Anda di halaman 1dari 6

Pra Rancangan Pabrik Asam Nitrat dari Amonia

dengan kapasitas 60.000 ton/tahun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris dimana sektor pertanian dan perkebunan
memegang peranan penting dan menjadi salah satu prioritas untuk terus
dikembangkan. Upaya pengembangan sektor tersebut, selain aspek utama ialah
pengembangan bibit unggul, juga tentunya harus disertai pengembangan aspek
penunjang yakni pupuk. Ketersediaan pupuk sebagai penunjang pertanian dan
perkebunan tidak terlepas dari industri pupuk itu sendiri. Asam nitrat merupakan
salah satu bahan baku bagi pembuatan pupuk, oleh karena itu keberadaan pabrik asam
nitrat di tanah air diperlukan.
Selain merupakan bahan baku bagi industri pupuk, asam nitrat juga memiliki
beberapa kegunaan, antara lain ialah:
1. Dalam industri peledak, digunakan sebagai bahan baku pembuatan Tri Nitro
Toluen (TNT) dan Nitrogliserin.
2. Dalam industri logam, digunakan untuk Passivation pada baja dan stainless
steel setelah proses fabrikasi.
3. Dalam teknik aerospace, asam nitrat secara luas digunakan sebagai oksidator
dalam roket berbahan bakar cair
4. Asam nitrat juga digunakan dalam pembuatan garam nitrat seperti nitrat
amonium, perak nitrat, kalsium nitrat, dll.
5. Asam nitrat digunakan untuk pemurnian berbagai logam mulia termasuk emas,
perak platinum, dll.
6. Asam nitrat digunakan dalam pembuatan pewarna dan obat-obatan dari
berbagai produk tar batubara.

Jurusan Teknik Kimia

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Pra Rancangan Pabrik Asam Nitrat dari Amonia


dengan kapasitas 60.000 ton/tahun

7. Asam nitrat dengan campuran air digunakan untuk membersihkan makanan


dan peralatan susu karena kemampuannya untuk menghapus endapan
senyawa kalsium dan magnesium dengan mudah.
8. Asam nitrat juga digunakan secara luas dalam pengujian kolorimetri untuk
menentukan perbedaan antara heroin dan morfin
9. HNO3 digunakan dalam proses desain barang-barang berbahan tembaga,
perunggu dan kuningan.
10. Campuran antara asam klorida pekat dan asam nitrat pekat, dengan
perbandingan 3:1, biasa digunakan sebagai pelarut logam mulia, yaitu emas
dan platina. Campuran tersebut biasa disebut dengan aquaregia atau air raja.
Jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah impor asam nitrat terus
meningkat, ini bisa dilihat pada tabel berikut :
Tabel I.1. Data Kapasitas Impor Asam Nitrat di Indonesia
Tahun

Kapasitas (ton / tahun)

2006

5.450,380

2007

8.770,969

2008

8.966,602

2009

10.243,017

2010

11.259,757
(Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia, 2006-2010)

Dari table I.1 terlihat bahwa kebutuhan asam nitrat dalam negeri dari
tahun ke tahun semakin meningkat dan belum dapat dipenuhi oleh produksi
dalam negeri. Oleh karena itu, pendirian pabrik asam nitrat di Indonesia masih
diperlukan.

Jurusan Teknik Kimia

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Pra Rancangan Pabrik Asam Nitrat dari Amonia


dengan kapasitas 60.000 ton/tahun

B. Tinjauan Pustaka
Asam nitrat dapat diproduksi dari amonia yang merupakan senyawa kimia
dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang
khas. Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di
dunia, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Amonia
yang digunakan secara komersial dinamakan amonia anhidrat. Istilah ini
menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Karena amonia mendidih di suhu
-33 C, cairan amonia harus disimpan dalam tekanan tinggi atau temperatur amat
rendah. Walaupun begitu, kalor penguapannya amat tinggi sehingga dapat ditangani
dengan tabung reaksi biasa di dalam sungkup asap. "Amonia rumah" atau amonium
hidroksida adalah larutan NH3 dalam air. Konsentrasi larutan tersebut diukur dalam
satuan baum. Produk larutan komersial amonia berkonsentrasi tinggi biasanya
memiliki konsentrasi 26 derajat baum (sekitar 30 persen berat amonia pada 15.5 C).
Amonia yang berada di rumah biasanya memiliki konsentrasi 5 hingga 10 persen
berat amonia.
Dalam memproduksi asam nitrat, terdapat beberapa metode yang dapat
dilakukan, antara lain ialah:
1. Proses oksidasi amonia
Pada tahun 1901, Wilhelm Oswald mempelopori proses pembuatan
asam nitrat di industri dengan mengkonversi ammonia menjadi asam nitrat
melalui oksidasi menggunakan katalis platina.
Pertama ialah tahapan oksidasi ammonia, bahan baku berupa amonia
direaksikan dengan oksigen bersama katalis berupa platina-rodium sampai
suhu sekitar 800C. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah:
4NH3 (g) + 5O2 4NO(g) + 6H2O(g)
3

Jurusan Teknik Kimia

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Pra Rancangan Pabrik Asam Nitrat dari Amonia


dengan kapasitas 60.000 ton/tahun

Tahap berikutnya ialah oksidasi nitrogen oksida (NO) yang terbentuk


dari tahap pertama, oksidasi ini tidak menggunakan katalis. Reaksi yang
terjadi pada tahap ini adalah:
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
Tahap selanjutnya ialah absorbsi NO2 yang terbentuk dari tahap kedua,
menggunakan air. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah:
3NO2(g) + H2O(l) 2HNO3(aq) + NO(aq)
Nitrogen oksida (NO) yang dihasilkan pada tahap 3 di daur ulang
kembali ke tahap 2.
(Raymond Chang, 2006)
2. Wisconsin process
Proses pembuatan asam nitrat dengan cara ini dikembangkan oleh Lord
Rayleigh (John William Strutt), dengan memisakan N2 dan O2 dari udara
menggunakan listrik bertegangan tinggi. Namun, cara ini sudah tidak banyak
dipakai lagi, karena sulit dijalankan, memerlukan suhu 2200oC dan NO2 yang
dihasilkan hanya 2 %. (Stranges, 1992). Berikut reaksi yang terjadi pada
pembuatan asam nitrat menggunakan proses wisconsin:
N2 + O2
NO2 + H2O

NO + NO2
HNO3

Produksi asam nitrat dapat ditingkatkan menjadi kadar 15% asam nitrat
dengan fiksasi nuklir nitrogen, namun hal ini tentu tidak ekonomis.
(Foxtrot team, 2012)
3. Proses Retort
Proses pembuatan asam nitrat yang tertua dilakukan sebelum abad ke-20,
asam nitrat diperoleh dari reaksi antara Chile Saltpeter (mineral yang
mengandung NaNO3 sekitar 96%) dengan asam sulfat pekat (93%). Sodium

Jurusan Teknik Kimia

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Pra Rancangan Pabrik Asam Nitrat dari Amonia


dengan kapasitas 60.000 ton/tahun

Bisulfat diperoleh sebagai produk samping. Secara sederhana reaksinya dapat


dituliskan sebagai berikut:
NaNO3 + H2SO4

NaHSO4 + HNO3

Suhu operasi antara 150-200o C selama 12 jam. Selama waktu proses


asam nitrat mengalami dekomposisi karena panas reaksi yang te rjadi maka
untuk mengurangi dekomposisi suhu reactor harus dijaga. Asam nitrat
menguap pada suhu 110-130oC, kemudian dilewatkan condensor partial.
Hasil gas dan embunan dipisahkan dengan separator, cairan asam nitrat hasil
konsentrasinya 96-99%.
Produksi skala kormesil mulai dibangun sejak tahun 1908 di dekat Bochum,
Jerman. Tiga langkah utama pada proses ini yaitu oksidasi amonia menjadi nitrogen
monoksida, oksidasi nitrogen monoksida menjadi nitrogen dioksida, dan absorbsi
nitrogen dioksida dalam air menghasilkan asam nitrat Proses dimulai dengan amonia
cair yang diuapkan serta aliran udara disaring dan dikompresi. Campuran udara dan
amonia memasuki Amonia Oksidasi Reaktor. Dalam reaktor, amonia dioksidasi
menjadi oksida nitrat (NO). Reaksi yang terjadi adalah:
4NH3 + 5O2 4NO + 6H2O
Selanjutnya oksida nitrat teroksidasi menjadi nitrogen dioksida (NO2) melalui
reaksi kimia sebagai gas yang didinginkan dalam kondensor. Reaksi yang terjadi
adalah:
2NO + O2 2NO2
Gas atau campuran air yang dihasilkan dari kondensor adalah asam nitrat
lemah dan gas nitrogen dioksida yang kemudian diumpankan ke kolom Absorber. Air
proses diumpankan ke bagian atas kolom. Gas-gas oksida nitrogen non-terlarut (NOx)
yang diserap ke dalam asam lemah untuk membentuk asam nitrat pada konsentrasi
sekitar 60%. Reaksi yang terjadi adalah:
5

Jurusan Teknik Kimia

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada

Pra Rancangan Pabrik Asam Nitrat dari Amonia


dengan kapasitas 60.000 ton/tahun

3NO2 + H2O 2HNO3 + NO


Asam nitrat diproduksi di absorber mengandung oksida nitrogen terlarut yang
secara fisik akan dipisahkan di stripper dan dikembalikan ke absorber. Asam nitrat
dipompa dari dasar stripper ke tangki penyimpanan asam nitrat.

Jurusan Teknik Kimia

Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada