Anda di halaman 1dari 5

2.

SUBSTANSI DASAR NEGARA


Sebuah Negara umumnya dikembangkan berdasarkan keyakinan tertentu tentang
hakikat manusia. Manusia adalah makhluk ciptaan yuhan yang memiliki dua dimensi,
yaitu sebagai makhluk pribadi / individualis sekaligus makhluk social.
Ada pemikir dasar negara yang mengutamakan salah satu dari kedua dimensi
manusia itu. Liberalisme misalnya, lebih mengutamakan kebebasan / sisi individualis
manusia. Sedangkan sosialisme lebih mengutamakan dimensi kebesamaan atau sosialitas
manusia. Pandangan tentang hakikat mausia itu menentukan pandangan tentang ajaran
moral, kehidupan politik, dan kehidupan ekonomi yang harus diperjuangkan para
penganut dasar negara yang bersangkutan.
a. Liberalisme
Dalam liberalisme manusia dipandang sebagai makhluk yang bebas. Pasional, dan
mampu memperbaiki diri sendiri (Macridis,1986;Goodwin, 1982). Manusia adalah
makhluk bebas dan bermartabat mulia yang kebebasan dan kemuliaan martabatnya tidak
boleh diganggu gugat oleh siapapun.

Ajaran Moral Liberalisme


Prinsip moral liberalisme adalah pengakuan atas hak hak asasi manusia seperti
hak kebebasan, hak kemuliaan, dan hak hidup manusia. Liberalisme juga
menjunjung tinggi toleransi

Ajaran politik Liberalisme


Prinsip politik liberalisme mencakup hak hak asasi politik, seperti hak berserikat,
berkumpul, hak mengeluarkan pendapat baik lisan maupun tertulis, hak
partisipasi, hak memutuskan bentuk kenegaraan yang akan dibangun , dan hakl
menentukan kebijakan pemerintah. Kaum liberal berusaha membatasi kekuasaan
pemerintah melaui pembagian kekuasaan Negara.

John Locke tokoh Liberalisme politik

Ajaran ekonomi Liberalisme


Kebebasan terikat dalam prinsip laissez-fair, yang menginginkan campur tangan
Negara sesedikit mungkin dan kebebasan semaksimal mungkin bagi perjuangan
kepentingan masing masing individu. Prinsip ekonomi liberalisme meliputi
pengakuan atas hak hak ekonomi dan kesejahteraan masing masing orang.
Liberalisme mengakui dan menjamin hak hak dan kebebasan kebebasan
perorangan dalam kegiatan ekonomi ( produksi, transaksi, dan distribusi)

Adam Smith, tokoh liberalisme Ekonomi

b. Sosialisme
Sosialisme lahir sebagai raeksi atas krisi social akibat industrialisasi dan cara
produksi liberal-kapitalis di abad ke-19

Robert Owen, salah satu tokoh sosialisme


Ajaran Moral Sosialisme
Sosialisme berpandangan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk kreatif
dan dapat memperoleh kebahagiaan serta kepuasan melaui kerja bersama.
Makna persamaan menurut sosialisme berbeda dengan makna menurut
liberalisme . Dalam liberalisme persamaan dimaknai sebagai persamaan
kesempatan, yang membawa konsekuensi kesempatan untuk bersaing
memperebutkan sumber daya langka dimana perolehan seseorang berarti
kehillangan bagi orang lain (zero sun game) . Dalam sosialisme, persamaan
merupakan konsekuensi logis dari keprihatinan terhadap kemiskinan.
Ajaran Ekonomi Sosialisme
Menurut Heuken SJ (1988), pokok pokok ajaran dan teori sosialisme meliputi hal
hal berikut ini:
1. Penghapusan atau pembatasan hak milik pribadi atas alat alat
produksi;pengambilalihan alat alat produksi oleh Negara atau
langsung oleh kaum buruh;pembagian kembali milik pribadi.
2. Perlindungan bagi kaum buruh terhadap penghisapan,
kemiskinan , pengangguran dalam bentuk jaminan kerjabagi
semua; pembentukan koperasi produktif kaum buruh;
pemberian hak bagi kaum buruh untuk ikut dalam penentuan
kebijakan perusahaan melalui wakil wakil buruh atau melaui
serikat serikat buruh; partisipasi dalam laba perusahaan atau
ikut memiliki perusahaan.
3. Perubahan struktur kekuasaan ekonomi dengan jalan
pengawasan Negara terhadap perusahaan perusahaan
monopoli, pengembangan perusahaan perusahaan milik Negara
, pereencanaan produksi dan pembagian hasil produksi oleh
Negara.
4. Perubahan struktur kekuasaan dengan memaksakan pengakuan
terhadap kesamaan kedudukan semua warga Negara/ dengan
penyerahan kekuasaan kepada kelas yang bekerja saja
5. perjuangan melawan privilese privilese pendidikan yang
dimiliki oleh kelas menengah dan kelas atas

Menurut MACRIDIS (1986) pada tahap awal perkembanganya sebagian penduduk


sosialisme meyakini kekerasan dan revolusi sebagai jalan mewujudkan cita cita
perjuangan mereka, dan sebagian lain percaya pada persuasi dan contoh contoh.

Ajaran Politik Sosialisme


Kerja didalam system kapitalis telah menimbulkan kemiskinan yang secara
mencolok ditunjukan oleh ketidakmampuan buruh untuk membeli barang barang
yang telah diproduksinya sendiri. Oleh karena itu kemiskinan menjadi
keprihatinan utama sosialisme.
Jika dibandingkan dengan liberalisme, baik liberalisme maupun sosialisme sama
sama meyakini adanya persamaan kemampuan manusia untuk memerintah dirinya
sendiri serta menyatakan kepentingan-kepentingan mereka, walau bentuk
pelembagaan demokrasi perwakilanya berbeda.
Secara garis besar terdapat dua aliran sosialisme, yaitu: (a) sosialisme yang
dipengaruhi oleh Marxisme); dan (b) sosialisme non Marxis ( sosilaisme
demokratis). Salah satu aliran dalam sosialisme demokratis adalah sosialisme
religius, yaitu sosialisme yang dikembangkan atas ajaran agama tertentu.
Kalau dihubungkan dengan pancasila sosialisme tampaknya lebih pada
penekanan / pengutamaan terhadap dimensi hakiki manusia, liberalisme
mengutamakan sisi individualitas manusia, maka pancasila mencari
keseimbangan antara dua dimensi tersebut.

C. Marxisme/ Komunisme
Marxisme/ Komunisme adalah ajaran Karl Marx yang kemudian direvisi oleh Lenin
Stalin , dana Mao Tze Dong. Seperti sudah disebut diatas Marxisme/ Komunisme adalah
salah satu jenis Sosialisme.

Karl Marx pelopor ajaran komunisme

Ajaran Moral Komunisme


Pandangan Komunisme terhadap manusia sama dengan sosilisme yaitu lebih
mengutamakan kebersamaan atau dimensi social manusia ketimbang kebebasan atau
dimensi individualistis manusia. Menurut Budiarjo (1980), nilai nilai yang terkandung
dalam komunisme antara lain adalah:
1)
2)
3)

Monisme, yaitu pandangan yang menolak adanya


golongan golongan atau keanekaragaman dalam
masyarakat.
Kekerasan merupakan alat yang sah untuk mencapai
tujuan Negara, yaitu terwujudnya masyarakat tanpa
kelas.
Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme
sehingga semua alat Negara (polisi, tentara,
kejaksaan, dan sebagainya) dipergunakan untuk
mejudkan komunisme.

Ajaran Politik Komunisme


Revolusi kaum proletar untuk merebut kekuasaan politik dan ekonomi dari kaum
borjuis merupakan jalan utama menuju masyarakat komunis. Kehidupan kenegaraan yang
didasarkan pada Marxisme/ Komunisme sering disebut sebagai Demokrasi Timur atau
Demokrasi sosialis. Namun penggunaankata demokrasi itu sesungguhnya tidak tepat,
karena praktik politik dalam Negara Negara komunis justru bertentangan dengan prinsip
prinsip demokrasi. Dikebnyakan Negara komunis umumnya hanya dikenal satu partai
tunggal, partai komunis, yang memegang monopoli atas kekuasaan Negara dan sangat
menentukan kehidupan setiap warga Negara.