Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Katabolisme

Katabolisme merupakan reaksi pemecahan atau penguraian senyawa


kompleks (organik) menjadi sederhana (anorganik) yang menghasilkan
energi. Untuk dapat digunakan oleh sel, energi yang dihasilkan harus
diubah menjadi ATP (Adenosin Tri Phospat). ATP merupakan gugus adenin
yang berikatan dengan tiga gugus fosfat. Pelepasan gugus fosfat
menghasilkan energi yang digunakan langsung oleh sel, yang digunakan
untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, transportasi,
gerak, reproduksi, dan lain-lain. Contoh katabolisme adalah respirasi sel,
yaitu proses penguraian bahan makanan yang bertujuan menghasilkan
energi. Sebagai bahan baku respirasi adalah karbohidrat, asam lemak,
dan asam amino dan sebagai hasilnya adalahCO2 (karbon dioksida, air dan
energi). Respirasi dilakukan oleh semua sel hidup, sel hewan maupun sel
tumbuhan.

Katabolisme Lemak
Struktur Lemak
Berdasarkan struktur dan fungsi bermacam-macam lemak menjadi salah satu dasar
pengklasifiksian lemak.

v Asam-asam lemak : Merupakan suatu rantai hidrokarbon yang mengandung satu


gugus metal pada salah satu ujungnya dan salah satu gugus asam atau karboksil.
Secara umum formula kimia suatu asam lemak adalah CH 3(CH2)nCOOH, dan
biasanya kelipatan dua.
Rantai pendek : rantai hidrokarbonnya terdiri dari jumlah atom karbon genap 4-6
atom.
Rantai sedang : 8-12 atom
Rantai panjang : 14-26 atom.
Dan asam lemak-asam lemak ini merupakn asam lemak jenuh
Sedangkan untuk asam lemak tidak jenuh, adalah yang mempunayi ikatan rangkap
atau lebih misalnya palmitoleat, linolenat, arakhidat, dan lain sebagainya.
CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH (oleat).

Turunan-turunan asam lemak : merupakan suatu komponen yang terbentuk dari


satu atau lebih asam lemak yang mengandung alcohol dan disebut ester. Terdapat
dua golongan ester yaitu gliserol ester dan cholesterol ester.
1.
Gliserol ester : terbentuk melalui metabolism karbohidrat yang mengandung
tiga atom karbon, yang salah satu ataom karon bersatu dengan salah satu gugus
alcohol. Reaksi kondensasi antara gugus karboksil dengan gugus alcohol dari
gliserol akan membentuk gliserida, tergantung dari jumlah asam lemak dari gugus
alkohol yang membentuk raeksi kondensasi. (monogliserida, digliserida, trigliserida)
2.
Kolesterol ester : terbentuk melelui reaksi kondensasi, sterol, kolesterol, dan
sam lemak terikat dengan gugus alcohol.
3.
Glikolipid : komponen ini mempunayi sifat serperti lipid, terdiri dari satu atu
lebih komponen gula, dan biasanya glukosa dan galaktosa.
4.
Sterol : merupakan golongan lemak yang larut dalam alcohol, Mislanya
kolesterol sterol. Berbeda dengan struktur lainnya sterol mempunyai nucleus
dengan empat buah cincin yang saling berhubunga, tiga diantaranya mengandung
6 atom karbon, sedang yang keempat mengandung 5 atom karbon.
Fungsi Lemak
1.
Sebagai penyusun struktur membran sel Dalam hal ini lipid berperan
sebagai barier untuk sel dan mengatur aliran material-material.
2.

Sebagai cadangan energi Lipid disimpan sebagai jaringan adiposa

3.
Sebagai hormon dan vitamin, hormon mengatur komunikasi antar sel,
sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis
Proses Katabolisme Lemak
Lemak merupakan salah satu sumber energy bagi tubuh, bahkan kandungan
energinya paling tinggi diantara sumber energy yang lain, yaitu sebesar
9kkal/gram. Energi hasil pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam
kebutuhan energi. Pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam system
pencernaan makanan. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Dari
kedua senyawa tersebut, asam lemak sebagian mengandung sebagian besar
energi, yaitu sekitar 95%, sedangkan gliserol hanya mengandung 5% dari besar
energi lemak. Untuk dapat menghasilkan energi , asam lemak akan mengalami
oksidasi yang terjadi didalm mitokondria, sedangkan gliserol dirombak secara
glikolisis. Gliserol dalam glikolisis akan diubah kembali menjadi dihidroksi aseton
fosfat. Oksidasi asam lemak juga melalui lintasan akhir yang dilalui karbohidrat,
yaitu siklus krebs.

Setelah berada didalam mitokondria, asam lemak akan mengalami oksidasi untuk
menghasilkan energi. Oksidasi asam lemak terjadi dalam dua tahap, yaitu oksidasi
asam lemak yang menghasilkan residu asetil KoA dan oksidasi asetil KoA menjadi
karbon dioksida melalui siklus krebs.