Anda di halaman 1dari 14

PENGERTIAN

IVA adalah metode baru deteksi dini kanker


leher rahim dengan mengoleskan asam asetat
(cuka) ke dalam leher rahim. Bila terdapat lesi
kanker, maka akan terjadi perubahan warna
menjadi agak keputihan pada leher rahim yang
diperiksa. Metode tersebut memiliki sejumlah
keunggulan dibandingkan dengan papsmear
yang selama ini lebih populer.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah


jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher
rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human
Papilloma Virus). Berawal dari leher rahim, apabila
telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa
menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

GEJALA KANKER SERVIKS

Pada awal stadium kanker hampir tidak ada gejala,


kecurigaan timbul bila ada keluhan keputihan atau
mengalami perdarahan setelah berhubungan seksual.

Gejala lanjut dari kanker serviks ini adalah:


Perdarahan di luar masa haid
Jumlah darah haid tidak normal
Perdarahan pada masa menopause ( setelah berhenti
haid )
Keputihan yang bercampur darah atau nanah
Nyeri panggul
Dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yag terlatih

CARA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS


Deteksi dini kanker dapat dilakukan dengan dua
cara yaitu dengan metode pap smear namun
biayanya mahal, lalu pilihan kedua adalah
dengan metode IVA , biayanya lebih murah.

BAGAIMANA METODE IVA

Pemeriksaan IVA (Ispeksi Visual dengan Asam Asetat)


dilakukan dengan cara mengoleskan asam cuka 3 %
sampai dengan 5 % . Bila terlihat warna putih berarti
ada keganasan sel dan bisa berubah menjadi kanker.
Pemeriksaan IVA hanya sebentar dan tidak sakit. Dapat
dilakukan di praktek bidan atau puskesmas oleh dokter.
Pengobatan kanker yang memerlukan biaya besar,
proses terapi yang tidak mudah, menimbulkan dampak
psikologis bagi penderita dan mempengaruhi terhadap
seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu sebaiknya
sebagai seorang perempuan yang memperhatikan
kesehatan diri dan mencintai keluarga berkeinginan
untuk melakukan deteksi dini kanker serviks.

PERSIAPAN PEMERIKSAAN IVA


Pemeriksaan IVA sebaiknya dilakukan ketika tidak
sedang haid,
Atas sepengetahuan dan dukungan suami.

HASIL PEMERIKSAAN
Hasil Tes-positif : Plak putih yang tebal atau lesi putih
Hasil Tes-negatif : Permukaan polos dan halus,
berwarnamerah jambu; ektropion,
polip,gambaranservisitis, peradangan, kista Naboti
Kanker : Masa mirip kembang kol atau ulkus

KEUNGGULAN IVA
Tidak memerlukan alat tes laboratorium yang
canggih (alat pengambil sampel jaringan, preparat,
regen, mikroskop, dll)
Tidak memerlukan teknisi lab khusus untuk
pembacaan hasil tes
Hasilnya langsung diketahui, tidak memakan
waktu berminggu-minggu
Sensitivitas IVA dalam mendeteksi kelainan leher
rahim lebih tinggi dari papsmear (sekitar 75%),
meskipun dari segi spesifikitas (kepastian) lebih
rendah (sekitar 85%).
Biayanya sangat murah (bahkan gratis bila di
puskesmas).

KETERBATASAN TES IVA


Spesifisitas lebih rendah dari tes Pap
(positifpalsu lebih tinggi)
Terapi akan cenderung berlebihan pada
kondisidimana dilakukan skrining dan terapi
sekaligus
Kemampuan yang amat terbatas
untukmendeteksi lesi pada endoserviks

KAPAN HARUS MENJALANI TES IVA


kapan saja dalam siklus menstruasi, termasuk
saatmenstruasi, saat asuhan nifas atau pasca
keguguran.
kunjungan ulang untuk tes IVA negatif setiap 5 tahun
kunjungan ulang untuk tes IVA positif setiap 1 tahun

SYARAT DILAKUKANNYA IVA TEST


Sudah pernah melakukan hubungan seksual
Tidak sedang datang bulan/haid
Tidak sedang hamil
24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan
seksual
Tidak menggunakan obat vaginal

TEMUAN IVA
1. Normal: Licin, merah muda, bentuk porsio
normal
2. Infeksi servisitis (inflamasi, hiperemis):
banyak fluor ektropion polip
3. Positif IVA: plak putih epitel acetowhite (bercak
putih)
4. Kanker leher Rahim: pertumbuhan seperti
bunga kol pertumbuhan mudah berdarah

KESIMPULAN
IVA merupakan salah satu cara deteksi dini kanker
leher rahim yang sederhana dan cukup efektif dan
dapatdigunakan dalam program pencegahan kanker
leherrahim pada sumber daya yang terbata.