Anda di halaman 1dari 15

PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

ABSTRAK

Selama hampir setengah abad, perhatian utama masyarakat perekonomian dunia tertuju pada cara-cara untuk mempercepat tingkat pertumbuhan pendapatan nasional. Para ekonom dan politisi dari semua negara, baik negara-negara kaya maupun miskin, yang menganut sistem kapitalis, sosialis maupun campuran, semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi (economic growth). Pada setiap akhir tahun, masing-masing negara selalu mengumpulkan data-data statistiknya yang berkenaan dengan tingkat pertumbuhan GNP relatifnya, dan dengan penuh harap mereka menantikan munculnya angka-angka pertumbuhan yang membesarkan hati. “Pengejaran pertumbuhan” merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi semua negara di dunia dewasa ini. Seperti kita telah ketahui, berhasil-tidaknya program- program pembangunan di negara-negara dunia ketiga sering dinilai berdasarkan tinggi-rendahnya tingkat pertumbuhan output dan pendapatan nasional. Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolok ukur penilaian pertumbuhan ekonomi nasional sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output per kapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan. Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen.

A. Pendahuluan

Beradasarkan latar belakang di atas, ternyata memang beda antara

pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi. Hal yang akan dibahas di

sini adalah Problem Keluarga yang berkaitan dengan Problem Ekonomi

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan

pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk

dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara

dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic

growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan

sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas

produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan

pendapatan nasional . Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi

apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan

ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya

lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan

tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih

bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat

perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai

sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.

2

Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang

menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang.

Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan

ekonomi.

  • 1. Pembangunan sebagai suatu proses

Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan

merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa.

Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi

untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian

pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju

kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.

  • 2. Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita

Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus

dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan

perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat,

pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk

berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena

kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan

masyarakat.

  • 3. Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang

Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang

apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat.

3

Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami

kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam

ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara

tersebutmengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat

sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara

rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.

Pembahasan

Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan

ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan

menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi. Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi

diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal,

dan keahlian atau kewirausahaan. Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan

tanah,keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat

memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan

bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan

untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai

lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi). Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional

melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan

pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas

penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.

4

Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah

bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk

menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang

modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi

karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas. Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat,

keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.

Ukuran Pembangunan Ekonomi

Apakah alat yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya pertumbuhan

ekonomi suatu negara? Menurut M. Suparko dan Maria R. Suparko ada beberapa

macam alat yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu :

  • 1. Produk Domestik Bruto PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam harga pasar. Kelemahan PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah sifatnya yang global dan tidak mencerminkan kesejahteraan penduduk.

  • 2. PDB per Kapita atau Pendapatan Perkapita PDB per kapita merupakan ukuran yang elbih tepat karean telah memperhitungkan jumlah penduduk. Jadi ukuran pendapatn perkapita dapat diketahui dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.

  • 3. Pendapatan Per jam Kerja

5

Suatu negara dapat dikatakan lebih maju dibandingkan negara lain bila

mempunyai tingkat pendapatan atau upah per jam kerja yang lebih tinggi

daripada upah per jam kerja di negara lain untuk jenis pekerjaan yang sama.

Hal-Hal Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Dan Pembangunan Ekonomi

  • 1. Akumulasi Modal

Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari

pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar

output dan pendapatan di kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-

mesin, peralatan, dan bahan baku meningkatkan stock modal (capital stock)

fisik suatu negara (yakni, total nilai riil “neto” atas seluruh barangmodal

produktif secara fisik) dan hal itu jelas memungkinkan terjadinya peningkatan

output di masa-masa mendatang. Investasi produktif yang bersifat langsung

tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut

investasi “infrastuktur” ekonomi dan social. Di samping investasi yang

bersifat langsung banyak cara yang bersifat tidak langsung untuk

menginvestasikan dana dalam berbagai jenis sumber daya. Di samping itu ada

juga Investasi dalam pembinaan sumber daya manusia dapat meningkatkan

kualitas modal manusia, sehingga pada akhirnya akan membawa dampak

posiyif yang sama terhadap manusia.

Segenap kegiatan yang dijelaskan di atas merupakan bentuk-bentuk

investasi yang menjurus ke akumulasi modal.

6

2.

Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja

Pertumbuhan penduduk da pertumbuhan angkatan kerja (yang terjadi

beberapa tahun kemudian setelah pertumbuhan pendududuk) secara

tradisional dianggap sebagai salah satu factor positif yang memacu

pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan

menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang

lebih besar berarti meningkatkan ukuran pasar domesticnya. Meskipun

demikian, kita masih mempertanyakan apakah begitu cepatnya pertumbuhan

penawaran angkatan kerja di Negara-negara berkembang (sehingga banyak

diantara mereka yang mengalami kelebihan tenaga kerja) benar-benar akan

memberikan dampak positif, atau justru negatif, terhadap pembangunan

ekonominya. Sebenarnya, hal tersebut (positif atau negativenya pertambahan

penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi) sepenuhnya tergantung pada

kemampuan sistem perekonimian yang bersangkutan untuk menyerap dan

secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. Adapun

kemampuan itu sendiri lebih lanjut dipengaruhi oleh tingkat jenis akumulasi

modal dan tersedianya input atau factor_faktor penunjang, seperti kecakapan

manajerial dan administrasi.

  • 3. Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi (technological progress) bagi kebanyakan

ekonom merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang paling penting.

Dalam pengertiannya yang paling sederhana, kemajuan teknologi terjadi

7

karena ditemukannya cara baru atau perbaikan atas cara-cara lamadalam

menangani pekerjaan-pekerjaan tradisional seperti kegiatan menanam jagung,

membuat pakaian, atau membangun rumah. Kita mengenal tiga klasifikasi

kemajuan teknologi, yaitu: kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral

technological progress), kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-

saving technological progress), dan kemajuan teknologi yang hemat modal

(capital-saving technological progress).

Kemajuan teknologi yang netral (neutral technolohical progress)

terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat

produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor

input yang sama. Inovasi yang sederhana, seperti pembagian tenaga kerja

(semacam spesialisasi) yang dapat mendorong peningkatan output dan

kenaikan konsumsi masyarakat adalah contohnya. Sementara itu, kemajuan

teknologi dapat berlangsung sedemikian rupa sehingga menghemat pemakaian

modal atau tenaga kerja (artinya, penggunaan teknologi tersebut

memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input

tenaga kerja atau modal yang sama). Penggunaan komputer, mesin tekstil

otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah,

dan banyak lagi jenios mesin serta peralatan modern lainnya, dapat

diklasifikasikan sebagai kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-

saving technological progress). Sedangkan kemajuan teknologi hemat modal

(capital-saving technological progress) merupakan fenomena yang langka.

8

Hal ini dikarenakan hamper semua penelitian dalam dunia ilmu

pengetahuan dan teknologi dilakukan di Negara-negara maju dengan tujuan

utama menghemat pekerja, dan bukan menghemat modal. Di Negara-negara

dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal, kemajuan

teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan. Kemajuan

teknologi juga dapat meningkatkan modal atau tenaga kerja. Kemajaun

teknologi yang meningkatkan pekerja (labor-augmenting technological

progress) terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan

mutu atau ketrampilan angkatan kerja secara umum. Misalnya, dengan

menggunakan videotape, televise, dan media komunikasi elektronik lainnya di

dalam kelas, proses belajar bias lebih lancar sehingga tingkat penyerapan

bahan pelajaran juga menjadi lebih baik. Demikian pula halnya dengan

kemajuan teknologi yang meningkatkan modal (capital-augmenting

technological progress). jenis kemajuan ini terjadi jika penggunaan teknologi

tersebut memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yang ada secara

lebih produktif. Misalnya, penggunaan bajak kayu dengan bajak baja dalam

produksi pertanian.

Problem Keluarga Yang Berkaitan Dengan Problem Ekonomi

Masalah ekonomi seringkali menjadi penyebab pertengkaran keluarga dan tak

jarang berujung pada perpisahan. Dambaan setiap pasangan adalah memiliki

keluarga sejahtera. Yang terpenting adalah kebutuhan utama keluarga terpenuhi.

Namun di tengah perjalanan rumah tangga, kebutuhan pun semakin meningkat

9

apalagi ditambah dengan adanya anak. Terlebih di zaman sekarang ini, kehidupan

ekonomi semakin sulit saja.

Keluarga

miskin

menyebabkan

keluarga lebih rawan untuk mengalami

perpecahan. Ketika kebutuhan primer tak terpenuhi maka konflik akan semakin

meningkat. Hal ini hanya bisa diatasi dengan kesabaran dan terus berusaha hingga

akhir. Jangan lupa untuk selalu mengingat komitmen pernikahan untuk selalu

setia dan bersama dalam keadaan senang maupun susah.

Untuk

menghindari

masalah

ekonomi,

sebaiknya

lakukan investasi atau

menabung secara rutin sejak awal terbentuknya keluarga agar lebih siap

menghadapi kondisi yang sulit nantinya. Jika mulai terasa keuangan keluarga

mengalami kesulitan, maka jagalah keuangan keluarga agar tetap hemat dan tidak

boros. Gunakan keuangan keluarga untuk prioritas yang penting dan kendalikan

secara bijak. Penting untuk membuat budget keuangan tiap bulannya agar

terhindar dari pemborosan. Masalah ekonomi yang terjadi di dalam keluarga seringkali dipicu oleh

kurangnya penghasilan sang suami atau keadaan dimana suami mengalami

pemecatan atau PHK. Suami sebagai pencari nafkah tidak mendapatkan nafkah

yang cukup sehingga keluarganya hidup dalam kekurangan. Bantuan istri untuk

ikut bekerja dan mencari nafkah bisa menjadi solusi masalah. Meminta bantuan

modal kepada keluarga besar dan berjanji untuk mengembalikan modal tersebut

bisa juga dilakukan sebagai alternatif terakhir. Namun banyak juga masalah ekonomi keluarga yang terjadi karena sang

suami dirasa tidak bisa memenuhi keinginan istri atau anak. Keinginan tersebut

seringkali bukanlah keinginan atau kebutuhan utama namun keinginan untuk

10

memiliki sesuatu yang dimiliki oleh tetangga atau teman arisan. Hal ini tidak

jarang membuat keluarga retak dan malahan menjadi pemborosan. Jika ini terjadi,

maka sang istri perlu berkaca pada keluarga miskin yang hidup di pinggiran.

Mereka hidup sangat berkekurangan bahkan untuk makan sekalipun apalagi ingin

barang ini dan itu. Tentunya sang istri akan menyadari bahwa apa yang diberikan

suaminya sudah jauh lebih dari cukup. Penting untuk menyadari bahwa Anda

telah memiliki keluarga sejahtera.

Kesimpulan

Pembangunan Ekonomi di setiap negara berbeda - beda tergantung dari

tingkat pendapatan per kapita suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa besar

pendapatan / penghasilan dari penduudknya. Jika pendapatan Negara itu tinggi maka

pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu negara

itu di bawah rata – rata maka pertumbuhna ekonominya juga rendah.

Beberapa ahli ekonomi mengemukakan pertumbuhan ekonomi dengan ersepsi

yang berbeda – beda. Seperti pada alitan klasik an Neo klasik. Sebagai contoh nya :

Robert Solow mengemukakan pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatan

yang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian tekonologi modern dan

hasil / output. Dan masih banyak lagi tokoh – tokoh yang mengemukakan

pertumbuhan ekonomi dalam arti yang berbeda – beda.

11

Pembangunan ekonomi pada zaman sekarang ini berdampak pada kehidupan

penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada kesejahteran rakyat banyak.

Oleh karena itu negara terus memajukan pendapatan negara dengan menaikkan harga

– harga kebutuhan pokok seperti minyak yang katanya bisa menjadikan lebih baik

tingkat perekonomian kita.

Dengan demikian dapat kita sarankan kepada pemerintah dengan penjelasan

sebagai berikut :

  • 1. Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik, dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.

  • 2. Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsi entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.

  • 3. Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan

12

pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan

dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan

serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan,

dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

4. Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan

pusat atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang

menghambat pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diketahui hal ini

karena rendahnya tingkat pendapatan dan karena adanya efek

demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara maju olah

kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.

PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

ARTIKEL

pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan

13

Di Susun Oleh : M. KADIR YANTO 1416132048 Dosen Rini Fitria, M.Ag PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM

Di Susun Oleh :

M. KADIR YANTO

1416132048

Dosen Rini Fitria, M.Ag

PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM

FAKULTAS SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU

2015

DAFTAR PUSTAKA

Di Susun Oleh : M. KADIR YANTO 1416132048 Dosen Rini Fitria, M.Ag PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM

14

Cohn. Elchanan, 1979. The Economics Of Education, Ballinger Publishing

Engkoswara. 2002. Lembaga Pendidikan sebagai Pusat Pembudayaan. Bandung, Yayasan Amal Keluarga

Dodi Nandika. 2005. Kebijakan Pembangunan Pendidikan 2005-2009. Bandung UPI.

Fattah, Nanang. 2000. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan.Rosda. Bandung

Jac Fitz-enz, 2000.The ROI of Human Capital, Measuring the Economic Value of Employee Performance, New York, Amacom

15