin dan tablet penambah darah
disangkal..
Kesan : riwayat pemeliharaan prenatal baik.

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan
o Berat badan lahir 2900 gr. Panjang badan lahir tidak diketahui
o Berat badan sekarang 14 kg. Tinggi badan sekarang 95cm.

Perkembangan
o Tengkurap : 3 bulan
o Duduk
: 7 bulan
o Mengoceh : 7 bulan
o Berdiri
: 9 bulan
o Bicara
: 1 tahun
o Berjalan
: 1 tahun

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 4

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

Kesan : Perkembangan anak sesuai umur


Riwayat Makan dan Minum Anak
ASI diberikan sampai usia 2 tahun.
Sejak usia 6 bulan diberikan makanan tambahan berupa bubur
cereal 3 x sehari.
Sejak usia 10 bulan diberikan nasi tim bersama sayur.
Makanan padat : usia 1 tahun hingga sekarang diberikan makanan
keluarga 3 x sehari nasi dengan sayur sop, kangkung, bayam dan
lauk tahu goreng, tempe goreng, ayam, telur
Kesan : Anak mendapatkan ASI eksklusif, kualitas dan kuantitas
makanan dan minuman cukup baik.
Riwayat Imunisasi
BCG
: pernah, 1x : usia 1 bulan, scar (+) setelah 6-8minggu
di lengan kanan
atas
Hepatitis B : pernah, 3x : usia 0,2,4,6 bulan
Polio
: pernah, 4x : usia 0,2,4,6 bulan
DPT
: pernah, 3x : usia 2,4,6 bulan
Campak
: pernah, 1x : usia 9 bulan
Kesan : imunisasi dasar lengkap sesuai dengan jadwal imunisasi
Riwayat Keluarga Berencana

Ibu pasien tidak mengikuti program Keluarga Berencana.

Riwayat Sosial Ekonomi

Ayah dan ibu pasien bekerja sebagai karyawan swasta. Biaya


pengobatan ditanggung oleh BPJS.

Kesan : sosial ekonomi cukup

Data Keluarga
Ayah

Ibu

Umur
Pend.
Terakhir

30 th

28 th

S1

SMA

Agama

Islam

Islam

Perkawinan
ke

Anak
2 th
Islam

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 5

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan pada tanggal 17 Februari 2015, pukul 15.00 WIB, di bangsal ICU
RSUD Kota Semarang.
Anak perempuan, usia 2 tahun, berat badan = 14 kg, tinggi badan = 95
cm

Kesan Umum : compos mentis, tampak sakit sedang, tampak


sesak, kesan gizi baik.
Tanda-tanda vital :
o Nadi
: 132 x/menit, isi dan tegangan lemah
o Pernafasan
: 24 x/menit, reguler
o Suhu
: 38,5 0C (suhu axila)
o Tekanan Darah
: 80/60 mmHg
Status Internus :
o Kepala
: normocephale
o Mata
: Konjungtiva anemis(-/-), Sklera ikterik(-/-)
Edema Palpebra(-/-)
o Telinga
: Serumen (-/-), discharge (-/-)
o Mulut
: Mukosa kering(-), Perdarahan Gusi (-)
o Hidung
: Epistaksis (-/-), Sekret (-/-), Bekuan darah(-/-),
NCH (-)
o Tenggorokan
: Faring hiperemis (-), tonsil T1-T1
o Thorax :
Jantung
o Inspeksi : tidak terlihat pulsasi ictus cordis
o Palpasi : pulsasi ictus cordis teraba di ICS V 2 cm
medial linea
midclavicula sinistra.
o Perkusi
Batas atas : ICS II linea parasternal sinistra
Batas kanan : ICS IV linea parasternal dextra
Batas kiri
: ICS V, 2 cm linea midclavicula
sinistra
o Auskultasi
: bunyi jantung I-II reguler, murmur
(-), gallop (-)
Kesan : Dalam batas normal
Paru-paru
o Inspeksi : simetris dalam keadaan statis dan dinamis,
tidak terlihat adanya retraksi
o Palpasi : vocal stem fremitus kiri sama dengan
kanan
o Perkusi : sonor seluruh lapang paru

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 6

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

o Auskultasi
: suara nafas vesikuler, rhonki (-/-),
wheezing (-/-)
Kesan : Dalam batas normal
o Abdomen
Inspeksi
: Datar, lingkar perut 56cm.
Auskultasi
: Bising usus (+) normal
Perkusi
: Timpani diseluruh kuadran abdomen
Palpasi
: Supel, hepar dan lien tidak teraba
membesar,
nyeri tekan epigastrium
(+), defans muscular(-)
o Kulit
: Dalam batas normal, turgor baik, petekhie (-)
o Genital
: Dalam batas normal.
o Ekstremitas
:
Superior

Inferior

Akral dingin

-/-

+/+

Akral sianosis

-/-

-/-

< 2

< 2

CRT
Kesan : Tanda syok (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Laboratorium

Darah Rutin :
Tgl

Hari
sakit

Hb
(g/dL
)

Ht
(%)

Leuko
sit
(/nL)

Trombo
sit (/nL)

14/2

12.1

35.6

10.30
0

323.000

16/2

17/2
p

15.6

46.8

3.400

69.000

17/2
s

14.5

41.2

4.200

55.000

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 7

GDS
(mg/d
L)

Na
(mmol/
L)

K
(mmol/
L)

Ca
(mmol
/L

142

136

4.9

1.10

102

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik
18/2

13.3

40.9

8.700

22.000

19/2

10,7

32.8

9.000

35.000

20/2

12.5

39.9

11.60
0

83.000

2. Foto thorax RLD


COR
: Letak dan ukuran normal
Pulmo : corakan bronkhovaskuler meningkat
Tak tampak bercak bercak di paru
Diafragma dan sinus costophrenicus baik
RLD : tampak sedikit kesuraman homogen di lateral hemithorax
kanan
( PEI = sulit dinilai)
Kesan : Cor : normal
Pulmo : peningkatan vaskuer paru
Efusi pleura (minimal)
PEMERIKSAAN KHUSUS
Anak perempuan, usia 2 tahun 4 bulan, berat badan = 14 kg, tinggi badan
= 95 cm

WAZ = ( BB- median) / SD = (14 12,6) / 1,40 = 1,00

HAZ = (TB median ) / SD = ( 95-89,8) / 3,3 = 1,56

WHZ = (BB median) / SD = (14-14,1) / 1.5 = - 0,07

Kesan : Berat badan normal, perawakan normal dan keadaan gizi baik

RESUME
Telah diperiksa seorang anak permpuan usia 2 tahun dengan BB
14kg dan TB 95cm yang datang ke IGD RSUD Kota Semarang dengan
keluhan kejang lebih kurang 30 menit SMRS yang didahului demam tinggi
1 hari SMRS. Demam tinggi yang timbul secara mendadak dan tidak
berubah sepanjang siang maupun malam. Sudah diberikan obat penurun
panas oleh ibu pasien, demam sempat turun sebentar namun naik lagi.
Demam juga disertai adanya keluhan nyeri kepala. Demam tidak disertai
batuk pilek, keringat dingin dan penurunan berat badan sejak pasien sakit
disangkal, tidak disertai keluhan nyeri menelan, BAK lancar, BAB lancar,
tidak ada riwayat gusi berdarah, perdarahan pada hidung, maupun
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 8

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

munculnya bercak-bercak merah pada tubuh pasien. Makan jadi sulit


semenjak pasien sakit. Pasien juga mengeluh adanya nyeri perut di
bagian epigastrium yang disertai mual namun tidak ada riwayat muntah.
30 menit SMRS pasien mengalami kejang dengan durasi lebih
kurang 1 menit. Waktu kejang badan pasien kaku, mata mendelik ke atas,
namun tidak keluar busa dari mulut pasien. Sehabis kejang pasien
langsung menangis dan ibu pasien segera membawa pasien ke IGD RSUD
Kota Semarang. Riwayat adanya trauma pada kepala disangkal.
Hari ke empat dirawat di rumah sakit, kondisi pasien memburuk.
Pasien masih demam, dengan frekuensi nadi yang cepat, dengan isi dan
tegangan kurang. Tekanan darah di bawah nilai normal, dan dengan
frekuensi nafas yang cepat.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
Anak perempuan, usia 4 tahun, berat badan = 14 kg, tinggi badan =
95cm

Kesan Umum : compos mentis, tampak sakit sedang, tampak


sesak, kesan gizi baik.
Tanda-tanda vital :
o Nadi
: 132 x/menit, isi dan tegangan lemah
o Pernafasan
: 24 x/menit, reguler
o Suhu
: 38,5 0C (suhu axila)
o Tekanan Darah
: 80 / 60 mmHg
Status Internus :
o Kepala
: Normocephale
o Mata
: Dalam batas normal
o Telinga
: Dalam batas normal
o Mulut
: Dalam batas normal, perdarahan gusi (-)
o Hidung
: Bekuan darah (-/-), epistaksis (-)
o Tenggorokan
: Dalam batas normal
o Thorax :
Jantung
: Dalam batas normal
Paru-paru : Dalam batas normal
o Abdomen : Datar, supel, nyeri tekan epigastrium(+), lingkar
perut 56 cm
o Kulit
: Dalam batas normal, turgor baik, petekhie (-)
o Genital
: Dalam batas normal
o Ekstremitas
:
Superior

Inferior

Akral dingin

-/-

+/+

Akral sianosis

-/-

-/-

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 9

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

CRT

< 2

< 2

Kesan : Tanda syok (-)


Pada pemeriksaan penunjang darah rutin didapatkan :
Tgl

Hari
sakit

Hb
(g/dL
)

Ht
(%)

Leuko
sit
(/nL)

Trombo
sit (/nL)

14/2

12.1

35.6

10.30
0

323.000

16/2

17/2
p

15.6

46.8

3.400

69.000

17/2
s

14.5

41.2

4.200

55.000

18/2

13.3

40.9

8.700

22.000

19/2

10,7

32.8

9.000

35.000

20/2

12.5

39.9

11.60
0

83.000

GDS
(mg/d
L)

Na
(mmol/
L)

K
(mmol/
L)

Ca
(mmol
/L

142

136

4.9

1.10

102

Kesan : leukopenia, trombositopenia


Foto thorax RLD
COR
: Letak dan ukuran normal
Pulmo : corakan bronkhovaskuler meningkat
Tak tampak bercak bercak di paru
Diafragma dan sinus costophrenicus baik
RLD : tampak sedikit kesuraman homogen di lateral hemithorax
kanan
( PEI = sulit dinilai)
Kesan : Cor : normal
Pulmo : peningkatan vaskuer paru
Efusi pleura (minimal)
Dari pemeriksaan khusus ditemukan :
Berat badan normal, perawakan normal dan status gizi baik.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 10

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

DIAGNOSA BANDING
1. Demam < 7 hari
- Demam Dengue
- Demam berdarah dengue
- Chikungunya
- ISPA
2. Syok
- DSS
- Syok hipovolemik
- Syok septik
- Syok kardiogenik
3. Kejang
- Kejang demam simpleks
- Kejang demam kompleks
- Epilepsi
4. Status gizi
Status gizi kurang
Status gizi baik
Status gizi lebih
DIAGNOSA KERJA
Dengue Shock Syndrome
Kejang Demam Simpleks
Gizi baik
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa :
O2 2 Lpm
Infus RL 10cc/kgbb dalam 10 menit diulang 2 kali = 140
menit
Apabila TTV tidak membaik, resusitasi dengan
10cc/kgBB dalma 10 menit diulang 2 kali = 140
menit
Lanjut dengan RL dosis maintenance : 1200cc/24
50cc/jam
Injeksi Ranitidine 3 x 15mg(k/p)
Injeksi Paracetamol 3 x 150mg(39 0C)
Injeksi Vit C 1 x 100mg
Injeksi Cefotaxime 3 x 250mg
Diazepam per-rektal 0,5mg/kgBB = 7mg (p.r.n kejang)
PO/ Paracetamol syr 3 x 1 1/4cth(k/p)

Diet :
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 11

cc/ 10
Koloid
cc/ 10
jam =

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

o BB
o Kalori
o Protein

: 14 kg
: 1400 kkal/hari
: 28 gram/hari

PROGRAM :
Evaluasi keadaan umum, tanda vital, tanda perdarahan, tanda
syok, dan kejang
Evaluasi lingkar perut
Darah rutin ulang (Hb, Ht, Leukosit, Trombosit) tiap 12 jam
PROGNOSA :
Quo ad vitam
: ad bonam
Quo ad sanationam
: ad bonam
Quo ad fungsionam
: ad bonam
EDUKASI :

Saat di rumah sakit :


o Orang tua diminta ikut mengawasi kondisi pasien, segera
lapor perawat apabila tetesan infuse macet atau habis dan
tetesan cepat.
o Memberitahukan orang tua untuk mengawasi anak dari tanda
tanda syok berupa nafas cepat, nadi cepat, anak gelisah,
anak tampak lemas dan sulit dibangunkan. BAK berkurang,
kaki dan tangan menjadi dingin, kulit lembab.
o Memberitahukan orang tua untuk mengawasi anak dari tandatanda kejang.
o Bila anak tampak sesak segera laporkan perawat
o Perbanyak minum air

Di rumah :
o Jika anak panas, kompres air suhu kamar, beri obat penurun
panas. Jika panas tidak turun segera, segera bawa ke
pelayanan kesehatan terdekat.
o Proteksi diri agar tidak digigit nyamuk (tidur menggunakan
kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk)
o Sedia stezolid, dan disimpan di dalam kulkas. Dipakai apabila
anak kejang.
o 3M+:
Menguras tempat penampungan air
Menutup tempat penampungan air
Mengubur barang bekas yang dapat menampung air

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 12

Laporan Kasus
Seorang Anak dengan DSS teratasi, Efusi Pleura Dextra
dan Kejang Demam Simpleks dengan Status Gizi Baik

o
o
o
o

Tidak menggantung pakaian terlalu banyak


Abatisasi untuk memberantas jentik jentik nyamuk
Meningkatkan sanitasi dan hygiene lingkungan rumah
Jika kejang lagi diberikan antikolvulsan diazepam per rektal

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Periode 2 Februari 11 April 2015
Page 13