Anda di halaman 1dari 13

KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1:04 PM
SOSIOLOGI SAYA

Versi materi oleh Ismawanto

Kebijakan perdagangan internasional merupakan salah satu bentuk kebijakan ekonomi


internasional. Kebijakan perdagangan internasional adalah kebijakan yang mencakup tindakan
pemerintah terhadap rekening yang sedang berjalan (current account) daripada neraca
pembayaran internasional, khususnya tentang ekspor dan impor barang.

Kebijakan perdagangan internasional timbul karena meluasnya jaringan-jaringan hubungan


ekonomi antarnegara. Jadi, kebijakan perdagangan internasional adalah segala tindakan
pemerintah/negara, baik langsung maupun tidak langsung untuk memengaruhi komposisi, arah,
serta Bentuk perdagangan luar negeri atau kegiatan perdagangan. Adapun kebijakan yang
dimaksud dapat berupa tarif, dumping, kuota, larangan impor, dan berbagai kebijakan lainnya.

Secara umum kebijakan perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut.

1. Politik Proteksi

Politik proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang
tumbuh (infant industry) dan persaingan-persaingan barang-barang impor.

Tujuan kebijakan proteksi adalah:


a. memaksimalkan produksi dalam negeri;
b. memperluas lapangan kerja;
c. memelihara tradisi nasional;
d. menghindari risiko yang mungkin timbul jika hanya menggantungkan diri pada satu komoditi
andalan;
e. menjaga stabilitas nasional, yang dikhawatirkan akan terganggu jika bergantung pada negara
lain.

Proteksi dapat dilakukan melalui kebijakan berikut ini.

a. Tarif dan Bea Masuk


Tarif adalah suatu pembebanan atas barang-barang yang melintasi daerah pabean (costum area).
Sementara itu, barangbarang yang masuk ke wilayah negara dikenakan bea masuk.

Dengan pengenaan bea masuk yang besar atas barangbarang dari luar negeri, mempunyai
maksud memproteksi industri dalam negeri sehingga diperoleh pendapatan negara. Bentuk umum
kebijakan tarif adalah penetapan pajak impor dengan persentase tertentu dari harga barang yang
diimpor.

Akibat dari pengenaan tarif akan tampak sebagaimana

Macam-macam penentuan tarif atau bea masuk, yaitu:


1) bea ekspor (export duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut
menuju negara lain (di luar costum area);
2) bea transito (transit duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang

melalui batas wilayah suatu negara dengan tujuan akhir barang tersebut negara lain;
3) bea impor (import duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang
masuk dalam suatu negara (tom area).

b. Pelarangan Impor
Pelarangan impor adalah kebijakan pemerintah untuk melarang masuknya barang-barang dari luar
negeri, dengan tujuan untuk melindungi produksi dalam negeri dan meningkatkan produksi dalam
negeri.

c. Kuota atau Pembatasan Impor


Kuota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar negeri.
Secara grafik akan tampak dalam

Tujuan diberlakukannya kuota impor di antaranya:


a. mencegah barang-barang yang penting berada di tangan negara lain;
b. untuk menjamin tersedianya barang-barang di dalam negeri dalam proporsi yang cukup;
c. untuk mengadakan pengawasan produksi serta pengendalian harga guna mencapai stabilitas
harga di dalam negeri.

d. Subsidi
Subsidi adalah kebijakan pemerintah untuk membantu menutupi sebagian biaya produksi per unit
barang produksi dalam negeri. Sehingga produsen dalam negeri dapat menjual barangnya lebih
murah dan bisa bersaing dengan barang impor.

e. Dumping
Dumping adalah kebijakan pemerintah untuk mengadakan diskriminasi harga, yakni produsen
menjual barang di luar negeri lebih murah daripada di dalam negeri.

Syarat yang harus dipenuhi dalam kebijakan dumping yaitu:


- kekuatan monopoli di dalam negeri lebih besar daripada luar negeri, sehingga kurva permintaan
di dalam negeri lebih inelastis dibanding kurva permintaan di luar negeri.
- terdapat hambatan yang cukup kuat sehingga konsumen dalam negeri tidak dapat membeli
barang dari luar negeri.

Keterangan:
Seperti diketahui bahwa laba maksimum diperoleh pada saat kurva MC sama dengan kurva MR.
MC sama dengan MR di pasar dalam negeri yang dicapai pada kuantitas produksi OQ1, dan pasar
luar negeri dicapai pada kuantitas produksi OQ2. Oleh karena kurva permintaan di kedua pasar
memiliki kecuraman yang berbeda, di mana harga pasar dalam negeri adalah OP2 sementara
harga di pasar luar negeri setinggi OP1, sehingga permintaan di pasar dalam negeri relatif lebih
inelastis dibandingkan dengan pasar di luar negeri, karena kurvanya lebih curam.

2. Politik Dagang Bebas

Politik dagang bebas adalah kebijakan pemerintah untukmengadakan perdagangan bebas


antarnegara. Pihak-pihak yang mendukung kebijakan perdagangan bebas mengajukan alas an
bahwa perdagangan bebas akan memungkinkan bila setiap negara berspesialisasi dalam
memproduksi barang di mana suatu negara memiliki keunggulan komparatif.

3. Politik Autarki

Politik autarki adalah kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan diri dari

pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, maupun militer, sehingga
kebijakan ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional yang menganjurkan adanya
perdagangan bebas. itu seorang importir dalam melaksanakan pembayarannya harus membeli
uang dollar terlebih dahulu pada suatu bank devisa dengan kurs yang berlaku, kemudian ditransfer
kepada eksportir di Amerika.

Sistem Kebijakan Perdagangan Internasional


Posted: April 17, 2011 in Uncategorized

6
Kebijakan perdangangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil
untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna
melindungi kepentingan nasional.
Tujuan kebijakan perdagangan internasional adalah :

Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negative dari
situasi perdagangan internasional yang tidak baik.

Melindungi kepentingan industry di dalam negeri.

Melindungi lapangan kerja.

Menjaga keseimbangan BOP.

Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

Menjaga stabilitas nilai tukar


Macam-macam kebijakan perdagangan internasional yang biasa dilakukan pemerintah:
1. Tarif atau bea masuk
Pemerintah menetapkan kebijakan bahwa setiap barang yang diimpor harus membayar
pajak, yang dikenal sebagai tarif atau bea masuk.
Tujuan penerapan tarif atau bea masuk adalah sebagai berikut :

Menghambat mpor barang-barang/ jasa luar negeri.

Melindungi barang / jasa produksi dalam negeri.


Pajak atau bea masuk akan menambah harga jual suatu barang/ jasa impor, sehingga
diharapkan harga barang produksi dalam negeri akan lebih murah dari harga barang
produksi luar negeri yang diimpor tersebut. Hal ini dapat melindungi barang/ jasa

produksi dalam negeri karena lebih murah dan lebih bisa bersaing untuk memperebutkan
pelanggan.

Menambah pendapatan pemerintah dari pajak.


2. Kuota
Adalah suatu kebijaksanaan untuk membatasi jumlah maksimum yang dapat diimpor
suatu negara.
Akibatnya:

Naiknya harga barang impor dalam negri

Mempertinggi daya saing produksi dalam negri dipasar dalam negri

Produksi dalam negri meningkat


3. Larangan ekspor
Melarang ekspor ke luar negri untuk jenis barang tertentu .
4. Larangan impor
Larangan produksi luar negri masuk ke dalam suatu negri
Akibatnya:

Melindungi perusahan dalam negri dari kebangkrutan

Menghindari/mengurai defisit neraca pembayaran


5. Subsidi
Agar produksi di dalam negeri dapat ditingkatkan maka pemerintah memberikan subsidi
kepada produsen dalam negeri. Subsidi yang diberikan dapat berupa mesin-mesin,
peralatan, tenaga ahli, keringanan pajak, fasilitas kredit, dll.
Akibatnya:

Harga produksi dalam negri menjadi murah

Mempertinggi daya saing produksi dalam negri di pasar dalam negri


6. Politik dumping
Dumping adalah salah satu kebijakan perdangan internasional dengan cara menjual
suatu komoditi di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga yang
dijual di dalam negeri. Namun pelaksanaan politik dumping dalam praktik perdagangan
internasional dianggap sebagai tindakan yang tidak terpuji (unfair trade) karena dapat
merugikan orang lain.
7. Premi
Pengertian premi adalah bonus yang berbentuk sejumlah uang yang disediakan
pemerintah untuk para produsen yang berprestasi atau mencapai target produksi yang
ditetapkan oleh pemerintah.
Akibatnya:

Produksi dalam negri dapat bersaing di luar negri.


Dumping
Menjual produksi dalam negri di luar negri lebih murah daripada dalam negri
Akibatnya:

Pemasaran lebih luas

Menghabiskan stok barang


8. Politik dagang bebas
Pemerintah memberi kebebasan ekspor dan impor
Akibat:

Mutu barang tinggi

Harga relative murah

Kebijakan Perdagangan Internasional


Kebijakan adalah suatu kecermatan, ketelitian, dan langkah yang di ambil
untuk mengatasi suatu masalah. Kebijakan diambil berdasarkan fakta-fakta dan
pengalaman masa lalu. Berdasarkan pengertian kebijakan tersebut, kebijakan
perdagangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil untuk
mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna
melindungi kepentingan nasional.

Jenis-jenis kebijakan dapat diberlakukan untuk impor dan ekspor yaitu ;

a. Kebijakan perdagangan internasional di bidang impor


beberapa keburukan mengimpor suatu barang. Salah satunya adalah
perusahaan dalam negeri yang memproduksi jenis barang yang sama akan
gulung tikar karena kalah bersaing dengan barang impor. Untuk itulah,
pemerintah harus melindungi atau bertindak untuk mengatasi keburukan itu
dengan jalan memberi perlindungan (proteksi). Perlindungan itu banyak
jenisnya, yaitu :
Ada

(1) Kuota merupakan jumlah yang ditetapkan untuk suatu kegiatan dalam satu
masa atau suatu waktu tertentu. Jadi, kuota dalam impor adalah total
jumlah barang yang dapat diimpor dalam masa tertentu. Ketika
diberlakukan perdagangan bebas, kuota tidak dapat dipakai lagi karena
dapat menghambat perdagangan internasional.
(2) Tarif. Kebijakan tarif diambil pemerintah dengan menetapkan tarif tinggi
untuk mengimpor suatu jenis barang. Dengan pengenaan tarif ini, harga
barang impor menjadi mahal, sehingga barang sejenis yang diproduksi

di dalam negeri akan memiliki daya saing dan dibeli konsumen. Penganut
perdagangan bebas mengenakan tarif yang rendah atas barang-barang
impor. Sebaliknya, begara proteksionis mengenakan tarif yang tinggi untuk
barang impor.
(3) Subsidi. Karena ada perbedaan harga antara barang impor dan barang
dalam negeri, ada kemungkinan harga brang impor lebih murah daripada
harga barang produksi dalam negeri. Supaya harga barang produksi dalam
negeri dapat ditekan, pemerintah dapat memberi subsidi pada produsen
dalam negeri. Dengan pemberian subsidi ini, harga barang dalam negeri
menjadi murah.
(4) Larangan impor. Dengan berbagai alasan, ada barang tertentu yang
dilarang diimpor. Misalnya, barang-barang yang berbahaya untuk
masyarakat. Larangan impor bisa jadi dilakukan untuk membalas tindakan
negara lain yang telah lebih dulu melarang impor barang suatu negara.
Selain itu, larangan impor dapat pula dilakukan untuk menghemat devisa.

b. Kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor


Sama halnya dengan kebijakan perdagangan internasional di bidang
impor,kebijakan di bidang ekspor juga ditujukan untuk melindungi produksi
dalam negeri disamping memperoleh keuntungan. Beberapa kebijakan
perdagangan internasional di bidang ekspor, yaitu :
(1) Diskriminasi harga, adalah suatu tindakan dalam penetapan harga barang
yang berbeda untuk suatu negara dengan negara lainnya. Untuk barang
yang sama, harga untuk negara yang satu lebih mahal atau lebih murah
daripada negara lainnya. Hal ini dilakukan atas dasar perjanjian atau dalam
rangka perang aktif.
(2) Pemberian premi (subsidi). Kebijakan pemerintah untuk memajukan ekspor
adalah dengan memberi premi kepada badan usaha yang melakukan
ekspor. Pemberian premi (subsidi) itu antara lain berupa bantuan biaya

produksi serta pembebasan pajak dan fasilitas lain, dengan tujuan agar
barang ekspor memiliki daya saing di luar negeri.
(3) Dumping adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan
menetapkan barang ekspor (harga baranag diluar negeri) lebih murah
daripada harga didalam negeri. Cara ini hanya dapt dilakukan bila pasar
dalam negeri dikendalikan atau dikontrol oleh pemerintah.
(4) Politik dagang bebas merupakan suatu kebijakan dimana masing-masing
pemerintah memberi kebebasan daam ekspor dan impor.
(5) Larangan ekspor merupakan kebijakan atas suatu negara untuk melarang
ekspor barang barang-barang tertentu ke luar negeri. Penyebabnya bisa
karena alasan ekonomi, politik, sosial dan budaya.