Anda di halaman 1dari 21

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PICTURE CARD DAILY ROUTINE UNTUK MENINGKATKAN


KEMAMPUAN MEMBACA ANAK ADHD (PREDOMINATELY
INATTENTIVE TYPE)
BIDANG KEGIATAN:
PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Fadlia Nurul Insani
(130154600892 angkatan 2013)
Muhammad Izhar Safawi
(120154400490 angkatan 2012)
Baiq Lulu Ayu Widya Wijaya (130154600884 angkatan 2013)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


MALANG
2015

PENGESAHAN PKM GAGASAN TERTULIS


1. Judul Kegiatan

: Picture Card Daily Routine Untuk Meningkatkan


Kemampuan Membaca Anak ADHD (Predominately
Inattentive Type)

2. Bidang Kegiatan

: PKM-GT

3. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

f. Alamat email

4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis


5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NIDN
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: Fadlia Nurul Insani


: 130154600892
: Pendidikan Luar Biasa
: Universitas Negeri Malang
: BTN Bukit Permai Blok U nomor
33 Kelurahan Seketeng Kabupaten
Sumbawa
: fadlia.nurul@yahoo.com
: 2 orang
: Abdul Huda, Drs., M.Pd.
: 0010015912
: Perum Bunul Asri A 63, Malang.
081334621731
Malang, 25 Maret 2015

Menyetujui
Ketua Jurusan PLB

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Prof. Dr. Moh. Efendi, M.pd, M.Kes)


NIP 196107221987011001

(Fadlia Nurul Insani)


NIM. 130154600892

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan


Universitas Negeri Malang,

Dosen Pendamping

(Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed)


NIP 196108221987031001

(Drs. Abdul Huda, M.Pd.)


NIDN. 0010015912

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT atas atas segala limpahan rahmat dan karunia
NYA sehingga karya tulis yang berjudul Picture Card Daily Routine Untuk
Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak ADHD (Predominately Inattentive
Type), dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKMGT) dapat terselesaikan.sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah bagi
Nabi Muhammad saw beserta para pengikutnya.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada berbagai
pihak di antaranya adalah:
1. Bapak Prof. Dr. AH. Rofiuddin, M.Pd. selaku Rektor Universitas Negeri
Malang,
2. Bapak Dr. Syamsul Hadi, M.Pd. M.Ed. selaku Wakil Rektor III Bidang
Kemahasiswaan,
3. Bapak Drs. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Ilmu
Pendidikan,
4. Bapak Prof. Dr. Moh. Efendi, M.Pd., M.Kes.selaku ketua Jurusan,
5. Bapak Drs. Abdul Huda, M.Pd. selaku pendamping,
6. Orangtua dan keluarga tercinta yang senantiasa memberi doa dan dukungan,
7. Saudara dan teman teman seperjuangan yang tiada henti memotivasi dan
memberi inspirasi bagi penulis,
8. Serta pihak pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang
telah membantu.
Penulis berharap bahwa PKM GT ini dapat memberikan sumbangan
pikiran yang mampu memberikan dampak baik bagi masyarakat, khususnya bagi
anak anak didik kita yang memiliki hambatan tertentu dalam hal belajar.
Masukan yang bersifat membangun juga penulis harapkan untuk kesempurnaan
gagasan yang penulis ajukan.peran pihak pihak terkait juga penulis harapkan
untuk dapat mendukung dalam implementasi gagasan. Semoga PKM GT
inidapat memberikan manfaat bagi kita semua. Aamiin.

Malang, 25 Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...................................................................................
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................
DAFTAR ISI ................................................................................................
RINGKASAN ................................................................................................
PENDAHULUAN...........................................................................................
Latar Belakang......................................................................................
Tujuan ................................................................................................
Manfaat ................................................................................................
GAGASAN ................................................................................................
Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan....................................................
Solusi yang Pernah Ditawarkan atau Diterapkan Sebelumnya Untuk
Memperbaiki Keadaan Pencetus Gagasan............................................
Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan Dapat Diperbaiki
Melalui Gagasan yang Diajukan...........................................................
Pihak-Pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu
Mengimplementasikan Gagasan dan Uraian Peran atau Kontribusi
Masing-Masingnya...............................................................................
Langkah-Langkah Strategis yang Harus Dilakukan untuk
Mengimplementasikan Gagasan Sehingga Tujuan atau Perbaikan yang
Diharapkan Dapat Tercapai...................................................................
KESIMPULAN...............................................................................................
Gagasan yang Diajukan........................................................................
Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan ........................................
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh.....................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN.............................................................................
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota .......................................................
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas .......
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana.............................................

i
ii
iii
iv
1
1
1
2
2
2
4
5

7
8
8
8
8
9

15

PICTURE CARD DAILY ROUTINE UNTUK MENINGKATKAN


KEMAMPUAN MEMBACA ANAK ADHD (PREDOMINATELY
INATTENTIVE TYPE)

Fadlia Nurul Insani, Muhamad Izhar Safawi, Baiq Lulu Ayu Widya Wijaya
Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang
Ringkasan
Membaca adalah suatu hal yang sangat penting di dalam dunia pendidikan
yang menjadi salah satu alat ukur untuk menentukan berhasil tidaknya seseorang
belajar di sekolah. Seseorang yang tidak bisa membaca seringkali dicap sebagai
orang yang bodoh, karena sebagian besar kegiatan belajar mengajar di sekolah
dan di semua mata pelajaran melibatkan kegiatan membaca. Bagi individu pada
umumnya itu mudah, tetapi bagi anak ADHD membaca adalah suatu hal yang
sangat membosankan. Mereka sangat sulit sekali memusatkan perhatiannya pada
beberapa hal seperti membaca, menyimak pelajaran, atau melakukan permainan.
Anak ADHD dengan tipe ini, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kemauan
anak dalam belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca seperti
mengonsumsi obat obatan untuk membuat anak tenang dan dapat memusatkan
perhatiannya pada suatu hal. Tetapi cara pengobatan ini memiliki beberapa efek
samping yang berefek pada diri anak secara fisik dan membuat anak
ketergantungan obat. Kemampuan membaca anak ADHD menjadi prioritas utama
dalam pelaksanaan program ini. Melalui media pembelajaran yang tepat dan
mudah digunakan, akan sangat membantu menyelesaikan salah satu masalah anak
ADHD. Media tersebut diatas disebut media kartu bergambar. Media kartu
bergambar tentang rutinitas sehari hari anak untuk membantu anak belajar
mengenal huruf dan meningkatkan kemampuan membacanya melalui gambar.
Media ini dirancang semenarik mungkin oleh guru sehingga dapat menarik minat
anak untuk belajar.
Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran
mengenai solusi untuk permasalahan yang dialami oleh anak ADHD dan
menambah wawasan pembaca dalam pengembangan media pembelajaran bagi
anak. Gagasan ini nantinya bisa ditindaklanjuti untuk dijadikan bahan
pembelajaran oleh guru atau pendidik untuk mengatasi permasalahan kemampuan
membaca anak ADHD.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sebagai mahluk hidup, manusia mempunyai kebutuhan yang banyak dan
kompleks, terutama anak anak. Terdapat beberapa anak yang mengalami
gangguan baik fisik, emosi, mental maupun perkembangannya sehingga
membutuhkan pelayanan yang lebih banyak dan lebih kompleks dibandingkan
dengan anak regular dalam memenuhi kebutuhannya, mereka disebut anak
berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu anak berkebutuhan khusus yang
mengalami gangguan perkembangan adalah anak yang memperlihatkan gejala
gejala kurang konsentrasi, hiperaktif dan impulsif yang dapat menyebabkan
keseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka atau yang biasa disebut
ADHD.
Gejala gejala ADHD muncul dalam periode waktu yang lebih lama dan
terjadi di berbagai latar belakang yang berbeda. Gejala gejala ini bisa merusak
kemampuan anak dalam kehidupan sosial, akademik, dan di rumah. ADHD tidak
bisa disembuhkan, tetapi ADHD bisa dikendalikan dengan baik. Anak anak
yang teridentifikasi ADHD di kelompokkan berdasarkan pada kombinasi gejala
gejala yang dialami. Dengan kata lain, seseorang mungkin berpindah dari satu
subtipe ke subtipe lainnya, bergantung pada gejala gejala utama yang ia
perlihatkan.
Berita bagusnya adalah bahwa dengan pengobatan yang tepat, anak anak
dengan ADHD bisa belajar untuk hidup dengan sukses dan bisa mengendalikan
gejala gejala tersebut. Artinya, anak ADHD juga berhak mendapatkan
pendidikan dan kehidupan yang layak baik di lingkungan sekolah maupun di
lingkungan masyarakat.
Tujuan
Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan permasalahan terkini tentang pelaksanaan pendidikan bagi
anak ADHD.
2. Membantu memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan kemampuan
membaca anak ADJD.
3. Menambah wawasan pembaca dalam pengembangan media pembelajaran
bagi anak ADHD.
4. Menjelaskan prosedur, tata cara, dan teknik implementasi dalam
menggunakan Kartu Bergambar sebagai upaya meningkatkan kemampuan
membaca anak ADHD.
Manfaat

Manfaat yang dicapai dengan penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Penulis
a. Menjadi generasi muda yang dapat terus mengeksplorasi dan berpikir
kritis terhadap potensi yang dimiliki sehingga mampu terus berkarya
guna memajukan negara, khususnya dalam pendidikan dan teknologi.
b. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pendekatan sistem
yang tepat untuk memperbaiki pelaksanaan pendidikan dan
penggunaan teknologi.
2. Bagi Guru dan Sekolah
a. Mempermudah guru dalam membuat media dan menggunakan media
kartu bergambar yang bermanfaat bagi anak didiknya.
b. Guru tidak dipersulit dengan harus mempelajari ilmu dokter mengenai
dosis obat untuk anak ADHD.
c. Melatih kemampuan guru untuk lebih berpikir kreatif mengenai media
pembelajaran bagi anak didiknya.
3. Bagi Pemerintah
a. Dengan pelaksanaan program ini, maka akan membantu pemerintah
dalam mewujudkan pendidikan untuk semua.
b. Dapat membantu pemerintah dalam menemukan cara pelayanan
pendidikan yang baik bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya anak
ADHD.
4. Bagi Masyarakat
a. Mampu memberikan persiapan yang baik bagi anak ADHD untuk ikut
dalam kehidupan bermasyarakat.
b. Mampu memberikan ruang kehidupan yang layak untuk anak ADHD
dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya.
5. Bagi Pihak terkait, Dokter, Ahli Teknologi dan Psikolog
a. Mampu memberikan ruang dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya
b. Mampu menjadi sumber rujukan yang sangat berguna bagi
pengembangan program.
GAGASAN
Kondisi kekinian pencetus gagasan
Anak ADHD
ADHD adalah suatu kondisi ketika seseorang memperlihatkan gejala gejala
kurang konsentrasi, hiperaktif dan impulsif yang dapat menyebabkan
keseimbangan sebagian besar aktivitas hidup mereka. ADHD merupakan suatu
kelainan perkembangan yang terjadi pada masa anak dan dapat berlangsung
sampai masa remaja. Gangguan perkembangan tersebut berbentuk suatu spektrum
sehingga tingkat kesulitannya akan berbeda dari satu anak dengan anak yang
lainnya, begitu juga dengan penanganannya. (Sugiarmin, 2007)

Sering kali anak ADHD dicap sebagai anak yang nakal, bodoh, dan susah
diatur. Sehingga anak tidak mendapat penanganan yang tepat. Oleh karena itu,
orang tua dan guru perlu memahami gangguan ini. Peran orangtua menjadi sangat
penting karena deteksi dini sangat diperlukan untuk meminimalisir gejala dan
akibat yang ditimbulkan di kemudian hari. Di samping itu, deteksi dini juga
berguna untuk mengevaluasi perkembangan dan pendidikan anak agar diperoleh
penanganan yang tepat.
Gejala gejala ADHD bisa muncul dengan sangat berbeda pada setiap orang
dan diberbagai umur. Cara gejala gejala ini mempengaruhi individu, bisa ringan
sampai berat. Kemunculan gejala gejala ini bisa juga bervariasi, bergantung
pada faktor faktor situasional. Menurut Keath Low dalam Sutrisno (2013) ada 3
subtipe pada ADHD, (1) Predominately Inattetive Type, tidak bisa memperhatikan
secara rinci dan membuat kesalahan kesalahan ceroboh pada pekerjaan sekolah,
pekerjaan atau aktivitas aktivitas lainnya; mudah terganggu perhatiannya,
memiliki kesulitan dalam memberikan perhatian pada tugas, terutama pada tugas
tugas yang lama dan membosankan; menghindari atau tidak menyukai aktivitas
yang menuntut usaha mental secara terus menerus; sering menghilangkan
barang; dan sering lupa. (2) Predominately Hyperactive Impulsive Type, tampak
gelisah atau sering menggeliat di kursi; sering meninggalkan tempat duduk di
mana duduk tenang diharapkan; mengalami kesulitan terlibat dalam berbagai
aktivitas dengan tenang; sering bertindak aktif, seolah olah dikendalikan oleh
sebuah motor; berbicara berlebihan, sangat cerewet; mengalami kesulitan dalam
menunggu giliran, tidak sabar; menyela atau mengganggu orang lain dan menyela
dalam percakapan atau permainan; (3) Combined Type yaitu anak yang memiliki
kriteria inatetif dan hiperaktif impulsif.
Kemampuan Baca Anak ADHD
Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisa, dan mengintepretasi yang
dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh
penulis dalam media tulisan. Ini adalah salah satu hal yang sukar dilakukan oleh
anak dengan gangguan ADHD. Karena anak tidak dapat berkonsentrasi pada satu
objek dan seringnya ini akan berlanjut sampai ia dewasa menyebabkan ia
kesulitan untuk belajar.
Kesulitan belajar pada ADHD adalah kesulitan belajar yang berhubungan
dengan perkembangan dan akademik. Kesulitan belajar yang berhubungan dengan
perkembangan mencakup gangguan motorik dan persepsi, kesulitan bahasa dan
komunikasi, serta kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku sosial. Kesulitan
belajar yang berhubungan dengan perkembangan umumnya sukar diketahui, baik
oleh orangtua maupun oleh guru, karena tidak ada pengukuran yang sistematik
seperti halnya dalam bidang akademik. Kesulitan belajar ini sering tampak

sebagai kesulitan belajar yang disebabkan karena tidak dikuasainya keterampilan


prasyarat, yaitu keterampilan yang harus dikuasai lebih dahulu agar dapat
menguasai bentuk keterampilan berikutnya. Kesulitan belajar akademik mencakup
kegagalan dalam pencapaian prestasi akademik anak seperti membaca, menulis
dan berhitung. Kesulitan belajar ini dapat diketahui pada saat anak
memperlihatkan salah satu dari ciri ciri tersebut. Sehingga guru dan orangtua
dapat mengetahui gangguan yang dialami oleh anak dan memberikan penanganan
yang tepat (Dayu, 2012).
Kesulitan belajar akademik menunjuk pada adanya kegagalan pencapaian
prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalan
kegagalan tersebut mencakup penguasaan keterampilan dalam membaca
(disleksia), menulis (disgrafia), dan/atau matematika/berhitung (diskalkulia)
(Isnanto, 2013).
Kesulitan belajar yang terjadi pada anak akan berdampak pada kemampuan
membacanya. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi antara guru dan siswa sangat
berpengaruh terhadap cara anak menerima materi pelajaran. Di samping itu,
disertai dengan media yang tepat. Jika aspek aspek tersebut tidak dilakukan
dengan baik dan tepat, maka anak akan mengalami kesulitan belajar yang pada
akhirnya dapat mempengaruhi kemampuan membacanya. Kemampuan membaca
anak yang tidak cocok dengan metode guru dalam mengajar lama kelamaan akan
menurun drastis. Anak ADHD yang mengalami kesulitan dalam membaca,
ditambah lagi dengan metode yang tidak tepat akibatnya anak tersebut memiliki
pembendaharaan kosakata yang kurang dan dapat menyebabkan anak tidak bisa
membaca. Kemampuan membaca anak ADHD juga tergantung pada didikan dasar
dari orang tua nya sewaktu kecil. Anak yang sewaktu kecil selalu dibimbing dan
diajarkan oleh orangtua dalam hal membaca, akan mempermudah guru di sekolah
dalam mengajarkan anak tersebut. Demikian pula sebaliknya, orangtua yanng
tidak pernah memperhatikan perkembangan anaknya, sibuk dengan urusannya
masing masing maka akan berdampak buruk juga bagi anak. Anak cenderung
menjadi agresi dan menantang sehingga tidak memiliki kemauan dalam belajar.
Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk
memperbaiki keadaan pencetus gagasan.
Pengobatan yang pernah digunakan untuk mengobati ADHD adalah
pengobatan stimulan. Stimulan adalah pengobatan yang dikenal terbaik bagi
ADHD. Stimulan telah digunakan selama lebih dari 50 tahun dalam pengobatan
ADHD. Sejumlah penderita membutuhkan beberapa dosis setiap harinya. Masing
masing dosis tersebut bertahan selama kira kira 4 jam, namun beberapa dosis
lainnya bisa bertahan sampai 12 jam. Efek samping yang mungkin terjadi adalah
berkurangnya nafsu makan, sakit perut, iritasi dan insomnia. Tidak diketahui

adanya bukti mengenai efek samping jangka panjang. Pengobatan stimulan bisa
membantu orang dengan ADHD untuk memusatkan perhatian dengan baik,
mengabaikan gangguan perhatian/distraksi, mengatur tingkah laku dan pemikiran
mereka sendiri, menjadi kurang gelisah dan menjadi kurang emosional. Ada dua
tipe utama pengobatan stimulan, Methyilphenidate dan Amphetamine (merek
obat).
Ada banyak formula stimulan yang tersedia. Sebagian besar perbedaan
stimulan terletak pada lamanya pengaruh obat. Ada (1) stimulan yang
pengaruhnya berlangsung lebih singkat, dampaknya selama tiga sampai lima jam.
Stimulan ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Jika anak membutuhkan
stimulan ini untuk sekolah, ia harus mengkonsumsinya di sekolah atau saat makan
siang, bisa juga di waktu lain sepanjang hari itu. Jika ia mengkonsumsi stimulan
ini di pagi hari, pengaruh obat mungkin berkurang sebelum waktu makan siang.
(2) stimulan yang pengaruhnya berlangsung lebih lama, dampaknya selama
delapan sampai dua belas jam. Dalam 10 tahun terakhir, stimulan yang
pengaruhnya berlangsung lebih lama telah disetujui untuk digunakan dalam
mengobati ADHD. Keuntungan dari stimulan ini adalah (a) hanya satu dosis per
hari yang dibutuhkan, (b) memiliki lebih sedikit dampak naik dan turun yang
kadang kadang terlihat pada penggunaan stimulan yang pengaruhnya
berlangsung singkat.
Seberapa Jauh Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan Dapat Diperbaiki
Melalui Gagasan yang Diajukan.
Dengan menggunakan pengobatan stimulan, memiliki banyak efek samping
jangka panjang. Terlalu sering minum obat akan membuat virus atau bakteri
penyebab gangguan/penyakit akan lebih kuat dan lebih kebal dengan obat yang
dikonsumsi secara terus menerus. Dengan semakin kebal dan kuatnya virus atau
bakteri tersebut, maka penyakit itu akan susah disembuhkan bahkan untuk
sembuh kita harus melebihkan dosisnya dari biasanya sehingga akan membuat
anak ketergantungan dengan obat. Akan tetapi, dengan pemanfaatan media kartu
bergambar ini, merupakan pilihan yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang
ada selama ini disekolah. Karena di lembaga tersebut pembelajaran yang
dilakukan guru secara konvensional membuat siswa pasif dan hasil belajarnya
rendah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa, salah satunya yaitu memanfaatkan media kartu
bergambar.
Kartu bergambar merupakan sebuah kartu berukuran sekitar 8x6 cm
(seukuran remi) yang di dalamnya terdapat gambar dan kalimat/kata seputar
rutinitas sehari hari (daily routine) anak baik di rumah maupun di sekolah
sehingga dapat menambah pembendaharaan kosakata anak yang akan

mempengaruhi kemampuan membaca pada anak ADHD. Media kartu bergambar


tentang rutinitas sehari hari tidak hanya digunakan dalam satu atau dua kali
pertemuan saja, tetapi bisa diterapkan dalam jangka waktu panjang. Karena
disamping menambah pembendaharaan kosakata anak dalam hal meningkatkan
kemampuan membacanya, anak dapat mengetahui dan membedakan serta
menerapkan kegiatan sehari hari baik di rumah maupun di sekolah mana yang
baik dan yang tidak baik. Dengan disertai gambar, seseorang akan lebih mudah
mengerti pesan yang ingin disampaikan melalui gambar tersebut. Hal ini berlaku
juga pada anak ADHD dimana sebagian besar anak lebih tertarik mempelajari
buku atau bacaan yang terdapat gambar di dalamnya.
Kelebihan media kartu bergambar dibandingkan media lainnya adalah dapat
meningkatkan rasa ingin tahu anak, kartu nya mudah didapat dan mudah
digunakan, dapat menarik minat siswa, dapat memperjelas suatu masalah, dapat
membuat siswa tidak mudah bosan dalam proses pembelajaran, dapat membantu
mengatasi keterbatasan pengamatan, dapat mengatasi keterbatasan ruang, dapat
meningkatkan pembendaharaan kosakata siswa sehingga dapat meningkatkan
kemampuan baca siswa.
Pihak-Pihak yang Dipertimbangkan Dapat Membantu
Mengimplementasikan Gagasan dan Uraian Peran atau Kontribusi MasingMasingnya.
Media kartu bergambar tidak akan terlaksana dengan baik, tanpa adanya campur
tangan yang cukup dari berbagai pihak. (1) pihak guru atau pendidik, merupakan
pihak yang memiliki peran sangat penting karena media kartu bergambar lebih
tepat digunakan pada saat proses belajar mengajar di sekolah. Guru harus bersedia
menyiapkan kartu bergambar sekreatif mungkin untuk menarik minat siswa dalam
belajar, (2) pihak orang tua, orang tua memiliki peran penting kedua karena orang
tua adalah penasihat yang paling kuat untuk anaknya. Oleh karenanya,sebaiknya
para orang tua mengenal hak hak medis, hukum dan pendidikan anaknya. Dalam
hal ini peran orang tua adalah menjalin hubungan baik dengan tiap orang yang
terlibat dalam perawatan sang anak, yang meliputi guru, dokter, terapis, dan
bahkan anggota keluarga lainnya, (3) pihak kesehatan atau dokter, melakukan
pemeriksaan fisik dan rekam medis pada anak untuk mengetahui kondisi dan
gejala gejala yang muncul pada anak sehingga dapat diberikan penanganan yang
tepat, (4) Pihak sekolah, akan memberikan segala kebutuhan yang dibutuhkan
anak di sekolah, mulai dari bahan dan alat media yang digunakan serta sebagai
pengawas dalam mengawasi kegiatan sekolah yang akan berdampak pada diri
sekolah itu nantinya, apakah mengalami kemajuan atau tidak, (5) pihak
pemerintah, memberikan bantuan berupa dana dan fasilitas yang dibutuhkan oleh
sekolah, (6) pihak masyarakat, memberikan ruang bagi anak untuk bisa belajar
membaca dimana saja di lingkungan sekitarnya.

Langkah-Langkah Strategis yang Harus Dilakukan Untuk


Mengimplementasikan Gagasan Sehingga Tujuan atau Perbaikan yang
Diharapkan Dapat Tercapai
Dalam menerapkan media kartu bergambar di kelas, guru perlu mengikuti
langkah langkah sebagai berikut (1) terlebih dahulu siswa diatur pola duduknya
dan bentuk beberapa kelompok didalamnya tergantung dari jumlah siswa, apabila
jumlah siswa di bawah 5 anak tidak perlu dibentuk kelompok, (2) guru
membagikan 5 kartu bergambar yang telah berisi kalimat dan gambar kepada
setiap kelompok, (3) guru bertanya kepada setiap kelompok dengan menyebutkan
kalimat dengan lantang dan siswa menyesuaikan dengan gambar tersebut
(misalnya kalimat bangun tidur, pada kartu bergambar terdapat gambar orang
yang baru bangun tidur), (4) Setelah selesai membacakan kalimat siswa diberi
waktu untuk menjawabnya. Kemudian kelompok yang paling cepat dengan
menunjukkan kartu bergambar dan jawabannya benar akan mendapatkan poin dari
sang guru. (5) terakhir, setelah permainan games ini selesai, guru menjelaskan
materi yang telah dipelajari melalui games tersebut secara keseluruhan dan
memberikan kesimpulan tentang materi yang dipelajari. Hal ini bertujuan agar
guru tersebut tidak berkurang peranannya didalam proses belajar mengajar.
Kemudian kartu kartu yang sudah dipelajari ditempelkan di dinding kelas agar
siswa mudah mengingat materi yang sudah lalu. Dengan demikian akan
terciptanya proses pembelajaran yang diinginkan dan pembendaharaan kosakata
siswa semakin meningkat.
Apabila si anak benar benar tidak bisa membaca dan sulit menghafal abjad,
dapat digunakan kartu bergambar yang hanya terdiri dari 1 gambar dan 1 kata.
Misalnya apabila ingin mengenalkan huruf K, harus terdapat gambar yang
berawalan huruf K seperti Kasur kemudian huruf K nya dipertebal. Itu akan
mempermudah si anak dalam mengingat huruf melalui gambar.
Dari permainan diatas, akan sangat membantu anak dengan ADHD untuk
menumbuhkan semangat belajar dan memiliki kemauan yang tinggi dalam belajar
membaca yaitu melalui kartu bergambar. Hal ini perlu diterapkan pada hampir
setiap mata pelajaran. Karena sebagian besar mata pelajaran mempunyai bacaan
yang harus dipahami oleh siswa. Dengan rendahnya kemampuan baca siswa, akan
sangat merugikan sekali bagi dirinya karena tidak dapat menerima pelajaran
dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan. Apabila kegiatan ini
diterapkan terus menerus oleh guru maka akan berdampak baik pada siswa.
Antara lain siswa menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti semua mata
pelajaran, siswa menjadi lebih aktif dan lebih memahami pelajaran, pesan yang
ingin disampaikan oleh guru tersampaikan dengan baik dan karena terus
menerusnya siswa membaca kartu bergambar, otomatis pula kemampuan
membaca anak akan meningkat sesuai dengan apa yang diharapkan.

Oleh karenanya, orangtua juga perlu memperhatikan si anak dan mampu


menguasai keadaan agar perhatian dan pengasuhan yang dilakukan tepat dan
membahagiakan si anak untuk kemudian mengarahkan mereka pada perilaku yang
tenang dan terarah (Pratiwi, R.P., Murtiningsih A. 2013).
KESIMPULAN
Gagasan yang Diajukan
Media kartu bergambar adalah sebuah media yang dirancang khusus untuk
anak ADHD dan memiliki banyak keunggulan guna meningkatkan
pembendaharaan kosakata anak ADHD dalam meningkatkan kemampuan
membacanya. Kartu bergambar sangat mudah didapat dan mudah digunakan oleh
guru atau pendidik untuk menarik minat anak dengan ADHD (Predominately
Inattetive Type) agar tertarik untuk belajar sehingga dapat menuntaskan tugas
tugas atau pekerjaan sekolah yang sebagian besar merupakan aktivitas membaca.
Melalui kartu bergambar inilah pembendaharaan kosakata anak ditingkatkan
sehingga kemampuan membacanya juga meningkat.
Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan
Dalam pelaksanaan media kartu bergambar dibutuhkan kesiapan dari guru atau
pendidik itu sendiri dalam mempersiapkan apa yang akan diberikan untuk anak
didiknya. Penerapan media kartu bergambar terdapat langkah langkah atau
strategi yang harus diperhatikan, yaitu mulai dari mengatur posisi duduk siswa,
membagi siswa dalam beberapa kelompok, membagikan 5 macam kartu
bergambar di setiap kelompok kemudian guru menyebutkan kalimat atau kata
tentang rutinitas sehari hari anak sehingga anak dapat dengan mudah
mengetahui hanya dengan melihat gambar. Anak dapat mengetahui bahwa gambar
tersebut memiliki makna dengan mempelajari kalimat yang terdapat pada kartu
bergambar. Guru memiliki kewajiban membahas materi materi yang terdapat
dalam kartu bergambar untukkemudian ditempel di dinding kelas agar anak
mudah mengingat kembali materi materi yang sudah dipelajari.
Prediksi Hasil yang Akan Diperoleh
Media kartu bergambar memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media
lain diantaranya adalah dapat menarik minat siswa dalam belajar, dapat
memperjelas suatu masalah yang sulit dipahami oleh anak ADHD, dapat membuat
siswa tidak boring dalam proses pembelajaran tersebut, dan dapat meningkatkan
pembendaharaan kosakata anak guna meningkatkan kemampuan baca anak.

DAFTAR PUSTAKA

Dayu, A.P. 2012.Mendidik Anak ADHD Hal hal yang Tidak Bisa Dilakukan
Obat.Yogyakarta: Javalitera
Isnanto, Yuli.2013.Mendidik Anak ADD Hal hal yang Tidak Bisa Dilakukan
Obat. Yogyakarta: Javalitera
Pratiwi, Ratih Putri, Afin Murtiningsih. 2013.Kiat Sukses Mengasuh Anak
Berkebutuhan Khusus.Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Purnama.Darmawan. 2010.Lebih Jauh Tentang ADHD dan Gangguan Belajar
Pada Anak.
Sutrisno. 2013. Panduan Praktis Merawat dan Mendidik Anak dengan ADHD.
Yogyakarta: MITRA BUKU

LAMPIRAN 1
Identitas Ketua Pelaksana
A.
1
2
3

Identitas Diri
Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi

Fadlia Nurul Insani


Perempuan
Pendidikan Luar Biasa

4
5
6
7

NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama institusi
SDN Bukit
Permai
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus 2001-2007

130154600892
Sumbawa, 01 Mei 1995
fadlia.nurul@yahoo.com
081935939115

SMP
SMPN 1
Sumbawa
2007-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No
Nama Pertemuan
Judul Artikel
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1
2.

SMA
SMAN 1
Sumbawa
IPA
2010-2013

Waktu dan
Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1.
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GT.
Malang, 25 Maret 2015
Pengusul,

Fadlia Nurul Insani


Identitas Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap
2 Jenis Kelamin
3 Program Studi
4 NIM
5 Tempat dan Tanggal Lahir
6 E-mail

Muhamad Izhar Safawi


Laki-laki
Pendidikan Luar Biasa
120154400490
Pulau Buluh, Batam, 11-09-1993
muhamad.izhar93@gmail.com

Nomor Telepon/HP

085272863922

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama institusi
SDN 012 Alai
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus
2000-2006

SMP
MtsN Kundur
2006-2009

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No
Nama Pertemuan
Judul Artikel
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1
2.

SMA
SMAN 1Kundur
IPA
2009-2012

Waktu dan
Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1.
Seminar Internasional
UKM, Malaysia
2014
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GT.
Malang, 25 Maret 2015
Pengusul,

Muhamad Izhar Safawi


Identitas Anggota 2
A.
1
2
3
4
5
6
7

Identitas Diri
Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP

Baiq Lulu Ayu Widya Wijaya


Perempuan
Pendidikan Luar Biasa
130154600884
Praya, 14 Mei 1995
baiqluluayuwidyawijaya@gmail.com
081907019139

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama institusi
SDN 4 Praya
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus
2001-2007

SMP
SMPN Praya
2007-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No
Nama Pertemuan
Judul Artikel
Ilmiah/Seminar
Ilmiah
1.
2.

SMA
SMAN 1 Praya
IPA
2010-2013

Waktu dan
Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1.
2.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GT.
Malang, 25 Maret 2015
Pengusul,

Baiq Lulu Ayu Widya Wijaya


Identitas Pembimbing
1
2
3
4
5
6
7

A. Identitas Diri
Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIDN
Tempat dan Tanggal Lahir
E-mail
Nomor Telepon/HP
B. Riwayat Pendidikan
S-1

Drs. Abdul Huda, M.Pd.


Laki-laki
Pendidikan Luar Biasa
0010015912
Jombang, 10 Januari 1959
abdulhuda.plbum@yahoo.com
081334621731

S-2

Perguruan Tinggi
Bidang Ilmu
Tahun Masuk-Lulus

UPI
Pendidikan Luar Biasa
1983 - 1987

UM
Manajemen Pendidikan
2006 - 2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No Nama Pertemuan
Judul Artikel Ilmiah
Ilmiah/Seminar
1
Seminar Internasional,
Latihan Persepsi Taktual
Implementation of
dan Pengenalan Braille
Inclusive for Special
Mangold sebagai Dasar
Needs Children, UKM- dalam Membaca
UPI-SEAMEO SEN.
Permulaan bagi Tunanetra
2
Seminar Nasional
Implementasi Activities Of
Pendidikan Luar Biasa,
Daily Living (ADL) untuk
Pemberdayaan Anak
mengembangkan
Berkebutuhan Khusus
Kemampuan Menolong
dalam Menyongsong
Diri (Self Help) pada Anak
Generasi Emas tahun
Tunagrahita
2045.
3
International seminar on Contribution of external
special education for
and internal factors towad
southeast asia region
achievement motivation of
the special
educationteacher
performance in inclusive
education

Waktu dan
Tempat
25 Januari 2014,
Malaysia.

10 Mei 2014,
Malang.

29 Januari 2015,
Surabaya, Jawa
Timur.

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau


institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan
Institusi Pemberi
Tahun
Penghargaan
1.
2.
3.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan PKM-GT.

Malang, 25 Maret 2015


Pembimbing,

Drs. Abdul Huda, M.Pd.

Lampiran 3.4 Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas


No Nama/NIM

Program
Studi

Bidang Ilmu

Alokasi Waktu
(jam/minggu)

Uraian Tugas

Fadlia Nurul
Insani

Pendidikan
Luar Biasa

Pendidikan

8 jam/ minggu

Mengkoordinasi
anggota

Muhammad
Izhar Safawi

Pendidikan
Luar Biasa

Pendidikan

7 jam/minggu

Mencari bahan
bacaan

Baiq Lulu
Ayu Widya
Wijaya

Pendidikan
Luar Biasa

Pendidikan

7 jam/minggu

Pengembangan
media

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Fadlia Nurul Insani

NIM

:130154600892

Program Studi : Pendidikan Luar Biasa


Fakultas

: Fakultas Ilmu Pendidikan

Dengan ini menyatakan bahwa proposal (Isi sesuai dengan bidang PKM) saya
dengan judul: Picture Card Daily Routine Untuk

Meningkatkan Kemampuan

Membaca Anak ADHD (Predominately Inattentive Type) yang diusulkan untuk


tahun anggaran 2015 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga
atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenarbenarnya.

Mengetahui,
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan,

Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., M.Ed.


NIP. 196108221987031001

Malang, 25 Maret 2015


Yang menyatakan,

Fadlia Nurul Insani


NIM. 130154600892