Anda di halaman 1dari 2

Kisah lesbian dan kesadaran akan orientasi seksualnya

Kaum lesbian seringkali memiliki pengalaman seksualitas berbeda dari pria gay, dan
memiliki pemahaman etiologi berbeda, di mana studi-studi etiologi banyak berfokus terutama
pada pria.
Dalam sebuah survei surat tahun 1970-an oleh Shere Hite di Amerika Serikat, kalangan
lesbian menyatakan alasan mereka menjadi lesbian. Ini adalah satu-satunya penelitian utama
seksualitas perempuan yang telah mempelajari bagaimana perempuan memahami menjadi
homoseksual sejak Kinsey pada tahun 1953. Penelitian ini menghasilkan informasi tentang
pemahaman umum perempuan dalam hubungan lesbian dan orientasi seksual mereka.
Kaum perempuan berbicara tentang social conditioning, yang membuat "hampir mustahil
bagi saya untuk memiliki hubungan seksual yang benar-benar sehat dengan seorang pria".[93]
Perempuan lain menyatakan bahwa karena kondisi mereka "perempuan jauh lebih peka
terhadap kebutuhan orang lain", maka "kegiatan seksual lebih baik secara fisik dan emosional
dengan perempuan", juga mengungkapkan dia lebih menyukai simetri kekuasaan dan estetika
antar perempuan.[93] Beberapa perempuan mengungkapkan, "secara pribadi saya lebih suka
perempuan, mereka lebih lembut dan penuh kasih sayang",[93] dan beberapa bicara tentang
bagaimana mereka menemukan hubungan emosional dengan wanita lebih memuaskan
dibandingkan dengan laki-laki, perempuan menjadikan mereka lebih kreatif dan serba bisa.
Seorang wanita melaporkan lebih mudah baginya "untuk menyerahkan diri secara emosional
terhadap wanita".[93] Seorang wanita yang telah menjadi lesbian selama dua tahun
mengatakan ia menjumpai hubungan seksual dengan perempuan lebih menyenangkan baik
pada tingkat psikologis maupun fisik daripada dengan laki-laki, hal ini "dikarenakan wanitawanita yang pernah berhubungan seks dengan saya telah menjadi teman saya telah
sebelumnya, yang tidak pernah terjadi dengan laki-laki. Dengan berteman akan terbangun
rasa percaya yang saya pikir sangat penting untuk kepuasan keintiman fisik. Berkaitan
dengan wanita lain secara fisik nampak seperti hal yang paling alami di dunia. Anda sudah
mengetahui bagaimana memberikan ia kesenangan. Kelembutan tampaknya menjadi kunci,
dan merupakan perbedaan utama hubungan dengan pria dan wanita."[93] Perempuan berbicara
tentang perempuan menjadi pasangan seksual lebih baik dan itu merupakan hal pokok: "Saya
menemukan perempuan adalah kekasih yang lebih unggul; mereka tahu apa yang wanita
inginkan dan hampir semua punya kedekatan emosional yang tidak pernah dapat dicocokkan
dengan seorang pria. Lebih lembut, lebih menimbang dan memahami perasaan, dll"[93]
Pandangan muncul dikarenakan laki-laki dianggap sebagai individu yang kaku secara
"seksual atau emosional atau lainnya", dan lesbianisme dianggap "sebagai alternatif untuk
abstinensi" dan untuk laki-laki umumnya.[93] Pria dianggap layaknya seorang anak kecil,
sementara hubungan dengan perempuan digambarkan lebih sebagai "persekutuan diri".[93]
Hubungan seks serta hubungan dengan wanita dipandang sebagai cara untuk memperoleh
kemerdekaan dari laki-laki; "hubungan seks dengan perempuan berarti merdeka dari lakilaki."[93] Kinerja seksual laki-laki juga adalah masalah lain, "dua puluh menit dengan pria,
setidaknya sama dengan satu jam dengan perempuan, atau biasanya lebih",[93] juga perhatian
terhadap kebutuhan seksual wanita itu sendiri yang "nampak memiliki tingkat energi lebih
berkelanjutan setelah orgasme, dan lebih mungkin untuk mengetahui dan melakukan sesuatu
jika saya tidak puas".[93] Salah satu pemahaman tentang perbedaan itu adalah bahwa seks
dengan wanita "bukanlah 'pertukaran' atau 'dagang' atau jasa", dan bukan terfokus pada
orgasme, dengan "lebih berciuman dan berpegangan" dan "lebih perhatian terhadap
kesenangan saya", seks dialami sebagai pembebasan. Seks dengan perempuan juga
dipandang sebagai tindakan politik; "Saya melihat lesbianisme seperti menempatkan semua

energi saya (seksual, sosial, politik, dll) ke wanita. Seks adalah suatu bentuk kenyamanan
sementara berhubungan seks dengan laki-laki adalah untuk memberi mereka kenyamanan."[93]
Hite lebih peduli dengan apa yang dikatakan responden ketimbang data kuantitatif. Dia
menemukan dua perbedaan paling signifikan antara pengalaman responden dengan laki-laki
dan perempuan yaitu fokus pada rangsangan klitoris, dan keterlibatan emosional dan
tanggapan orgasmik.[93] Sejak Hite melakukan penelitiannya, dia mengakui bahwa beberapa
wanita mungkin telah memilih identitas politik seorang lesbian. Julie Bindel, seorang
wartawan Inggris, menegaskan bahwa "politik lesbianisme terus membangun kesadaran
hakiki karena memperkuat gagasan bahwa seksualitas adalah pilihan, dan kita tidak
ditakdirkan pada nasib tertentu karena kromosom kita." baru-baru ini tahun 2009.[94]
Foucault, Michel (1986), The History of Sexuality, Pantheon Books, ISBN 0394417755
Shere, Hite, The Hite Report: A Nationwide Study of Female Sexuality (N.Y.: Seven
Stories Press, 2004 ed. pbk. [1st printing?] 1976, 1981, 2004), hal. 325328 & 330 (ISBN
1-58322-569-2).
^ Bindel, Julie (2009-01-30). "My sexual revolution". The Guardian (London). Diakses
2010-05-04.